Panduan Cara Naik LRT Palembang yang Wajib Kamu Tahu

Ditulis oleh - Diperbaharui 13 April 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Semenjak pagelaran Asian Games 2018 usai, Lintas Rel Tepadu (LRT) mulai menjadi transportasi idaman. Tarif yang cukup terjangkau, nyaman, dan cepat adalah beberapa faktor mengapa LRT begitu diminati.

LRT mulanya diproyeksikan sebagai alat transportasi saat Asia Games 2018 lalu. Transportasi ini bisa mengantarkan penonton Asian Games dari Bandara Sultan Mahmud Badarudin II ke Komplek Olahraga Jakabaring.

Walau Asian Games 2018 sudah usai, transportasi ini masih bisa digunakan. Baik yang hendak piknik di Palembang maupun hendak berangkat kerja, sangat bisa menaiki kendaraan umum satu ini.

Bagi kamu yang ingin ke Palembang dan baru akan naik LRT Palembang, bacalah artikel ini sampai habis. Pasalnya, Keluyuran akan memberimu cara-cara untuk menaiki transportasi satu ini.

Panduan Cara Naik LRT Palembang

1. Pesan Tiket LRT

Pesan Tiket LRT

* sumber: www.beritasatu.com

Cara pertama yang harus kamu tempuh tentu membeli tiket LRT itu sendiri. Untuk membelinya, pastikan kamu sudah mempunyai uang elektronik (e-money) sebelumnya. Ini dikarenakan pembelian tiket LRT saat ini 100 persen menggunakan alat tersebut.

Sebelum memesan via e-money, kamu harus melakukan aktivasi dahulu di loket stasiun LRT terdekat. Setelah itu, barulah melakukan pemesanan dengan e-money di lima bank yang terjaring dengan LRT. Lima bank yang dimaksud adalah: BNI, BCA, BRI, Mandiri, dan Bank Sumsel Babel.

Tiket LRT Palembang hanya berlaku untuk perjalanan satu arah saja. Jadi, saat kamu melakukan perjalanan pulang nanti, kamu harus membeli lagi tiket LRT dengan e-money yang kamu punya.

Oh iya, untuk harga tiketnya sendiri berkisar Rp 5 ribu. Tarif ini berlaku untuk semua tujuan, kecuali ke Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badarudin II. Untuk ke stasiun tersebut, kamu harus merogoh kocek Rp 10 ribu.

2. Ketahui Sejumlah Stasiun LRT Palembang serta Zona Rutenya

Ketahui Sejumlah Stasiun LRT Palembang serta Zona Rutenya

* sumber: www.mldspot.com

Cara ini dilakukan agar kamu makin mudah naik LRT. Ada sekitar 13 stasiun LRT Palembang. 12 di antara stasiun tersebut telah terhubung dengan koridor layanan bus Trans Musi di Palembang. Dari 12 stasiun tersebut, 7 di antaranya adalah:

  • Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II yang terhubung dengan Trans Musi Koridor 5.
  • Asrama Haji yang juga terhubung dengan Trans Musi koridor 5.
  • Punti Kayu yang terhubung dengan Trans Musi Koridor 1 & 9.
  • Bumi Sriwijaya yang terhubung ke Trans Musi Koridor 2.
  • Cinde yang terhubung ke Trans Musi Koridor 1, 4, 6, & 9.
  • Ampera yang terhubung dengan Trans Musi Koridor 1 & 3.
  • Jakabaring yang terhubung dengan Trans Musi Koridor 9.

Untuk zona rute, ada 5 zona rute yang harus kamu ketahui. Lima rute itu adalah:

  • Zona I: Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II – Simpang Bandara – Simpang Tanjung Api -Api
  • Zona II: Jalan Tanjung Api-Api – Jalan Kol. H. Burlian – Simpang Polda – Jalan Demang Daun
  • Zona III: Simpang Angkatan 45 – Jalan Angkatan 45 – Simpang Palembang Icon Mall – Jalan Kapten A. Rivai – Simpang Charitas – Jalan Jenderal Sudirman.
  • Zona IV: Jembatan Ampera – Jalan Gubernur H. A. Bastari dan Zona D.
  • Zona V: Jakabaring Sport City

3. Tap in Tiket LRT-mu

Tap in Tiket LRT-mu

* sumber: palpos.id

Sama seperti naik KRL di Jakarta, kamu juga harus melakukan cara ini saat naik LRT Palembang nanti. Ini dilakukan agar kamu bisa masuk ke peron stasiun dengan aman dan mudah. Melakukan cara ini cukup mudah. Kamu tinggal tap in tiket yang sudah kamu pesan di pintu masuk. Antrelah dengan tertib bila kamu terjebak antrean untuk men-tap in tiketmu nanti.

Sesudah itu, kamu pun bisa masuk ke peron stasiun,  kemudian melakukan cara naik LRT selanjutnya.

4. Tunggu LRT di Bangku Khusus Penumpang

Tunggu LRT di Bangku Khusus Penumpang

* sumber: www.almawahdie.id

Menunggu LRT Palembang tak sama seperti menunggu KRL di Jakarta. Di Jakarta, kamu bisa menunggu KRL tiba di tepian peron, sedangkan di Palembang kamu tak akan bisa melakukannya. Ini disebabkan tepi lantai peron di LRT cukup berbahaya, sehingga kamu tidak disarankan untuk menunggu di wilayah tersebut.

Sebagai gantinya, kamu bisa menunggu di bangku khusus penumpang. Bangku ini bisa kamu temui di lantai peron, agak jauh dari tepian peron yang berdekatan dengan jalur LRT. Tapi, jika kamu tidak kebagian tempat, kamu bisa menunggu di jalur khusus yang tak jauh dari bangku tersebut. Pastikan kamu berdiri dan menunggu di sana berdasarkan arahan dan petunjuk petugas stasiun. Dengan begitu, kamu pun bisa menunggu LRT dengan aman.

5. Tunggu Hingga Penumpang LRT Sebelumnya Keluar

Tunggu Hingga Penumpang LRT Sebelumnya Keluar

* sumber: www.kompasiana.com

Saat LRT yang kamu tuju tiba, akan ada sejumlah penumpang yang keluar. Jika ini yang terjadi, maka kamu harus menunggu semua penumpang tersebut keluar. Selain membuatmu lebih mudah masuk LRT, cara ini juga punya manfaat lain. Melakukan cara ini bisa membantu petugas LRT dalam mengatur siklus keluar-masuknya penumpang.

6. Masuk dengan Tertib dan Jangan Makan-Minum di Dalam

Masuk dengan Tertib dan Jangan Makan-Minum di Dalam

* sumber: www.jawapos.com

Setelah semua penumpang keluar, maka itu saatnya kamu masuk ke LRT. Masuklah dengan tertib dan jangan berdesak-desakan agar semua penumpang masuk dengan tertib. Sesudah masuk, pastikan kamu jangan makan dan minum di sana.

Kalaupun mau makan, kamu harus melakukannya sebelum atau sesudah naik LRT. Kalau terlanjur membawa makanan ke dalam LRT, simpanlah makanan tersebut baik-baik. Sesampainya di tujuanmu nanti, barulah makanan tersebut boleh kamu santap.

Selain makan, kamu juga jangan buang sampah di LRT. Ini tentu untuk menjaga kebersihan bagian dalam LRT. Untuk sementara, simpanlah sampahmu di saku atau di tas.  Barulah kamu buang sampahmu di tempat sampah setelah kamu sampai nanti.

7. Beri Kursi Prioitas untuk yang Membutuhkan

Beri Kursi Prioitas untuk yang Membutuhkan

* sumber: phinemo.com

Mirip dengan KRL Jakarta, LRT Palembang juga punya kursi prioritas. Kursi ini berjumlah 20 buah di tiap LRT-nya. Adapun orang-orang yang berhak memakai kursi ini adalah: ibu hamil, ibu yang membawa anak, lansia, dan para difabel. Kalau kamu tak termasuk orang-orang tersebut, jangan sekali-kali duduk di kursi prioritas, ya!

Kalaupun mau duduk, kamu bisa duduk di kursi yang ada di belakang ruang masinis. Sayangnya, kursi ini terbatas jumlahnya, yakni: 6 buah saja. Jadi, pastikan kamu menjadi salah satu yang beruntung duduk di kursi tersebut.

8. Pastikan Barang Tak Tertinggal dan Tap Out Tiketmu

Pastikan Barang Tak Tertinggal dan Tap Out Tiketmu

* sumber: kumparan.com

Sesampainya di stasiun, sebaiknya kamu cek barang-barang yang kamu bawa. Pastikan semua barangmu tak tertinggal atau tak tercuri oleh pihak tak bertanggung jawab. Sekeluarnya dari LRT, segeralah tap out tiket LRT yang kamu beli. Hal itu dilakukan agar kamu bisa keluar dari area stasiun dengan baik.

Itulah beberapa cara naik LRT Palembang yang harus kamu lakukan. Semoga membantumu saat pertama kali naik LRT nanti, ya. Selamat berlibur dan naik LRT di Palembang!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *