Fakta Menarik dari Kampung Adat Ciptagelar di Sukabumi

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 8 Oktober 2021

Terletak kurang lebih 28 km dari Pelabuhan Sukabumi, terdapat satu kasepuhan adat yang disebut Kampung Adat Ciptagelar atau Kasepuhan Ciptagelar. Lokasi yang merupakan kampung adat ini sudah ada sejak 650 tahun yang lalu. Sama seperti masyarakat Baduy Dalam di Banten, masyarakat Kampung Adat Ciptagelar masih memegang teguh adat istiadat dan kebudayaan leluhurnya.

Kampung Adat Ciptagelar berada di area Pegunungan Halimun, tepatnya berada di Kampung Sukamulya, Desa Sirnaresmi, Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat. Sebagai salah satu kampung adat yang menonjolkan kearifan lokalnya, Kampung Adat Ciptagelar mempunyai daya tarik yang unik. Apa saja fakta unik dari kampung yang dihuni 16.000 orang ini. Berikut informasinya.

Baca juga: 7 Fakta Menarik tentang Kampung Adat Wae Rebo

1. Sistem Pemerintahan

Sistem PemerintahanSumber: sabumiku.com

Kasepuhan Ciptagelar mempunyai pola pemerintah yang unik dan berbeda dari kelompok masyarakat lain. Kelompok masyarakat di sini menjalankan pola pemerintahan yang dijalankan oleh ketua adat dan perangkat desa tertentu.  

Ada beberapa perangkat desa yang mempunyai tugas masing-masing, di antaranya adalah Perangkat Rakyat yang menangani urusan administrasi di Ciptagelar. Selain Perangkat Rakyat, ada pula Juru Sawer yang bertugas menjaga wilayah perkampungan di malam hari.

Lalu, ada Perangkat Rakyat lainnya yang bertugas khusus di bidang kesenian dan kebudayaan untuk acara-acara tertentu. Biasanya mereka bertugas terhadap penyelenggaraan upacara adat.

2. Dipimpin Seorang Abah

Dipimpin Seorang AbahSumber: kumparan.com

Seperti yang disinggung di atas, Kampung Adat Ciptagelar mempunyai sistem pemerintahan yang dipimpin oleh ketua adat yang disebut Abah. Abah merupakan gelar yang disematkan pada pupuhu kampung yang memangku posisi pemimpin. Saat ini, kampung adat dipimpin oleh Abah Ugi. Beliau menggantikan sang ayah, Abah Anom yang wafat tahun 2007.

Kampung Adat Ciptagelar terbagi menjadi dua bagian, yaitu Kasepuhan Gede yang merupakan kawasan tempat tinggal untuk para sesepuh dan yang masyarakat dituakan, dan Kasepuhan Ciptagelar yang dihuni oleh penduduk umum.

Dalam menjalankan pola pemerintahnya, Abah dibantu oleh perangkat rakyat yang mempunyai tugas dan fungsi yang berbeda. Dalam memutuskan sebuah kebijakan, Abah dan perangkat rakyat lainnya berembug terlebih dahulu.

3. Sistem Pendidikan

Berstatus sebagai kampung adat, tidak membuat masyarakat terisolasi dari perkembangan zaman dan informasi yang berkembang. Sebaliknya, masyarakat di Kasepuhan Ciptagelar dikenal dengan prinsip hidupnya yang terbuka pada dunia luar, namun tetap memegang teguh tradisi leluhur.

Dalam hal pendidikan, masyarakat diperbolehkan menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Namun, ada dua jenjang pendidikan, yaitu sekolah dasar dan sekolah menengah pertama harus menyisipkan kurikulum yang berisi nilai-nilai adat dan kebudayaan setempat.

Dengan sistem pendidikan tersebut murid-murid SD dan SMP yang menghuni Kasepuhan Ciptagelar mengenal dan mengetahui tentang kebudayaan tempat mereka tinggal. Diharapkan generasi muda Kasepuhan Ciptagelar bisa menjadi penjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas.

4. Punya Banyak Upacara Adat

Punya Banyak Upacara AdatSumber: agendaindonesia.com

Kampung Adat Ciptagelar rutin menggelar upacara adat setiap tahunnya. Kehidupan masyarakat masih mempertahankan tradisi bertani dan bercocok tanam. Tradisi ini masih menjadi bagian dari keseharian masyarakat adat.

Hampir seluruh hasil bumi dari Kasepuhan Ciptagelar dikelola sendiri olah masyarakat. Sebelum dan sesudah masa panen, masyarakat mengadakan beberapa upacara adat. Upacara adat di Kasepuhan Ciptagelar biasanya menarik perhatian wisatawan, baik wisatawan lokal dan mancanegara.

Beberapa upacara adat yang rutin digelar, di antaranya adalah Seren Taun. Seren Taun merupakan ritual panen padi masyarakat Sunda sebagai wujud rasa syukur atas keberkahan hasil bumi yang dilimpahkan selama setahun ini.

Lalu, ada pula Mapag Purnama, yaitu menyambut bulan purnama. Upacara ini dilaksanakan agar hati manusia senantiasa diterangi cahaya seterang bulan purnama. Mapag Purnama juga ditujukan sebagai bentuk penghormatan bagi khodam yang menghuni benda-benda pusaka di kasepuhan.

Ada juga upacara adat lain yang disebut Mipit Pare. Upacara ini merupakan tradisi yang dipersembahkan bagi Dewi Sri, Dewi Padi. Selain itu, ada juga Nganyaran, yaitu semacam tradisi memakan hasil bumi yang baru dipanen, dan masih banyak upacara-upacara lainnya.

Ritual dan upacara adat di Kasepuhan Ciptagelar menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menyaksikan ritual budaya daerah setempat. Saat sebuah upacara adat berlangsung, Kasepuhan Ciptagelar selalu ramai dikunjungi.

5. Sudah Mengenal Listrik

Sudah Mengenal Listrik

Keunikan lainnya dari Kasepuhan Ciptagelar adalah masyarakat yang sudah mengenal listrik. Meksipun berstatus sebagai kampung adat yang menjunjung tinggi nilai luhur tradisi, namun masyarakat tidak menghindari modernisasi.

Alih-alih menghindari, masyarakat hidup berdampingan dan memanfaatkan aliran listrik yang berguna bagi kehidupan sehari-hari. Listrik untuk Kasepuhan Ciptagelar didapat dari PLTA yang dibangun atas inisiasi Abah Ugi, selaku ketua adat.

Jalan-jalan kampung sudah diberi penerangan yang memadai berkat aliran listrik dari turbin PLTA yang dibangun masyarakat.

6. Punya Radio Stasiun TV dan Radio Sendiri

Punya Radio Stasiun TV dan Radio SendiriSumber: blog.misteraladin.com

Bukti lain bahwa Kasepuhan Ciptagelar tidak menolak modernisasi adalah dibangunnya stasiun radio dan televisi di sini. Masyarakat menamai stasiun televisi mereka dengan nama Ciga TV yang mulai mengudara dari tahun 2008, sementara stasiun radionya diberi nama Swara Ciptagelar.

Semua konten yang disuguhkan di kedua stasiun tersebut sebagian besar berisi berbagai aktivitas sosial masyarakat dan kebudayaan setempat ditambah kebudayaan nusantara lainnya. Stasiun TV ini dibuat agar masyarakat melek informasi yang berkembang saat ini.

Salah satu konten yang ditayangkan di Ciga TV adalah Masa Pertanian. Program ini menayangkan beberapa musim penanam yang dimulai dari mipit, panen sampai mengolah hasil panen. Puncak musim pertanian di Kasepuhan Ciptagelar adalah Seren Taun.

Sementara itu, Swara Ciptagelar dibuat empat tahun lebih awal, yaitu 2004. Konten yang diangkat hampir sama persis dengan konten untuk Ciga TV hanya saja disajikan dalam versi obrolan ringan yang menghibur.

Swara Ciptagelar sudah mendapat lisensi dari Diskominfo Kab Sukabumi dan sudah resmi menjadi radio komersil.

7. Mempertahankan Menanam Padi Secara Tradisional

Melihat cara hidup masyarakat, sudah sepantasnya kita salut pada masyarakat sebab mereka bisa hidup berdampingan dengan perkembangan dunia tanpa meninggalkan tradisi. Hubungan yang harmonis ini terlihat dari tradisi dalam tata cara menanam padi yang dilakukan secara tradisional.

Masyarakat Kasepuhan Ciptagelar mempunyai 168 varietas padi yang ditanam berdasarkan tata cara yang dicontohkan oleh leluhur masyarakat. Pola penanamannya tidak menggunakan traktor atau pun pupuk kimia.

Di Kasepuhan Ciptagelar, terdapat dua pola penanaman padi, yaitu sawah dan huma (ladang). Pola penanaman padi sawah baru dikenal masyarakat kira-kira 300 tahun yang lalu. Sebelumnya masyarakat menanam padi dengan padi huma.

Itu dia beberapa fakta unik dari kampung adat ciptagelar. Semakin digali, semakin banyak hal-hal menarik dari kampung yang sangat menjaga tradisi dan budaya ini. Gaya hidup masyarakat membuktikan bahwa kita bisa tetap melek informasi, teknologi dan berbagai bentuk modernisasi yang terus berkembangan tanpa menghilangkan tradisi dan budaya leluhur.

Kita bisa hidup harmonis dan mendapat banyak manfaat dari dua hal yang berseberangan ini. Nah, kalau kamu berkesempatan melancong di Jawa Barat, luangkan waktumu untuk mengunjungi Kasepuhan Ciptagelar terutama di hari-hari istimewa seperti ketika Seren Taun diadakan. Banyak hal menarik yang bisa kita petik dari sana.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram