10 Alat Musik Tradisional Betawi yang Familiar di Masyarakat

Ditulis oleh Erfah Nanda SW - Diperbaharui 4 Mei 2021

Betawi adalah salah satu suku yang penduduknya mayoritas tinggal di Ibu Kota DKI Jakarta. Namun, seiring berjalannya waktu Suku Betawi sudah mulai menyebar ke daerah yang berdekatan dengan Jakarta, yaitu Depok, Tangerang, dan Bekasi. Suku Betawi memiliki budaya yang unik dan berbeda dengan suku lainnya. Salah satu keunikannya ada pada alat musik tradisional khas budaya Betawi.

Alat musik tradisional Betawi sering digunakan sebagai iringan tari tradisional dan pertunjukan lenong. Pada perayaan hari ulang tahun kota Jakarta juga tak luput dari alat musik tradisional ini. Biasanya para pemain musik berjalan beriringan di belakang pertunjukan Ondel-Ondel. Ondel-Ondel sendiri merupakan ikon budaya Betawi dan Ibu Kota Jakarta.

Banyak yang belum tahu kalau alat musik tradisional Betawi sering juga digunakan untuk iringan musik modern. Bahkan diantaranya sering tampil pada acara hajatan. Sebab itu, musik tradisional Betawi cukup familier dilihat maupun didengar oleh masyarakat Indonesia.

Lalu, apa saja alat musik tradisional khas Betawi yang sudah familiar didengar oleh masyarakat? Yuk, simak infonya berikut ini!

1. Marawis

MarawisSumber: balubu.com

Marawis adalah alat musik tradisional khas budaya Betawi. Alat musik ini sering kita dengar di berbagai acara besar keagamaan, hajatan, maupun sebagai pengiring berbalas pantun. Biasanya musik yang dimainkan lebih menonjolkan sisi keagamaan. Alat musik marawis dimainkan sebanyak sembilan sampai sepuluh orang.

Kenapa dimainkan banyak orang? Karena setiap alat musik marawis memiliki nada yang berbeda. Untuk menghasilkan nada berirama perlu dimainkan oleh banyak orang. Alat musik marawis berbentuk gempal dengan ukuran kecil. Cara memainkannya cukup mudah, yakni dengan cara ditepuk bagian membrannya yang terbuat dari kulit.

2. Kecrek

KecrekSumber: coldeja.com

Kecrek merupakan alat musik tradisional Betawii yang familiar di masyarakat. Alat musik kecrek sering digunakan sebagai pengiring tarian tradisional dan pertunjukan lawak lenong Betawi.

Biasanya alat musik ini dimainkan bersama dengan alat musik tradisional lainnya. Bahkan alat musik kecrek juga sering tampil dipanggung musik modern. Banyak band yang menggunakan kecrek sebagai pengiring musik mereka.

Untuk cara memainkannya, yaitu cukup dengan cara dipukul menggunakan dua tongkat kayu. Namun, kebanyakan orang menggunakan alat musik kecrek dengan cara digoyangkan dengan tangan. Meskipun terlihat mudah, tetapi perlu teknik khusus agar suaranya terdengar merdu.

3. Rebana Ketimpring

Rebana Ketimpring

Alat musik tradisional rebana ketimpring cukup populer di masyarakat. Rebana ketimpring memiliki bentuk bulat yang terbuat dari kayu dan kulit hewan di bagian tengahnya. Lalu, pada bagian sampingnya terdapat kecrekan yang memiliki bunyi nyaring. Alat musik ini biasanya digunakan sebagai pengiring musik kasidah maupun pernikahan.

Rebana ketimpring dibagi dua jenis, yaitu Rebana Ngarak dan Rebana Maulid. Cara memainkan alat musik rebana ketimpring cukup mudah, yaitu menepuk bagian tengahnya dengan tangan. Bisa dilakukan sambil berdiri maupun duduk.

4. Tamborin

TamborinSumber: coldeja.com

Tamborin adalah alat musik tradisional dari Betawi. Alat musik satu ini memiliki bentuk yang bulat, lalu bagian tengahnya ditutup dengan kulit hewan. Di bagian sampingnya terdapat banyak kecrekan yang terbuat dari logam. Tamborin sering digunakan sebagai pengiring musik tarian tradisional dan pertunjukan kesenian budaya Betawi lainnya.

Selain itu, alat musik tamborin juga sering tampil dalam acara musik perkusi modern. Jadi sudah tidak asing lagi dilihat maupun didengar oleh masyarakat. Cara memainkan alat musik tamborin cukup sulit, yakni dengan cara ditabuh dan digoyangkan. Tamborin dapat mengeluarkan suara merdu yang dihasilkan oleh suara gemerincing logam dan tabuhan membrannya.

5. Tanjidor

TanjidorSumber: guratgarut.com

Tanjidor merupakan alat musik tradisional Betawi yang sangat populer di masyarakat. Alat musik ini sudah ada sejak zaman Batavia sekitar abad ke-19. Awalnya alat musik dimainkan oleh pribumi sebagai hiburan para penjajah Jepang. Tanjidor memang tidak murni dari Betawi, melainkan perpaduan budaya Eropa.

Alat musik tanjidor sering digunakan untuk iringan musik kesenian Suku Betawi dan pesta Cap Go Meh dikalangan Betawi Chinise. Tanjidor biasanya dimainkan oleh 7 sampai 10 orang, memainkannya cukup dengan cara ditiup. Meskipun terlihat mudah, tetapi perlu teknik khusus agar mampu menghasilkan nada yang diinginkan.

6. Gambus

GambusSumber: hanyaberbagi.com

Gambus adalah alat musik tradisional Betawi perpaduan Timur Tengah. Alat musik ini sering tampil bersama alat musik tradisional lainnya sehingga sering juga disebut sebagai alat musik orkestra. Sekilas bentuk gambus mirip dengan gitar karena memainkannya dengan cara dipetik.

Alat musik gambus dari Timur Tengah memiliki 3 sampai 12 senar atau dawai. Sedangkan gambus Betawi memiliki tujuh senar, enam senar diantaranya memiliki tiga nada bersuara kembar dan satu senar bersuara bas. Agar menghasilkan suara merdu seseorang perlu mempelajari dahulu teknik memainkannya dengan tepat.

7. Gendang

GendangSumber: indonesiakaya.com

Gendang adalah alat musik tradisional Betawi yang sangat populer di masyarakat. Alat musik ini biasanya digunakan sebagai pengiring tarian tradisional betawi dan pergelaran acara lenong.

Bentuknya sama dengan gendang pada umumnya, yaitu berbentuk oval. Gendang Betawi juga terbuat dari kayu dan kulit hewan di bagian tengah kanan dan kirinya.

Ukuran membran gendang berbeda di bagian kiri dan kanan. Tujuannya supaya dapat menghasilkan suara berbeda. Cara memainkan gendang memang terbilang mudah, yaitu dengan cara dipukul menggunakan tangan. Meski terlihat mudah, untuk menghasilkan suara berirama harus mempelajari terlebih dahulu teknik cara memainkannya dengan baik.

8. Tehyan

TehyanSumber: kitchenuhmaykoosib.com

Tehyan merupakan alat musik tradisioanal Betawi yang berasal dari Negara Cina. Alat musik ini terbuat dari kayu jati dengan batok kelapa yang berfungsi sebagai tabung rensonansi. Tehyan mampu menghasilkan nada tinggi meski hanya memiliki dua dawai atau senar saja. Alat musik tehyan cukup populer di masyarakat Betawi karena digunakan sebagai pengiring utama lagu Kicir- Kicir.

Cara memainkan alat musik tehyan cukup dengan menggeseknya saja, seperti alat musik biola dan rebab. Lalu, atur nada dengan cara memainkannya dua senar tersebut menggunakan jari tangan. Agar menghasilkan suara tehyan merdu dan bernada perlu latihan secara khusus dan mendalam.

9. Ningnong

Ningnong

Ningnong merupakan alat musik tradisional Betawi yang cukup populer di masyarakat. Alat musik ningnong sering digunakan sebagai iringan acara Cap Go Meh oleh penduduk Betawi Cina di daerah Jakarta. Ningnong terbuat dari logam kuningan yang memiliki garis tengah sekitar 10 cm. Bentuknya mirip dengan alat musik asamble gamelan Jawa.

Alat musik satu ini diletakan pada sebuah bingkai bertingkat satu yang terbuat dari kayu. Memainkan alat musik ningnong cukup dengan cara memukulnya dengan tongkat. Tongkat tersebut di bagian atasnya sudah dilapisi dengan kain. Tujuannya agar mampu menghasilkan suara nyaring yang sempurna.

10. Akordeon

AkordeonSumber: medium.com

Akordeon adalah alat musik tradisional Betawi yang cukup unik. Hal itu karena cara memainkannya dengan cara ditarik sambil menekan tuts yang berbentuk seperti piano. Memainkan alat musik satu ini memang cukup rumit, karena kedua tangan harus bergerak bersamaan. Sebab itu, perlu latihan secara khusus agar menghasilkan suara merdu.

Alat musik akordeon terdengar merdu jika dimainkan bersama alat musik tradisional lainnya. Biasanya alat musik ini sering tampil pada acara besar bersama alat musik tanjidor. Bagaimana, apa kamu berminat coba alat musik satu ini?

Nah, itu dia alat musik tradisional yang ada di Betawi. Sebagian besar alat musik tersebut masih terjaga kelestariannya sampai saat ini. Bahkan alat musik tradisional Betawi sudah sangat familier di masyarakat luas. Sudah semestinya kita juga ikut turut menjaga dan mencintai kesenian budaya suku di Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat menambah wawasan kita terhadap alat musik tradisional dari Suku Betawi.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram