Keluyuran / Semarang / Yuk Kenali 10 Bangunan yang Bersejarah di Kota Semarang Ini

Yuk Kenali 10 Bangunan yang Bersejarah di Kota Semarang Ini

Ditulis oleh - Diperbaharui 7 Juni 2019

Kota-kota besar di Indonesia memiliki sejarahnya masing-masing. Seperti kota Solo dan Yogyakarta dengan Keraton yang memiliki kisah sejarah, Kota Bandung dengan Gedung Sate yang menjadi ciri khas, hingga Jakarta dengan Kota Tua yang nuansanya membawa kita ke Jakarta tempo dulu. Sama dengan kota yang disebutkan di atas, Semarang juga memiliki bangunan bersejarah, lho!

Ibu kota Jawa Tengah yang merupakan salah satu Kawasan industri dan tempat merantau, Semarang tidak hanya ramai dikunjungi pendatang, namun juga menyimpan sejarah. Kali ini, Keluyuran akan memperkenalkan 10 bangunan bersejarah di Kota Semarang.

1. Masjid Kauman Semarang

Masjid Kauman Semarang

* sumber: www.jejakpiknik.com

Dibangun pada tahun 1750 atau sekitar abad ke-18, Masjid Kauman Semarang menyimpan banyak sejarah karena menjadi satu-satunya masjid yang mengumumkan kemerdekaan Indonesia secara terbuka beberapa saat setelah diproklamirkan.

Meskipun bentuk bangunan sudah tidak sama seperti dulu, Masjid Kauman Semarang tetap cocok dikunjungi untuk wisata sejarah maupun wisata religi. Bangunannya khas dengan pilar-pilar tinggi dan meja mimbar dari kayu jati. Kamu akan merasakan kemegahannya sejak awal masuk ke area masjid.

Terletak di Jalan Alun-Alun Barat No. 11, Bangunharjo, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah.

2. Lawang Sewu

Museum Lawang Sewu

* sumber: cagarbudaya.kemdikbud.go.id

Lawang Sewu merupakan bangunan kuno peninggalan Belanda yang semula Gedung ini menjadi kantor pusat kereta api penjajah Belanda atau disebut juga Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS). Lawang Sewu didirikan pada tahun 1904. Terdiri dari tiga lantai bangunan, dengan dua sayap membentang ke bagian kanan dan kiri.

Disebut Lawang Sewu, karena Gedung ini memiliki pintu yang banyak. Lawang artinya pintu, dan Sewu artinya seribu. Sempat tidak terurus dalam waktu lama, Lawang Sewu kembali dilakukan pemugaran dan selesai pada bulan Juni 2011. Kemudian tanggal 5 Juli 2011 Lawang Sewu diresmikan dan dibuka untuk umum sebagai tempat wisata sejarah.

Terletak di Jalan Pemuda, Sekayu, Semarang Tengah, Kota Semarang. Lawang Sewu berdiri megah di tengah kota. Jika kamu suka hunting foto, Lawang Sewu tepat dijadikan tujuan. Terutama pada malam hari, lampu-lampu yang mengitari Gedung, membuat Lawang Sewu semakin megah dan photogenic.

3. Kantor Pos Besar Semarang

Kantor Pos Besar Semarang

* sumber: www.jejakpiknik.com

Semarang merupakan salah satu dari tiga kota pelopor jasa pos pertama di Indonesia. Kantor Pos Besar ini digunakan Lembaga pos Belanda sejak tahun 1862 untuk melayani jasa pos dan telegrap. Pada tahun 1979, bangunan ini dilakukan pemugaran oleh pemerintah kota Semarang hingga menjadi Gedung yang saat ini ada.

Kantor Pos Besar Semarang terletak di Jalan Pemuda No. 4 Kota Semarang. Lokasinya tepat berseberangan dengan Tugu Titik Nol KM Semarang. Meski menyimpan nilai sejarah yang tinggi, sampai sekarang kantor ini masih aktif dalam pelayanan jasa kirim dari pos.

4. Kota Lama Semarang

Kota Lama Semarang

Semarang memiliki daerah yang masih lekat dengan bangunan kuno. Kota Lama Semarang, sudah ada sejak abad ke-18 pada masa Hindia Belanda. Awalnya, Kota Lama merupakan pusat pemerintahan Semarang dan pusat permukiman para masyarakat Belanda. Bangunan yang ada di sini memiliki konsep nilai seni yang tinggi.

Kota Lama Semarang disebut sebagai Little Netherland karena terdapat bangunan khas Eropa di sekeliling Kota Lama. Saat ini, beberapa Gedung masih terawat dan beberapa tidak terawat, satu Gedung yang masih terawat dengan baik adalah Gedung Asuransi Jiwasraya. Kawasan Kota Lama ramai dilewati dari pagi hingga sore hari. Malam harinya, Kawasan ini cenderung sunyi.

Letak Kota Lama Semarang dekat dengan Stasiun Semarang Tawang dan Pasar Johor. Kawasan wisata sejarah ini wajib kamu kunjungi ketika jalan-jalan di Kota Semarang. Jika menggunakan kereta api, dapat turun di Stasiun Tawang dan bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki ataupun menggunakan kendaraan umum.

5. Klenteng Sam Poo Kong

Klenteng Sam Poo Kong

* sumber: tfanews.com

Salah satu magnet pariwisata di Kota Semarang adalah Klenteng Sam Poo Kong. Dibangun di atas tanah seluas 3,7 hektare, Klenteng Sam Poo Kong pertama didirikan pada tahun 1724 oleh masyarakat Tionghoa di Semarang. Tempat ini merupakan bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama Laksamana Tiongkok.

Biasa disebut dengan Gedung Batu, Klenteng Sam Poo Kong sudah memiliki banyak perubahan bentuk bangunan, namun tetap masih ramai dikunjungi turis terutama untuk berwisata religi. Di dalam Goa Batu terdapat Patung Cheng Ho yang dilapisi emas, digunakan untuk ruang sembahyang dalam memohon doa restu keselamatan, kesehatan, dan rezeki.

Terletak di Jalan Simongan No. 129, Bongsari, Semarang Barat, Kota Semarang. Klenteng Sam Poo Kong bisa dijadikan sebagai bucket list traveling di Semarang. Terutama pada bulan Agustus, selalu diadakan festival mengenang datangnya Cheng Ho ke Semarang. Acara diisi dengan arak-arakan, bazar, dan festival Barongsai.

6. Gereja Blenduk

Gereja Blenduk

Gereja Blenduk merupakan salah satu landmark Kota Lama Semarang. Gereja ini dibangun pada tahun 1753, memiliki bentuk bangunan yang berbeda dengan gereja pada umumnya yang memiliki bentuk Menara yang menjulang. Terdapat atap berbentuk kubah berwarna merah, Gereja Blenduk selalu memikat wisatawan khususnya photographer.

Gereja ini sebenarnya dinamakan Gereja Protestan di Indonesi bagian Barat (GPIB) Immanuel, namun karena atapnya berbentuk kubah, dalam istilah Jawa disebut “mblenduk”. Bangunan yang unik dan bersejarah ini masih aktif digunakan untuk peribadatan umat Kristiani Protestan setiap hari Minggu dan perayaan besar seperti Natal dan Paskah.

Terletak di Jalan Letjen Suprapto No. 32, Tanjung Mas, Semarang Utara, Kota Semarang. Berada di dalam area Kota Lama Semarang, Gereja Blenduk dikelilingi bangunan bersejarah lainnya. Kamu juga bisa bersantai di Taman Srigunting Kota Lama, tepat di depan Gereja Blenduk, ditemani dengan instrumen lagu kebangsaan. Sangat menyejukkan.

7. Gedung Kesenian Sobokartti

Gedung Kesenian Sobokartti

* sumber: lerengmedini.wordpress.com

Sobokartti merupakan perkumpulan seni dan cagar budaya di Semarang. Gedung ini dibangun sebagai wadah pertunjukkan seni berbentuk teater. Gedung Kesenian Sobokartti menampilkan kesenian wayang orang dan wayang kulit.

Teater Sobokarti merupakan karya Karsten kedua yang berkonsep Jawa, stlah pendopo di Komplek Istana Mangkunegara, Surakarta. Sejak dulu, Gedung ini digunakan untuk tempat pertunjukan seni tradisional hingga kini menjadi tempat latihan dan pertunjukan seni modern. Seperti karawitan, pentas rutin pedalangan, kursus tari, dan kursus membatik.

Gedung kesenian Sobokartti beralamat di Jalan Dr. Cipto No. 31 – 33, Kebonagung, Semarang Timur, Kota Semarang. Kamu bisa berkunjung mulai jam 10 pagi sampai jam 6 sore waktu setempat. Jika suka dengan kesenian tradisional, kamu wajib menjadikan Sobokartti sebagai destinasi ketika berkunjung ke Kota Semarang.

8. Gedung Marba

Gedung Marba

* sumber: lerengmedini.wordpress.com

Salah satu bangunan bersejarah di Kota Lama Semarang yang merupakan Gedung peninggalan colonial Belanda di Semarang ini diprakarsai oleh Marta Badjunet. Penamaan gedungnya berasal dari singkatannya, yaitu Gedung Marba, sebagai tujuan untuk mengenang Marta Badjunet.

Awal mulanya, Gedung ini difungsikan sebagai kantor usaha pelayaran, Ekspedisi Muatan Kapal Laut / EMKL. Namun, sayangnya saat ini Gedung Marba sudah tidak digunakan dan tidak terawat. Meski begitu, Gedung ini sering digunakan untuk shooting karena bentuk bangunannya masih sangat historical dengan gaya neoklasik.

Gedung Marba beralamat di Jalan Letjend Suprapto, Tanjung Mas, Semarang Utara, Kota Semarang. Lokasinya berdekatan dengan Gereja Blenduk, dan berseberangan langsung dengan Taman Srigunting Kota Lama Semarang.

9. Gedung Marabunta

Gedung Marabunta

* sumber: budayajawa.id

Gedung Marabunta didirikan pada tahun 1890 oleh Belanda, dan digunakan sebagai tempat pertunjukan cafetaria bernama Schouwburg. Gedung ini menampilkan komedi, orchestra, balet, dan masih banyak lagi kesenian lainnya. Di sini terdapat dua patung semut raksasa yang berdiri di sisi kanan dan kiri atap Gedung.

Bangunan dengan nuansa klasik Eropa sangat terlihat di sini. Ketika masuk ke dalam area Gedung, pandangan kamu akan langsung tertuju pada ornamen-ornamen bergaya Eropa. Uniknya lagi, kamu akan merasa seperti di dalam kapal terbalik, karena bagian atap menyerupai perahu terbalik, dan pada dinding Gedung juga terdapat jarring kapal yang melintang.

Gedung Marabunta beralamat di Jalan Cendrawasih No. 23, Tanjung Mas, Semarang Utara, Kota Semarang. Kini Gedung ini dijadikan sebuah café yang lokasinya tidak jauh dengan Gereja Blenduk dan Gedung Marba di Kota Lama Semarang.

10. Masjid Layur Semarang

Masjid Layur Semarang

* sumber: zonapasar.com

Masjid Layur dibangun pada tahun 1743, merupakan salah satu masjid tertua di Semarang. Usianya melebihi Masjid Kauman Semarang. Uniknya, di sini terdapat Menara mercusuar, hingga disebut sebagai Masjid Menara Kampung Melayu, karena dibangun oleh orang melayu.

Pada zaman dahulu, Menara Masjid Layur difungsikan sebagai Menara mercusuar, maka tak heran terdapat mercusuar di sini. Sehingga masjid ini memiliki bentuk bangunan yang tidak sama dengan masjid pada umumnya.

Berlokasi di Jalan Layur, Dadapsari, Semarang. Masjid Layur berada di dalam area Kota Lama Semarang, kamu bisa datang ke sini untuk beribadah saat sedang berkunjung ke Kota Lama. Selain mengenal sejarah, kamu pun bisa berwisata religi.

Untuk menambah informasi tempat bersejarah lainnya, silakan kunjungi artikel museum-museum di Semarang ini, ya!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar