Yuk, Kunjungi 9 Candi di Klaten untuk Wisata Sejarah!

Ditulis oleh - Diperbaharui 16 Agustus 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Klaten merupakan kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang berbatasan dengan Provinsi Yogyakarta. Kabupaten ini masuk ke dalam wilayah Kasunan Surakarta, dimana jika kamu hendak menuju Kota Solo dari Yogyakarta, maka akan melewati Kabupaten Klaten. Saat ini Klaten sedang dikenal dengan wisata Umbul Ponggok yang merupakan kolam alami di kaki Gunung Merapi.

Wisata di Klaten tak hanya Umbul Ponggok saja, Kabupaten Klaten memiliki destinasi wisata sejarah yang sangat menarik. Di sini dapat ditelusuri mulai dari Candi Hindu, Candi Budha, hingga peninggalan bersejarah lainnya. Buat kamu yang suka wisata sejarah, yuk kunjungi 9 candi di Kabupaten Klaten!

1. Candi Karangnongko

Candi Karangnongko

* sumber: cukcok.blogspot.com

Candi Karang Nongko merupakan Candi Hindu yang dibangun pada abad ke-8. Candi ini ditemukan pada tahun 1970-an, dengan fondasi bangunan 9×9 m2 dan tinggi hanya sekitar 0,5 meter. Tak jauh dari Candi Karangnongko, terdapat mata air jernih yang menggenang di atas susunan batu.

Candi Karangnongko disebut juga dengan nama Candi Sumur Bandung oleh masyarakat setempat. Pada halaman candi terdapat sebaran batu bata yang merupakan bagian dari bangunan candi. Ada pula sisa fragmen arca dalam posisi duduk bersila.

  • Alamat : Dusun I, Karangnongko, Kabupaten Klaten
  • Operasional : 07.00 – 16.00 WIB
  • Tiket Masuk : Rp5.000

2. Candi Sojiwan

Candi Sojiwan

* sumber: www.inibaru.id

Candi Sojiwan merupakan Candi Budha yang jaraknya tidak jauh dari Candi Prambanan di Sleman, Yogyakarta. Candi Sojiwan disebut sebagai salah satu kelompok sebaran Candi Prambanan. Luas kompleks Candi Sojiwan adalah 8.140 m2, dengan luas bangunan utama candi sekitar 401,3 m2, dan tinggi sekitar 27 meter.

Pada bagian dalam Candi Sojiwan terdapat arca Dwarapala yang sudah rusak. Kemudian di bagian kaki candi terdapat ukiran relief fabel kisah satwa Jataka yang mengelilingi area kaki candi. Pada tubuh candi sebenarnya terdapat ukiran sulur-sulur, tetapi kini diganti dengan batu polos karena banyaknya batu yang hilang pada tubuh candi.

  • Alamat : Jl. Banjarsari 12, Kebon Dalem, Kidul Prambanan, Kabupaten Klaten
  • Operasional : 08.00 – 17.00 WIB
  • Tiket Masuk : Rp25.000
  • Kontak : 0816-680-974

3. Candi Plaosan

Candi Plaosan

* sumber: www.albertna.com

Candi Plaosan merupakan Candi Budha yang dibangun pada awal abad ke-9, sesuai dengan isi Prasasti Cri Kahulunan tahun 842 Masehi. Dimana sisebutkan bahwa Candi Plaosan Lor (utara) dibangun oleh Ratu Sri Kahulunan. Candi ini terbagi menjadi dua, Candi Plaosan Kidul (selatan), dan Candi Plaosan Lor.

Candi Plaosan Lor merupakan kompleks percandian yang luas, dan terdapat dua arca Dwarapala saling berhadapan. Pada bagian kompleks Candi Plaosan Lor terdapat dua bangunan bertingkat dua yang menjadi candi utama. Sedangkan di Candi Plaosan Kidul, bangunan candi utamanya hanya bersisa reruntuhan dan ada beberapa Candi Perwara.

  • Alamat : Jl. Candi Plaosan, Bugisan, Prambanan, Kabupaten Klaten
  • Operasional : 08.00 – 17.00 WIB
  • Tiket Masuk : Rp10.000

4. Candi Merak

Candi Merak

* sumber: www.alodiatour.com

Candi Merak merupakan Candi Hindu peninggalan Kerajaan Mataram yang letaknya tak jauh dari Candi Karangnongko. Candi ini diperkirakan memiliki usia yang sama dengan Candi Karangnongko, dibangun pada abad ke-8. Candi Merak berbentuk bujur sangkar berukuran 8,38 x 8,38 meter dengan tinggi12 meter.

Candi Merak sudah pernah dilakukan pemugaran pada tahun 2007 dan selesai pada tahun 2010, sedangkan atapnya selesai pemugaran pada tahun 2011. Di sekitar halaman Candi Merak terdapat arca Durga dan arca Ganeshayang. Candi ini masih belum banyak diketahui wisatawan, meski begitu kamu bisa mengunjunginya sambil belajar sejarah.

  • Alamat : Candi, Karangnongko, Kabupaten Klaten
  • Operasional : 08.00 – 15.00 WIB, Minggu tutup
  • Tiket Masuk : Rp5.000

5. Candi Bubrah

Candi Bubrah

* sumber: www.nativeindonesia.com

Candi Bubrah merupakan Candi Budha yang terletak di dalam kompleks Candi Prambanan. Candi ini dibangun pada abad ke-9, dimana pendiriannya diyakini masih satu masa dengan Candi Sewu dan Candi Lumbung di Sleman. Candi Bubrah terbuat dari batu andesit dengan bentuk persegi panjang berukuran 12 x 12 meter.

Candi Bubrah ditemukan dalam kondisi rusak, dimana yang tersisa hanya reruntuhan bangunan setinggi dua meter. Karena itulah candi ini dinamakan Candi Bubrah. Bangunan candi terkesan tinggi dan ramping, dengan atap stupa yang menjadi simbol Gunung Meru. Di luar tubuh candi terdapat relung berisi arca Dhyani Budha.

  • Alamat : Klurakbaru, Tlogo, Prambanan, Kabupaten Klaten
  • Operasional : 06.00 – 17.15 WIB
  • Tiket Masuk : Rp10.000

6. Candi Asu

Candi Asu

Candi Asu merupakan Candi Hindu yang terletak di lereng Gunung Merapi. Candi Asu diperkirakan dibangun pada abad ke-8. Candi ini diberi nama Candi Asu oleh warga sekitar karena saat ditemukan, bentuk candi ini surah rusak dan mirip binatang anjing yang dalam bahasa Jawa, anjing berarti asu.

Bangunan Candi Asu hanya ada setengahnya saja, dimana candi ini tidak memiliki atap. Candi Asu berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 7,94 x 7,94 meter, dengan tinggi kaki sekitar 2,5 meter. Bagian badan candi terdapat relief hiasan flora dan relief Kinara-Kinari (burung).

  • Alamat : Kemudo, Prambanan, Kabupaten Klaten
  • Operasional : 24 jam
  • Tiket Masuk : Gratis

7. Candi Gana

Candi Gana

* sumber: sejarahlengkap.com

Candi Gana merupakan Candi Budha yang menjadi salah satu candi di kompleks Candi Prambanan. Candi Gana dibangun pada abad ke-9, berdasarkan perbingkaian kaki dan tubuh bagian bawah candi dimana terdapat bingkai belah rotan dan sisi genta. Bentuk belah rotan dan sisi genta menjadi tanda bangunan tersebut dibangun pada abad ke-9.

Induk Candi Gana berbentuk bujur sangkar dengan profil kaki tersisa bingkai rata, padma, dan belah rotan. Berdasarkan kepercayaan, Candi Gana digunakan untuk memuja Kuwera. Candi ini berjarak sekitar 300 meter dari Candi Sewu, dan menghadap ke arah barat.

  • Alamat : Jl. Candi Sewu, Bener, Bugisan, Prambanan, Kabupaten Klaten
  • Operasional : 07.00 – 17.00 WIB
  • Tiket Masuk : Rp5.000
  • Kontak : (0274) 496413

8. Candi Siwa

Candi Siwa

* sumber: lionmag.net

Satu lagi candi di kompleks Candi Prambanan yang masuk ke dalam wilayah Kabupaten Klaten. Kompleks Candi Prambanan masuk ke dalam dua wilayah, yaitu Kabupaten Sleman, Yogyakarta, dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Candi Prambanan merupakan kompleks Candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9.

Candi Siwa merupakan candi utama, terbesar, dan tertinggi di kompleks Candi Prambanan. Candi Siwa memiliki tinggi 47 meter, dengan lebar 34 meter. Puncak Candi Siwa terdapat mahkota dengan mofidikasi bentuk wajra yang melambangkan intan atau halilintar. Di sekeliling candi, terdapat relief yang menceritakan Ramayana.

  • Alamat : Jl. Candi Sewu, Kranggan, Bokoharjo, Prambanan, Kabupaten Klaten
  • Operasional : 08.00 – 17.15 WIB
  • Tiket Masuk : Rp40.000

9. Pura Candi Untoroyono

Pura Candi Untoroyono

Tak seperti candi lainnya yang dibangun pada masa kerajaan, Candi Untoroyono merupakan candi yang masih baru. Candi ini dibangun pada tahun 2007 atas perintah dari Pandita Mpu Nabe Reka Darmika Sandhi Yasa, seorang tokoh agama Hindu dari Bali. Candi Untoroyono dibangun di atas tanah sakral di Kabupaten Klaten.

Pada bagian depan candi, terdapat gapura simetris dengan relief sulur-suluran berwarna hitam. Gapura yang paling besar memiliki pintu kayu dengan atap yang menyatu dengan pahatan relief. Sebelum masuk area candi, pengunjung wajib membasuh diri dengan air bersih sesuai dengan aturan yang dibuat.

  • Alamat : Jl. Karangwungu – Pedan No. 354, Nayan, Kalangan, Pedan, Kabupaten Klaten
  • Operasional : 24 jam
  • Tiket Masuk : Gratis

Itulah 9 candi bersejarah di Kabupaten Klaten yang bisa dikunjungi untuk pecinta wisata sejarah. Jawa Tengah tak lepas dari cerita sejarah kerajaan yang menarik untuk dipelajari. Bermain sambil belajar sejarah, jangan lupa kunjungi candi di Klaten ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *