10 Jenis Mochi Jepang yang Paling Enak dan Populer

Ditulis oleh Siti Nuryati - Diperbaharui 27 Juli 2021

Mochi menjadi mendunia ketika ada retailer yang menjual es krim mochi, dan toko-toko kecil pun kini bermunculan yang menjual camilan Jepang ini di seluruh dunia. Sebenarnya apa sih mochi itu?

Definisi dasar dari "mochi" yaitu kue beras ketan yang dibuat dengan beras ketan yang disebut mochigome. Umumnya mochi dibuat dengan menumbuk nasi yang dikukus dengan usu dan kine (lesung dan alu).

Untuk melakukannya dibutuhkan dua orang, jadi biasanya hanya dilakukan untuk acara-acara perayaan. Jenis mochi Jepang yang dibuat dengan cara tradisional biasanya disajikan sekitar perayaan tahun baru Jepang. Sekarang sebagian mochi dibuat sebagian besar menggunakan mesin. Mochi memiliki beberapa jenis. Berikut ini adalah jenis-jenis mochi Jepang yang populer.

1. Daifuku Mochi

Sering disebut sebagai daifukumochi, daifuku merupakan salah satu jenis mochi Jepang yang populer. Biasanya mochi ini memiliki bentuk bola bundar kecil dengan lapisan luar yang kenyal dan isian yang lembut dan manis.

Kulit daifuku terbuat dari mochi, yaitu bahan yang lengket yang dibuat melalui proses yang memakan waktu lama dengan cara menghancurkan nasi yang direbus atau dikukus. Mochi ini sering diberi warna berbeda. Warna yang paling umum yaitu pink muda dan hijau muda.

Setiap mochi daifuku diisi yang creamy dan manis, dan yang paling umum yaitu pasta kacang merah tradisional yang rasanya tidak terlalu manis, yang populer disebut anko atau tsubuan. Isi populer lainnya, contohnya krim dan pasta rasa kastanye, aprikot, moka, atau karamel, atau terkadang es krim.

Ichigo daifuku merupakan varian mochi daifuku musiman yang paling populer yang diisi dengan stroberi utuh yang dilapisi tipis dengan pasta kacang merah. Daifuku disantap sebagai makanan penutup atau camilan cepat saji dan umumnya dihidangkan ditemani secangkir teh hijau.

Beragam varian mochi daifuku dapat ditemukan di seluruh Jepang dan dengan mudah tersedia di toko serba ada, supermarket, restoran, serta toko kue yang menjual dessert. Mochi daifuku juga biasanya dihidangkan selama upacara minum teh tradisional Jepang.

2. Botamochi

Botamochi dan ohagi merupakan dua nama untuk menggambarkan jenis mochi Jepang yang terdiri dari pasta kacang merah halus atau kental yang dibungkus dengan bola yang terbuat dari nasi mochi yang lengket.

Mochi ini disajikan selama hari raya umat Buddha di Ohigan, yang diadakan pada musim gugur dan musim semi, ketika orang-orang memberikan penghormatan kepada leluhur mereka dengan membuat persembahan di altar Buddha.

Botamochi, diberi nama sesuai dengan bunga peony (botan), disantap selama musim semi, sementara ohagi, diberi nama sesuai nama semanggi semak Jepang, disantap selama musim gugur.

Botamochi dan ohagi bisa dimakan apa adanya atau dilapisi bubuk kinako, bubuk matcha, rumput laut aonori, atau wijen tumbuk.

3. Kagami Mochi

Kagami yang artinya "cermin", mengacu pada bentuk mochi ini. Kagami mochi berbentuk tumpukan dua potong mochi, di atasnya terdapat buah jeruk. Varian mochi ini sebagian besar disimpan di rumah-rumah orang Jepang sampai kagami biraki, yaitu perayaan membuka cermin pada 11 Januari.

Orang Jepang percaya bahwa hantu yang membawa keberuntungan untuk tahun berikutnya disembunyikan di kagami, sementara penumpukan mochi dipercaya bisa melipatgandakan peruntungan.

Inilah alasan mengapa biasanya mochi ini dinikmati pada Hari Tahun Baru. Menurut tradisi, mochi harus dipecah, biasanya dengan tangan atau dengan palu kayu, dan tidak pernah dipotong. Potongan-potongan tersebut lalu digunakan secara tradisional dalam masakan Jepang seperti zenzai atau zōni.

4. Hanabira Mochi

Hanabira mochi atau "mochi kelopak bunga", merupakan penganan langka dari daerah Kyoto yang secara tradisional disantap oleh bangsawan Jepang selama perayaan Tahun Baru. Terdapat beberapa elemen untuk hanabira mochi.

Di antara elemen itu adalah manisan dari akar gobo burdock, pasta kacang putih yang dimaniskan dengan miso, dan sepotong mochi putih yang sangat lembut yang dipipihkan menjadi lingkaran yang datar dan dilipat untuk menutupi bahan lainnya.

Hanabira mochi mempunyai tampilan yang khas karena bentuk mochi yang datar dan unik, yang dilipat menjadi dua menutupi isian di dalamnya dengan tepi dibiarkan terbuka. Mochi ini juga mempunyai warna merah merona karena isian warna-warni yang terlihat melalui warna putih mochi.

5. Kirimochi & Marumochi

Kirimochi & Sumber: kenh14.vn

Kirimochi dan marumochi merupakan dua jenis mochi yang tidak menggunakan pemanis yang dikemas dalam bentuk kering dan keras untuk dimasak. Kirimochi dipotong menjadi balok dan dikemas dengan disegel vakum, sedangkan marumochi berbentuk bulat.

Keduanya bisa dihangatkan dengan mudah di dalam microwave sampai lembut dan lengket, dipanggang dalam oven sampai mengembang dan berwarna kecokelatan, atau bisa juga dipanggang di mesin pembuat wafel untuk mendapatkan bentuk yang unik.

Kirimochi dan marumochi digunakan dalam bermacam-macam olahan, seperti untuk sop ozoni gurih yang disantap saat perayaan tahun baru, atau sebagai pencuci mulut yang di atasnya diberi bumbu manis.

6. Sakura Mochi

Jenis mochi Jepang ini umumnya dinikmati di musim semi untuk musim hanami, yaitu musim melihat bunga. Terdapat dua varian regional utama dari mochi ini.

Di wilayah Kanto (Jepang Timur) shiratamako adalah sejenis tepung ketan yang manis dibentuk menjadi pancake berwarna merah muda dan digulung menutupi isian pasta kacang merah.

Di wilayah Kansai, domyojiko yang berupa butiran nasi yang diwarnai dengan isian kacang merah di dalamnya. Keduanya diberi acar daun sakura yang rasanya meresap pada nasi tersebut.

7. Kinako Mochi

Varian mochi klasik ini memadukan kue beras yang kenyal terbuat dari beras ketan dan kinako, yaitu bubuk kedelai sangrai. Kue mochi ini bisa dibuat dari awal, tetapi karena persiapannya memakan waktu, kebanyakan orang menggunakan mochi yang sudah jadi dalam bentuk kemasan.

Sebelum diberikan taburan kombinasi gula dan bubuk kedelai, kue bisa direbus atau dipanggang, dan harus dicelupkan ke dalam air supaya bubuknya menempel pada mochi. Bubuk kedelai panggang memberikan rasa kacang yang lembut pada kue, yang berpadu sempurna dengan manisnya mochi.

Pilihan lainnya makanan penutup ini bisa diberikan taburan kuromitsu, yaitu sirup gula hitam yang mirip dengan molase. Kinako mochi paling enak disantap saat selesai dimasak.

8. Hishimochi

Hishimochi merupakan jenis mochi Jepang berbentuk wajik dengan tiga lapis warna merah muda, putih, dan hijau yang dihidangkan saat Hinamatsuri. Hishi artinya "bentuk wajik", maka mochi tiga lapis ini berbentuk belah ketupat.

Digunakan sebagai simbol dekoratif untuk kesuburan, hishi mochi ini dijual pada waktu Hinamatsuri, atau festival Hari Anak Perempuan. Di Jepang, festival ini diadakan pada tanggal 3 Maret untuk merayakan kesuksesan dan kesehatan para gadis.

Lapisan merah muda melambangkan bunga plum dan kesehatan yang baik sementara putih menandakan musim dingin, umur panjang dan kesuburan. Adapun warna hijau menandakan musim semi dan kehidupan baru.

9. Warabi Mochi

Warabi mochi merupakan makanan penutup berwarna bening dengan tekstur lembut seperti jeli yang populer di seluruh Jepang, khususnya di wilayah Kansai di Jepang Barat. Umumnya dikonsumsi pada musim panas karena rasanya yang segar, kenyal, dan lembut.

Tidak seperti jenis mochi lainnya, mochi warabi dibuat menggunakan pati tanaman warabi bukan dari nasi mochi. Jenis mochi ini secara tradisional diberi taburan tepung kedelai sangrai manis yang dikenal sebagai kinako.

Mochi ini memiliki sedikit rasa dengan sendirinya. Warabi mochi merupakan suguhan yang populer dan menyegarkan untuk dimakan selama musim panas dengan kinako panggang (tepung kedelai) atau kuromitsu (sirup gula merah).

Warabi mochi sudah ada semenjak Jepang sejak sebelum era Heian, dan mochi ini juga merupakan salah satu suguhan favorit Kaisar Daigo. Sekarang warabi mochi dapat dibeli dari banyak truk penjual makanan yang berjualan di pinggir jalan, yang mirip dengan truk es krim di barat.

10. Ichigo Daifuku

Ichigo daifuku merupakan salah satu versi paling menarik dari manisan daifuku tradisional Jepang. Semua varian daifuku terdiri dari kulit mochi yang kenyal, terbuat dari beras ketan yang ditumbuk dan berbagai isian yang tersembunyi di dalam bungkusnya.

Mochi ichigo ini terlihat menonjol dan unik karena menggunakan stroberi utuh sebagai isinya. Pada jenis mochi yang paling tradisional, pertama-tama stroberi dibungkus dengan lapisan tipis pasta kacang merah manis, yang dalam bahasa Jepang disebut anko, kemudian lapisan mochi putih lembut.

Variasi modern terkadang mengganti anko dengan pasta kacang putih, dan kulit mochi terkadang diwarnai merah pucat untuk menandakan warna stroberi. Ichigo daifuku merupakan makanan manis musiman yang biasa dikonsumsi pada musim semi ketika sedang musim.

Saat dipotong, camilan manis ini menampilkan kombinasi stroberi warna merah yang indah dan menarik secara visual, pasta anko berwarna gelap, dan lapisan mochi berwarna putih pucat. Meskipun merupakan makanan penutup pokok di Jepang, ichigo daifuku pertama kali muncul pada 1980-an.

Banyak toko penganan terkenal mengklaim bahwa mereka menciptakan ichigo pertama, tapi sejarah sebenar dari mochi ini tidak diketahui. Sama seperti varietas daifuku lainnya, ichigo selalu dinikmati dalam keadaan segar.

Nah, itulah mochi yang sekarang menjadi terkenal berkat varian es krim mochi. Jika dulu mochi dibuat dari bahan berupa nasi ketan yang ditumbuk dan dibuat dengan tangan, versi modern ada yang menggunakan tepung beras ketan dan menggunakan mesin.

Selain itu mochi juga memiliki jenis yang hanya ada saat perayaan atau musim tertentu saja. Apakah kamu pernah mencicipi mochi?

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram