Keluyuran / Tips Wisata Jepang / Panduan Cara Membuat Visa Jepang Sendiri untuk Pemula

Panduan Cara Membuat Visa Jepang Sendiri untuk Pemula

Ditulis oleh - Diperbaharui 25 Juni 2019

Kalau kamu bepergian ke negara-negara di ASEAN, seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia, visa memang tidak diperlukan. Namun, kalau kamu ingin berwisata ke Jepang, kamu wajib mengurus visa di Japan Visa Application Center (JVAC) atau Kedutaan Besar Jepang terlebih dahulu.

Bagi kamu yang belum pernah memiliki pengalaman mengurus visa sebelumnya, tentu saja kamu membayangkan bahwa mengurus visa negara lain pasti sulit. Nah, Keluyuran akan memberikan panduan untuk membuat visa Jepang bagi pemula nih. Jadi, tak ada lagi kata “ribet” saat harus mengurus visa Jepang sendiri, ya!

Visa untuk E-paspor

Visa untuk E-paspor

* sumber: medium.com

Berbahagialah kamu yang sudah memegang e-paspor karena kamu bisa memperoleh fasilitas bebas visa. Dengan kata lain, pemegang e-paspor tidak harus mengurus dan membayar visa Jepang. Meskipun demikian, pemilik e-paspor tetap harus melakukan registrasi di JVAC atau konsulat Jepang.

Lantas, apa saja yang harus diketahui oleh pemilik e-paspor yang hendak mengurus visa Jepang? Yuk, simak poin-poin penting berikut ini:

  • Bebas visa yang akan dimiliki pemegang e-paspor hanya untuk kunjungan yang bersifat sementara, seperti wisata, bisnis, kunjungan keluarga, dll.
  • Lama kunjungan maksimal untuk bebas visa hanya 15 hari saja.
  • Masa berlaku bebas visa hanya 3 tahun atau sampai batas akhir berlakunya e-paspor.
  • Tidak dikenakan biaya registrasi visa dan prosesnya 2 hari kerja.

Sebelum mulai mengurus visa Jepang, kamu harus membawa segala persyaratan dan perlengkapannya ke JVAC. Adapun persyaratan dalam pembuatan visa Jepang bagi pemegang e-paspor adalah:

  • E-paspor yang masih berlaku, pastikan masa berlaku paspor tidak kurang dari 6 bulan.
  • Unduh formulir aplikasi visa Jepang di sini dan isi datanya secara benar dan tepat. Lampirkan pas foto terbaru ukuran 4,5cm x 4,5 cm (foto harus diambil dalam waktu 6 bulan terakhir dan tanpa diedit).
  • Fotokopi KTP (atau Surat Keterangan Domisili).
  • Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (bagi pemohon visa yang masih berstatus mahasiswa.
  • Bukti pemesanan tiket pesawat ke Jepang rute pulang dan pergi untuk membuktikan tanggal kamu masuk dan keluar Jepang.
  • Jadwal perjalanan (itenerary) saat kamu berada di Jepang, misalnya ingin berkunjung ke kota mana saja.
  • Bukti rekening koran alias buku tabungan selama 3 bulan terakhir dengan saldo yang memenuhi syarat. Pastikan Anda sudah rajin mengatur pemasukan keuangan di rekening bank selama 3 bulan sebelum mengajukan visa. Pastikan saldomu juga cukup untuk biaya hidup di Jepang, dengan perkiraan biaya hidup di Jepang per harinya Rp 1.000.000. Jika ingin 14 hari di sana, maka minimal harus ada Rp 14.000.000 di saldomu.
  • Datang ke JVAC dan minta bantuan petugas untuk registrasi visa Jepang khusus e-paspor. Serahkan dokumen yang sudah dibawa dan tunggu informasi selanjutnya.

Setelah kamu menjalani semua prosedur registrasi visa Jepang di JVAC, kini kamu hanya perlu menunggu permohonan registrasimu disetujui. Di e-paspormu akan ditempel stiker bebas visa Jepang sehingga pemeriksaan imigrasi di bandara jadi lebih mudah dan cepat.

Visa untuk Paspor Biasa

Visa untuk Paspor Biasa 1

* sumber: micowanderlust.blogspot.com

Bebas visa memang merupakan program yang bisa dinikmati oleh pemegang e-paspor. Namun, bagaimana jika paspor yang kamu miliki adalah paspor biasa yang bukan elektronik? Apakah pemegang paspor non-elektronik juga mendapatkan fasilitas bebas visa?

Sayangnya, pemilik paspor biasa tidak bisa mendapatkan fasilitas bebas visa. Artinya, pemilik paspor biasa harus mengajukan permohonan visa dan membayar biaya pengajuan visa. Biaya pengajuan visa Jepang untuk single entry adalah Rp 330.000, multiple entry Rp 600.000, dan visa transit Rp 80.000.

Cara pengajuan visa Jepang untuk paspor biasa hampir sama dengan registrasi visa Jepang untuk e-paspor, yakni:

  • Paspor biasa yang masa berlakunya tidak kurang dari 6 bulan.
  • Formulir pengajuan visa yang dapat diunduh di sini, isi secara benar dan cetak. Jangan distaples atau dilipat. Sertakan juga pas foto dengan ukuran 4,5cm x 4,5cm yang diambil dalam waktu 6 bulan terakhir tanpa diedit.
  • Fotokopi KTP.
  • Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (bagi pemohon visa yang masih menyandang status mahasiswa).
  • Bukti pemesanan tiket pulang pergi ke Jepang untuk membuktikan tanggal kamu masuk dan keluar Jepang.
  • Jadwal perjalanan selama berada di Jepang, buat garis besarnya saja.
  • Bukti rekening koran selama 3 bulan terakhir. Semakin banyak saldo yang keluar masuk selama 3 bulan terakhir, semakin besar pula potensi visamu disetujui. Jangan lupa untuk menempatkan saldo di atas Rp 15.000.000 pada hari pengajuan visa untuk meyakinkan pihak konsulat bahwa kamu memiliki biaya yang cukup untuk hidup di Jepang nanti.
  • Sesampainya di JVAC, silakan tanyakan kepada petugas di sana mengenai tata cara pengajuan visa untuk paspor non-elektronik (paspor biasa).

Proses pembuatan visa Jepang untuk paspor non-elektronik bisa memakan waktu 4-5 hari kerja. Di hari estimasi visamu jadi, kamu harus kembali ke JVAC untuk memastikan apakah visamu sudah jadi atau belum.

Jangan lupa untuk membawa uang tunai yang cukup guna membayar biaya pengajuan visa. Di JVAC disediakan EDC untuk pembayaran dengan kartu kredit, tapi kamu akan dikenakan charge.

Tips Membuat Visa Jepang Mudah dan Anti Ribet

Mengurus visa tidak sesulit yang kamu bayangkan kok. Apalagi di zaman serba teknologi seperti ini, kamu bisa mengunduh sendiri formulir aplikasinya tanpa perlu mengambil di JVAC atau konsulat. Nah, untuk semakin memudahkanmu dalam mengurus visa, simak tips-tips berikut ini:

1. Perhatikan Transaksi di Rekening Koran Selama 3 Bulan Terakhir

Perhatikan Transaksi di Rekening Koran

* sumber: www.jurnal.id

Semakin besar saldo yang ada di dalam rekening tabunganmu, tentu semakin besar pula peluang visamu disetujui. Namun, kamu juga harus memperhatikan transaksi keluar-masuknya uang di rekening. Jangan sampai pengeluaran lebih banyak dan saldo sering pas-pasan. Kamu harus pandai mengatur transaksi ini minimal 3 bulan sebelum pengajuan visa.

2. Ajukan Visa Maksimal 1 Bulan Sebelum Keberangkatan

Tips Membuat Visa Jepang

* sumber: srilankamirror.com

Bagi kamu yang sudah mengantongi tiket pulang-pergi ke Jepang dari jauh-jauh hari, segeralah urus visamu. Semakin cepat kamu mengurus visa, maka semakin tenang pula. Jangan sampai kamu baru mengurus visa seminggu sebelum keberangkatan, karena bisa saja terjadi suatu hal yang tak diinginkan, seperti visamu ditolak.

3. Minta Bantuan Jasa Travel

Minta Bantuan Jasa Travel

* sumber: mfadhillah.wordpress.com

Tak punya waktu untuk mengurus visa Jepang sendiri? Tak masalah karena saat ini hampir semua jasa tur dan travel menyediakan layanan pengurusan visa di berbagai negara. Hanya saja, pihak tur dan travel pasti mengenakan biaya yang lebih mahal dari mengurus visa sendiri. Namun, kamu jadi lebih hemat waktu dan perlu bolak-balik ke JVAC.

Demikian panduan cara membuat visa Jepang sendiri bagi pemula. Intinya, jika semua persyaratan sudah dipenuhi, peluang aplikasi visamu disetujui pasti akan semakin besar. Masih bingung menyiapkan budget untuk liburan ke Jepang? Yuk, baca dulu artikel perkiraan biaya liburan ke Jepang ala backpacker ini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar