Yuk, Coba 10 Jalur Gowes di Bandung Raya yang Menantang

Ditulis oleh Siti Hasanah

Bandung yang dikenal dengan udara sejuknya menjadi destinasi wisata belanja juga kuliner favorit dari wisatawan luar kota. Tetapi selain wisata belanja dan kuliner, Bandung juga menawarkan wisata gowes yang menarik dan juga menantang untuk orang-orang yang senang dengan kegiatan petualang yang memacu adrenalin.

Selain jalurnya yang menantang, jalur-jalur gowesnya juga menawarkan keindahan alam yang memesona. Kontur dari daerah Bandung Raya yang dikeliling gunung-gunung menjadikan jalur gowesnya menarik untuk dicoba.

Berikut ini beberapa jalur gowes di Bandung yang mesti kamu jajal dengan tanjakan dan turunan yang penuh tantangan.

1. Jalur Palintang

Palintang merupakan sebuah kampung yang berada di Desa Cipanjapu Bandung. Jalur Palintang adalah jalur pesepeda untuk yang  senang dengan gowes offroad. Tempat tujuan utama dari jalur ini adalah Puncak Palintang  yang berada di ketinggian 1.550 mdpl. Puncaknya tersebut biasanya ditempuh dengan dua cara oleh para pesepeda.

Bagi pesepeda yang senang dengan tanjakan, dapat menggenjot sepedanya dari Alun-alun Ujungberung hingga menuju puncaknya.

Tetapi jika senang dengan kegiatan down hill, pesepeda dapat membawa sepedanya dengan truk menuju puncaknya lalu mulai menuruni jalurnya. Jarak tempuh menuju puncaknya diperkirakan sekitar 8 km.

Bonus dari jalur Palintang adalah pemandangan yang indah sepanjang perjalanannya. Pesepeda dapat melihat Kota Bandung dari ketinggian. Jajaran pepohonan kina memberikan udara yang sejuk disaat pesepeda menuruni atau juga menaiki tanjakan dari jalur Palintang ini.

2. Jalur Warban

Jalur Warban

Warban sendiri merupakan singkatan dari warung bandrek, yang menjadi tujuan utama dari para pesepeda beristirahat.

Jalur Warban merupakan jalur tanjakan yang membutuhkan kondisi yang prima dari para pesepeda. Hal itu dikarenakan tanjakannya dianggap cukup sulit oleh para pesepeda sehingga mendapatkan julukan sebagai tanjakan “putus asa”.

Jika kamu mau menjajal jalur Warban pastikan kondisi sepeda dalam keadaan baik, selain dari kondisi tubuh yang fit. Waktu yang terbaik menjajal jalur ini adalah di pagi hari, karena udaranya terasa amat segar dan juga jalanan masih sepi.

Awal jalur ini di mulai dari Taman Hutan Raya Ir. H, Juanda, yang kemudian akan dilanjutkan dengan beberapa tanjakan yang menguras tenaga.

3. Jalur Jayagiri Lembang

Jalur sepeda Jayagiri cocok untuk orang yang senang dengan kegiatan offroad atau juga down hill. Jalur ini banyak direkomendasikan untuk pesepeda pemula yang ingin belajar trek down hill.

Bagi para pesepeda pemula yang ingin menjajal jalur Jayagiri, disarankan untuk mengenakan body protector untuk keselamatan dikarenakan banyaknya akar pohon  yang melintang pada jalur ini.

Bonus dari jalur down hill Jayagiri adalah alam sekitarnya yang indah. Ada jajaran pohon-pohon pinus yang menghasilkan udara yang segar dan pemandangan asri yang menyegarkan mata.

Jalur menuju Jayagiri merupakan jalur tanah merah yang kanan kirinya terdapat rindangnya pepohonan yang membuat kegiatan bersepeda semakin menyenangkan.

4. Jalur Oray Tapa

Jalur Oray Tapa berada di Desa mekar Manik Kecamatan Cimenyan daerah Bandung Timur. Oray Tapa sendiri merupakan sebuah objek wisata alam yang lokasinya biasa digunakan untuk kegiatan berkemah.

Selain berkemah, jalur Oray Tapa merupakan jalur yang biasa digunakan untuk kegiatan memacu adrenalin berupa bersepeda, motorcross, dan offroad mobil.

Seperti namanya Oray Tapa yang berarti ular yang bertapa, jalurnya meliuk-liuk yang tampak seperti seekor ular. Jalur Oray Tapa juga termasuk jalur tanjakan yang tidak terlalu curam seperti jalur lainnya.

Jalur Oray Tapa ditandai dengan banyaknya pohon cemara di sekeliling. Tugu Infanteri biasanya merupakan tujuan akhir yang dicari pesepeda saat menjelajahi jalur Oray Tapa.

Baca juga: Inilah 10 Toko Sepeda yang Recommended di Kota Bandung

5. Jalur J2C Tamiya

Mengapa disebut sebagai jalur Tamiya, hal itu dikarenakan jalur yang dimilikinya mirip dengan trek mobil mainan Tamiya.

Jalur Tamiya mulai dari sebuah jalan kampung yang lantas melalui sebuah jalur perkebunan sayuran yang sebagian besar adalah jalur turunan yang meliuk-liuk. Pesepeda harus tetap waspada walaupun tanpa rintangan terkadang ada turunan yang cukup tajam.

Setelah melewati jalur Tamiya para pesepeda akan melewati jalur J2C. J2C merupakan singkatan dari Jalur Jalan Cai yang artinya jalur jalan air. Awalnya jalur ini merupakan saluran irigasi yang sudah tidak terpakai berupa cekungan di tanah yang kemudian dijadikan jalur sepeda. Jalur J2C sendiri berada di sekitar daerah Padasuka.

6. Jalur Caringin Tilu (CARTIL)

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram