10 Alat Musik Tradisional yang Berasal dari NTT

Ditulis oleh Syarip Ahmad D - Diperbaharui 9 Mei 2021

Setiap daerah memiliki beragam alat musik tradisional yang cukup menarik untuk dipelajari. Sama seperti alat musik modern yang disukai oleh banyak orang, alat musik tradisional pun memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri.

Banyaknya pagelaran musik di dunia yang menampilkan alat musik khas tanah air memang menjadi salah satu bukti nyata bahwa keberadaan alat musik tradisional cukup digemari oleh penikmat musik dari negara lain.

Nah, menambah daftar panjang alat musik tradisional yang ada di tanah air. Kali ini Keluyuran akan membahas sejumlah alat musik khas provinsi Nusa Tenggara Timur yang menarik untuk dipelajari. Simak selengkapnya berikut ini ya!

1. Sasando

SasandoSumber: harmoni.or.id

Alat musik pertama yang cukup dikenal oleh masyarakat tanah air adalah Sasando. Alat musik petik yang satu dini diketahui berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Sasando terbuat dari kayu dengan jumlah dawai sekitar 28-58 buah. Sepintas suara yang dihasilkan oleh alat musik ini hampir sama dengan Harpa.

Sasando sendiri menggunakan bambu dan juga bantalan untuk menghasilkan resonansi suara yang merdu. Meskipun tergolong alat musik tradisional, namun Sasando juga kerap dimodifikasi menjadi alat musik listrik yang lebih modern atau yang dikenal sebagai Sasando Bariton.

2. Heo

HeoSumber: senibudayaku.com

Alat musik tradisional lainnya yang cukup menarik untuk dipelajari adalah Heo. Heo merupakan alat musik khas dari Suku Dawan Timor, Nusa Tenggara Timur. Heo terbuat dari kayu dengan empat buah dawai atau senar yang memiliki nama berbeda. Alat musik yang satu ini dimainkan dengan cara digesek dengar alat gesek mirip busur yang terbuat dari ekor kuda yang telah dirangkai.

Cara memainkan alat musik yang satu ini hampir mirip dengan alat musik gesek, biola. Masyarakat sendiri biasa memainkan alat musik ini secara solo atau untuk pengiring alat musik lain dalam pagelaran pentas seni.

3. Leto

LetoSumber: alatmusiktradisionaldayak.blogspot.com

Jika kita perhatian secara saksama, maka alat musik yang satu ini memang terlihat mirip dengan alat musik Tatabuang, yang berbentuk lingkaran dengan bagian tengah yang menonjol. Alat musik tradisional ini terbuat dari bahan dasar campuran logam. Alat musik yang satu ini diketahui berasal dari suku Kedang yang menempati dibeberapa wilayah Nusa Tenggara Timur.

Berbeda dengan Tatabuang yang biasanya diletakkan horizontal pada penyangga untuk menghasilkan resonansi suara, Leto sendiri biasanya dimainkan dengan pemukul khusus yang terbuat dari kayu dan diletakan dengan posisi menggantung.

4. Leko Boko

Selanjutnya ada alat musik Leko Boko. Alat musik yang satu ini dikenal oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur dengan nama Bijol. Sekilas alat musik yang satu ini sangat mirip dengan alat musik Rebab. Namun begitu, antara Rebab dan Leko Boko sendiri memang diketahui berbeda satu sama lain.

Alat musik ini diketahui terbuat dari Labu hutan sebagai resonator dengan dawai yang terbuat dari usus kuskus yang telah dikeringkan dan direntangkan. Cara memainkan alat musik ini cukup sederhana. Pemain hanya perlu memetik dawai layaknya bermain gitar atau ukulele. Masyarakat NTT sendiri kerap memainkan alat musik ini di sela-sela waktu istirahatnya ketika berada di ladang.

5. Moko

Moko

Berikutnya terdapat alat musik Moko. Alat musik ini diketahui berasal dari pulau Alor yang berada di wilayah NTT. Alat musik ini diperkirakan datang dari abad ke-17. Moko sendiri diketahui terbuat dari jenis logam seperti perunggu, tembaga, dan kuningan yang bagian permukaan dihiasi dengan berbagai motif.

Cara memainkan alat musik Moko cukup sederhana, yaitu dengan cara dipukul menggunakan tangan secara langsung maupun menggunakan tongkat. Di daerah tempat asalnya alat musik setinggi 80-120 cm ini kerap dijadikan sebagai maskawin dalam pernikahan.

6. Kediding

KedidingSumber: gasbanter.com

Selanjutnya terdapat alat musik Kediding atau Adiding. Alat musik petik tradisional ini terbuat dari bambu. Alat musik yang berasal dari Alor ini memang cukup menarik. Kediding diketahui memiliki lubang resonansi pada bagian kanan dan kiri dengan tiga buah senar yang direntangkan.

Alat ini cukup populer digunakan oleh masyarakat Alor, khususnya mereka yang bekerja di sawah atau ladang sebagai pengusir kantuk saat lelah bekerja. Selain itu, masyarakat Alor sendiri biasanya memainkan alat musik ini ketika menjaga ladang pertanian agar tidak merasakan rasa bosan.

7. Sowito

Sowito

Sowito merupakan salah satu alat musik tradisional yang berasal dari kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Dilihat dari bentuknya, alat musik yang satu ini sangat mirip dengan Mendut yang berasal dari Manggarai. Alat musik ini terbuat dari bambu yang bagian ujung masih tertutup ruas buku bosan, yang pada bagian kulitnya dilubangi dan diganjal dengan bantalan kayu.

Sowito sendiri biasanya dimainkan secara bersama-sama dengan banyak personil karena hanya memiliki satu nada. Meskipun terlihat sederhana, namun untuk memainkan alat musik ini perlu keterampilan agar suara yang dihasilkan terdengar enak di telinga.

8. Ketadu Mara

Selanjutnya terdapat alat musik Ketadu mara. Masyarakat NTT sendiri menyebut alat musik yang satu ini dengan Juk. Ketadu Mada merupakan alat musik petik yang terbuat dari kayu dan juga senar. Ketadu mara biasanya dimainkan oleh masyarakat di waktu senggang saat bekerja di ladang atau menggembala hewan ternak.

Suaranya yang khas sering kali digunakan oleh para pemuda NTT untuk memikat hati seorang wanita. Sebagian masyarakat percaya bahwa alat musik yang satu ini sangat disukai oleh makhluk halus. Saat ini, Ketadu Mara ini kerap ditemukan dalam berbagai pagelaran kesenian maupun upacara daerah yang diadakan di NTT.

9. Hi Tabi (Nafiri Keong)

Hi Tabi (Nafiri Keong)

Salah satu alat musik dari NTT yang cukup unik dan menarik adalah Hi Tabi atau disebut juga dengan Nafiri Keong. Alat musik ini terbuat dari cangkang kerang raksasa. Dahulu, alat musik ini digunakan oleh masyarakat NTT untuk memanggil masyarakat secara masal ketika terjadi sesuatu hal yang penting atau genting seperti kematian, bencana, atau kedatangan musuh.

Hi Tabi kerap digunakan dalam rangkaian upacara adat setempat. Meskipun saat ini Hi Tabi sudah tidak banyak digunakan, namun keberadaan alat musik yang diketahui telah ada sejak ribuan tahun silam ini memang cukup menarik.

10. Gong Waning

Gong WaningSumber: noviparera.blogspot.com

Gong memang menjadi alat musik yang bisa kita temukan dibeberapa wilayah yang ada di tanah air. Salah satunya yang dimiliki oleh NTT, yaitu Gong Waning. Gong Waning adalah alat musik pukul yang biasa dimainkan oleh masyarakat Sikka atau Krowe. Gong Waning biasa dimainkan dalam upacara adat, resepsi pernikahan, atau acara kematian untuk mengiringi tarian tradisional NTT.

Keberadaan Gong Waning menambah deretan daftar alat musik pukul berupa Gong yang ada di tanah air. Dalam setiap pagelaran biasanya terdiri dari 9 orang personil untuk bisa memainkan alat musik yang satu ini.

Nah, itulah 10 Alat musik NTT yang telah Keluyuran rangkum untuk kamu. Sebagai warga Indonesia tentunya suatu kebanggaan untuk bisa memiliki beragam budaya menarik. Salah satunya seperti alat musik NTT, yang telah dibahas di atas. Kira-kira tertarik untuk mempelajari alat musik tersebut.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram