10 Jenis Salad di Eropa yang Populer dan Rasanya Unik

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 27 Juli 2021

Salad merupakan salah satu makanan yang banyak digemari karena dianggap sebagai makanan sehat. Makanan ini memiliki beragam variasi. Salah satunya adalah salad dari negara-negara Eropa yang dibuat dari beragam bahan tak hanya sayuran saja. Inilah jenis-jenis salad di Eropa yang populer.

1. Horiatiki, Yunani

Horiatiki, YunaniSumber: mrpetes.com

Penggabungan antara keju feta dengan mentimun, tomat, dan bawang bombay dikenal sebagai horiatiki. Salad Eropa ini muncul pada tahun 1960-an dan 70-an di daerah Plaka di Athena sebagai jawaban atas pembatasan pemerintah atas harga "salad sederhana".

Sepotong feta itu mengubah campuran sayuran sederhana menjadi hidangan khusus yang harganya di restoran bisa sangat mahal. Namun, ide untuk mencampurkan keju putih lembut dengan sayuran asam bukanlah hal baru.

Akar tomat dan feta yang merupakan camilan para petani pedesaan tercermin dalam nama horiatiki yang artinya salad petani. Beberapa varian regional di antaranya menggunakan keju putih lainnya dan menambahkan buah zaitun, caper, dan paprika hijau, tapi horiatiki mempunyai aturan.

Horiatiki tidak menggunakan selada. Salad ini merupakan hidangan musim panas dan selada hanya tumbuh di Yunani pada musim dingin. Selain itu, horiatiki tidak boleh banyak dicampur sebelum disajikan, keju yang berada di atas harus dalam satu potong besar.

Kemudian tomat dan mentimun harus dipotong besar-besar dan tidak dipotong dadu. Tidak boleh ada paprika merah dan harus dihidangkan dalam mangkuk dangkal dengan roti, dan bukan pita.

2. Rosolli, Finlandia

Rosolli, FinlandiaSumber: snellman.fi

Rosolli umumnya merupakan komponen penting dari makan malam Natal khas Finlandia, tapi jenis salad di Eropa ini merupakan perpaduan rasa segar yang cocok untuk dinikmati tiap saat, sepanjang tahun.

Bahan dasar rosolli yaitu campuran manis, bertepung dan cuka, dan harus selalu dimulai dengan trio sayuran akar, umumnya wortel, bit, dan kentang. Acar menambahkan asam garam dan bawang bombay membawa sedikit rasa panas.

Untuk sausnya merupakan krim asam atau crème fraîche yang ditambah cuka yang lembut. Mungkin karena bit akan mengubah semuanya jadi terlihat merah muda, rosolli sering dihidangkan berlapis-lapis, setiap sayuran dipotong dan ditumpuk. Kalau berani bisa ditambah acar ikan haring.

3. Shopska Salad, Bulgaria serta Eropa Tenggara dan Negara Balkan

Sopszka salad dingin sangat populer di seluruh Balkan dan Eropa Tenggara. Jenis salad di Eropa ini merupakan hidangan dan salad nasional paling terkenal di Bulgaria. Sebagian bahan dipilih agar warnanya menyerupai tiga warna bendera Bulgaria, untuk membangkitkan sentimen kenegaraan.

Salad ini dibuat dari mentimun, tomat, paprika mentah atau panggang, bawang bombay atau daun bawang, sirene (keju air garam putih) serta peterseli. Biasanya sayuran dipotong dadu dan diasinkan, kemudian diberi minyak bunga matahari (atau minyak zaitun) yang terkadang dilengkapi dengan cuka.

Namun, penambahan cuka berkontribusi pada rasa asam yang telah diberikan oleh tomat. Di restoran, dressing dihidangkan secara terpisah. Terakhir, sayuran ditutup dengan lapisan tebal keju sirene parut atau potong dadu. Salad ini sering disajikan sebagai hidangan pembuka dengan rakia.

4. Surówka, Polandia

Surówka merupakan jenis salad di Eropa yang berasal dari  Polandia. Salad tradisional ini terdiri dari buah dan sayuran segar. Surówka sering diberikan dressing dengan minyak zaitun, merica, garam, jus lemon serta sedikit gula, atau dengan saus krim yang dibuat dari yogurt, krim asam, dan mayones.

Salad ini sering sekali dibuat dengan menggunakan bahan wortel parut kasar, apel, bawang, kubis putih, dan sauerkraut, walaupun berbagai bahan lain mungkin ditambahkan bergantung musim. Beberapa varian salad ini diberi dressing peterseli cincang atau adas manis sebelum dihidangkan.

Untuk versi modern ditambahkan rempah-rempah seperti kayu manis dan biji jintan, dan sering kali ditambahkan dengan buah jeruk, buah-buahan kering, dan kacang-kacangan. Surówka bisa dikonsumsi sendiri atau disajikan sebagai lauk yang menyertai berbagai hidangan lezat.

5. Olivier Salad, Rusia

Olivier salad merupakan salad Rusia dengan bahan yang beragam tapi biasanya dibuat dengan sayuran cincang, daging, dan mayones. Bahan utama untuk salad ini di antaranya kentang potong dadu, ayam atau ham, sayuran, dan telur.

Aslinya salad ini ditemukan oleh Lucien Olivier pada tahun 1860-an. Dia seorang koki di restoran Moskow yang populer bernama L'Hermitage. Olivier menjaga resep tersebut sampai dia meninggal, tetapi diyakini bahwa resep tersebut dicuri oleh seorang karyawan yang mengawasi koki tersebut.

Itulah mengapa salad buatan Olivier masih dibuat hingga sekarang. Salad ini merupakan salah satu makanan pembuka terpenting pada prasmanan salad Tahun Baru di Rusia, serta di beberapa negara bekas Uni Soviet lainnya.

Teori lain mengatakan bahwa resep salad Olivier baru dikembangkan oleh salah satu pelanggan restoran yang ingin salad tetap ada meskipun chef meninggal dunia. Olivier salad yang ada sekarang ini tidak seperti versi aslinya.

Salad ini disebut game bird mayones karena dibuat dengan bahan gourmet seperti black caviar, caper, hen, dan crayfish tail. Seiring waktu, salad berkembang dan sebagian besar bahan gourmet sudah diganti dengan yang lebih umum contohnya kacang polong, ham, ayam, dan acar.

6. Wurstsalat, Jerman

Wurstsalat yang secara harfiah berarti salad sosis dalam bahasa Jerman adalah salad sosis tart yang dibuat memakai cuka putih suling, minyak, dan bawang. Variasi dari resep ini menambahkan irisan acar ketimun.

Salad ini biasanya dibuat dari sejenis sosis rebus contohnya Stadtwurst, Lyoner, Regensburger Wurst (dua jenis sosis matang) atau extrawurst. Wurstsalat merupakan makanan ringan tradisional di Jerman bagian selatan, Swiss, Alsace, dan Austria. Di Austria salad ini disebut Saure Wurst.

Untuk membuat hidangan ini sosis dipotong menjadi irisan tipis atau strip dan disimpan, bersama dengan bawang mentah yang dipotong cincin atau kubus, dalam cuka dan minyak marinade, dibumbui sedikit dengan merica, garam, dan terkadang paprika.

Bahan tambahan yang umum yaitu lobak, ketimun, peterseli atau juga daun bawang yang dipotong halus. Biasanya wurstsalat dihidangkan dengan roti dan terkadang juga dengan kentang goreng.

7. Niçoise Salad, Prancis

Salad Niçoise berasal dari Nice di wilayah Provence Prancis. Jenis salad di Eropa ini merupakan harta nasional sejati bagi negara ini. Beraroma dan berwarna-warni, salad ini bisa disajikan sendiri sebagai hidangan utama, tapi lebih sering digunakan sebagai hiasan untuk berbagai hidangan daging atau ikan.

Niçoise  terdiri dari tomat segar, zaitun hitam, ikan teri, kacang-kacangan, caper, dan sedikit jus lemon. Biasanya salad ini dibumbui dengan bumbu Provençal tradisional di antaranya bawang putih, minyak zaitun, dan kemangi.

Salad Niçoise yang otentik harus selalu disiapkan dengan sayuran mentah tersegar, sebagai tanda penghormatan terhadap kualitas dan rasa bahan-bahan lokal. Populer sebagai menu makan siang di musim panas, salad ini sudah menyebar ke seluruh dunia.

8. Panzanella, Italia

Panzanella merupakan salad Italia yang terbuat dari potongan roti basi dan lembab, dengan tambahan tomat, basil, atau bawang bombay, dan minyak zaitun dan saus cuka. Salad ini merupakan spesialisasi Tuscany.

Salad ini biasa dihidangkan di musim panas dengan memanfaatkan sayuran musim panas segar yang sedang musim. Terkadang panzanella bisa ditambahkan bahan lain seperti zaitun, mentimun, dan keju.

Salad ini pertama kali dijelaskan pada 1500-an dalam puisi oleh seniman dan penyair terkenal bernama Bronzino. Nama hidangan ini berasal dari dua kata, yaitu pane, artinya roti, dan zanella, artinya mangkuk sup.

Namun, beberapa orang ada yang tidak setuju dan mengklaim bahwa panzanella berasal dari kata panzana, yang berarti makanan.

Dipercaya bahwa panzanella ditemukan karena kebutuhan, sebagai alat untuk memanfaatkan bahan yang tidak diinginkan, seperti roti basi. Terlepas dari asal namanya, panzanella tetap menjadi suguhan musim panas klasik khas Tuscan yang berisi bahan-bahan segar dan beraroma.

9. Huzarensalade, Belanda

Huzarensalade merupakan salad Belanda. Biasanya salad ini disiapkan dengan kombinasi kentang, ketimun, apel asam, wortel, jus timun, bawang merah, ham atau daging sapi muda bisa juga daging sapi yang dimasak, kacang polong, mayones, dan bumbu.

Sayuran dimasak dan dicampurkan dengan bahan-bahan lainnya, dan salad ini biasanya didinginkan sebelum dihias dan dihidangkan. Salad ini dinamai dari nama salad yang yang disiapkan oleh Hussars, yaitu kavaleri Hongaria.

Tentara ini biasanya pergi ke belakang garis musuh dan tidak diperhatikan oleh musuh, jadi mereka menggunakan makanan yang sudah dimasak dan mencampurkannya “on the spot” untuk membuat salad ini.

Huzarensalade dihidangkan sebagai salad yang menemani daging panggang. Biasanya disajikan dalam gaya prasmanan untuk Natal atau Malam Tahun Baru.

10. Sillsalat, Swedia

Sillsalat, Swedia

Salad Swedia ini secara tradisional dihidangkan saat Natal smörgåsbord. Sillsalat merupakan salad yang mencampurkan irisan halus atau juga acar ikan herring cincang dengan kentang rebus yang dipotong dadu, acar, acar bit, apel, dan bawang cincang.

Kemudian semua bahan disimpan dalam mangkuk besar dan diaduk ringan dengan saus asam manis yang dibuat dengan air, cuka, merica, gula, dan krim atau yogurt jika ingin.

Untuk menghasilkan warna yang bagus, salad bisa diperkaya dengan krim kocok yang dibumbui dengan jus bit. Biasanya sillsalat diberi hiasan peterseli cincang dan dihidangkan dengan irisan telur rebus, roti gandum hitam, dan krim asam.

Salad memiliki berbagai variasi di antaranya adalah jenis salad di Eropa yang di daftar ini. Kalau kamu penasaran dengan variasi salad dari Eropa ini, bisa coba buat sendiri lho di rumah. Selamat berkreasi!

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram