Nongkrong Bareng Keluarga di Dago Bakery Punclut & Nara Park

Ditulis oleh Siti Hasanah

Bandung dari dulu terkenal sebagai gudangnya kuliner. Berbagai macam makanan tersedia untuk memanjakan para pengunjung. Tak hanya makanan, Bandung pun terkenal memiliki tempat-tempat wisata yang kreatif.  Umumnya tempat wisata tersebut berupa kafe atau restoran yang mengusung tema yang unik, cocok bagi para penyuka fotografi atau selfie.

Beberapa kafe yang mengusung tema unik adalah One Eighty Coffee di daerah Dago. Pengunjung yang datang bisa ngopi di tengah kolam . Ada juga kafe bagi penyuka Doraemon di D’Moners Home, atau kafe dengan gaya ala-ala Santorini di Goldstar 360, dan masih banyak tempat-tempat nongkrong asyik lainnya di Kota Bandung.

Tempat yang akan dibahas kali ini pun tak kalah menarik dari tempat-tempat yang sudah disebutkan tadi. Ada dua tempat yang menarik yang bisa menjadi referensi bagi para pengunjung yang akan datang ke Kota Bandung. Tempat apa sajakah itu? Penasaran? Ikuti perjalanan Tim Keluyuran, ya.

Hogwarts ala Punclut

Hogwarts ala Punclut

Siapa sih yang tak kenal Harry Potter, tokoh fiksi buatan J.K. Rowling penulis buku terkenal dari Inggris? Banyak orang sudah membaca dan menonton filmnya. Setelah itu, bermunculan tempat-tempat yang bertemakan Harry Potter, seperti Harry Potter Universal Studio yang ada di beberapa negara, di antaranya Amerika Serikat, Inggris dan Jepang.

Nah, di Bandung juga muncul tempat dengan ala-ala Harry Potter, atau terinspirasi dari bangunan-bangunan yang ada di Eropa. Tempat ini tengah ramai dibicarakan oleh warganet di Indonesia dan di Korea Selatan. Ya, Korea Selatan, negara pengekspor K-Pop dan Drakor itu dihebohkan dengan kemunculan kafe ini.

Bagi yang mengikuti berita, pasti tak akan kaget dengan fakta tadi. Alasan mengapa kafe itu dibahas oleh orang Korea karena kafe tersebut muncul di salah satu variety show Korea bernama “Battle Trip” yang ditayangkan di stasiun televisi KBS. Dua orang host dikirim ke Bandung untuk berlibur dan tentunya melaporkan tempat-tempat yang dikunjungi mereka kepada penonton.

Hogwarts ala Punclut 2

Kedua host itu, selain mengunjungi beberapa tempat nongkrong terkenal di Bandung, juga mencicipi beberapa kuliner kota khas kota Bandung, seperti pisang goreng, sate kelinci, dan tentunya kopi. Saking menariknya, beberapa host lain sampai ingin tinggal di Bandung. Di akhir acara, kota Bandung berhasil mengalahkan kota Sakhalin, Rusia.

Penasaran apa nama kafe yang muncul di Battle Trip? Dago Bakery Punclut, itu nama salah satu tempat yang dikunjungi oleh Lee Suji dan Song Daeun. Mereka mengunjungi Dago Bakery di akhir acara. Karena mereka datang menjelang malam hari, tempat jadi tak terlihat jelas. Sekilas muncul payung-payung yang bergelantungan di atas seutas tali. Ada juga bangunan seperti kastil.

Karena rasa penasaran itu, akhirnya, aku dan teman-teman berkunjung ke Dago Bakery Punclut di hari Sabtu. Bagi kamu yang sudah biasa mengunjungi Punclut pasti tak akan susah mencari tempat ini. Pernah ke Lereng Anteng? Dago Bakery letaknya dekat sekali dengan Lereng Anteng, bersebelahan tampaknya. Keberadaan Dago Bakery ini alhasil menambah list panjang tempat nongkrong di Lembang yang wajib untuk dikunjungi.

Hogwarts ala Punclut 3

Jika kamu datang pada hari Sabtu, siap-siap disambut oleh padatnya antrian parkir. Sudah maklum setiap weekend Bandung selalu penuh dengan pengunjung dari luar kota. Terlebih lagi Dago Bakery Punclut sedang heboh-hebohnya menjadi pembicaraan karena muncul di Battle Trip dan Koran-koran online nasional. Bahkan di Instagram milik Kang Emil, Gubernur Jawa Barat, pun muncul.


Mobil-mobil yang datang tak hanya dari kota Bandung, beragam plat mobil nongkrong di Dago Bakery. Motor? Jangan ditanya, banyak sekali. Oh, iya, jika kamu bingung mencari Dago Bakery, tempatnya bersebelahan dengan D’Dieuland. Dago Bakery memiliki beberapa lantai, jadi bukan luas ke pinggir tapi luas ke atas.

Untuk masuk ke dalam kafe dipungut biaya masuk 10.000 rupiah yang bisa ditukar dengan minuman atau makanan, asal jumlahnya sepadan dengan harga makanan atau minumannya. Interior ruangan didominasi dengan warna hitam, terkesan bernuansa gothic. Hampir lupa, jika datang pas weekend, siap-siap masuk dalam daftar tunggu alias waiting list. Ini berarti pengunjung sudah membludak.

Hogwarts ala Punclut 4

Deretan bangku dan meja berwarna hitam menyambut tamu yang datang. Dago Bakery menyediakan ruangan indoor dan outdoor. Pilih saja mana yang kamu suka. Tapi tentunya outdoor lebih banyak pengunjungnya karena di sinilah pengunjung bisa melihat bangunan seperti yang ada di Hogwarts. Jika ingin foto di gerbang dengan latar mirip Hogwarts, kamu harus siap mengantri.

Orang yang datang tak hanya anak muda. Dari nenek, kakek, cucu hingga cicit ada di sini. Mereka semua sibuk berfoto karena daya tarik Dago Bakery ini memang tempatnya. Pemandangan di luar bagus sekali untuk berfoto. Yang hobi selfie atau wefie tak akan kehabisan spot foto di sini. Bagi yang suka tantangan, kamu bisa berfoto di jaring-jaring tambang yang menggantung di atas.

Hogwarts ala Punclut 5

Tentunya tak hanya berfoto, kamu juga bisa mencicipi kudapan yang tersedia di menu. Walaupun namanya Dago Bakery, menu yang tersedia tak melulu roti dan kue-kue. Tersedia juga menu lain dari cireng, batagor hingga pizza. Harga yang tertera di menu cukup ramah dompet, dari belasan hingga puluhan ribu. FYI, Dago Bakery Punclut ini cabang dari Dago Bakery yang ada di Jl. Dago.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram