Keluyuran / Kuliner Bandung / Lapar Saat Belanja? Makan di Foodcourt Pasar Baru, Yuk!

Lapar Saat Belanja? Makan di Foodcourt Pasar Baru, Yuk!

Ditulis oleh - Diperbaharui 24 Oktober 2019

Bukan rahasia lagi kalau Pasar Baru merupakan salah satu tempat belanja baju murah, baik warga asli Bandung maupun pendatang. Tidak hanya dari kota tetangga saja yang suka belanja di Pasar Baru, loh! Acap kali ditemukan turis asal luar pulau seperti Sumatera dan Kalimantan, lalu luar negeri seperti Malaysia dan Brunei yang belanja dalam jumlah banyak. Tujuannya adalah untuk dijual kembali di daerah mereka tinggal.

Waktu tidak akan terasa saat Anda berbelanja, tahu-tahu perut sudah keroncongan dan badan menjadi lemas. Ini tandanya perut Anda perlu diisi makanan lezat dan minuman segar. Tidak perlu pusing mencari makanan di Pasar Baru, tidak perlu repot-repot keluar gedung untuk mencari makanan, karena di dalam gedung Pasar Baru ada Food Court yang bisa Anda sambangi.

Seperti Food Court pada umumnya, FC Pasar Baru ini terdiri dari banyak sekali stall makanan. Tapi, Anda mungkin akan bingung kenapa beberapa stall menawarkan makanan yang sama, karena sebenarnya memang ada stall yang berupa satu restoran, tapi dipecah menjadi beberapa tempat dengan nama yang sama/agak mirip.

Jika ada stall yang menjual menu yang persis sama, Anda tidak usah menebak-nebak stall mana yang paling enak, karena mereka memiliki dapur yang sama saja. Biasanya stall yang merupakan satu kesatuan ini adalah yang menjual makanan khas Sunda.

Namun, ada juga beberapa stall makanan lainnya seperti Baso Bejo (ini mie yamin yang cukup fenomenal di Bandung!), baso tahu, nasi goreng dan mie goreng tek-tek, aneka hot plate, dan masih banyak lagi pilihan makanan lainnya. Mohon maaf karena tim Keluyuran tidak sempat mengabadikan potret stall makanan dan juga tempat duduk di Food Court Pasar Baru.

Tempatnya menurut kami agak crowded, antara satu stall dengan stall sebelah sangat berdekatan. Karena itu pula, aroma makanan (terutama yang dimasak dengan cara dibakar) dapat beradu. Lalu, untuk tempat duduknya, sayang sekali kurang terlalu nyaman. Jika Anda familiar dengan kursi plastik yang biasanya ada di rumah sakit pada zaman dulu, nah, kursi yang tersedia di FC Pasar Baru ini mirip-mirip seperti itu dengan warna oranye.

Lalu, jika Anda orang yang tidak suka dengan suara bising, sebaiknya jangan makan di sini. Kenapa? Karena pegawai Foodcourt-nya sering menawarkan menu-menu andalan mereka dengan suara yang lantang. Tapi, jika Anda tidak ada masalah dengan itu, tentu Anda bisa makan tanpa merasa terganggu.

Menu

Foodcourt Pasar Baru

Pada waktu itu, tim Keluyuran memesan makanan di satu stall (kami lupa nama stall-nya, maaf!). Kami memesan masakan Sunda seperti nasi + ayam goreng + lalab, lalu satu porsi karedok kacang panjang, serta es teh manis. Ternyata, dalam paket nasi dan ayam tersebut sudah termasuk bermacam-macam karedok dan lotek, jadi seharusnya kami tidak memesan karedok kacang panjang lagi (sayang, jadi tidak habis termakan semua!).

Untuk paket nasi dan ayam gorengnya, rasanya tidak terlalu istimewa. Ayamnya agak kecil, “bonus” tahu dan tempenya pun kecil, lalu lalabannya pun tidak terlalu bervariasi. Tapi, kalau Anda merupakan tipe orang yang tidak bisa makan banyak-banyak, porsi paket nasi ayam ini pasti pas buat Anda. (Kalau buat author sendiri sih kurang, untung ada karedok dan kawan-kawan yang bisa lebih mengisi perut, hihi!)

 Foodcourt Pasar Baru

Ini dia penampakan karedok dkk yang sudah termasuk di dalam paket. Dalam satu piring ini Anda akan mendapatkan sambal, karedok campur, genjer tumis, dan sawi tumis. Semua rasanya oke, apalagi karedok campurnya, enak.

 Foodcourt Pasar Baru

Kalau yang di atas ini merupakan karedok kacang panjang yang kami pesan terpisah. Porsinya banyak banget! Waktu itu author makan berdua tapi karedok ini tidak bisa dihabiskan. Mungkin karena dalam paket nasi ayam tadi sudah ada banyak side dish juga, jadi karedok kacang panjang ini tidak termakan habis. Sayang, padahal rasanya enak.

Oh, iya, dari paket nasi dan ayam goreng ini juga sudah termasuk sayur asem, loh! Seger banget, rasanya, makan nasi ditambah sayur asem.

 Foodcourt Pasar Baru

Porsi sayur asemnya pas banget, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu “pelit” juga. Rasanya oke. Ini sayur asem khas Sunda, jadi rasanya agak manis-asam. Berbeda dengan sayur asem khas Betawi yang menggunakan cabai di dalamnya.

Foodcourt Pasar Baru

Terakhir, tim Keluyuran minum es teh sebagai pereda dahaga. Es tehnya enak, tidak pakai pemanis buatan, rasa tehnya juga pas (tidak hambar dan tidak terlalu pahit juga). Waktu itu kebetulan author ditraktir camer (hehe!), jadi tidak tahu harga persisnya untuk semua makanan yang dimakan. Tapi, sewaktu ditanya, kalau tidak salah semua ini harganya Rp 60.000-an. Cukup murah, bukan, untuk porsi makan 2 orang dengan menu lengkap?

Jadi, kalau Anda sedang berbelanja di Pasar Baru dan mendadak terserang rasa lapar, Anda bisa langsung pergi ke lantai teratas gedung Pasar Baru. Selain makanan yang tadi disebutkan di atas, ada juga makanan lainnya seperti gurame bakar/goreng, es kelapa gula jawa, kangkung hot plate, dan aneka makanan tradisional lainnya. Overall rasanya oke, kok, jadi jangan ragu untuk makan di sana, ya!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *