Liburan ke Malang, Kunjungi 9 Candi Bersejarah di Malang Ini

Ditulis oleh - Diperbaharui 22 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Malang merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Singasari yang berdiri pada abad ke-12. Kerajaan Singasari beragama Siwa-Budha, Kejawen, dan Animisme. Kerajaan Singasari memiliki banyak peninggalan berupa candi yang tersebar di Provinsi Jawa Timur, khususnya Kota dan Kabupaten Malang.

Candi merupakan bangunan kuno peninggalan masa kerajaan, terbuat dari bebatuan yang ditumpuk hingga menghasilkan bentuk seperti rumah atau bangunan lainnya. Candi biasanya dibangun untuk menghormati raja atau sebagai tempat penyimpanan arca. Berikut ini informasi tentang 9 candi bersejarah di Malang yang bisa kamu kunjungi.

1. Candi Singosari

Candi Singosari

Candi Singosari merupakan salah satu candi peninggalan Kerajaan Singasari yang dibangun sekitar abad ke-13. Candi ini dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap Raja Kertanegara dari Kerajaan Singasari. Candi Singosari merupakan candi Syiwa, terbukti dengan ditemukan beberapa arca Syiwa pada bagian halaman candi.

Candi Singosari berdiri di atas batur kaki dengan tinggi sekitar 1,5 m, dan terletak di tengah-tengah halaman. Pada bagian kaki candi tidak terdapat hiasan atau relief seperti candi pada umumnya. Pintu masuk candi terlihat sederhana tanpa adanya hiasan. Pada bagian tubuh candi hanya dihiasi dengan pahatan yang sangat sederhana.

  • Alamat : Jl. Kertanegara No. 124 B, Candirenggo, Singosari, Kabupaten Malang
  • Operasional : 08.30 – 16.00 WIB
  • Tiket Masuk : Rp5.000

2. Candi Sumberawan

Candi Sumberawan

Candi Sumberawan merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Singasari yang pada zamannya digunakan oleh umat Budha. Candi Sumberawan terletak di kaki Gunung Arjuna pada ketinggian 650 meter di atas permukaan laut. Candi Arjuna memiliki ukuran 6,25 x 6,25 meter dengan tinggi 5,23 meter.

Sekitar Candi Sumberawan terdapat telaga dengan air yang sangat jernih dan dingin. Karena itulah candi ini diberi nama Candi Rawan. Candi Sumberawan ditemukan pada tahun 1904, dan menjadi satu-satunya stupa yang ditemukan di Jawa Timur.

  • Alamat : Sumberawan, Toyomarto, Singosari, Kabupaten Malang
  • Operasional : 08.00 – 16.00 WIB
  • Tiket Masuk : Rp5.000

3. Candi Karang Besuki

Candi Karang Besuki

Candi Karang Besuki berbeda dengan candi pada umumnya. Candi ini hanya terdiri dari bebatuan yang terlihat berserakan. Letak candi ini berada di komplek pemakaman umum kampung setempat. Karena itulah candi ini tak setenar candi pada umumnya, dan tetap memiliki jejak sejarah.

Candi Karang Besuki merupakan candi agama Hindu. Di sekitarnya ditemukan Yoni dan arca Ganesya, serta arca Agastya yang letaknya tak jauh dari lokasi candi. Candi Karang Besuki diduga merupakan candi yang dibangun pada zaman Kerajaan Kanjuruhan, sekitar abad ke-8.

  • Alamat : Jl. Raya Candi VI C No. 232, Karangbesuki, Sukun, Kota Malang
  • Operasional : 07.00 – 16.00 WIB
  • Tiket Masuk : Gratis

4. Candi Bocok

Candi Bocok

Candi Bocok merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit di Malang yang saat ditemukan kondisinya sudah tidak utuh. Candi Bocok berukuran 4,5 x 4 meter, dengan tinggi sekitar 1,5 meter dari permukaan tanah. Candi Bocok terletak pada ketinggian 437 meter di atas permukaan laut.

Candi Bocok merupakan candi Hindu peninggalan Hayam Wuruk. Arca Siwa yang ditemukan di Candi Bocok merupakan arca Dewaraja yang pada zamannya sangat dipuja. Candi Bocok hanya tersisa kaki candi dan terdapat tangga sebagai hiasan. Candi Bocok dibangun menggunakan batu bata dan sebagian kecil batu andesit.

  • Alamat : Bocok, Pondok Agung, Kasembon, Kabupaten Malang
  • Operasional : 24 jam
  • Tiket Masuk : Gratis

5. Candi Kidal

Candi Kidal

Candi Kidal merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Singasari yang dibangun untuk menghormati raja kedua dari Kerajaan Singasari, yaitu Anusapati. Candi Kidal dibangun pada tahun 1248 Masehi dan terletak di lembah Gunung Bromo, dengan ketinggian sekitar 52 meter di atas permukaan laut.

Candi Kidal terbuat dari batu andesit dengan bentuk geometris vertikal. Bangunan Candi Kidal memiliki tiga bagian, yaitu bagian kaki, tubuh candi, dan atap. Bentuk Candi Kidal terkesan ramping karena tubuh candi berbentuk lebih kecil dibandingkan dengan luas kaki dan atap candi.

  • Alamat : Jl. Raya Kidal, Panggung, Kidal, Tumpang, Kabupaten Malang
  • Operasional : 08.00 – 17.00 WIB
  • Tiket Masuk : Gratis

6. Candi Songgoriti

Candi Songgoriti

Candi Songgoriti merupakan salah satu candi tertua di Jawa Timur yang terletak di Kota Batu, Malang Raya. Candi Songgoriti dibangun sekitar abad ke-9 hingga abad ke-10 pada masa pemerintahan Mpu Sindok ketika masa perpindahan kekuasaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Candi Songgoriti memiliki ukuran 14,36 x 10 meter, dengan tinggi sekitar 2,44 meter.

Candi Songgoriti merupakan Candi Hindu Syiwa yang ditemukan pada tahun 1799. Pada bagian tubuh candi terdapat relung sebagai tempat berdirinya arca. Di sisi timur, menjadi tempat arca Ganesha dimana arca tersebut hanya sisa sebagian. Pada sisi barat, terdapat arca Agastya yang sudah tidak menempel.

  • Alamat : Jl. Raya Kidal, Panggung, Kidal, Tumpang, Kabupaten Malang
  • Operasional : 08.00 – 17.00 WIB
  • Tiket Masuk : Gratis

7. Candi Jago

Candi Jago

Candi Jago merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Singasari yang dibangun pada abad ke-13. Nama Candi Jago berasal dari kata “Jajaghu” yang berarti “keagungan”. Maka dari itu, artinya Candi Jago merupakan tempat suci.

Candi Jago merupakan candi Budha yang arcanya berbentuk amoghapasa. Arca di Candi Jago merupakan perwujudan dari Raja Wisnuwarddhana yang merupakan raja ke-4 dari Kerajaan Singasari. Candi Jago dibangun menggunakan batu andesit, serta memiliki relief Kunajarakarna dan Pacatantra.

  • Alamat : Jl. Wisnuwardhana, Ronggowuni, Tumpang, Tumpang, Kabupaten Malang
  • Operasional : 09.00 – 17.00 WIB
  • Tiket Masuk : Gratis

8. Candi Badut

Candi Badut

Candi Badut disebut juga dengan Candi Liswa merupakan candi yang dibangun jauh sebelum masa pemerintahan Airlangga. Candi Badut dibangun pada abad ke-7 dan diduga menjadi candi tertua di Jawa Timur, berdasarkan Prasasti Dinoyo. Prasasti tersebut menceritakan tentang masa pemerintahan Raja Dewasimba dan Sang Liswa dari Kerajaan Kanjuruhan.

Candi Badut memiliki pahatan kalamakara yang menghiasi ambang pintu. Pahatan itu merupakan salah satu perbedaan Candi Badut dengan candi lainnya di Jawa Timur. Perbedaan lain ada pada bagian relief. Biasanya, relief dibuat lengkap dari kepala raksasa hingga rahang bawah, tetapi relief pada Candi Badut tidak memiliki rahang bawah.

  • Alamat : Jl. Candi 5D, Karangwidoro, Dau, Kota Malang
  • Operasional : 08.00 – 15.00 WIB
  • Tiket Masuk : Rp10.000

9. Candi Jawar Ombo

Candi Jawar Ombo

Candi Jawar Ombo merupakan candi tunggal yang terletak di kaki Gunung Semeru dan sampai saat ini belum banyak fakta sejarah tentang candi ini. Candi Jawar Ombo ditemukan pada tahun 1983 oleh penduduk setempat. Saat ditemukan, candi ini dalam kondisi terpendam tanah.

Candi Jawar Ombo merupakan peninggalan purbakala yang berukuran 6×6 meter. Candi ini terletak di ketinggian 1400 meter di atas permukaan laut. Candi Jawar Ombo merupakan candi Hindu dimana candi ini dfungsikan sebagai tempat untuk beribadah pada umat Hindu. Candi Jawar Ombo masih terbilang sepi pengunjung karena belum banyak yang tahu tentang candi ini.

  • Alamat : Argoyuwono, Ampelgading, Kabupaten Malang
  • Operasional : 24 jam
  • Tiket Masuk : Rp5.000

Demikianlah informasi tentang 9 candi bersejarah di Malang yang bisa kamu kunjungi untuk menambah wawasanmu seputar sejarah kerajaan di Indonesia, khususnya Jawa Timur. Malang tak hanya memiliki destinasi wisata alam dan pantai saja, melainkan ada juga destinasi wisata sejarah yang tak kalah menarik. Yuk, belajar sejarah di Malang!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *