8 Alat Musik Tradisional Khas Sulawesi Barat yang Unik

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 Maret 2020

Provinsi dengan ibu kotanya yang bernama Mamuju merupakan provinsi yang tergolong baru di Indonesia. Baru di tahun 2004 Sulawesi Barat resmi menjadi sebuah provinsi. Sulawesi Barat adalah sebuah provinsi baru hasil pemekaran dari Sulawesi Selatan. Di provinsi ini terdapat beberapa suku, seperti Suku Mandar, Bugis, Toraja, Makassar, Jawa, dan masih ada suku lainnya.

Seperti halnya daerah lain di Indonesia, Provinsi Sulawesi Barat pun memiliki kesenian khas mereka. Selain tentunya seni tari dan musik, provinsi terbaru ini juga memiliki alat musik khas. Apakah alat musik provinsi ini sama dengan provinsi tetangganya, seperti Provinsi Sulawesi Selatan yang dulu provinsi induknya? Atau mungkin Provinsi Sulawesi Utara? Yuk, cari tahu jawabannya di artikel berikut ini.

1. Rebana

Rebana

Rebana merupakan alat musik tradisional penduduk Sulawesi Barat. Alat musik ini tergolong ke dalam alat musik Membrapon. Apa itu alat musik Membrapon? Jadi, Membrapon itu merupakan alat musik yang menjadikan kulit atau selaput tipis yang direntangkan sebagai sumber bunyinya.

Alat musik dari Provinsi Sulawesi Barat ini cara mainnya dengan dipukul. Dalam bahasa Mandar, Rebana memiliki arti rawana. Alat musik ini merupakan gabungan antara budaya Arab dengan budaya Mandar. Tak hanya Sulawesi Barat, ada juga daerah lain yang menggunakan Rebana pada pertunjukan musik.

2. Pompang

Pompang

* sumber: www.saudagarnews.id

Jika Rebana termasuk ke dalam alat musik Membrapon yang dibunyikan dengan cara dipukul, Pompang merupakan jenis alat musik yang ditiup. Biasanya jenis alat musik ini terbuat dari bambu. Alat musik Pompang mengeluarkan bunyi dengan jangkauan nadanya 2 ½ oktaf tangga nada.

Pompang merupakan alat musik yang dibuat dengan memadukan potongan-potongan bambu yang memiliki ukuran besar dan kecil. Bambu dengan potongan yang tinggi dan besar akan mengeluarkan nada yang rendah. Sebaliknya bambu yang kecil akan mengeluarkan nada yang tinggi.

3. Kecapi Mandar

Kecapi Mandar

* sumber: www.auralarchipelago.com

Alat musik kecapi bisa kita temui di beberapa daerah di Indonesia, contohnya Jawa Barat. Tak hanya di Pulau Jawa, kecapi juga bisa ditemui di Pulau Sulawesi. Salah satu Provinsi di Sulawesi yang memiliki kecapi adalah Provinsi Sulawesi Barat.

Alat musik kecapi yang dimiliki oleh masyarakat Sulawesi Barat bernama alat musik kecapi Mandar. Tapi bagi masyarakat setempat menyebutnya Kecapi Tobaine. Sayangnya, kecapi ini sudah sulit untuk ditemui. Tak hanya itu, yang bisa memainkan alat musik ini pun hanya beberapa orang saja.

Permainan Kecapi Tobaine ini tidak diajarkan secara luas hanya secara turun-temurun saja maka tak heran jika tak banyak orang yang bisa memainkan alat musik ini. Umumnya orang yang mahir memainkan alat musik ini akan menjadi pengisi sebuah acara tertentu.

Kecapi Tobaine bentuknya mirip seperti kecapi-kecapi lainnya tapi seringkali bentuknya akan sedikit melengkung. Ini karena yang memainkan alat musik ini adalah perempuan. Sayangnya, sekarang ini jarang sekali anak muda yang mau mempelajari Kecapi Tobaine.

4. Pakkeke

Pakkeke

* sumber: dapobud.kemdikbud.go.id

Dikenal juga dengan nama Keke, Pakkeke merupakan alat musik lainnya dari Provinsi Sulawesi Barat. Alat musik ini merupakan alat music tradisional yang asalnya dari Mandar yang merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Barat.

Tak hanya bentuknya yang unik, alat musik yang bernama Pakkeke ini juga memiliki kekhasan tersendiri dalam hal bunyi. Bambu merupakan bahan yang digunakan untuk membuat alat musik ini. Bambu yang dipilih yang ukurannya kecil dengan ujung yang dililit daun kelapa kering sebagai alat efek bunyi.

5. Calong

Calong

* sumber: eng.disparsulbar.com

Sepintas terdengar seperti Calung, alat musik dari daerah Jawa Barat yang terbuat dari bambu. Ternyata Alat musik yang sama-sama menggunakan bilah bambu ini juga dimiliki oleh masyarakat Sulawesi Barat dan mereka menyebutnya Calong. Alat musik ini termasuk ke dalam jenis alat musik perkusi.

Bambu yang memiliki kualitas terbaik juga buah kelapa dipercaya sebagai bahan utama dalam pembuatan Calong. Bilah-bilah bambu kemudian diproses dengan cara dirakit yang kuat ke atas kelapa dan yang telah dibuat menjadi seperti mangkuk.

Adapun fungsi dari buah kelapa adalah untuk menjadi tempat bagi keluarnya suara. Sementara bilah bambu fungsinya untuk menghasilkan nada. Calong dengan model klasik hanya memiliki 4 nada saja. Tapi sekarang Calong dimodifikasi sedemikian rupa sehingga memiliki semua nada.

Calong yang merupakan alat musik perkusi ini seharusnya tidak dimainkan oleh beberapa orang. Seharusnya alat musik ini hanya dibawakan secara perorangan atau solo tapi karena permusikan semakin maju jadi alat musik ini sering dibawakan secara massal.

6. Popondo

Popondo

* sumber: semuatentangprovinsi.blogspot.com

Alat musik yang berasal dari Provinsi Sulawesi Barat ini ternyata memiliki kemiripan dengan alat musik yang bernama Popondi yang berasal dari Sulawesi Selatan. Popondo disebut sebagai alat musik Tolindo merupakan alat musik berdawai satu dan batok kelapa menjadi resonator untuk alat musik ini.

Popondo dimainkan oleh para remaja setelah petani mengadakan perayaan panen. Permainan alat musik ini dilakukan untuk mengisi waktu luang mereka. Bahan untuk membuat Popondo adalah kayu, senar dan juga tempurung kelapa.

Kata Tolindo sendiri asalnya dari Bugis sedangkan Popondi merupakan sebutan yang dikenal di wilayah Makassar. Bentuk Popondi atau Tolindo mirip dengan tanduk kerbau atau sapi yang bertumpu pada tempurung kelapa. Di ujung bagian atas yang berupa tanduk dipasang sebuah senar.

7. Sattung

Sattung

* sumber: kompadansamandar.blogspot.com

Alat musik tradisional dari Sulawesi Barang ini bernama Sattung. Sattung adalah jenis alat musik petik yang dibuat dari bambu. Bambu yang memiliki ruas yang panjang akan menghasilkan sattung yang baik. Bambu tersebut harus dikeringkan terlebih dahulu kemudian dipotong sesuai ruas.

Dengan pemotongan sesuai ruas bambu maka tulang bambu bisa tetap melekat jadi tidak akan terlihat bolong. Kemudian ujung-ujung bambu diikat agar tidak terjadi kerusakan saat kulit bambu dicungkil sebanyak 2 sampai 3 kali.

Kemudian hasil cungkilan tersebut diberi pengganjal dawai atau greff dari ujung ke ujung. Di bagian tengah ruas bambu dibuat lubang resonansi dan di tengah dawai juga diberikan kayu tipis untuk memetik dawai. Untuk membuat efek vibrator, tulang yang ada di sebelah kiri dilubangi.

Pada zaman dahulu sattung dimainkan ketika waktu senggang untuk memberikan penghiburan. Sekarang ini alat musik sattung digunakan sebagai alat musik yang digunakan saat upacara pelantikan raja. Kini fungsi sattung tak lagi seperti dulu tapi hanya sebagai alat musik pelengkap pertunjukan saja.

8. Gongga Lima

Gongga Lima

* sumber: eng.disparsulbar.com

Alat musik tradisional dari Sulawesi Barat lainnya adalah Gongga Lima. Tak berbeda dari beberapa alat musik lainnya, Gongga Lima juga dibuat dari bambu. Alat musik ini termasuk kedalam jenis alat musik idiopon dan cara membunyikannya dengan dipukul ke tangan.

Alat musik Gongga Lima menurut bahasa terdiri dari Gongga dan Lima. Gongga berarti alat itu sendiri sementara Lima berarti tangan dalam bahasa Mandar. Gongga Lima di wilayah Balanipa mirip dengan Parappasa, alat musik dari Gowa, Sulawesi Selatan.

Perbedaan di antara kedua alat musik tersebut dapat terlihat dari penampilannya. Parappasa dibuat dari bambu yang dibelah kecil-kecil yang bilahnya tersebut seukuran pensil sehingga terlihat seperti sapu lidi. Cara memainkan Parappasa tidak menggunakan tangan melainkan dibenturkan ke benda lain.

Itulah 8 jenis alat musik tradisional yang berasal dari Provinsi Sulawesi Barat. Mungkin bagi sebagian kamu nama-nama alat musik ini terdengar asing karena memang tak sepopuler alat-alat musik lain seperti angklung atau gamelan yang sering dimainkan dan banyak diperjualbelikan. Apakah kamu tertantang untuk bisa memainkan salah satu jenis alat musik tadi? Kunjungi juga artikel alat musik tradisional dari Papua ini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *