Yuk, Latihan Mendaki di Gunung Burangrang Bandung!

Ditulis oleh Riastri Herliana

Bandung dikelilingi pegunungan yang terdiri dari Pegunungan Malabar, Pegunungan Patuha, dan Pegunungan Sunda Purba. Salah satu dari rangkaian Pegunungan Sunda Purba adalah Gunung Burangrang. Gunung ini terbentuk dari letusan dahsyat Gunung Sunda Purba yang meletus jutaan tahun yang lalu.

Secara administratif, Gunung Burangrang terletak di antara dua kabupaten, yaitu Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Purwakarta. Gunung Burangrang memiliki ketinggian 2.050 meter di atas permukaan laut dan termasuk gunung api mati. Tampak dari kejauhan, Gunung Burangrang terlihat bergerigi dan bergelombang, tepat berada di sebelah Gunung Tangkuban Perahu.

Gunung Burangrang sering merupakan tempat pelatihan Kopassus, serta seringkali dijadikan sebagai tempat untuk pelatihan dan pendidikan dasar komunitas pencinta alam baik dari tingkat sekolah menengah, maupun universitas. Gunung ini bisa didaki oleh pemula maupun professional. Sebelum mendaki Gunung Burangrang, simak informasinya berikut ini!

Spot Menarik

Spot Menarik

* sumber: travelersunhine.wordpress.com

Pendakian ke Gunung Burangrang bisa dibilang susah-susah gampang. Bagi pemula yang belum pernah mendaki Gunung Burangrang sebelumnya, Gunung Burangrang mungkin akan terasa berat jika dibandingkan dengan gunung lain seperti Gunung Manglayang. Namun, karena gunung ini kerap dijadikan tempat Diklatsar, maka pemula pun tetap bisa mendaki gunung ini.

1. Puncak Burangrang

Puncak Burangrang

* sumber: travel.detik.com

Pendakian ke Gunung Burangrang memakan waktu 3 – 4 jam perjalanan dengan jalur naik-turun yang pasti membuatmu lelah. Namun sesampainya di puncak, lelahmu akan terbayar dengan pemandangan Bandung dan Purwakarta dari ketinggian 2.050 meter di atas permukaan laut.

Di Puncak Gunung Burangrang, kamu bisa melihat Situ Lembang dari kejauhan. Puncak yang tidak terlalu luas ini bisa dijadikan sebagai tempat untuk membangun tenda, tetapi tidak disarankan apabila sedang dalam masa libur panjang karena bisa dipastikan pendakian ke Gunung Burangrang akan ramai dan dikhawatirkan tidak cukup lahan untuk camping.

2. Tugu Burangrang

Tugu Burangrang

* sumber: kumparan.com

Di Puncak Gunung Burangrang, terdapat Tugu Burangrang sebagai penanda bahwa kamu sedang berada di puncak dengan ketinggian 2.050 meter di atas permukaan laut. Tak jarang Tugu Burangrang ini menjadi salah satu spot foto bagi pendaki atau peserta pendidikan dan latihan dasar dari komunitas pencinta alam.

3. Situ Lembang

Situ Lembang

* sumber: www.wego.co.id

Sudah tahu kan, kalau di Lembang terdapat sebuah danau purba yang juga terbentuk dari letusan Gunung Sunda Purba? Nah, danau tersebut bisa kamu lihat dengan jelas di Gunung Burangrang. Saat berada di jalur, hingga sampai ke puncak, kamu akan disuguhkan dengan cantiknya Situ Lembang dari kejauhan.

Situ Lembang terletak di tengah-tengah antara Gunung Burangrang dan Gunung Tangkuban Perahu. Jika ingin melihat Situ Lembang dari dekat, maka harus turun gunung terlebih dahulu, kemudian mengarah ke Jalan Situ Lembang. Danau ini terlihat sangat alami dan jernih karena belum banyak tersentuh wisatawan.

4. Curug Layung

Curug Layung

* sumber: destinasiku.com

Selepas melakukan pendakian yang menguras tenaga, tepat rasanya jika agenda selanjutnya adalah mandi di air terjun. Di kaki Gunung Burangrang, terdapat sebuat air terjun yang dikenal dengan nama Curug Layung. Air terjun seluas 11,6 hektar ini mengalir dari ketinggian sekitar 4 meter.


Curug Layung memang tidak setinggi air terjun pada umumnya, tetapi tetap memiliki pesona yang sayang jika dilewatkan. Aliran air di Curug Layung berasal dari mata air alami Gunung Burangrang. Jadi, selepas pendakian, tak ada salahnya untuk menyegarkan tubuh di air terjun kaki gunung ini.

Fasilitas

Fasilitas

Gunung Burangrang adalah salah satu gunung yang populer di Kabupaten Bandung Barat. Gunung ini cocok dijadikan sebagai tempat pemanasan untuk mendaki gunung yang lebih tinggi, seperti Gunung Gede Pangrango, atau Gunung Ciremai. Jalur yang relatif naik-turun ini akan menguatkan otot kaki saat mendaki. Lalu, apa saja sih fasilitas yang bisa didapatkan ketika mendaki Gunung Burangrang?

1. Jalur Pendakian

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Gunung Burangrang memiliki tiga jalur pendakian dengan karakteristik yang berbeda-beda. Ketiga jalur tersebut diantaranya adalah Legok Haji, Komando, dan Pangheotan. Jalur yang paling umum didaki adalah jalur Legok Haji karena memiliki waktu tempuh tercepat dibandingkan dua jalur lainnya.

Jalur Legok Haji terdiri dari tanjakan terjal dimana selama pendakian, jidat bisa bertemu dengan lutut karena terjalnya. Jalur Legok Haji ditempuh dalam waktu lebih singkat tanpa adanya jalur “bonus” atau jalur landai. Sedangkan jalur Komando terdiri dari medan yang lebih variatif, ada yang landai, naik dan terjal, serta naik-turun.

Ada hal yang perlu diperhatikan jika berencana mendaki Gunung Burangrang via Komando. Tempat ini merupakan area latihan bagi Kopassus. Maka kamu harus meminta izin secara resmi kepada Pusdiklat Kopassus, dan pastikan waktu pendakian bukan saat ada pelatihan. Jika izin sulit didapatkan, maka disarankan melalui jalur Legok Haji.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram