Ada yang Unik! Inilah 10 Jenis Roti Khas Amerika Selatan

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 28 Oktober 2021

Roti merupakan makanan yang banyak dikenal orang. Makanan ini bisa ditemukan di berbagai negara termasuk di daerah Amerika Selatan. Makanan Amerika Selatan sendiri banyak mendapat pengaruh dari Eropa seperti yang ada di Portugal, Perancis, dan Italia.

Tak heran jika produk rotinya memiliki sentuhan Eropa, tapi bahan dan teknik sedikit banyak disesuaikan dengan tradisi makanan mereka.

Penduduk asli Amerika Selatan banyak menggunakan tepung jagung, gandum, dan yucca dalam pembuatan roti yang beragam seperti pan de queijo yang kenyal, sementara teknik ala Eropa bisa ditemui dalam pembuatan roti Marraqueta dari Chili. Berikut ini adalah 10 jenis roti khas Amerika Selatan yang populer.

1. Pão de queijo, Brasil

Pão de queijo, Brasil_

Secara harfiah pão de queijo diterjemahkan menjadi roti keju. Roti khas Amerika Selatan ini berawal dari penemuan kuliner budak Afrika saat mereka mulai menggunakan sisa tanaman singkong. Bubuk putih halus atau disebut juga pati, digulung menjadi bola dan dipanggang.

Dahulu tidak ditambahkan keju dalam adonan, jadi pão de queijo hanya berupa tepung yang dipanggang. Namun pada akhir abad ke-19, saat perbudakan berakhir, untuk pertama kalinya makanan lain mulai tersedia untuk orang Afro-Brasil

Di pusat produk susu negara Brasil, yaitu negara bagian Minas Gerais, pão de queijo dan bola bertepung mulai diberikan tambahan keju dan susu. Sekarang hidangan ini merupakan makanan ringan atau menu sarapan Brasil yang populer yang juga banyak dikonsumsi di Argentina utara.  

2. Pandebono, Kolombia

Pan de bono atau pandebono merupakan roti keju yang lezat. Jenis roti khas Amerika Selatan ini cocok untuk jadi menu sarapan atau camilan sore ditemani secangkir kopi. Roti ini merupakan resep sederhana yang dibuat memakai keju dan dua jenis tepung, tepung tapioka dan tepung jagung. 

Tepung jagung yang disebut masarepa yang digunakan untuk membuat arepas bisa digunakan, seperti halnya tepung jagung biasa. Untuk membuat roti gulung bisa juga digunakan campuran tepung khusus ini yang disebut harina de pandebono.

Adonan kemudian dibentuk seperti bola atau cincin layaknya donat. Bahan adonan ini akan mengembang dengan baik dalam oven walaupun tidak menggunakan ragi. Umumnya, pandebono dikonsumsi beberapa menit setelah dipanggang selagi masih hangat dengan cokelat panas. 

Pandebono bisa dihidangkan dengan makanan lain. Makanan pembuka terbaik untuk dimakan dengan pandebono yaitu makanan gurih seperti daging dan makanan kaya protein lainnya. Keseimbangan protein dengan roti bertepung membuatnya jadi mengenyangkan.

3. Marraqueta, Chili

Baguette Prancis versi Chili ini disebut dengan marraqueta. Bukan karena bentuk atau tekstur, tetapi karena marraqueta merupakan ciri budaya, simbol keahlian memasak Chili di seluruh dunia. Makanya ikon nasional ini langsung bisa dikenali. 

Marraqueta juga dikenal sebagai pan batido dan pan frances. Bentuknya berupa sepotong roti yang dibelah dua dan dibagi jadi empat bagian lebih kecil, tetapi masih terhubung oleh lapisan dasar roti yang tipis yang membuatnya mudah untuk disobek jadi bagian kecil.

Roti ini memiliki crust yang renyah dan isian yang ringan serta lembut yang merupakan hasil dari memanggang roti gulung dengan panci berisi air di dalam oven agar menghasilkan uap. Marraqueta populer untuk digunakan membuat sandwich dan sebagai roti untuk pelengkap. 

Marraqueta diperkirakan datang pertama kali datang ke Chili berkat sepasang saudara lelaki Prancis bernama Marraqueta. Mereka tiba pada awal abad ke-19. Bahan serupa yang digunakan dalam roti Prancis juga digunakan untuk marraqueta, yang dibuat hanya dengan tepung, air, ragi, dan garam.

4. Pan Amasado, Chili

Walaupun orang Chili merupakan pencinta roti original, pan amasado mempunyai tempat khusus di hati mereka. Bukan hanya karena rasanya dan panasnya karena dipanggang dengan oven, tapi juga karena roti ini bisa dengan mudah dibuat di rumah.

Inilah mengapa banyak ditemukan pedagang kaki lima menjajakan pan amasado menggunakan gerobak yang di atasnya terdapat oven tanah liat bundar untuk memanggang roti. Oven ini juga berfungsi menjaga roti tetap hangat di jalan. 

Diterjemahkan secara harfiah sebagai "roti yang diuleni", pan amasado mempunyai crust yang garing dan isian yang lembut, dan paling pas dinikmati segera setelah dipanggang saat masih panas dari oven. 

5. Chipa, Paraguay

Roti sederhana ini disebut dengan chipa. Jenis roti khas Amerika Selatan ini merupakan makanan pokok paling umum di Paraguay. Roti ini dibuat dengan tepung singkong, adas manis, dan lemak babi. 

Roti ini asalnya dari penduduk asli Amerika Guarani, yang berasal dari daerah Amazon di Brasil, Argentina, serta Paraguay. Chipa berasal dari masa saat gandum tidak tersedia di Amerika Selatan dan singkong merupakan pati yang paling umum digunakan di daerah tersebut. 

Di era kolonial, misionaris Yesuit memperkenalkan telur, susu, dan keju kepada penduduk asli yang menyempurnakan resep chipa. Penggunaan pati singkong serta lemak babi menghasilkan bagian luar roti yang renyah, sedangkan penggunaan adas manis memberikan rasa yang tidak biasa dan unik.

Walaupun chipa tersedia sepanjang tahun di Paraguay, roti ini sering kali disiapkan dan dikonsumsi ketika perayaan Paskah. Bagi masyarakat Paraguay, chipa mewakili roti yang mereka konsumsi sehari-hari yang dimakan bersama dengan berbagai makanan utama atau sebagai camilan.

6. Casabe, Venezuela

Casabe merupakan roti pipih tipis tradisional Venezuela. Roti ini dibuat dengan tepung dari singkong yang berasal dari bagian utara Amerika Selatan. Dalam pembuatannya, tidak digunakan ragi atau lemak, alhasil roti mempunyai tekstur yang sangat renyah.

Kelezatan roti tradisional ini mempunyai cita rasa yang khas. Umumnya dimakan bersama makanan lain dan biasanya dimakan sebagai pelengkap hidangan lainnya, biasanya stew dan sup. Casabe polos sangat serbaguna dan bisa diberi tambahan manis atau gurih.

Mirip dengan tortilla, casabe direndam dan diisi dengan bahan yang berbeda atau dipotong kecil-kecil dan disajikan dengan berbagai saus. Roti sederhana ini dipuji karena memiliki manfaat untuk kesehatan, kaya serat dan mineral, dan karena itu, perlahan mulai populer di luar Amerika Selatan.

7. Chachitos, Venezuela

Jenis roti khas Amerika Selatan ini berasal dari Venezuela. Cachitos merupakan makanan Venezuela yang mirip dengan croissant, dan roti ini sering kali diisi dengan ham serta keju. Chacitos memiliki asal usul yang masih misteri.

Beberapa orang menghubungkan roti ini dengan kedatangan tukang roti Portugis dan Italia di awal abad ke-20. Sedangkan yang lain percaya bahwa roti itu muncul Caracas pada tahun 1940 di dapur seorang tukang roti Italia bernama Pietroluchi Pancaldi di Lusiteña.

Cachitos merupakan makanan pokok dalam masakan Venezuela. Umumnya, roti ini dimakan selama jam sarapan, tapi bisa juga dimakan sepanjang hari. Di Venezuela, beberapa toko roti telah memastikan bahwa aroma Cachitos segar sudah tercium saat penduduk bangun di pagi hari.

8. Pan de Yuca, Kolombia

Pan de Yuca, Kolombia_Sumber: laylita.com

Pan de Yuca yaitu roti yang dibuat dari yuca, yang merupakan nama lain dari akar singkong. Pati akar diekstraksi dan dikeringkan menjadi bubuk yang dikenal sebagai tepung tapioka atau pati tapioka. Roti kecil ini memiliki bagian luar yang renyah dan bagian dalam lembut juga elastis.

Jenis roti ini merupakan makanan kaki lima yang populer di bagian selatan Kolombia dan di Ekuador. Hampir setiap negara Latin mempunyai beberapa variasi dari jenis roti keju ini yang mempunyai banyak nama berbeda serta variasi bahan. 

Versi Kolombia selatan dibuat terutama dari tepung tapioka, keju, telur, dan kadang-kadang mentega atau krim. Biasanya pan de yuca dihidangkan di Kolombia sebagai camilan waktu minum kopi dengan cokelat panas, tapi roti ini juga merupakan hidangan pembuka yang luar biasa.

Segera setelah dikeluarkan dari oven, roti ini bisa langsung disajikan. Bisa juga dihidangkan dengan salad atau sup sebagai makan siang ringan yang sederhana. Roti ini bisa jadi pengganti biskuit yang lezat.

9. Pebete, Argentina & Uruguay

Pebete yang juga disebut pan of Viena merupakan roti lezat yang menduduki posisi tertinggi dalam kategori sandwich kecil di antara orang Argentina dan Uruguay. Roti khas dari masakan Argentina dan Uruguay ini dibuat dari tepung terigu durum.

Teksturnya mendekati brioche, bentuknya lonjong dan crust-nya tipis. Kemungkinan besar asal muasal nama roti sandwich ini berasal dari akronim PBT, yang merupakan kependekan dari pan blanco tostado atau roti putih panggang.

Sandwich apa pun yang dibuat dengan roti pebete biasanya disebut ‘pebete’ diikuti dengan nama isiannya, misalnya pebete de queso (pebete dengan keju) atau pebete de jamón y queso (pebete dengan ham dan keju). Yang paling populer yaitu pebete ham atau salami dan keju dengan tomat dan mayones.

10. Pan Chuta, Peru

Pan Chuta, Peru_Sumber: catherinekatemargaret.com

Jenis roti khas Amerika Selatan ini berasal dari kota Oropesa, yang dikenal sebagai Kota Roti, yang berada tepat di selatan Cusco. Roti ini berdiameter sekitar 31 cm dan dibumbui dengan biji adas manis, yang memberikan rasa khas manis seperti licorice

Pan chuta dipanggang menggunakan oven tanah liat tradisional. Resep roti ini telah diwariskan dari dari generasi ke generasi. Pan chuta sudah menjadi makanan pokok di Peru dan dimakan bersama keju Cusqueñan. Biasanya roti ini jadi hadiah yang dibawa ke kerabat saat bepergian ke wilayah Cusco. 

Jenis roti khas Amerika Selatan unik karena mereka memadukan bahan lokal, seperti yuca atau singkong, dengan bahan yang biasa digunakan dalam pembuatan roti Eropa. Begitupun dengan tekniknya yang merupakan perpaduan dari teknik lokal dan Eropa.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram