10 Jenis Puding Populer di Eropa yang Lezat dan Kaya Rasa

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 29 Juli 2021

Puding merupakan hidangan penutup yang populer di seluruh dunia. Kebanyakan negara di dunia memiliki versi pudingnya sendiri. Bahannya  beragam, ada yang menggunakan beras, sagu, semolina, juga buah-buahan. Topping-nya pun bermacam-macam, dari kacang-kacangan hingga sirup yang manis.

Artikel ini akan mengulas berbagai jenis puding populer di Eropa. Tentu kamu sudah tak asing lagi dengan panna cotta dari Italia. Selain negara tersebut, masih banyak jenis puding lezat dari negara-negara di benua biru lainnya. Yuk, kita intip berbagai jenis puding dari negara Eropa!

1. Sticky Toffee Pudding, Inggris Raya

Sticky Toffee Pudding merupakan makanan penutup yang sering dilihat di menu pub di seluruh Inggris. Kue kecil ini berwarna gelap, dibalur oleh sirup, dan biasanya disajikan dengan sedikit krim kocok atau satu sendok es krim.

Puding ini juga dikenal sebagai STP atau sebagai sticky date pudding di Australia dan Selandia Baru. Hidangan ini merupakan sajian penutup dari Inggris yang terdiri dari kue bolu yang sangat moist, dibuat menggunakan bahan berupa kurma yang cincang halus.

Selanjutnya puding dilapisi saus toffee dan sering dihidangkan dengan custard vanila atau es krim vanila. Puding ini dianggap sebagai klasik Inggris oleh berbagai ahli kuliner, bersama dengan roti dan puding mentega, selai roly-poly dan puding spotted dick.

Jika kamu memesan sticky toffee pudding di pub, kuenya akan lembut dan sangat ringan, mengingat disiram oleh gula dan sirup krim. Jika kamu membuatnya di rumah dengan kurma yang dicincang bukan dihancurkan, pudingnya akan lebih bertekstur.

2. Rote Gruetze, Jerman

Rote Gruetze_Sumber: cookpad.com

Rote Gruetze merupakan jenis puding populer di Eropa lainnya. Makanan penutup ini khas dari Jerman utara, Denmark, dan negara-negara Skandinavia lainnya. Di Eropa timur, puding serupa disebut kissel dan dibuat dengan bubur buah.

Resep asli rote gruetze memakai kismis merah (Johannisbeeren) juga raspberry, tapi versi modern menggunakan hampir seluruh buah merah yang sedang musim, terkecuali stroberi, yang tidak mempunyai keasaman yang sesuai.

Sagu atau semolina (griess) digunakan untuk mengentalkan, yang membuat puding sedikit gritty atau seperti tekstur pasir, kemudian disebut "gruetze" atau bubur jagung. Resep ini menggunakan tepung maizena (atau tepung kentang) untuk mengentalkan sehingga menghasilkan compote yang lebih halus.

Sajikan dengan susu, krim atau krim kocok, atau dengan saus vanila. Beberapa orang juga suka Zwieback, atau semacam roti kering, yang dihancurkan dan di tambahkan di atas puding, sebelum mereka memakannya.

3. Arroz Con Leche, Spanyol

Arroz con leche merupakan salah satu makanan penutup Spanyol yang paling tradisional dan populer. Jika diterjemahkan secara harfiah, arroz con leche artinya nasi dengan susu, tapi sebenarnya puding beras kental yang dibuat setiap orang dengan cara yang sedikit berbeda.

Sebagian besar resep menggunakan kulit lemon dan batang kayu manis, dan yang lainnya menambahkan alkohol, bumbu tambahan, kulit jeruk, dan bahkan lapisan gula karamel di atasnya. Resep arroz con leche yang klasik dihidangkan di rumah-rumah di seluruh Spanyol.

Jenis puding populer di Eropa ini kaya akan rasa dan manis dengan sedikit sentuhan rasa lemon. Ini adalah resep yang sangat mudah dan bisa disajikan hangat atau dingin.

Resep Arroz con leche selalu dibuat dari beberapa bahan utama, yaitu nasi, susu, gula, batang kayu manis untuk penyedap, dan kulit lemon atau jeruk. Beberapa di antaranya dipanggang di oven, sementara yang lain dibuat di atas kompor.

Makanan penutup ini dapat disajikan hangat atau dingin dan disarankan untuk menghiasnya dengan kayu manis bubuk di atasnya.

4. Panna Cotta, Italia

Hidangan sederhana terbaik ini adalah puding yang dibuat dengan lembut dan hampir tidak membutuhkan usaha keras untuk membuatnya, tapi tetap menakjubkan. Panna cotta, yang secara harfiah berarti krim yang dimasak, baru muncul buku masak Italia pada tahun 1960-an.

Sekarang ini panna cotta dianggap sebagai hidangan penutup tradisional Piedmont. Resep asli dari puding ini  aslinya hanya menggunakan krim utuh, gula, vanila, dan gelatin.

Jika pembuatannya sempurna dan pendinginannya benar, panna cotta akan memiliki rasa seperti sutra, lembut juga nikmat. Jika digerakkan akan bergoyang dengan lembut.

Untuk versi yang sedikit lebih ringan dari puding ini, gunakan half-and-half sebagai pengganti krim kental. Selain itu bisa juga dengan mengencerkan krim kental dengan susu.

Menurut Anna Del Conte, seorang penulis makanan terkenal dan tokoh terkemuka dalam masakan Italia, panna cotta klasik Piedmontese dihidangkan sendiri atau terkadang disertai dengan Brutti ma buoni hazelnut meringue biscotti.

Sementara panna cotta versi Valle d'Aosta diberi rasa dengan sejumput eau-de-vie persik serta diberi hiasan dengan coulis beri merah. Di bagian lain Italia, panna cotta sering diberi rasa dengan rum atau wine Marsala manis dan diberi siraman saus karamel yang melimpah.

Variasi untuk jenis puding populer di Eropa ini hampir tidak ada habisnya, dan bisa dengan mudah disesuaikan dengan selera siapa pun.

5. Teurgoule, Perancis

Teurgoule merupakan puding nasi spesialisasi dari Normandia. Umumnya puding ini populer di festival desa di Lower Normandy, dan hari ini tetap menjadi hidangan keluarga. Puding ini dibuat dari beras yang dimasak dengan susu, dan diberi gula, dan dibumbui dengan kayu manis dan terkadang pala.

Puding ini dipanggang dalam terrine (semacam tembikar) tanah liat selama beberapa jam. Dimasak dalam waktu yang lama menghasilkan kerak karamel yang tebal dan berwarna cokelat di atas teurgoule.

Dahulu, teurgoule dimasak dalam oven roti yang dipanggang dengan kayu, dengan sisa bara api yang tersisa di akhir pemanggangan hari itu. Umumnya, puding beras krim ini disajikan dengan fallue brioche dan segelas sari buah lokal.

6. Rožata, Kroasia

Rožata, merupakan hidangan penutup tradisional yang berasal dari abad pertengahan yang menyebar luas di daerah Laut Adriatik dan asal puding ini dari kota Dubrovnik di negara Kroasia. Bahan utama  untuk membuatnya yaitu telur, susu, dan gula.

Puding perlahan dipanggang dalam bain-marie. Kemudian di atasnya diberi saus karamel sebelum dihidangkan. Terkadang juga disertai dengan buah-buahan. Walaupun sering dihubungkan dengan puding atau custard, rožata berbeda sekali dari keduanya baik dalam tekstur maupun persiapannya.

Rožata sama uniknya dengan kota Dubrovnik itu sendiri. Hidangan ini lebih dari sekadar makanan penutup yang lezat. Itu karena puding ini menjadi simbol budaya serta stabilitas politik daerah yang berada di Pantai Dalmatian.

Resep puding karamel yang lezat ini berasal dari akhir abad ke-15. Rožata penanda akhir konflik yang terjadi antara Hongaria dan Venesia, dan juga antara Kekaisaran Ottoman dan Venesia. Restoran lokal di Dubrovnik dengan bangga menyajikan makanan penutup untuk turis yang sepanjang tahun.

Rožata lokal mempunyai rasa yang khusus sekali karena hidangan ini mengandung minuman manis yang dibuat dari brendi (atau alkohol lainnya) serta kelopak mawar yang dinamakan rozulin (atau rozalin).

Menurut para nenek di wilayah tersebut, botol rozalin harus dijemur selama 40 hari di ambang jendela di bawah sinar matahari sebelum mengonsumsi minuman beralkohol.

7. Jan in de zak

Jan in de zak, puding rebus tradisional Belanda, juga dikenal sebagai zakmeel, proffert, broeder, klont, trommelkoek, dan boffer. Semuanya adalah nama untuk puding tradisional yang kurang lebih sama. Faktanya, baik nama dan bahan masakan manis ini berdasarkan tradisi keluarga.

Di banyak rumah di Texel, makanan ini dimasak secara tradisional pada hari Sabtu dan dimakan sebagai menu makan siang atau pencuci mulut. Puding ini memiliki banyak ragam.

Namun hampir semuanya berukuran cukup besar dan biasanya dari tepung terigu, tepung soba, susu, kismis, dan currant. Setelah beberapa jam mendidih, jan in de zak biasanya diiris dan dihidangkan dengan mentega dan sirup.

Beberapa varian dan resep mungkin menambahkan sedikit bacon, telur, manisan buah, atau rempah-rempah seperti kapulaga dan kayu manis ke dalam puding Belanda yang sudah beraroma.

8. Kutia, Polandia

Kutia wigilijna Polandia atau puding gandum yang dimasak saat Natal, dibuat dari gandum utuh atau yang dihancurkan atau barley, biji poppy, madu, dan makanan manis (łakocie) seperti buah ara, kismis, dan kacang-kacangan, dan terkadang krim.

Umumnya hidangan pertama disajikan pada makan malam Natal yang dikenal sebagai wigilia. Awalnya, kutia hanya dinikmati di Polandia Timur yang berbatasan dengan Belarusia, Ukraina, dan Lituania. Namun saat ini kutia menjadi lebih populer di seluruh negeri.

Bahan-bahannya bervariasi tergantung rasa, ketersediaan bahan, dan anggaran. Kutia mempunyai ratusan variasi, dan puding ini ada juga di negara lain di antaranya Rusia dan Ukraina yang di sana dikenal dengan sebutan kutya atau sochivo. Juga ada di Lithuania, dan Slovakia.

9. Rizogalo, Yunani

Puding beras ala Yunani adalah hidangan populer yang biasanya dinikmati sebagai menu sarapan yang manis, makanan ringan sore hari, atau makanan penutup yang menenangkan. Pada dasarnya, hidangan ini dibuat dari beras dan susu.

Kedua bahan ini dimasak perlahan dan diaduk dengan kuat hingga berubah menjadi camilan kental dan hampir seperti puding.

Bagian dasarnya sering kali diperkaya dengan jeruk atau vanila dan kadang-kadang dikentalkan dengan kuning telur atau tepung jagung. Entah dinikmati dalam keadaan hangat atau dingin, puding beras ini biasanya disajikan dengan taburan kayu manis.

10. Arroz Doce, Portugis

Arroz doce merupakan puding beras manis yang dibuat dengan beras, susu, gula, telur, kayu manis, dan garam. Puding ini pertama kali dibuat di Portugal. Namun hari ini menjadi makanan penutup yang populer di seluruh dunia.

Banyak variasi resep untuk jenis puding populer di Eropa ini, dari penggunaan susu kental hingga tidak memasukkan telur. Dikatakan bahwa arroz doce terbaik harus renyah di bagian luar dan seperti custard dan lembut di bagian dalam.

Biasanya puding ini disajikan setelah hidangan utama sebagai pencuci mulut, meninggalkan rasa manis di mulut. Arroz doce umum disajikan dingin, diberi kulit lemon, dan ditaburi kayu manis di atasnya dengan pola kisi.

Itulah jenis jenis puding populer di Eropa yang kebanyakan memiliki rasa yang manis. Salah satu puding ini bahkan memiliki hubungan dengan politik dan kestabilan suatu daerah, seperti puding dari Kroasia yang beranama Rožata. Kebanyakan jenis puding tersebut juga merupakan puding tradisional yang sudah dibuat sejak dahulu kala.

Mungkin kamu sudah sering mendengar panna cotta, puding lembut khas Italia itu. Kalau kamu penasaran dengan jenis puding lainnya, kamu bisa berselancar dan mencari resepnya agar bisa dibuat sendiri dirumah. Selamat mencoba!

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram