Wajib Tahu! Tata Cara Tayamum di Pesawat yang Benar

Ditulis oleh - Diperbaharui 19 Januari 2021

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Bepergian menggunakan pesawat terkadang dapat memakan waktu lama. Tak jarang perjalanan dapat menghabiskan waktu sehari penuh, bahkan berhari-hari. Meskipun sedang melakukan perjalanan jauh kewajiban untuk menunaikan shalat fardhu tak bisa dilewatkan. Di tengah keterbatasan tersebut hukum fiqih memberikan keringanan dalam bersuci agar umat muslim tetap bisa menunaikan kewajibannya. 

Seseorang yang sedang dalam perjalanan disebut musafir. Para musafir yang sedang melakukan perjalanan dengan pesawat diperbolehkan bersuci dengan tayamun. Tayamun adalah aktifitas yang dilakukan dalam islam untuk bersuci dari hadas kecil dan besar. Karena keterbatasan sarana di pesawat dalam bertayamum ada cara khusus yang harus diikuti. Berikut adalah cara-caranya.

Pengertian Tayamun dan Syaratnya

Pengertian Tayamun dan Syaratnya

Istinja atau bersuci dengan cara tayamun adalah salah satu keistimewaan dalam ajaran islam yang berhubungan dengan bersuci dalam keadaan darurat. Secara bahasa tayamum adalah menyengajakan atau bermaksud. Hal tersebut sesuai dengan ungkapan orang Arab, yaitu tayyamamtu asy syai’a.

Ungkapan tersebut bermakna qashadtuhu yaitu ‘aku menginginkannya’. Menurut terminology hukum islam tayamum adalah membasuh kedua telapak tangan dengan menggunakan ash shaid sebagai pengganti wudhu ketika tidak bisa bersuci dengan menggunakan air. 

Jadi singkatnya tayamun adalah pengganti berwudhu yang tadinya menggunakan air bersih dengan menggunakan debu atau tanah bersih. Perintah untuk bertayamum diperkuat dengan ayat Al-Quran yang tercantum dalam surat An-Nisa ayat 43, yang berbunyi:

Makna surat An-Nisa ayat 43 tersebut adalah terdapat dua alasan seseorang diperbolehan melakukan tayamum. Di antaranya adalah mengalami sakit yang parah sehingga tidak memungkinkan bersuci dengan air. Dan, tidak ditemukannya air di sekitar. 

Dalam buku yang dtulis oleh M. Tatan Wijaya (2018) “Sebab dan Tata Cara Bertayamum” menjelaskan bahwa ada empat kondisi yang memperbolehkan bertayamum misalnya, dalam keadaan bepergian dan benar-benar tidak ada air. 

Sedangkan menurut syara’ adalah ada air tapi hanya cukup untuk kebutuhan minum saja, dan tidak memungkinkan untuk digunakan berwudhu. Yang kedua, jarak yang jauh ke sumber air. Diperkirakan jaraknya sekitar 2,5 km untuk bisa mendapatkan air. 

Yang ketiga, susahnya menggunakan air. Secara kasat mata, air memang berada di dekat kita tapi untuk menjangkaunya sangat sulit karena beberapa sebab. Misalnya ada musuh, binatang buas yang membahayakan jiwa jika kita mendekat, dipenjara dan lain-lain. 

Secara syara’ misalnya saja karena dikhawatirkan akan timbul penyakit, penyakit akan kambuh jika terkena air, atau takut akan sembuh lama. Dan yang keempat, kondisi yang sangat dingin sehingga tidak dapat mengembalikan kehangatan suhu tubuh. 

Tayamum Menurut Al Imam Al Ghazali

Tayamum Menurut Al Imam Al Ghazali

* sumber: www.99.co

Lebih lanjut lagi menurut Imam Al Ghazali, dalam kitabnya Bidayatul Hidayah pada penjelasan bab tayamun menjelaskan syarat dan ketentuan tayamum, adalah sebagai berikut, “jika engkau tidak dapat menggunakan air dikarenakan tidak ada setelah mencari ke sana kemari, atau sebab uzur dari sakit. 

Selain itu, sebab adanya halangan sehingga air tidak mengalir atau tidak muncul. Lalu, ketika kondisi ada air namun diperlukan untuk kebutuhan minum temanmu agar lepas dari rasa haus atau disebabkan sumber air dimiliki oleh orang lain dan tidak dijual. 

Atau meskipun dijual namun harganya lebih tinggi dari harga rata-rata air. Atau bisa pula sebab ada sakit yang dikhawatirkan akan berakibat fatal jika terkena air. Maka, kamu harus menunggu dengan sabar untuk menggunakan air sampai waktu wajib”.

“Setelah masuk waktu wajib maka tuju lah debu yang bersih dan suci serta lembut. Tempel atau letakan kedua telapak tanganmu di atas debu dan antara jari-jarimu. Niatkan tayamum untuk shalat fardhu. Lalu, usaplah seluruh wajah dengan telapak tangan tadi satu kali.

Tidak perlu sampai mengusapkan debu ke rambut. Baik ke rambut yang tipis atau rambut yang tebal. Kemudian, lepas cincin-cincinmu. Letakan telapak tanganmu untuk kedua kalinya. Jangan lupa jari-jari harus berada pada posisi terbuka.

Lalu, usaplah kedua telapak tanganmu beserta kedua siku dengan telapak tangan tadi. Pastikan semua anggota tubuh yang wajib dibasuh untuk tayamum terusap debu dengan merata. Jika ada bagian yang terlewat tempelkan kembali telapak tangan dan usap bagian yang terlewat tadi. 

“Gunakanlah tayamun untuk satu kali shalat fardhu dan beberapa kali shalat sunat. Maksudnya tayamun boleh digunakan untuk melaksanakan shalat sunat lebih dari satu kali. Jika engkau telah menunaikan ibadah fardhu, maka untuk fardhu selanjutnya harus kembali melakukan tayamm”.

Berdasarkan keterangan tersebut, Imam Al Ghazali menambahkan keterangan bahwa tayamun harus dilaksanakan ketika telah masuk waktu shalat. Ini berbeda dengan berwudhu yang boleh dilakukan di semua waktu meskipun bukan waktu shalat. 

Cara Bertayamun di Pesawat

Cara Bertayamun di Pesawat

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=hwFdlDHGzm0

Sebelum mengerjakan shalat diwajibkan untuk bersuci atau berwudhu terlebih dahulu. Dalam kondisi darurat diperbolehkan untuk tayamum. Sebetulnya bisa saja berwudhu di pesawat tapi ketersediaannya terbatas. Tidak memungkinkan untuk digunakan berwudhu. Oleh karena itu boleh tayamum.

Bersuci dengan tayamun di pesawat sebetulnya tidak berbeda dengan bersuci di tempat lain di luar pesawat. tanah atau pasir yang dibolehkan untuk bertayamum, diganti dengan micordebu di kursi pesawat. langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Menghadap Kiblat dan Membaca Niat Bertayamum

Menghadap Kiblat dan Membaca Niat Bertayamum

Dalam bertayamum disunahkan menghadap kiblat. lalu, membaca niat bertayamun. Bacaannya sebagai berikutNawaitut tayamumma li ittibahtis shalati lillahi ta’ala”. Artinya “Saya berniat tayamum agar diperbolehkan shalat karena allah Ta’ala.

Niat tersebut diucapkan di dalam hati dan dalam keadaan tangan diletakan pada kursi atau dinding pesawat.Niat di atas tersebut dibaca ketika niat tayamum untuk shalat. Beda lagi niat tayamum yang ditujukan untuk hal lain, semisal untuk beribadah yang lain. Maka, niatnya diganti dengan tujuan bersuci. 

2. Usap Wajah Dengan Debu 

Usap Wajah Dengan Debu 

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=ztgWBROynO8

Letakan kedua telapak tangan di dinding atau kursi pesawat. kedua, usapkan telapak tangan ke seluruh wajah mulai dari ujung dahi atau batas rambut sampai batas dagu. Termasuk daun telinga. Usap secara merata. 

Yang dianjurkan adalah cukup sekali saja meratakan debu pada seluruh area wajah. Sebab pada dasarnya lebar wajah tidak melebihi lebar telapak tangan keduanya. Oleh karena itu, meratakan debu di wajah cukup mengandalkan perkiraan yang kuat atau istilahnya ghalibuzhan.

3. Usap Lengan dengan Debu Sampai Siku

Usap Lengan dengan Debu Sampai Siku

Tepuk atau letakan lagi kedua telapak tangan pada kursi pesawat atau dinding pesawat. Untuk tepukan kedua ini tidak boleh di tempat yang sama dengan tepukan/letak yang pertama.

Telapak tangan kiri mengusap tangan kanan. Usapan mulai dari ujung jari sampai siku. Sama seperti saat membasuh kedua tangan dengan menggunakan air. 

4. Usapkan Debu pada Lengan Berikutnya

Usapkan Debu Pada Lengan Berikutnya

* sumber: blog.lazismugresik.org

Untuk lengan berikutnya, letakan kembali telapak tangan pada area kursi yang baru. Usap tangan kiri dengan telapak tangan kanan. Dari ujung jari sampai ujung siku. Usap kedua tangan sampai merata. Perlu diingat untuk meletakan telapak tangan pada area berbeda untuk setiap pergantian anggota tayamum.

5. Membaca Doa Bersuci

Membaca Doa Bersuci

Terakhir, berdoa. Bacaan doanya adalah “Allahummaj’alni minat tawwabina waj’alni minal mutathahhirina waj’alni min ‘ibadikas shalihin”

Tayamum untuk shalat dalam keadaan berkendara atau bepergian merupakan hal yang wajib dilakukan. Maka dari itu tata cara tayamum yang benar wajib hukumnya diketahui oleh seluruh umat muslim. Sehingga tidak ada hambatan dalam mengerjakan ibadah wajib. Karena pada dasarnya hukum islam terutama hukum fiqih tidak menyulitkan umat, sebaliknya malah membantu kenyamanan dalam beribadah. Jadi, yuk pahami!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *