10 Festival Musim Gugur di Jepang yang Sarat Nilai Budaya

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 4 Juni 2020

Tiap musim di Jepang memiliki keunikan tersendiri dan menawarkan pemandangan khas negeri tersebut. Tak hanya itu, festival-festival tersebut menawarkan peluang menarik untuk menemukan budaya Jepang yang otentik. Jepang tahu bagaimana merayakan festival dengan gaya spektakuler dan terdapat beragam festival musim gugur untuk semua pengunjung.

Musim gugur merupakan salah satu musim terbaik untuk mengunjungi Jepang karena pengunjung akan menyaksikan pemandangan perubahan warna. Warna hijau daun akan berubah menjadi warna merah, emas, oranye, dan kuning yang spektakuler. Selain itu, ada juga pertunjukan musik, tarian, kembang api, dan makanan lezat. Festival musim gugur apa saja yang ada di Jepang? Yuk, baca ulasannya di sini.

1. Festival Kishiwada Danjiri

Festival Kishiwada Danjiri

* sumber: osaka-info.jp%20

Pada dasarnya Danjiri matsuri merupakan festival yang bertujuan agar panen berlimpah pada saat musim gugur. Pada festival ini peserta festival akan menarik bangunan tradisional yang dibuat mirip dengan kuil atau candi yang dinamakan Danjiri. Danjiri memiliki ukiran dan hiasan ornamen yang rumit.

Festival Danjiri yang diselenggarakan di Osaka dianggap sebagai yang paling menarik dan dinamis di bandingkan dengan kota-kota lain. Danjiri dipasang di gerobak yang akan ditarik dengan tali dan diarak oleh banyak orang di sepanjang jalan kota. Pesertanya bisa mencapai seribu orang.

Di kota Kishiwada yang ada di wilayah Osaka, tim penarik Danjiri akan menarik gerobak danjiri mereka secepat mungkin. Seorang pemimpin tim berdiri di atap bangunan yang menyemangati tim saat gerobak itu menyusuri jalan-jalan dan sudut-sudutnya.

Festival ini setara dengan festival San Fermin di kota Pamplona, Barcelona yang menyebabkan banyak orang cedera per tahunnya dan bahkan sesekali menyebabkan korban jiwa. Danjiri pun sama karena peserta harus bisa menjaga keseimbangan Danjiri yang cukup berat tersebut.

  • Tanggal Penyelenggaraan: Pertengahan September (tentatif dikarenakan pandemik virus corona)
  • Waktu: (Hari pertama) 06:00 – 10:00 pagi, (Hari kedua) 09:00 – 10:00 pagi
  • Alamat: Kota Kishiwada, Osaka, yang terletak dekat dengan Stasiun Kishiwada
  • Website: https://www.city.kishiwada.osaka.jp/site/danjiri/
  • Biaya: gratis

2. Festival Kichijoji

Festival Kichijoji

* sumber: metropolisjapan.com%20

Festival Kichijoji merupakan Festival Musim Gugur tahunan. Acaranya diselenggarakan di dekat Stasiun Kichijoji, Tokyo. Penyelenggarakan festival ini dilakukan di minggu kedua September. Awal musim gugur disambut dengan parade yang meriah yang membawa kuil mikoshi melalui pusat kota.

Perayaan Festival Kichijoji dimulai pada tahun 1972 dan semenjak itu festival ini terus berkembang popularitas dan ukurannya. Sekarang ada 10 tim prosesi yang memiliki nyanyian, kostum, dan ritme mereka sendiri. Tim-tim tersebut saling bersaing untuk mendapatkan mahkota.

Di hari pertama festival, mikoshi yaitu miniatur kuil, dari berbagai lingkungan Kichijoji akan diarak  dan berdesak-desakan di jalanan. Acara akan berakhir di depan stasiun di Heiwa Dori. Pada hari berikutnya, fokus bergeser ke kuil Musashino Hachimangu untuk festival utama.

3. Festival Asakusa Tori no Ichi

Festival Asakusa Tori no Ichi

* sumber: www.tokyoweekender.com%20

Tori no Ichi merupakan festival untuk berdoa demi keberuntungan dan kesuksesan bisnis yang lebih baik. Festival ini diadakan di Kuil Ohtori juga Chokokuji dan keduanya berdiri berdampingan. Festival ini dimulai oleh suara Ichiban Daiko, drum yang dipukul sebagai tanda acara dimulai, pada pukul 12 pagi.

Festival ini diselenggarakan selama 24 jam. Orang-orang banyak yang ingin membeli engi-kumade, yaitu semacam penggaruk pembawa keberuntungan yang dihiasi dengan perhiasan emas dan perak untuk mengundang keberuntungan.

Puncak acara ini pada malam hari yaitu saat lentera menyala dan engi-kumade bersinar dalam gelap. Terdapat lebih dari 500 kios yang berjajar di acara tersebut, sementara jumlah pengunjung melebihi 800.000 orang tiap tahunnya. Datanglah pagi hari agar bisa menikmati festival sebelum dipenuhi orang.

  • Tanggal Penyelenggaraan: November awal.(tentatif dikarenakan pandemik virus corona)
  • Waktu: 24 jam
  • Alamat: 3-18-7 Senzoku, Taito-ku, Tokyo Asakusa Tori no Ichi
  • Website: http://www.torinoichi.jp/english/index.htm
  • Biaya: gratis

4. Festival Takayama

Festival Takayama

* sumber: blog.gaijinpot.com%20

Festival musim gugur Takayama diadakan di Kuil Sakurayama Hachiman di Gifu. Festival ini dikatakan sebagai salah satu festival paling indah dan menakjubkan di Jepang. Sebelas wahana pawai dihias secara teliti dengan Karakuri ningyo, boneka yang tampak hidup yang bisa bergerak dengan luar biasa.

Ukiran kayu yang berwarna-warni juga mempesona dan sebanyak 100 lentera di setiap wahana pawai bercerita tentang sejarah dan budaya Takayama. Warna, bahan dan keterampilan ahli dari masing-masing yatai atau "wahana pawai" merupakan kesaksian untuk kerumitan setiap pembuatannya.

  • Tanggal Penyelenggaraan: Tanggal 9 and 10 Oktober
  • Waktu: Kereta pawai: 09: 00 – 16:00, Pertunjukan Karakuri: 11:00 – 14:00, Prosesi Mikoshi: 13:00 – 16:00, Festival Malam: 18:00 – 21:00
  • Alamat: Kuil Sakurayama Hachimangu, 178 Sakuramachi, Takayama, Gifu 506-0858
  • Website:  http://www.hida.jp/english/festivalsandevents/4000105.html
  • Biaya: gratis

5. Festival Nagasaki Kunchi

Festival Nagasaki Kunchi

* sumber: japan-trends.com%20

Festival ini merupakan paling terkenal di prefektur Nagasaki. Festival Nagasaki Kunchi berlangsung sekitar tanggal 7 hingga 9 Oktober setiap tahunnya. Perayaan ini menggabungkan campuran tradisi Belanda dan Cina, karena kedua negara memiliki dampak budaya yang besar pada wilayah tersebut.

Pertunjukkan yang paling terkenal yaitu "Ja Odori," yang juga dikenal sebagai tarian naga atau ular. Saksikan juga festival kereta pawai yang berwarna-warni yang berbentuk seperti kapal-kapal Eropa. Tempat utama Festival Kunchi yaitu Kuil Suwa, beberapa langkah dari halte trem Suwa Jinja-mae.

Tempat lainnya yang juga menarik adalah panggung Otabijo di Nagasaki tengah, tempat pengunjung bisa menemukan kios-kios jalanan, Kuil Yasaka, dan Kokaidomae Plaza. Untuk memaksimalkan parade dan mendapatkan suasana yang baik, cobalah berkeliling di antara semuanya!

  • Tanggal Penyelenggaraan: Tanggal 7 and 10 Oktober (tentatif karena pandemik virus corona)
  • Waktu: 07:00 – 08:00
  • Alamat: Kuil Suwa: Nagasaki, Nagasaki, Kaminishiyamamachi 18-15, Otabijo: Nagasaki, Motofunamachi 10-4, Kuil Yasaka: Nagasaki, Nagasaki, Kajiya 8-53, Plaza Nagasaki Kokaido-mae: Nagasaki, Nagasaki, Uonomachi 4-30
  • Website:  http://nagasaki-kunchi.com/
  • Biaya: gratis

6. Festival Jidai

Festival Jidai

Salah satu dari tiga festival besar Kyoto adalah Jidai Matsuri. Festival ini biasanya diadakan pada 22 Oktober setiap tahunnya. Jidai Matsuri merupakan pawai mikosi atau miniatur kuil yang diikuti oleh prosesi kostum pakaian tradisional Jepang dari tiap zaman.

Festival ini dimulai dari Kyoto Imperial Palace menuju ke Kuil Heian-jingu. Acara dimulai pada siang hari dan berakhir kira-kira pukul 2 atau 3 sore. Pada parade ini pengunjung berkesempatan untuk melihat penduduk lokal dan geiko - geisha milik Kyoto - mengenakan pakaian kuno dari abad ke-8 hingga ke-20.

  • Tanggal Penyelenggaraan: Akhir November
  • Waktu: 07:00 pagi – 04:00 sore
  • Alamat: Heian-jingu Shrine, Kyoto Imperial Palace, 97 Okazaki Nishitennocho, Sakyo Ward, Kyoto, Prefektur Kyoto 606-8341
  • Website: http://www.heianjingu.or.jp/festival/jidaisai.html
  • Biaya: gratis

7. Festival Lentera Onomichi

Festival Lentera Onomichi

Onomichi merupakan kota yang terdaftar sebagai warisan dunia di Laut Pedalaman Seto di Prefektur Hiroshima. Kota ini terkenal sebagai lokasi film klasik Tokyo Story yang disutradarai oleh Yasujiro Ozu. Di kota ini pada tiap musim gugur diadakan Onomichi Akari Matsuri.

Akari berarti cahaya atau lentera. Saat festival, 16 kuil Onomichi dan beberapa lokasi lainnya diterangi oleh lebih dari 30.000 lilin. Festival ini menampilkan kembali kemakmuran Onomichi dan pengunjung bisa merasakan kehangatan Onomichi dan suasana kota melalui cahaya lembut dari lentera.

Gang-gang dan jalan kecil yang menghubungkan kuil dan zona hijau di depan stasiun semuanya menyala dengan lilin. Meskipun festival ini menarik sekitar 150.000 pengunjung setiap tahunnya, organisasinya berskala kecil. Penyelenggaraannya sangat bergantung pada sukarelawan yang membantu.

8. Festival Otsukimi

Festival Otsukimi

Tsukimi atau O-tsukimi meupakan festival melihat bulan yang ditemukan di mana-mana selama musim gugur. Perayaan festival ini dilaksanakan pada tanggal 15 bulan ke delapan pada kalender lunar Jepang. Untuk kalender matahari, festival ini akan dirayakan berbeda tiap tahunnya..

Zaman dahulu kebiasaan utama bagi orang Jepang adalah mempersembahkan korban pada bulan dan merayakan panen selama Festival Pertengahan Musim Gugur. Kebiasaan ini kembali ke era Heian dan sangat populer sehingga banyak yang merayakannya selama beberapa hari setelah bulan purnama.

Tradisi merayakan kebiasaan ini termasuk mendekorasi rumah dengan rumput pampas dan makan mochi tsukimi. Persembahan untuk bulan purnama dilakukan dengan menampilkan ubi dan sake sementara kacang atau chestnut ditawarkan pada bulan purnama.

Saat perayaan ini, motif bulan purnama dengan kelinci sangat populer karena masyarakat Jepang percaya ada kelinci yang hidup di bulan. Semua kuil di seluruh Jepang merayakan Otsukimi, sehingga pengunjung dapat menghadiri di mana saja. Juga banyak rumah teh melakukan upacara minum teh.

9. Festival Aki no Taisai di Kuil Meiji Jingu

Festival Aki no Taisai di Kuil Meiji Jingu

Aki no Taisai atau Festival Musim Gugur Besar, merupakan festival yang merayakan kelahiran Kaisar Meiji. Festival ini dianggap sebagai yang paling penting dari semua acara dan ritual di Kuil Meiji Jingu. Selama festival ini, pengunjung akan dapat menyaksikan seni pertunjukan tradisional Jepang.

Contoh pertunjukan tersebut, seperti Noh, yaitu drama musikal Jepang klasik, Kyogen, yaitu teater komik tradisional Jepang, dan Bugaku, yaitu tarian dan musik istana. Jangan lewatkan acara yabusame, yaitu memanah di atas kuda yang diadakan pada awal November.

10. Festival Shukuba Shinagawa

Festival Shukuba Shinagawa

Pertama kali Festival Shukuba Shinagawa diadakan sekitar 30 tahun yang lalu. Tujuannya adalah untuk meneruskan tradisi dan budaya Shinagawa-juku, yang merupakan pos pertama dari 53 stasiun pos (tempat istirahat dan penginapan) dari jalan raya Tokaido.

Jalan tersebut menghubungkan Nihombashi dengan Kyoto selama periode Edo, yaitu sekitar tahun 1603 - 1868. Selama festival, sekitar 2 km jalan yang tetap mempertahankan aura Edo-nya menjadi tempat pawai orang-orang yang mengenakan pakaian yang mengingatkan kita pada zaman Edo.

Saat festival ini juga ada pertunjukan live drum dan alat musik tiup Jepang yang dilakukan oleh siswa setempat. Pengunjung akan menemukan banyak tempat wisata lainnya di acara tersebut, termasuk stan dan toko yang menjual produk dari seluruh Jepang.

  • Tanggal Penyelenggaraan: Akhir September
  • Waktu: 11:00 siang – 08:00 malam
  • Alamat: Area Stasiun Kitashinagawa - area Stasiun Aomonoyokocho,  1-1-4 Kitashinagawa Shinagawa-ku, Tokyo
  • Website: https://shinagawa-shukuba-matsuri.tokyo/
  • Biaya: gratis

Jepang menawarkan banyak festival di tiap musimnya. Tak hanya festival hanami, beberapa festival lainnya pun menarik untuk diikuti. Contohnya adalah festival-festival di musim gugur yang menyajikan beragam acara yang berhubungan dengan budaya Jepang. Kira-kira saat musim gugur nanti, festival apa yang sangat ingin kamu saksikan dan ikuti?

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram