12 Jenis Bubur di Asia yang Populer dan Banyak Digemari

Ditulis oleh Siti Hasanah

Bubur merupakan salah satu menu makanan yang dikenal oleh orang dari beragam negara. Makanan ini dikatakan berasal dari Tiongkok, namun negara lain di Asia juga punya jenis bubur versinya sendiri. Mau tahu apa saja jenis bubur di Asia yang populer? Simak ulasannya berikut ini.

1. Bubur Ayam, Indonesia

Bubur Ayam_

Jenis bubur ayam di Asia versi Indonesia yang sudah sangat terkenal adalah bubur ayam. Bubur nasi kental yang diberi topping suwir ayam, kacang kedelai, irisan telur rebus, jeroan, bawang goreng, kerupuk, dan seledri ini biasa disantap untuk sarapan.

Proses pembuatan bubur ayam dimulai dengan merebus ayam dan kaldu yang sama biasanya digunakan untuk memasak nasi hingga menjadi kental. Sebelum disajikan, bubur ayam biasanya diberi kecap atau bumbu lainnya.

Berbeda dengan masakan tradisional Indonesia lainnya, bubur ayam ini tidak terlalu pedas, namun sambalnya yang pedas bisa disajikan sebagai pendamping, jika diinginkan. Bubur ayam adalah salah satu jenis jajanan kaki lima yang paling umum di Indonesia.

2. Upma, India Selatan

Upma_

Upma merupakan hidangan India sehat yang dibuat dengan semolina kering atau tepung beras, dimasak menjadi bubur kental. Umumnya upma disajikan panas untuk sarapan.

Rasanya agak hambar sehingga upma diberi berbagai kacang-kacangan dan rempah-rempah seperti kunyit dan cabai biasanya ditambahkan ke hidangan untuk meningkatkan cita rasanya.

Upma berasal dari India Selatan, dan sekarang banyak ditemukan di seluruh India. Dikatakan bahwa tidak ada upma yang sama, karena setiap juru masak India Selatan akan membuatnya berbeda.

Upma juga memiliki banyak variasi, seperti upma yang diolah dengan kelapa parut sebagai pengganti bawang, atau upma dengan jagung dan susu.

3. Bubur Lambuk, Malaysia

Bubur Lambuk_

Orang Malaysia lebih senang berbuka puasa dengan makanan yang manis dan lembut yang tidak akan membuat perut mereka tegang. Jadi umumnya mereka menyiapkan bubur lambuk, yaitu hidangan yang secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai bubur yang tersebar.

Ini mengacu pada fakta bahwa bubur ini dibuat dengan memasukkan bahan-bahan ke dalam sebuah panci. Selama bulan suci Ramadhan di sebagian besar masjid, bubur ini diberikan kepada orang-orang secara gratis.


Bubur biasanya dibuat dengan daging udang, bawang merah, bawang putih, daun pandan, minyak kelapa, dan tujuh bumbu: cengkeh, kapulaga, lada hitam, adas manis, kayu manis, fenugreek, dan adas bintang.

4. Congee, Tiongkok

Congee_

Jenis bubur dari Asia lainnya yaitu congee yang juga sering disebut sebagai 'bubur yang akan mengubah sarapan'. Congee adalah sejenis bubur nasi Tiongkok yang cukup populer di banyak negara Asia.

Biasanya bubur ini merupakan hidangan sarapan, tapi banyak orang juga menghidangkannya sebagai hidangan utama ketika makan siang atau makan malam dengan sela-sela yang bervariasi seperti sayuran atau protein.

Congee juga dikenal dengan nama lainnya seperti rice gruel, jook, atau khao tom moo dan biasanya dibuat dengan merebus nasi putih dalam air panas sampai butiran nasi terurai.

Kata congee berasal dari kata Tamil, kanji, yang dulunya merupakan makanan favorit orang-orang Tamil kuno yang sebagian besar tinggal di India Kuno. Congee variasi Inggris diyakini berasal dari pedagang Portugis.

Sesudah nasi menjadi seperti bubur, banyak pilihan cara untuk menyajikannya, seperti dengan memberikan berbagai topping dan bahan favorit kesukaan tiap orang.

Banyak orang menjadi kreatif dan sering memasangkan congee dengan hal-hal seperti lada putih, kacang tanah, daun bawang, kecap, dan telur rebus. Di Tiongkok, misalnya, congee sering dihidangkan dengan telur bebek asin, selada, pasta dace, rebung dan acar tahu.

5. Aseeda, Yaman

Aseeda_

Aseeda atau asida adalah adonan lembut dan berwarna pucat yang terdiri dari tepung, yogurt, air, garam dan minyak bunga matahari yang kemudian diisi dengan kaldu ayam yang kental di atasnya.

Hidangan ini terdiri dari ayam yang dimasak, bawang merah, merica, air, garam, bawang putih, jintan, kapulaga, dan ketumbar. Adonan gandum dan kaldu disajikan panas, dan biasanya hidangan ini disantap tanpa peralatan apa pun.

Dengan hanya menggunakan satu jari, aseeda disantap dari satu mangkuk dan dibagikan secara komunal. Ketika menyiapkan aseeda harus berhati-hati dan mengaduknya terus-menerus supaya tidak timbul gumpalan.

Resep paling awal hidangan ini salah satunya ditulis pada abad ke-13, dan sekarang aseeda disantap baik untuk sarapan, makan malam atau selama upacara perayaan tradisional seperti aqiqah, yaitu perayaan memotong rambut bayi tujuh hari setelah kelahirannya.

6. Chok, Thailand

Chok_

Chok adalah bubur tradisional Tiongkok versi Thailand. Hidangan ini sejenis bubur nasi. Chok biasanya disiapkan dengan nasi melati rebus yang dimasak dengan kaldu ayam atau kaldu babi, air sampai hidangan menjadi sangat kental.

Suwiran ayam, bakso babi, irisan ati, ikan, atau udang, dan telur rebus menjadi pelengkap khas hidangan nasi ini. Chok Thailand biasanya dibumbui dengan kecap ikan, lada putih, bawang putih, cuka, dan kecap.

Sarapan pokok ini hangat dan mengenyangkan. Biasanya chok disajikan dengan donat Thailand di sampingnya, ditaburi jahe, bawang putih goreng, daun bawang, dan daun ketumbar cincang segar. Chok dijual di warung pinggir jalan di seluruh negeri, tapi bisa juga dinikmati di restoran tertentu.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram