7 Istana di Korea Selatan dengan Arsitektur yang Memukau

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 3 September 2021

Walaupun negara Korea Selatan sudah sangat modern dan berkembang cukup pesat, tapi bangunan bersejarah, seperti kuil dan istana masih tetap dipertahankan. Bahkan, bangunan-bangunan ini menjadi objek wisata terkenal karena dipelihara dengan baik. 

Istana-istana di Korea Selatan ini masih tetap menarik hingga sekarang karena arsitekturnya memukau. Dilatari dengan alam yang indah, istana-istana ini semakin memukau sehingga membuat orang tertarik untuk berkunjung. Nah, berikut ini adalah 7 istana di Korea Selatan yang terkenal.

1. Gyeongbokgung

Gyeongbokgung
  • Alamat: 03045 161, Sajik-ro, Jongno-gu, Seoul
  • Jam buka: 09:00 - 17:00
  • HTM: Dewasa (usia 19-64): 3.000 won , Anak-anak (usia 7-18): 1,500 won
  • Telepon: +82-2-3700-3900
  • Website: www.royalpalace.go.kr (Bahasa Korea, Inggris)

Dibangun selama Dinasti Joseon, istana Gyeongbokgung merupakan istana kerajaan yang pertama dan terbesar. Istana Gyeongbokgung dibangun pada tahun 1395 dan berada di Seoul, jantung ibu kota yang dulu dikenal sebagai Hanyang, yang mewakili kedaulatan Dinasti Joseon.

Sebagai istana terbesar di antara istana-istana lain yang berada di Seoul, Gyeongbokgung merupakan istana utama Dinasti Joseon. Banyak waktu dan upaya yang sudah diinvestasikan oleh Pemerintah Korea untuk membangun kembali, merestorasi dan memelihara istana untuk generasi saat ini dan seterusnya. Istana ini sempat hancur pada masa pendudukan Jepang.

Pengunjung istana ini bisa mengunjungi tempat menarik lainnya, yaitu Museum Istana Nasional Korea dan Museum Rakyat Nasional Korea yang berada di halaman istana.

2. Changdeokgung

 Changdeokgung
  • Alamat: 99, Yulgok-ro, Jongno-gu, Seoul
  • Jam buka: 09.00-18.00, Tutup: Senin
  • HTM: (Orang Asing) Dewasa (usia 19-64) 3.000 won, Anak-anak (usia 7-18) 1.500 won
  • Telepon: +82 2-762-8261
  • Website: www.cdg.go.kr (Bahasa Korea, Inggris)

Changdeokgung merupakan istana tertua kedua di Seoul dan dari tahun 1592 – 1868 sempat jadi istana utama. Istana ini adalah satu-satunya istana yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Karena istana ini memiliki beberapa struktur bangunan tua yang masih ada hingga sekarang juga cara istana ini dirancang supaya selaras dengan lingkungannya maka masuk dalam Daftar UNESCO.

Dikenal juga sebagai Donggwol atau Istana Timur, Changdeokgung terletak di sisi timur Istana Gyeongbokgung. Istana di Seoul ini rumah bagi pemerintahan dinasti Joseon selama sekitar 270 tahun. Changdeokgung merupakan tempat tinggal yang disukai oleh banyak raja Dinasti Joseon.

Huwon atau the Secret Garden bukan hanya sebuah taman yang indah, tapi lebih seperti seluruh kompleks istana tambahan dengan bermacam bangunan serta paviliun yang berdiri di lingkungan lanskap yang indah. 

3. Deoksugung

Deoksugung
  • Alamat: 99, Sejong-daero, Jung-gu, Seoul (서울특별시 세종대로 99)
  • Jam buka: 09:00-21:00, tutup hari Senin
  • HTM: (Orang Asing) Dewasa (usia 19-64) 1.000 won, Anak-anak (usia 7-18) 500 won
  • Telepon: +82 2-771-9951
  • Website: www.deoksugung.go.kr (Bahasa Korea, Inggris)

Deoksugung yang berarti Istana Panjang Umur yang Berbudi luhur merupakan salah satu dari lima istana di Kota Seoul yang dibangun pada dinasti Joseon. Istana ini merupakan satu-satunya yang bisa dikunjungi saat malam hari untuk menyaksikan bangunan-bangunan istana yang diterangi cahaya.

Pada tahun 1593, Deoksugung pertama kali berfungsi sebagai istana saat Raja Seonjo pindah sesudah semua istana Seoul yang lain dihancurkan ketika invasi Jepang. Walaupun dua raja dimahkotai di sini, dari tahun 1615 hingga 1897 Deoksugung menjadi istana sekunder saat Raja Gojong pindah sesudah meninggalkan kedutaan Rusia yang berada di dekatnya.

Dulunya Istana ini berukuran tiga kali lebih besar dibandingkan ukurannya yang sekarang. Namun demikian, istana ini masih mempunyai taman dan kolam kecil di tengah bunga rampai. Junghwajeon, yang merupakan aula tahta utama istana, dipakai untuk acara-acara seremonial semisal penobatan. Aula ini memiliki hiasan naga dan mempunyai bingkai jendela emas.

Di belakangnya terdapat Seokjojeon bergaya neoklasik yang megah. Bangunan yang selesai pada tahun 1910 ini merupakan hasil rancangan dari arsitek Inggris yang bernama GR Harding. Sekarang aula ini merupakan rumah bagi Daehan Empire History Museum yang memperlihatkan interior mewah mansion tersebut.

Sementara itu sayap barat yang tak kalah megahnya dirancang pada tahun 1938 oleh arsitek Jepang. Saat ini berubah jadi MMCA Deoksugung yang memiliki koleksi seni kontemporer permanen dan sementara.

Upacara pergantian penjaga yang dilakukan di gerbang utama istana menjadi hiburan bagi pengunjung. Pergantian ini dilakukan pada pukul 11:00, 14:00 dan 15:30.

4. Changgyeonggung

Changgyeonggung
  • Alamat: 185, Changgyeonggung-ro, Jongno-gu, Seoul (서울특별시 창경궁로 185)
  • Jam buka: 09.00-17.00, Tutup: hari Senin
  • HTM: (Orang Asing) Dewasa (usia 19-64) 1.000 won, Anak-anak (usia 7-18) 500 won
  • Telepon: +82 2-762-4868
  • Website: cgg.cha.go.kr (Bahasa Korea, Inggris, Jepang, Cina)

Berada di sebelah istana Changdeokgung, Changgyeonggung merupakan istana di Korea Selatan yang berada di Kota Seoul.  Walaupun istana ini tak seterkenal tetangganya yang terletak di barat, istana Changgyeonggung mempunyai banyak hal yang menarik. Istana ini merupakan satu-satunya istana yang berada di Seoul yang memiliki bangunan yang dibuat sebelum abad ke-20.

Sejarah dari istana ini menjadi hal yang menarik untuk digali. Dahulu istana asli Dinasti Koryo abad ke-12 pernah berdiri di tempat yang sekarang menjadi lokasi untuk istana Changgyeonggung. Pada akhir abad ke-15 kemudian istana ini mendapatkan perbaikan. Sebagai hadiah untuk ayahnya, Raja Taejong yang turun tahta, Raja Sejong merenovasi istana ini pada tahun 1483.

Istana Changgyeonggung selama bertahun-tahun lebih sering digunakan sebagai tempat tinggal kerajaan. Changgyeonggung sering disebut sebagai rumah oleh tatu, kerabat, juga gundik dari Raja Joseon. Sayangnya, istana-istana di Korea Selatan banyak yang dihancurkan oleh Jepang pada awal abad ke-20 dan mengubahnya jadi kebun binatang dan kebun raya.

Setelah berhasil membebaskan diri dari penjajahan Jepang di tahun 1983, Changgyeonggung pun kembali lagi menjadi istana. Untuk mengembalikan lagi kejayaannya, maka dilakukanlah serangkaian restorasi oleh pemerintah Korea Selatan.

Waktu yang tepat untuk mengunjungi istana Changgyeonggung adalah musim semi atau musim gugur. Kedua musim ini merupakan waktu terbaik untuk mengunjungi Kota Seoul. Di musim semi, wisatawan bisa melihat bunga sakura mekar atau dalam bahasa Koreanya dikenal dengan nama “beotkkot.” Dan di musim gugur, wisatawan akan menikmati warna musim gugur yang menyala-nyala.

5. Gyeonghuigung

Gyeonghuigung

Karena lokasinya di dalam kota, awalnya Gyeonghuigung disebut sebagai istana besar dengan Gerbang Saemun atau Istana Barat. Barulah di sekitar tahun 1616 atau pada tahun kedelapan berkuasanya Pangeran Gwanghae, istana ini difungsikan sebagai tempat tinggal kerajaan bagi raja. Kemudian namanya diubah jadi istana Gyeongdeokgung.

Pada tahun 1760 nama istana ini diubah lagi jadi istana Gyeonghuigung sampai saat ini. Istana ini memiliki banyak aula. Sayangnya, semuanya habis terbakar pada tahun 1829. Saat Jepang mulai menduduki negara ini, semua bangunan yang tersisa di istana ini dirobohkan dan halaman istana diubah jadi Sekolah Menengah Gyeongseong yang saat ini namanya adalah Sekolah Menengah Seoul.

Pada tahun 1987 sekolah pindah ke daerah Gangnam, kemudian lokasi sebelumnya diubah jadi taman.  Saat ini halaman istana menjadi Museum Seni Seoul serta jalur pejalan kaki. Pada November 1994, restorasi Gerbang Heunghwamun―yaitu gerbang utama istana―serta Aula Sungjeongjeon―yang merupakan aula utama―akhirnya selesai.

6. Gyeongju Donggung dan Wolji Pond

 Gyeongju Donggung dan Wolji Pond

Istana Donggung serta Wolji Pond yang berada di Gyeongju dipakai oleh putra mahkota dari Kerajaan Silla sebagai istana sekunder. Fungsi istana ini juga sebagai tempat perjamuan untuk acara-acara kenegaraan yang penting juga pengunjung penting. Pada tahun 674 di era pemerintahan Raja Munmu dibuatlah Wolji Pond atau Kolam Wolji.

Terdapat tiga pulau kecil di Wolji Pond serta lanskap 12 bukit kecil di timur laut. Ketika Kerajaan Silla jatuh, tempat ini ditinggalkan dan dilupakan. Dari periode Goryeo serta Joseon dan seterusnya, Wolji disebut dengan "Anapji.”

Pecahan tembikar yang memiliki huruf bertuliskan “Wolji”, yang artinya kolam yang memantulkan bulan, ditemukan pada 1980-an. Penemuan itu menunjukkan nama asli dari kolam ini. Sesudah penemuan itu, sekarang tempat tersebut berganti nama jadi Donggung dan Kolam Wolji Pond.

7. Unhyeongung

Unhyeongung
  • Alamat: 464 Samil-daero, Unni-dong, Jongno-gu, Seoul
  • Jam buka: 09.00 – 19.00
  • HTM: Gratis
  • Telepon: +82 2-766-9090
  • Website: https://www.unhyeongung.or.kr/

Istana Unhyeongung walaupun tak mempunyai label sebagai istana “megah”, namun memiliki tempat penting dalam sejarah Seoul juga Korea. Istana kecil ini merupakan bekas kediaman Pangeran Heungseon atau Heungseon Daewongun.

Putra sang pangeran, yaitu Gojong, merupakan raja terakhir Joseon dan kaisar Korea pertama. Raja Gojong lahir dan tinggal di Unhyeongung sampai naik tahta pada usia 12 tahun. Bangunan ini dulu juga hancur saat pendudukan Jepang. Istana yang sekarang merupakan hasil rekonstruksi. Sekarang istana Unhyeongung jadi pusat kegiatan budaya.

Korea Selatan sepertinya tak kehabisan objek untuk jadi destinasi wisata, dari mulai agensi Kpop, lokasi syuting drakor, situs religi sampai bangunan bersejarah seperti istana. Istana-istana di Korea ini jadi salah satu daya tarik utama wisata Korea.

Oh ya, istana-istana tersebut juga sering dijadikan lokasi syuting drama Korea yang ber-setting zaman kerajaan. Maka tak heran jika istana-istana di Korea ini tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan. Tertarik untuk berkunjung ke istana-istana ini?

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram