12 Jenis Bubur di Asia yang Populer dan Banyak Digemari

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 30 Juli 2021

Bubur merupakan salah satu menu makanan yang dikenal oleh orang dari beragam negara. Makanan ini dikatakan berasal dari Tiongkok, namun negara lain di Asia juga punya jenis bubur versinya sendiri. Mau tahu apa saja jenis bubur di Asia yang populer? Simak ulasannya berikut ini.

1. Bubur Ayam, Indonesia

Bubur Ayam_

Jenis bubur ayam di Asia versi Indonesia yang sudah sangat terkenal adalah bubur ayam. Bubur nasi kental yang diberi topping suwir ayam, kacang kedelai, irisan telur rebus, jeroan, bawang goreng, kerupuk, dan seledri ini biasa disantap untuk sarapan.

Proses pembuatan bubur ayam dimulai dengan merebus ayam dan kaldu yang sama biasanya digunakan untuk memasak nasi hingga menjadi kental. Sebelum disajikan, bubur ayam biasanya diberi kecap atau bumbu lainnya.

Berbeda dengan masakan tradisional Indonesia lainnya, bubur ayam ini tidak terlalu pedas, namun sambalnya yang pedas bisa disajikan sebagai pendamping, jika diinginkan. Bubur ayam adalah salah satu jenis jajanan kaki lima yang paling umum di Indonesia.

2. Upma, India Selatan

Upma_

Upma merupakan hidangan India sehat yang dibuat dengan semolina kering atau tepung beras, dimasak menjadi bubur kental. Umumnya upma disajikan panas untuk sarapan.

Rasanya agak hambar sehingga upma diberi berbagai kacang-kacangan dan rempah-rempah seperti kunyit dan cabai biasanya ditambahkan ke hidangan untuk meningkatkan cita rasanya.

Upma berasal dari India Selatan, dan sekarang banyak ditemukan di seluruh India. Dikatakan bahwa tidak ada upma yang sama, karena setiap juru masak India Selatan akan membuatnya berbeda.

Upma juga memiliki banyak variasi, seperti upma yang diolah dengan kelapa parut sebagai pengganti bawang, atau upma dengan jagung dan susu.

3. Bubur Lambuk, Malaysia

Bubur Lambuk_

Orang Malaysia lebih senang berbuka puasa dengan makanan yang manis dan lembut yang tidak akan membuat perut mereka tegang. Jadi umumnya mereka menyiapkan bubur lambuk, yaitu hidangan yang secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai bubur yang tersebar.

Ini mengacu pada fakta bahwa bubur ini dibuat dengan memasukkan bahan-bahan ke dalam sebuah panci. Selama bulan suci Ramadhan di sebagian besar masjid, bubur ini diberikan kepada orang-orang secara gratis.

Bubur biasanya dibuat dengan daging udang, bawang merah, bawang putih, daun pandan, minyak kelapa, dan tujuh bumbu: cengkeh, kapulaga, lada hitam, adas manis, kayu manis, fenugreek, dan adas bintang.

4. Congee, Tiongkok

Congee_

Jenis bubur dari Asia lainnya yaitu congee yang juga sering disebut sebagai 'bubur yang akan mengubah sarapan'. Congee adalah sejenis bubur nasi Tiongkok yang cukup populer di banyak negara Asia.

Biasanya bubur ini merupakan hidangan sarapan, tapi banyak orang juga menghidangkannya sebagai hidangan utama ketika makan siang atau makan malam dengan sela-sela yang bervariasi seperti sayuran atau protein.

Congee juga dikenal dengan nama lainnya seperti rice gruel, jook, atau khao tom moo dan biasanya dibuat dengan merebus nasi putih dalam air panas sampai butiran nasi terurai.

Kata congee berasal dari kata Tamil, kanji, yang dulunya merupakan makanan favorit orang-orang Tamil kuno yang sebagian besar tinggal di India Kuno. Congee variasi Inggris diyakini berasal dari pedagang Portugis.

Sesudah nasi menjadi seperti bubur, banyak pilihan cara untuk menyajikannya, seperti dengan memberikan berbagai topping dan bahan favorit kesukaan tiap orang.

Banyak orang menjadi kreatif dan sering memasangkan congee dengan hal-hal seperti lada putih, kacang tanah, daun bawang, kecap, dan telur rebus. Di Tiongkok, misalnya, congee sering dihidangkan dengan telur bebek asin, selada, pasta dace, rebung dan acar tahu.

5. Aseeda, Yaman

Aseeda_

Aseeda atau asida adalah adonan lembut dan berwarna pucat yang terdiri dari tepung, yogurt, air, garam dan minyak bunga matahari yang kemudian diisi dengan kaldu ayam yang kental di atasnya.

Hidangan ini terdiri dari ayam yang dimasak, bawang merah, merica, air, garam, bawang putih, jintan, kapulaga, dan ketumbar. Adonan gandum dan kaldu disajikan panas, dan biasanya hidangan ini disantap tanpa peralatan apa pun.

Dengan hanya menggunakan satu jari, aseeda disantap dari satu mangkuk dan dibagikan secara komunal. Ketika menyiapkan aseeda harus berhati-hati dan mengaduknya terus-menerus supaya tidak timbul gumpalan.

Resep paling awal hidangan ini salah satunya ditulis pada abad ke-13, dan sekarang aseeda disantap baik untuk sarapan, makan malam atau selama upacara perayaan tradisional seperti aqiqah, yaitu perayaan memotong rambut bayi tujuh hari setelah kelahirannya.

6. Chok, Thailand

Chok_

Chok adalah bubur tradisional Tiongkok versi Thailand. Hidangan ini sejenis bubur nasi. Chok biasanya disiapkan dengan nasi melati rebus yang dimasak dengan kaldu ayam atau kaldu babi, air sampai hidangan menjadi sangat kental.

Suwiran ayam, bakso babi, irisan ati, ikan, atau udang, dan telur rebus menjadi pelengkap khas hidangan nasi ini. Chok Thailand biasanya dibumbui dengan kecap ikan, lada putih, bawang putih, cuka, dan kecap.

Sarapan pokok ini hangat dan mengenyangkan. Biasanya chok disajikan dengan donat Thailand di sampingnya, ditaburi jahe, bawang putih goreng, daun bawang, dan daun ketumbar cincang segar. Chok dijual di warung pinggir jalan di seluruh negeri, tapi bisa juga dinikmati di restoran tertentu.

7. Juk, Korea

Juk_

Juk merupakan olahan bubur di Asia yang berasal dari Korea. Bubur nasi gurih Korea ini tersedia dalam berbagai bentuk. Butir beras bisa ditumbuk seluruhnya, ditumbuk sebagian, atau dibiarkan utuh, untuk menghasilkan berbagai tekstur. Tambahan untuk juk bisa berupa apa saja mulai dari daging sapi atau ayam sampai abalon, jujube, labu, kacang-kacangan, dan banyak lagi.

Umumnya rasa juk ringan dan teksturnya lembut menjadikannya jenis comfort food yang ideal untuk makanan orang sakit, orang tua, dan bayi. Namun tidak terbatas pada kelompok-kelompok itu saja. Siapa saja boleh menikmati semangkuk juk hangat dan lezat kapan saja.

8. Okayu, Jepang

Okayu_

Bubur Jepang ini disebut okayu yang setara dengan sup ayam saat sakit, obat yang umum untuk masuk angin dan demam. Okayu merupakan hidangan sederhana yang terdiri dari nasi lembut dan air yang mudah dicerna. Untuk meningkatkan cita rasa bubur, nasi dimasak dengan kaldu dashi atau miso.

Dibandingkan bubur beras di negara lain, okayu jauh lebih kental karena rasio air dan berasnya 1 banding 5. Umumnya bubur gaya Kanton adalah 1 banding 12. Untuk membuat okayu polos bahannya adalah ayam, salmon, telur, dan sayuran seperti lobak dapat ditambahkan jika diinginkan.

Terkadang okayu dimasak dengan kaldu, bukan air untuk menambah rasa, tetapi cukup nyaman dan dibuat hanya dengan beberapa pilihan topping, seperti daun bawang, biji wijen, dan umeboshi yaitu acar aprikot atau plum.

Karena rasanya yang lembut dan ringan, terkadang okayu dikonsumsi untuk sarapan, dan beberapa restoran hotel bahkan menyajikannya sebagai bagian dari sarapan prasmanan. Karena ada rasio air dan nasi yang jauh lebih besar, maka okayu sering dijadikan makanan diet penurun berat badan.

9. Cháo Long, Vietnam

Chao-Long_

Cháo long seringkali disamakan dengan congee atau porridge (bubur ala barat). Ini adalah jenis bubur di Asia yang berasal dari Vietnam. Hidangan ini merupakan hasil penggabungan antara nasi, kaldu tulang babi, dan beragam jeroan babi seperti ginjal, hati, usus, limpa, atau hati.

Cháo long ini selalu disajikan hangat, dengan irisan jeroan dan biasanya potongan quẩy, yaitu adonan goreng juga daun bawang dan cabai.

Sementara di bagian sisinya diberi topping berupa tauge, jeruk nipis, sayuran segar dan bumbu, kecap ikan, dan jahe. Pilihan lainnya bisa bisa ditambahkan berupa dadu darah beku. Cháo long merupakan hidangan hangat dan terjangkau yang dinikmati di seluruh negeri.

10. Arroz Caldo, Filipina

Arroz-Caldo_

Arroz caldo merupakan jenis bubur Filipina. Hidangan ini adalah bubur nasi kental yang ada di mana-mana di banyak negara Asia. Jenis bubur ini juga ditemukan di Filipina.

Diberi tambahan ayam, biasanya arroz caldo dimasak dalam kuah kaldu jahe dan disajikan bersama bermacam pendamping dan bumbu. Walaupun bubur aslinya berasal dari Tiongkok, varian khusus ini diyakini telah dikembangkan dan disesuaikan dengan selera masyarakat Spanyol saat itu.

Mereka hadir di negara Filipina selama masa kolonial. Hidangan nasi yang menenangkan ini biasanya dinikmati sebagai sarapan yang mengenyangkan atau santapan siang yang memuaskan.

11. Dhindo, Nepal

Dhindo_

Dhindo merupakan bubur Nepal kental yang dibuat dengan memasak millet bubuk atau tepung jagung. Hidangan ini secara tradisional dimasak dalam taapke atau panci besi. Hidangan ini banyak dikonsumsi di daerah pegunungan di mana gandum dan beras sulit ditanam.

Sering kali bubur dipasangkan dengan yogurt, acar, sayuran kari, atau mentega buatan sendiri. Dianjurkan untuk mengkonsumsinya sesegera mungkin karena saat dingin akan mengeras.

12. Harees, Arab Saudi

Harees_

Sepiring harees adalah makanan pokok selama bulan Ramadhan di banyak negara Timur Tengah. Makanan ini menggabungkan gandum kasar dan daging. Hidangan yang berusia berabad-abad ini mungkin berasal dari Arab Saudi, tetapi telah menyebar ke seluruh Timur Tengah dan India.

Banyak negara di daerah Timur Tengah yang menciptakan varian unik dengan menggunakan bahan-bahan asli dan memberi nama lokal pada hidangan tersebut. Biasanya di negara Timur Tengah, harees diolah dengan tepung gandum kasar yang dicampur dengan air, mentega, dan daging.

Harees kemudian dibiarkan terendam semalaman. Cairan berlebih akan ditiriskan, dan semua bahan tercampur rata untuk membuat campuran yang sedikit elastis yang terlihat seperti bubur kental. Umumnya harees menggunakan daging ayam dan domba tapi ada juga yang memakai kambing.

Rempah-rempah yang digunakan beragam tergantung daerahnya, seperti kapulaga, kayu manis, dan jintan biasa digunakan di negara-negara Arab. Sementara di Lebanon menggunakan bawang putih dan minyak zaitun. Di India memakai cabai dan kunyit.

Itulah beragam jenis bubur di Asia yang sebagian asalnya dari makanan Tiongkok bernama congee. Beragam bubur itu diberi bumbu yang menyesuaikan dengan daerah tempat makanan itu dibuat. Tertarik untuk mencicipi bubur negara lain?

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram