10 Benteng Peninggalan Belanda yang Ada di Jawa Barat

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 17 Mei 2021

Saat berbicara benteng-benteng peninggalan Belanda, orang akan langsung mengingat benteng yang ada di daerah Jawa Tengah atau Jawa Timur yang cukup terkenal. Tetapi sesungguhnya peninggalan Belanda berbentuk benteng juga dapat ditemukan di Jawa Barat seperti di Bandung dan Sumedang.

Bentengnya walaupun tidak terlihat megah seperti kebanyakan benteng lainya, tetapi memiliki arti penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Berikut ini beberapa benteng yang dibuat Belanda di daerah Jawa Barat terutama daerah Bandung – Sumedang.

1. Benteng Belanda Gunung Putri – Kabupaten Bandung Barat

Benteng Belanda Gunung Putri – Kabupaten Bandung BaratSumber: portalsepeda.com
  • Alamat : Jl. Gunung Putri No. 184, Ds. Jayagiri, Kec. Lembang, Kab Bandung Barat, Jawa Barat
  • Jam Buka : 05.00 – 18.00 WIB
  • HTM : Rp10.000 – Rp22.000 (Setiap Hari)

Benteng Belanda yang satu ini mungkin tak begitu dikenal, lokasinya berada di daerah Lembang. Bentengnya berfungsi sebagai tempat untuk memantau musuh yang datang. Sumber-sumber literatur mengatakan jika benteng tersebut diperkirakan dibangun pada sekitar tahun 1913 – 1914-an.

Bangunan bentengnya masih terlihat utuh hanya saja banyak ditumbuhi ilalang. Tempatnya cukup tersembunyi karena bagian atapnya tertutup gundukan tanah, jadi bentengnya terkesan ditanam. Benteng dibangun dengan menghadap ke arah selatan untuk mengantisipasi serangan dari Jepang.

Benteng ini menjadi saksi sejarah dari pertempuran yang pernah terjadi di daerah Bandung antara tentara Jepang dan tentara Belanda. Pertempuran ini merupakan bagian dari sejarah Perang Dunia II. Tempat ini  juga menjadi saksi bisu di saat tentara Jepang berhasil memukul mundur tentara Belanda.

2. Benteng Gunung Palasari – Sumedang

Benteng Gunung Palasari – SumedangSumber: getlost.id
  • Alamat : Ds. Pasanggrahan, Kec. Sumedang Selatan, Prov. Jawa Barat
  • Jam Buka : 08.00 – 17.00 WIB
  • HTM : Rp5.000

Bangunan benteng Belanda yang terdapat di Gunung Palasari ini diperkirakan dibangun disekitar tahun 1913 – 1917. Posisinya yang berada ditempat yang tinggi sehingga diperkirakan bentengnya berfungsi untuk mengawasi, selain juga digunakan sebagai gudang mesiu dari tentara Belanda.

Bangunannya terdiri dari delapan buah benteng dengan  tembok bentengnya memiliki ketebalan sekitar 60 cm. Setiap ruangan di dalam benteng memiliki ruangan dengan ukuran sekitar 2x3 meter, dengan pintu dan jendela. Jumlah keseluruhan ruangannya terdapat 27 ruangan, dan terlihat kokoh.

3. Benteng Gunung Kunci – Sumedang

Benteng Gunung Kunci – SumedangSumber: gpswisataindonesia.info
  • Alamat : Dsn. Panjunan, Kel. Kota Kulon, Kec. Sumedang Selatan, Prov. Jawa Barat
  • Jam Buka : 08.00 – 17.00 WIB
  • HTM : Umum Rp3.000, Fotografer Rp.50.000, Mancanegara Rp.20.000

Benteng Gunung Kunci memiliki penampakan seperti sebuah bukit yang alami. Bentengnya dibangun di puncak gunung dengan memanfaatkan bentukan alam dengan membangun benteng di bawah tanah sehingga akan tersamarkan sehingga tampak seperti bukit biasa bagi orang yang melihatnya.

Bentengnya yang dibuat dengan menyerupai bukit bertujuan serta berada di puncak bukit, tentunya agar mereka mudah untuk mengamati pergerakan musuh. Pada bagian benteng juga terdapat bagian menjorok ke arah luar di bagian utara dan selatan, yang diperkirakan sebagai tempat untuk meriam.

4. Benteng Gunung Gadung – Sumedang

Benteng Gunung Gadung – SumedangSumber: kelanacitizen.com
  • Alamat : Kp. Gunung Gadung, Ds. Sukajaya, Kec. Sumedang Selatan, Prov. Jawa Barat
  • Jam Buka : -
  • HTM : -

Benteng Gunung Gadung yang terdapat di daerah Pasirlaja, benteng di Gunung Gadung ini terdapat tiga buah dengan posisinya saling berdekatan dengan posisinya berderet menurun. Pada benteng yang paling atas terdapat anak tangga untuk menuju ke pintunya, walau tua bangunannya terlihat kokoh.

Pada benteng yang kedua anak tangga terletak di sebelah kiri benteng yang mengarah ke arah atas benteng. Tidak jauh dari pintu benteng terdapat sebuah saluran air yang membentuk huruf u. Pada benteng ketiga yang terlihat hanya bagian atasnya saja karena telah tertimbun tanah sedalam 1,5 m.

Dahulu benteng ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan senjata, selain juga sebagai tempat untuk mengintai mengingat posisinya yang berada di ketinggian sehingga terlihat Kota Sumedang. Benteng Gadung bangunannya menghadap ketiga arah, ke kota Sumedang, Pasirlaja dan Pasir Darmaga.

5. Benteng Pasir Ipis – Lembang

Benteng Pasir Ipis – LembangSumber: ridwanderful.files.wordpress.com
  • Alamat : Ds. Pasir Ipis,Kel. Jayagiri, Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat, Prov. Jawa Barat
  • Jam Buka : -
  • HTM : Gratis

Benteng Pasir Ipis belum masuk ke dalam cagar budaya, sehingga mungkin tak banyak orang kenal dengan benteng satu ini. Bentengnya terletak di daerah Lembang tepatnya berada di Kampung Pasir Ipis. Benteng ini diperkirakan dibangun tahun 1891 – 1930. Panjang bentengnya sekitar satu meter.

Kondisi benteng cukup memprihatinkan karena bentengnya sudah ditumbuhi lumut serta tertutup tanah dan juga pepohonan. Sayang benteng ini belum banyak yang memperhatikan sehingga sejarah dan fungsi dari benteng sendiri belum banyak yang menggalinya, padahal ini merupakan saksi sejarah.

6. Benteng Cikahuripan – Lembang

Benteng Cikahuripan – LembangSumber: siliwanginews.com
  • Alamat : Blok Cisaroni,Ds. Cikahuripan, Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat, Prov. Jawa Barat
  • Jam Buka : 24 Jam
  • HTM : Gratis

Benteng Belanda  yang satu ini masih berada di daerah Lembang, bentengnya bernama benteng Cikahuripan. Bangunannya diperkirakan memiliki tinggi hingga 10 meter. Tetapi saat ini bangunannya sebagian telah mengalami kerusakan, tetapi sisanya masih berdiri dengan kokoh.

Benteng ini menjadi saksi dari perjalan perjuangan bangsa Indonesia. Benteng ini pada masa Kolonial Belanda digunakan sebagai struktur pertahanan, dengan tinggi 10 meter luasnya mencapai 5-10 ribu meter dan tebal dindingnya 1-1,5 meter. Bangunannya merupakan benteng bertingkat dua.

Benteng Cikahuripan diperkirakan dibangun sekitar tahun 1917an, benteng ini diperkirakan sebagai benteng pertahanan melawan tentara Jepang pada Perang Dunia II. Benteng Cikahuripan menjadi saksi pertempuran antara Tentara Rakyat Indonesia dengan Belanda di sekitar tahun 1946.

7. Benteng Legokjawa – Kabupaten Bandung

Benteng Legokjawa – Kabupaten BandungSumber: ridwanderful.wordpress.com
  • Alamat : Kp. Nyalindung,Ds. Cirawamekar, Kec. Cipatat, Kab. Bandung Barat, Prov. Jawa Barat
  • Jam Buka : 24 Jam
  • HTM : Gratis

Benteng Legokjawa berada di Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di Kampung  Nyalindung. Bangunan ini diperkirakan dibangun sekitar tahun 1912-1918. Kondisi bangunannya masih terlihat kokoh meskipun telah banyak ditumbuhi tanaman liar yang merambat dan juga terlihat kusam.

Di dalam benteng terdapat ruangan dengan ukuran sekitar 2x3,5 meter yang saling terhubung satu sama lain. Seperti kebanyakan benteng setiap ruangan bisa memiliki pintu dengan dua jendela kecil. Benteng ini ditutupi tanah serta semak belukar pada bagian atasnya sebagai bentuk kamuflase.

Fungsi benteng Legokjawa diperkirakan dipergunakan sebagai tempat tentara Belanda mengeksekusi musuh selain dipergunakan juga untuk menyimpan senjata. Ada sebuah bunker di benteng ini yang digali orang karena berpikir bunker tersebut berisi harta karun walau sebenarnya tak ada isinya.

8. Benteng Gedong Dalapan – Kabupaten Bandung Barat

Benteng Gedong Dalapan – Kabupaten Bandung BaratSumber: faisalsidiqblog.wordpress.com
  • Alamat : Bukit Pasir Gagak,Ds. Karanganyar RT03/03, Kec. Cililin, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat
  • Jam Buka : 24 Jam
  • HTM : Gratis

Kabupaten Bandung Barat memiliki banyak benteng peninggalan Belanda termasuk satu benteng ini yaitu benteng Gedong Dalapan. Bentengnya memiliki ruangan seperti bungker dengan ukurannya sekitar 2x3 meter. Benteng Gedong Dalapan diperkirakan dibangun di sekitar tahun 1912.

Fungsi dari benteng ini menurut sesepuh di tempat itu, digunakan tentara Belanda sebagai tempat menyimpan senjata selain terdapat ruangan untuk mengurung tahanan. Pembangunan bentengnya memerlukan waktu enam tahun dan menggunakan tenaga masyarakat yang dibayar tiga ketip.

9. Benteng Pasirkolecer – Sumedang

Benteng Pasirkolecer – SumedangSumber: sumedangtandang.com
  • Alamat : Dsn. Gunung Gadung, Ds., Kec. Sumedang Selatan, Prov. Jawa Barat
  • Jam Buka : 24 Jam
  • HTM : Gratis

Seperti semua benteng yang dibangun di Jawa Barat, Benteng Pasir Kolecer juga hanya terlihat bagian mukanya saja. Sebagian besar benteng tertutup gundukan tanah, sehingga membentuk sebuah bukit. Ada dua buah benteng yang dibuat Belanda di daerah Pasir Kolecer.

Bangunan benteng  pertama memiliki tinggi sekitar 4 meter, dengan ketebalan sekitar 60 cm. Bagian dalam benteng terdapat ruangan dengan ukuran sekitar 3x2,5 meter. Pada bagian benteng terdapat pintu dengan ukuran 1x2 meter dengan bagian atas pintunya berbentuk melengkung.

Benteng yang kedua memiliki ukuran yang lebih besar, ruangannya memiliki ukuran 4x2,5 meter, dan pada bagian atasnya terdapat cerobong asap. Kedua benteng ini difungsikan sebagai peristirahatan dari para perwira dan juga sebagai tempat untuk menyimpan senjata dan amunisi.

10. Benteng Darmaga Darangdan – Sumedang

Benteng Darmaga Darangdan – SumedangSumber: sumedangtandang.com
  • Alamat : Darangdan,Kel. Kota Kulon,Kec. Sumedang Selatan, Prov. Jawa Barat
  • Jam Buka : 24 Jam
  • HTM : Gratis

Benteng Belanda yang satu ini dibangun dengan mengikuti aliran Sungai Cipeles. Bentuk bangunannya menyerupai bendungan dengan pilar-pilarnya yang terlihat sangat kokoh. Benteng dibangun memanjang melintasi sungai dari arah utara ke selatan.

Pada benteng tersebut terdapat pintu air yang akan mengalirkan air ke Sungai Cipeles. Ketinggian dari setiap dasar pintu itu berbeda-beda, sedangkan lebarnya sekitar empat meteran. Benteng ini dipergunakan sebagai tempat pertahanan, untuk menghambat musuh dengan mengatur aliran air.

Nah jika kamu tertarik untuk berkunjung, kamu bisa mencoba mengunjungi benteng-benteng ini . setiap benteng merupakan cerminan sejarah dari negeri ini yang patut dilestarikan. Kamu dapat merasakan kehebatan mereka dalam melakukan kegiatan rancang bangun yang dapat bertahan hingga kini.

Sebagian dari benteng itu keadaannya tidak terawat, banyak ditumbuhi oleh tanaman merambat atau bahkan lumut. Sebagian benteng juga tertimbun tanah atau juga runtuh. Diperlukan perhatian yang lebih dari pihak terkait agar dapat dijadikan sebagai situs cagar budaya dan dapat dijadikan tempat wisata edukasi.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram