7 Fakta Kampung Baduy Dalam yang Wajib Kamu Ketahui

Ditulis oleh Dian Rahmawati - Diperbaharui 11 Oktober 2021

Bagi sebagian orang mungkin sudah tidak asing lagi dengan suku baduy. Kata baduy sendiri berasal dari sungai baduy dan gunung baduy yang berada di sekitar wilayah kampung adat baduy. Orang-orang yang berada di wilayah ini menyebut diri mereka dengan sebutan “urang kanekes“ atau dalam bahasa Indonesia “orang kanekes”, sedangkan sebutan baduy sendiri merupakan sebutan dari kelompok luar. 

Suku baduy terletak di wilayah pedalaman kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Secara etnis masyarakat ini termasuk kedalam suku sunda. Terkenal dengan tradisinya yang kuat, tentunya suku ini masih sangat tradisional dan jauh dari kata modern. Jumlah penduduk suku ini, kurang lebih sekitar 26.000 orang. 

Suku ini dibagi menjadi dua yaitu suku baduy dalam dan baduy luar. Perbedaan yang paling terlihat dari keduanya adalah dari segi pakaian dan jenis warna. Untuk suku baduy dalam mereka menggunakan baju dan ikat kepala berwarna putih, sedangkan bagi penduduk baduy luar memakai baju berwarna hitam serta ikat kepala berwarna biru. 

Perbedaan lainnya juga terletak pada adat istiadat dan juga konsep yang mereka pegang dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat suku baduy dalam sangat memegang teguh aturan adat, jauh dari kata modern. Oleh sebab itu banyak sekali pantangan-pantangan yang harus mereka patuhi. Hal ini berbeda dengan suku baduy luar yang sudah mulai terbawa arus modernisasi. 

Namun, yang ingin keluyuran bahas lebih dalam disini adalah mengenai suku baduy dalam, karena tradisi mereka masih sangat kental dan belum terkontaminasi. Nah, bagi kamu yang penasaran ingin tahu keunikan dan fakta-fakta menarik apa saja dari suku Baduy Dalam, kamu mengunjungi artikel yang tepat! Dari pada penasaran, yuk langsung saja kita simak artikelnya! 

Baca juga: Makanan Khas Suku Baduy

1. Pemerintahan Suku Baduy 

Sistem pemerintahan di dalam suku baduy terbagi mendai dua yaitu, mengikuti sisitem pemerintahan negar Indonesia, dan juga system adat sesuai dengan adat istiadat yang dipercaya masyarakat. Sama seperti masyarakat modern pada umumnya secara nasional warga daerah memiliki kepala desa dimana kedudukannya berada di bawah Camat. 

Sedangkan secara adat, suku baduy akan tunduk pada pimpinan adat tertinggi yaitu pu’un. Namun uniknya masa jabatan pu’un tidak ditentukan kapan batas waktunya. Jabatan tersebut hanya di tentukan sesuai kemampuan seseorang dalam memegang jabatannya. 

2. Memiliki Angklung Kuno Bernama “Buhun”

Angklung yang dimiliki suku baduy ini tentunya berbeda dengan angklung modern yang sering kita temui. Angklung ini berukuran 50-150 cm, berisi sembilan buah angklung dan tiga bedu.

 Adapun keistimewaan dari angklung ini yaitu memiliki makna magis, yang mana bunyi angklung ini dipercaya bisa membuat hasil panen berlimpah. Mereka percaya bahwa Dewi Sri akan datang untuk membantu mereka merawat padi ketika mendengar bunyi angklung tersebut. 

3. Ada Larangan Khusus Wisatawan

Ada Larangan Khusus WisatawanSumber: geotimes.id

Diketahui sebelumnya bahwa suku baduy dalam, memiliki sebuah tradisi bernama Kawalu. Kawalu sendiri merupakan tradisi puasa yang dilakukan oleh masyarakat baduy dalam. Tradisi ini dilakukan selama tiga bulan setiap tahun. Selain berpuasa kegiatan juga diisi dengan doa-doa keselamatan alam dan manusia. 

Tujuan dari tradisi kawalu adalah sebagai bentuk upacara atas syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan supaya diberikan kesejahteraan, aman damai, dan keselamatan. Dikarenakan adanya tradisi kawalu, maka selama tradisi tersebut berlangsung turis lokal, pejabat daerah, maupun pun masyarakat luar lainnya tidak diperbolehkan datang ke wilayah baduy dalam.

 Adapun wilayah baduy dalam ini terdiri dari Desa Cibeo, Desa Cikawartana, dan Desa Cikeusik. Jika ada pengunjung yang datang dan tidak mengetahui bahwa mereka sedang melakukan tradisi kawalu, maka pengunjung hanya diperbolehkan sampai daerah baduy luar saja dan juga tidak diperbolehkan untuk menginap. 

4. Peralatan Mandi dari Alam

Peralatan Mandi dari Alam

Sebagai salah satu bentuk cintanya kepada alam, warga suku baduy memanfaatkan alam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, salah satunya peralatan mandi. Jika kebanyakan masyarakat menggunakan sabun, sampo, untuk membersihkan tubuh mereka dari kotoran.

 Suku baduy justru memanfaatkan sesuatu dari alam untuk membersihkan tubuh mereka. Menurut mereka peralatan mandi seperti sabun dan sampo yang mengandung bahan kimia, begitu juga dengan plastik, mereka tidak ingin mencemari dan merusak alam. 

Untuk  itu sebagai salah satu upaya mencegah pencemaran lingkungan, setiap warga baduy dalam  yang ingin mandi di sungai, tidak diperbolehkan  menggunakan alat mandi modern seperti sabun, sampo, maupun pasta gigi. 

5. Memiliki Kebahagiaan yang Sederhana

Memiliki Kebahagiaan yang Sederhana

Kebahagiaan merupakan kebutuhan alami yang diinginkan oleh sebagian besar manusia, begitu pun dengan suku baduy dalam. Setiap orang tentunya memiliki definisi dan standar kebahagiaannya masing-masing. Ada yang bahagia ketika mempunyai rumah mewah, punya banyak uang, punya banyak teman dan berbagai jenis kebahagiaan lainnya. 

Namun yang menarik dari suku baduy adalah mereka mempunyai standar kebahagian yang sangat sederhana. Yaitu berkumpul dan berbincang-bincang bersama keluarga, atau tetangga di malam hari, dengan diiringi alunan musik kecapi. Menurut mereka hal tersebut mempunyai makna dan kebahagian tersendiri. 

6. Mempunyai Mitos Menenun

Menenun merupakan salah satu tradisi yang sudah banyak dikenal oleh sebagian masyarakat di Indonesia, namun suku baduy mempunyai mitos tersendiri mengenai tradisi ini. Menurut mereka, jika ada seorang laki-laki menyentuh alat tenun, maka perilaku mereka akan menyerupai perempuan. 

Tradisi menenun yang dilakukan masyarakat baduy sendiri, nantinya akan menghasilkan kain tenun yang mana akan digunakan untuk pakaian adat baduy. Mereka membuat dua kain tenun dari dua tekstur, untuk tekstrur yang lembut akan dijadikan sebagai pakaian, sedangkan kain bertekstur kasar dijadikan sebgai ikat kepala dan juga ikat pinggang. 

7. Saba Budaya Baduy 

Saba budaya baduy sendiri merupakan sebutan bagi masyarakat luar yang ingin berkunjung ke wilayah baduy dalam. Diketahui sebelumnya nama yang diterapkan bagi para wisatawan yang hendak berkunjung adalah wisata baduy.

Namun Lembaga adat baduy sendiri lebih sendiri dengan sebutan “Saba budaya baduy” yang memiliki makna silaturahmi. Mereka merasa lebih dihormati dengan istilah tersebut dibanding istilah wisata baduy. 

Nah, itu dia beberapa fakta menarik seputar kampung baduy dalam yang sudah Keluyuran rangkum. Dari sekian banyak kampung adat yang ada di Indonesia, suku baduy memang sangat terkenal dan memegang teguh adat istiadatnya. Dari beberapa fakta yang sudah Keluyuran rangkum diatas tentunya kita bisa mengambil beberapa nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

Jika kamu mempunyai fakta menarik lainnya seputar suku baduy dalam, jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar ya! 

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram