keluyuran web banner

5 Alat Musik Kalimantan Utara yang Jarang Diketahui

Ditulis oleh Syarip Ahmad D - Diperbaharui 22 April 2021

Setiap daerah memiliki alat musik tradisional yang biasa digunakan saat upacara adat atau pun untuk merayakan  hari-hari spesial bagi warga setempat. Sama seperti provinsi lain yang ada di tanah air, Kalimantan Utara juga dikenal memiliki kebudayaan yang beragam mulai dari tarian, nyanyian, pakaian, hingga alat musik khas yang menarik untuk diketahui.

Jika sebelumnya kita telah membahas beberapa alat musik yang berasal dari Sumatera Utara, maka kali Keluyuran akan membahas alat musik yang berasal dari provinsi termuda yang ada di tanah air, yaitu Kalimanatan Utara.

Alat musik apa saja yang ada di provinsi yang satu ini? Nah, supaya kamu tidak semakin penasaran. c. Berikut adalah penjelasannya:

1. Babun

Babun

Jika kita lihat secara sepintas, maka alat musik yang satu ini memang mirip dengan gendang, yaitu alat musik pukul yang terbuat dari kayu berbentuk lingkaran dengan rongga yang berada di bagian tengah alat musik dan dilapisi kulit hewan seperti kerbau, sapi, atau kambing pada bagian kedua sisinya.

Babun adalah alat musik yang biasa digunakan untuk mengiringi kesenian tarian daerah dan berbagai pertunjukan seni yang ada di Kalimantan Utara. Sama seperti halnya gendang yang ada di pulau Jawa, alat musik yang satu ini dimainkan dengan posisi pemain berada di tengah alat musik. Biasanya bagian rumpian diposisikan di sebelah kanan dan pembaduk di sebelah kiri.

Meskipun terlihat mudah, namun cara memainkannya memerlukan teknik untuk menghasilkan bunyi yang enak dan sesuai. Babun sendiri sering kita lihat mengiringi pagelaran seni seperti gamelan dan musik panting.

Babun merupakan alat musik yang memiliki peran sebagai pengatur tempo dan irama lagu. Sementara pada pagelaran tari, alat musik ini biasa dijadikan sebagai patokan para penari dalam perubahan gerak tari atau merubah formasi tarian.

2. Alat Musik Sluding

Alat Musik Sluding

Sluding merupakan alat musik tradisional dari Kalimantan Utara yang bisa kita lihat hingga saat ini. Bentuk Sluding mirip dengan alat musik gambang yang ada di tanah Jawa. Sluding termasuk dalam jenis alat musik pukul silofon yang terdiri dari 8 bilah kayu yang disusun secara teratur dan memiliki nada yang berbeda satu sama lain.

Masyarakat Dayak sendiri bisa mihat alat musik ini dalam pagelaran pertunjukan Klentangan. Pada sisi kiri dan kanan alat musik ini terdapat ukiran burung Enggang, yang bagi masyarakat Dayak Modang dianggap sebagai salah satu binatang sakral. Sama seperti gambang, alat musik yang satu ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan sepasang tongkat pemukul yang terbuat dari kayu.

Sluding sendiri adalah salah satu alat musik yang biasa digunakan sebagai pengiring dalam sebuah upacara adat atau tarian seperti upacara Belian Sentiu, ritual pengobatan bagi orang yang sedang mengalami sakit. Nah, klentangan biasa dimainkan sebagai pengiring selama upacara pengobatan berlangsung.

Masyarakat Dayak sendiri percaya bahwa bunyi-bunyian melodi yang dimainkan dapat mempengaruhi ritual, dimana bila terjadi kesalahan di dalamnya, masyarakat Dayak sendiri percaya bahwa hal tersebut dapat berdampak terhadap para peserta upacara dan juga kegagalan dalam proses pengobatan.

3. Gambang Kalimantan Utara

Gambang Kalimantan Utara

Nah, alat musik selanjutnya yang bisa kita temukan di Kalimantan Utara adalah Gambang. Alat musik yang satu ini memang memiliki kesamaan dengan alat musik yang bisa kita temukan di tanah Jawa. Gambang Kalimantan Utara sendiri terbuat dari bilah-bilah kayu sebanyak 18 bilah yang tersusun rapi di atas resonansi berbentuk kotak mirip sebuah perahu.

Setiap bilah kayu dapat menghasilkan nada suara yang berbeda-beda dan simfoni yang unik saat dimainkan. Pada umumnya, bilah kayu yang berukuran panjang menghasilkan nada yang paling rendah. Sementara bilah kayu yang berukuran lebih pendek mampu menghasilkan nada yang tinggi.

Sama seperti gambang pada umumnya, instrumen musik yang satu ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan sepasang pemukul yang terbuat dari kayu. Nah, pada bagian ujung pemukul sendiri dibalut dengan kain agar pada saat dipukulkan menghasilkan suara lembut.

Sama seperti alat musik lain, Gambang Kalimantan Utara sendiri biasa dimainkan saat diadakan upacara adat atau pun pentas musik dan tarian khas Kalimantan Utara.

4. Alat Musik Jatung Utang

Alat Musik Jatung Utang

Selanjutnya terdapat alat musik Jatung Utang, yaitu alat musik tradisional yang biasa dimainkan oleh masyarakat Suku Dayak Kenyah, Kalimantan Utara. Jatung Utang sendiri adalah alat musik pukul yang terbuat dari kayu lempung berukuran panjang sekitar 20-50 cm dengan lebar 5-10 cm yang disusun rapi menggunakan tali di atas kayu berbentuk kotak.

Nah, setiap bilah kayu mampu menghasilkan nada yang berbeda. Jatung Utang termasuk jenis alat musik Xilofon. Masyarakat Kenyah, yang tersebar hampir di sebagain besar pulau Kalimantan menyebut alat musik yang satu ini dengan berbagai nama seperti Geng galeng atau Ting galing.

Meskipun pada dasarnya kedua alat musik tersebut sama, namun keduanya sendiri memiliki sedikit perbedaan dalam cara memainkannya. Geng galeng biasanya dimainkan dengan cara berdiri, sementara Ting galeng sedikit miring. Jatung utang sendiri pada umumnya dimainkan dengan cara dipukul menggunakan sepasang pemukul yang disebut dengan petit oleh masyarakat Suku Kenyah.

Masyarakat Kenyah sendiri biasanya, memainkan alat musik ini bersama alat musik Sambe untuk mengiringi lagu dan tarian daerah ketika diadakan upacara Suku Kenyah. Salah satunya adalah ketika musim tanam tiba, dimana masyarakat Suku Kenyah sendiri percaya bahwa bunyi-bunyian dalam ritual dapat mengusir hewan yang biasa merusak panen seperti babi, belalang, monyet, dan burung.

5. Rebab Kalimantan Utara

Rebab Kalimantan Utara

Alat musik terakhir yang juga terdapat di Kalimantan Utara adalah rebab. Konon, alat musik yang satu ini merupakan bagian dari kebudayaan Timur Tengah yang kemudian dikenal luas di Nusantara. Kalimantan Utara sendiri menjadi salah satu daerah yang menjadi wilayah untuk menyebar alat musik ini.

Cara memainkan rebab hampir mirip dengan biola, yaitu dengan cara menggesek dawai dengan alat penggesek. Suara yang dihasilkan oleh alat musik ini pun hampir mirip dengan biola. Namun, yang membedakan antara biola dan rebab adalah bentuk serta cara memainkannya, dimana rebab sendiri memiliki bentuk bulat dengan lubang resonansi sebagai penghasil suara.

Nah, di Kalimantan sendiri alat-alat musik ini biasa digunakan dalam setiap upacara adat atau pagelaran pentas seni yang ada di daerah. Selain dapat dimainkan solo, alat musik ini pun bisa dimainkan bersama alat musik lain. Nadanya yang khas dan mendayu-dayu menjadi salah satu keunikan dari alat musik yang satu ini.

Demikian 5 Alat musik Kalimantan Utara yang berhasil Keluyuran bahas untuk kamu. Keberadaan alat musik khas Kalimantan Utara memang menambah kekayaan budaya yang ada di tanah air. Bunyi unik yang dihasilkan alat musik tersebut memang mampu menghipnotis setiap orang. Nah, kira-kira alat musik mana yang menarik untuk kamu coba? Tulis komentar di bawah, ya!

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram