6 Buah Khas Papua yang Paling Unik dan Harus Kamu Coba!

Ditulis oleh Anggie Warsito - Diperbaharui 14 April 2020

Beragam buah-buahan bisa kita temukan di seantero Nusantara, dari Sabang sampai Merauke, dan Papua termasuk di dalamnya. Serupa dengan buah-buahan di tempat lain, buah-buahan Papua juga memiliki rasa yang enak. Tak cuma enak, buah-buahan di sini pun juga unik-unik, lho.

Keunikan pada buah-buah di Papua sendiri bukan isapan jempol belaka. Adapun kelebihan buah-buah di sini terletak pada bentuk dan ukurannya. Sayangnya, beberapa buah unik di daerah ini ada yang tak bisa dikonsumsi. Mulai dari rasa buahnya yang hambar hingga adanya kegunaan lain selain dikonsumsi, adalah beberapa alasan dibalik tidak bisanya buah-buah tersebut dikonsumsi. Penasaran dengan buah-buah di sini? Yuk, simak pembahasan lengkapnya di bawah!

1. Matoa

Matoa

Buah khas Papua unik yang pertama adalah Matoa. Buah bernama ilmiah Pometia pinnata ini memiliki keunikan dari bagian luar dan dalamnya. Bagian luar buah ini berwarna hijau laiknya mangga, dan bagian dalamnya berwarna putih.

Sementara itu, Matoa Papeda memiliki tekstur yang lebih lembek dan agak lengket, serta warna kulitnya lebih merah keunguan. Matoa hanya bisa dipanen setahun sekali saja. Musim panen Matoa sendiri terjadi di interval Januari hingga Februari; 3-4 bulan setelah pohonnya mulai berbunga.

Rasanya pun juga tergolong unik. Buah ini memiliki perpaduan rasa antara kelengkeng dan durian. Matoa sendiri rupanya memiliki dua jenis, Matoa Kelapa dan Matoa Papeda. Matoa Kelapa memiliki tekstur daging yang kenyal dan kering, serta kulit buahnya berwarna kehijauan.

Semua jenis buah Matoa memiliki vitamin yang kaya, terutama vitamin C dan E. Buah Matoa kini tak hanya bisa kamu konsumsi saja, karena kamu pun bisa menjadikan buah ini sebagai buah tangan khas Papua. Daya tahannya yang baik dan kulitnya yang keras adalah alasan mengapa buah ini laik dijadikan buah tangan. Sudah banyak yang menjual buah ini di Papua. Jadi, kamu tak bakal kesulitan untuk menemukannya.

2. Woromo

Woromo

Woromo merupakan buah khas Papua dengan bentuk serupa nangka. Bagian buahnya memiliki hanya memiliki dua bagian, daging buah dan bijinya. Daging buahnya memiliki cita rasa gurih, serta bertekstur halus sedikit kasar. Adapun bagian bijinya memiliki tekstur yang cukup keras.

Masyarakat Papua lazim mengonsumsi buah ini secara langsung atau dibakar terlebih dahulu. Menurut seorang peneliti, buah ini amat berkhasiat untuk menyembuhkan asam urat dan kolesterol. Cocok sekali buatmu yang ingin mengatasi dua penyakit itu.

3. Buah Merah

Buah Merah

Selain Matoa, ada satu buah khas Papua lainnya yang tergolong populer. Buah Merah adalah buah yang kami maksud. Buah bernama ilmiah Pandanus conoideus ini merupakan salah satu jenis buah pandan yang tumbuh di Papua. Hal ini bisa dilihat dari bagian pohon dan daunnya yang memang mirip pohon pandan.

Dari segi buah, Buah Merah memiliki bentuk lonjong dengan warna merah marun. Di Papua, buah ini lazim dikonsumsi sebagai makanan pendamping saat tradisi Bakar Batu berlangsung. Bakar Batu merupakan tradisi masak-memasak yang dilakukan sebagai rasa syukur, ajang silaturahmi, mengumpulkan pasukan perang, dan/atau menyambut kebahagiaan.

Buah Merah dipercaya mampu mengatasi cacingan, kebutaan penyakit kulit, dan juga kanker. Bahkan, dalam sebuah penelitian, Buah Merah juga diyakini mampu memberi energi bagi orang yang menyantapnya.

4. Musa Ingens

Musa Ingens

* sumber: www.lenterajogja.com

Bisa dibilang, kalau buah ini adalah buah dengan pohon tertinggi di Papua. Bagaimana tidak, buah yang ada di Pegunungan Arfak ini memiliki tinggi hingga 25 meter, lho. Pelepah daunnya memiliki panjang 5 meter dengan lebar mencapai 1 meter.

Adapun untuk buah, Musa Ingens memiliki bentuk serupa pisang dengan berat mencapai 60 kg. Panjang dan diameternya sendiri mencapai 18 cm dan 4 cm. Sayangnya, buah pisang raksasa tersebut tak bisa dimakan, lantaran rasanya yang begitu hambar.

Pohon Musa Ingens juga sulit ditanam. Maka dari itu, amat jarang sekali orang Papua yang mengembangbiakkan pohon satu ini. Pohon Musa Ingens sendiri biasanya berkembang biak lewat tunas di bagian bonggolnya. Sayangnya, tunas di bagian bonggol itu amat jarang bertumbuh.

Selain lewat tunas, Musa Ingens juga bisa tumbuh lewat biji yang terdapat di dalam buahnya. Dan seperti halnya pada bagian tunas, biji tersebut amat lama bertumbuh, di mana bijinya bisa bertumbuh selama setahun lamanya. Kalau kamu penasaran seperti apa bentuk buah dan pohon satu ini, silakan datang ke sejumlah hutan liar yang ada di Papua.

5. Bintangur

Bintangur

Ini adalah buah khas Papua yang relatif baru berkembang di Papua. Bintangur memiliki bentuk bulat dan berwarna hijau. Seperti halnya Musa Ingens, Bitangur juga tidak bisa dikonsumsi. Hal itu bukan karena cita rasa buahnya yang hambar, tetapi karena buah ini lebih cocok diolah dengan cara lain.

Buah yang hanya bisa ditemukan di Papua ini memiliki kandungan minyak yang kaya. Masyarakat Papua memanfaatkan minyak tersebut sebagai bahan bakar alternatif untuk kendaraan bermotor. Bahan bakar dari Bintangur sendiri hanya akan dipakai bila pasokan BBM telat datang atau mulai habis.

Untuk menjadikannya bahan bakar, masyarakat Papua bakal mengeringkan Bintangur terlebih dulu. Pengeringan dilakukan agar minyak pada Bitangur keluar. Setelah keluar, minyak tersebut kemudian disaring dan dipakai sebagai bahan bakar.

6. Rabon Bi

Rabon Bi

Buah khas Papua terakhir di daftar ini adalah Rabon Bi. Di Papua, buah ini lazim disebut dengan nama Keben. Dari segi bentuk Rabon Bi memiliki bagian luar berupa kulit berserabut. Bagian luarnya memiliki bentuk serupa jambu air, namun memiliki serat dan tepian.

Bila kamu membelah buah ini, maka kamu bakal menemukan bagian dalam buahnya yang serupa tempurung. Bagian dalam tersebut memiliki ciri khas berupa warnanya yang putih. Selain itu, bagian tempurung itu juga memiliki biji yang keras dan berlendir.

Seperti halnya Bintangur, Rabon Bi juga tak bisa dikonsumsi. Rabon Bi sendiri dipakai sebagai obat penyembuh sejumlah penyakit matan. Rabun jauh, rabun dekat, dan bahkan katarak adalah beberapa penyakit mata yang dapat disembuhkan buah ini. Untuk menjadikan Rabon Bi sebagai obat tidaklah sulit. Kamu hanya perlu mengeluarkan sari pati buah ini, lalu meneteskannya ke bagian matamu. Mudah, bukan?

Papua selalu memiliki sesuatu yang unik di dalamnya. Buah-buahan adalah salah satunya. Di Papua, ada sekitar enam jenis buah-buahan yang tergolong unik. Beberapa di antara buah itu bisa dikonsumsi, dan beberapa lainnya tiga. Kesemua buah tersebut sudah kami sebutkan di atas.

Semoga informasi buah-buahan khas Papua di sini bermanfaat, ya. Oh ya, di antara keenamnya, mana yang menurutmu paling unik dan menarik? Beritahu kami dan pembaca lainnya di kolom komentar, ya!

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram