keluyuran web banner

Guys, Ini Dia Cara Naik Commuter Line untuk Pertama Kalinya

Ditulis oleh Anggie Warsito - Diperbaharui 13 April 2020

Commuter line atau KRL merupakan transportasi umum yang kini lazim ditumpangi. Apalagi, bagi mereka yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya. Ini tak lepas dari  kemurahan tarif dan kecepatan dari alat transportasi satu ini.

Mungkin kamu akan bingung saat pertama kali naik transportasi ini. Namun, kamu jangan khawatir soal itu. Di sini, Keluyuran akan memberitahumu cara menaiki alat transportasi ini. sejumlah cara tersebut bisa kamu simak sebagaimana di bawah ini.

Cara Naik Commuter Line

1. Ketahui Rute KRL yang Ada Serta Rute yang Ingin Dituju

Ketahui Rute KRL yang Ada serta Rute yang Ingin Dituju

* sumber: blog.tiket.com

Biar perjalananmu naik KRL tidak sia-sia, maka kamu harus tahu rute yang ingin kamu tuju. Atau, setidaknya kamu tahu lebih dulu rute mana saja yang bakal dituju oleh KRL. Untungnya, PT Kereta Commuter Indonesia sudah menyiapkan rute KRL di setiap stasion KRL yang ada.

Semua rute tersebut disusun serapi mungkin, sehingga kamu tak akan kesulitan untuk membacanya. Jadi, kamu pun bisa tahu rute mana yang akan dilewati, serta rute mana yang bakal kamu tuju nanti. Peta KRL sendiri memiliki 6 jalur, yaitu:

  • Jalur Hijau: merupakan jalur KRL yang rutenya terhitung dari Rangkas Bitung – Maja – Parungpanjang – Serpong - Tanah Abang (PP).
  • Jalur Coklat: merupakan jalur KRL PP yang rutenya adalah Tangerang – Duri.
  • Jalur Kuning: jalur PP yang mempunyai dua rute, yakni:
  • Bogor/Depok – Manggarai – Tanah Abang – Duri – Kampung Bandan – Jatinegara (PP)
  • Nambo – Citayam – Manggarai – Tanah Abang – Duri – Kampung Bandan – Jatinegara (PP)
  • Jalur Merah: jalur yang rutenya Bogor/Depok – Manggarai – Jakarta Kota.
  • Jalur Biru: jalur yang rutenya Bekasi – Manggarai – Jakarta Kota. Di beberapa KRL, jalur ini memiliki rute Bekasi – Jatinegara – Pasar Senen – Kampung Bandan – Jakarta Kota.
  • Jalur Pink: ini merupakan jalur dengan rute Jakarta Kota – Kampung Bandan – Ancol – Tanjung Priok (PP)

Di antara semua jalur tersebut, terdapat beberapa tempat transit yang perlu kamu ingat. Apalagi, jika perjalananmu nanti mengharuskanmu untuk transit sejenak. Adapun sejumlah tempat transit tersebut adalah Manggarai, Tanah Abang, Duri, Kampung Bandan, Jatinegara, dan Jakarta Kota.

2. Siapkan Tiket KRL

Siapkan Tiket KRL

* sumber: megapolitan.kompas.com

Cara selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah membeli tiket KRL itu sendiri. Tiket KRL tersedia di berbagai stasion dan memiliki beragam jenis. Jenis-jenis tiket tersebut adalah:

  • Tiket Harian Berjaminan (THB)

Ini adalah tiket KRL yang bisa kamu beli, terutama bila ingin melakukan satu kali perjalanan saja. Harga tiket ini lazimnya berkisar Rp 10 ribu plus tarif perjalanan rute KRL yang kamu pilih. Misalnya: bila kamu ingin naik KRL dari Jakarta Ke Depok, maka kamu akan membeli tiket ini dengan kocek Rp. 10 ribu plus tarif perjalanan ke Depok sebesar Rp 4 ribu.

Tiket ini bisa kamu beli di loket atau di mesin pembelian tiket mandiri. Tergantung dari stasiun tempat kamu berangkat nanti. Sebagai saran, kamu bisa membeli tiket ini untuk perjalanan PP, biar kamu tak mengantre dua kali.

  • Kartu Muli Trip (KMT)

Berbanding terbalik dengan kartu sebelumnya, kartu ini bisa kamu pakai berulang-ulang hingga waktu yang tak terbatas. Asal, saldo kartu ini masih ada. Untuk memakai kartu ini, kamu harus mengisi saldo minimal Rp 5 ribu.

Kalau habis dan ingin mengisi ulang, kamu bisa melakukannya di mesin pengisian saldo yang ada di tiap stasiun. Oh iya, kalau kamu ingin membeli kartu ini, kamu harus mengeluarkan kocek Rp 50 ribu.

  • Kartu Bank & E-Money

Kalau kamu malas membeli kedua tiket sebelumnya, jenis tiket ini cocok sekali untukmu. Untuk memakai jenis tiket ini, kamu hanya menggunakan kartu bank atau E-Money prabayar yang kamu punya.

3. Tap Tiket yang Dibeli, Serta Perhatikan Informasi di Peron

Tap Tiket yang Dibeli, Serta Perhatikan Informasi di Peron

* sumber: majalahka.com

Seusai membeli tiket, kamu harus langsung men-tap tiketmu di peron. Caranya, tempelkan tiket yang kamu beli di pintu masuk peron, sampai pintunya terbuka. Masuklah ke dalam peron dan perhatikanlah informasi yang ada di sana. Sejumlah informasi tersebut kelak akan membuatmu paham, di sebelah manakah kamu harus menunggu untuk naik KRL.

Di dalam peron, ada beberapa papan informasi serta petugas yang berjaga. Jadi, bila kamu tak paham atau bingung, kamu tinggal melihat papan informasi atau bertanya langsung pada para petugas.

4. Berdiri di Depan Gerbong yang Tepat

Berdiri di Depan Gerbong yang Tepat

* sumber: megapolitan.kompas.com

Sebagaimana yang kita ketahui, KRL punya dua jenis gerbong, yakni: gerbong umum dan khusus. Untuk gerbong khusus, ini adalah sebuah gerbong yang diperuntukkan bagi wanita dan anak-anak. Jadi, kalau kamu kebetulan adalah wanita, maka gerbong ini harus kamu pilih dan masuk. Adapun gerbong wanita sendiri berada persis di bagian depan dan belakang KRL.

5. Berikan Kursi Prioritas untuk Mereka yang Berhak

Berikan Kursi Prioritas untuk Mereka yang Berhak

* sumber: www.kaskus.co.id

Selain gerbong khusus, KRL juga punya kursi prioritas di dalamnya. Kursi tersebut diperuntukkan bagi para ibu hamil; ibu yang membawa bayi; lansia; dan penumpang difabel. Kalau kamu bukan termasuk dari orang-orang tersebut, maka jangan sekali-kali menduduki kursi tersebut. Berikanlah saja kepada mereka yang lebih berhak.

6. Dengarkan Pengumuman di Dalam KRL Secara Saksama

Dengarkan Pengumuman di Dalam KRL Secara Saksama

* sumber: megapolitan.kompas.com

Di dalam KRL, seringkali terdengar suara pengumuman dari para petugas. Pengumuman tersebut lazimnya berisi informasi tempat kereta akan berhenti nanti. Dengarkanlah pengumuman tersebut dengan saksama, supaya kamu tahu sudah sampai mana KRL-mu melaju. Siapa tahu, sebentar lagi kamu akan tiba di stasiun yang kamu tuju nanti.

7. Tap Kembali Tiketmu

Tap Kembali Tiketmu

* sumber: ceritaeka.com

Cara ini dilakukan tatkala kamu sudah sampai di tujuan. Cara ini mirip dengan cara nomor 3, hanya tempatnya saja yang berbeda. Kamu hanya perlu men-tap tiketmu di perangkat pintu keluar, hingga pintu terbuka. Setelah itu, kamu pun bisa keluar dari stasiun yang kamu tuju.

Tips Naik Commuter Line atau KRL

Tips Naik Commuter Line atau KRL

* sumber: bumntrack.com

Ada beberapa tips yang patut kamu perhatikan saat naik KRL nanti, yaitu:

  • Cek selalu jadwal keberangkatan KRL lewat situs resminya.
  • Pastikan untuk tidak menaiki KRL di jam berangkat atau pulang kerja. Hal itu untuk meminimalisasi risiko antre panjang dan penuh sesak saat naik KRL nanti.
  • Bagi kamu yang wanita, sebaiknya jangan memakai sepatu hak tinggi. Ini untuk menghindari potensi keseleo atau sakit kaki.
  • Bawalah barang-barang seperlunya saja ke dalam satu tas, agar kamu tak repot saat membawanya ke dalam KRL.
  • Letakkan tasmu di depan badanmu, agar tidak diganggu penumpang lain.

KRL menjadi kendaraan umum yang kini lazim ditumpangi. Bila nanti kamu menumpanginya, beberapa cara di atas harus kamu ikuti baik-baik. Ikuti pula beberapa tipsnya agar kamu makin nyaman dan aman saat mengendarai KRL nanti. Selamat menaiki KRL!

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram