Keluyuran / Tips Wisata Jepang / 6 Jenis Transportasi di Jepang yang Cocok untuk Wisatawan

6 Jenis Transportasi di Jepang yang Cocok untuk Wisatawan

Ditulis oleh - Diperbaharui 8 Juni 2019

Jepang adalah negara Asia yang selalu menjadi destinasi favorit bagi wisatawan Indonesia. Budayanya yang unik, hiburannya yang mengagumkan, dan kulinernya yang lezat seolah menjadi magnet untuk menarik wisatawan dari berbagai negara, tak terkecuali Indonesia.

Ketika kamu merencanakan liburan ke Jepang, kamu harus mengenal jenis-jenis transportasi yang bisa kamu pakai di sana. Nah, biar nggak kebingungan, Keluyuran akan mengulas jenis-jenis transportasi di Jepang untuk wisatawan. Yuk, segera di simak, ya!

Jenis-Jenis Transportasi di Jepang

1. Kereta

Kereta

Alat transportasi yang satu ini bukan hanya favorit bagi masyarakat negeri sakura, tetapi wisatawan dari luar negeri juga gemar naik kereta di Jepang. Sebagian besar kereta di Jepang adalah jenis subway atau yang kita kenal sebagai kereta bawah tanah.

Semua jenis kereta lokal bisa kamu naiki dengan membeli tiketnya secara langsung di setiap stasiun. Tiketnya ini bisa didapatkan di ticket machine yang banyak berjejer di setiap stasiun. Jika tidak ingin repot, kamu bisa menggunakan IC Card. IC Card ini sejenis e-money yang bisa digunakan untuk naik kereta, bus, atau belanja di merchant tertentu.

Jika ingin berpergian antar kota di Jepang, kamu juga bisa menggunakan shinkansen. Kereta peluru ini menawarkan kenyamanan dan kecepatan. Shinkansen mencakup hampir seluruh kota besar di Jepang, seperti Tokyo, Yokohama, Nagoya, Kyoto, Osaka, Hiroshima, dan lainnya.

Untuk bisa naik shinkansen, kamu bisa langsung membeli tiketnya di counter yang ada di stasiun. Jika ingin berhemat, kamu juga bisa membeli Japan Rail Pass (JR Pass) sebelum pergi ke Jepang. JR Pass ini sangat cocok buat kamu yang sering naik shinkansen selama berada di Jepang.

2. Bus

Bus

* sumber: www.hyogoajet.net

Bus merupakan jenis transportasi lainnya yang sering dipakai oleh warga Jepang. Meskipun mereka memiliki mobil pribadi, bus tetap menjadi pilihan lantaran biaya parkir kendaraan yang terbilang mahal. Hampir di semua kota-kota besar di Jepang selalu ada alat transportasi yang satu ini. Akan tetapi, di Tokyo maupun Osaka bus jarang dipakai karena jaringan kereta api jauh lebih memadai.

Bagi kamu yang tertarik untuk naik bus di Jepang, kamu harus naik dari pintu belakang dan keluar dari pintu depan di dekat sopir. Ketika naik bus, ambil tiket dan cermati layar yang menunjukkan rute pemberhentian bus. Setelah sampai, masukkan uang dan tiket yang tadi diambil pada kotak kecil yang terletak di samping sopir bus.

Jika kamu ingin turun dan meminta sopir berhenti, kamu nggak perlu berteriak seperti ketika naik bus di Indonesia, cukup tekan tombol di dinding bus, maka sopir akan menghentikan busnya.

Harga tiket bus di Jepang cukup terjangkau, lho. Kamu cukup merogoh kocek sebesar 200 – 600 yen saja. Kalau kamu sedang berada di Kyoto, harga tiket busnya sekitar 200 yen saja. Selain itu, ada juga tiket terusan yang bernama Japan Bus Pass. Mungkin kamu bisa mempertimbangkan tiket terusan ini jika kamu lebih sering naik bus di Jepang.

3. Taksi

Taksi

* sumber: irishemperor.wordpress.com

Nah, kalau kamu tidak ingin repot dan turun di tempat tujuan saat berlibur di Jepang, gunakan saja taksi. Sama seperti di Indonesia, taksi merupakan moda transportasi favorit meskipun jika dihitung-hitung harganya lebih mahal dibanding bus.

Taksi konvensional di Jepang juga memiliki indikator untuk menunjukkan ada atau tidaknya penumpang di dalamnya. Apabila lampu merah di sudut kiri bawah kaca depan menyala, itu artinya taksi tersebut kosong dan bisa kamu hentikan. Perlu kamu ketahui juga bahwa pintu taksi dikendalikan oleh pengemudinya, jadi jangan buka sendiri pintunya ya.

Di Jepang, kamu juga bisa menggunakan jasa taksi online. Uber adalah jasa penyedia transportasi online yang bisa dipakai di negeri sakura. Cara memesan taksi online ini juga sama dengan cara kita memesan di tanah air, yakni kamu harus menginstall aplikasinya terlebih dahulu.

4. Kapal Feri

Kapal Feri

* sumber: www.japantimes.co.jp

Salah satu moda transportasi ini juga tak kalah populer dengan transportasi lainnya. Kapal feri di Jepang dipakai oleh wisatawan yang ingin menjelajah pulau-pulau terpencil. Tak tanggung-tanggung, layanan yang ditawarkan oleh kapal feri dengan rute medium atau jauh benar-benar istimewa layaknya kapal pesiar. Mulai dari kamar suite sampai kamar dengan ranjang susun semua tersedia di kapal feri Jepang.

Saat ini, Jepang memiliki 200 layanan feri yang melayani rute dekat maupun jauh. Bahkan, kini wisatawan bisa pergi ke Korea, Rusia, dan Cina dengan naik kapal feri dari Jepang.

Lantas, berapa sih biaya yang harus dikeluarkan untuk naik kapal feri di Jepang? Tarif kapal feri sejatinya bergantung pada perusahaan layanan, jarak, musim, dan jenis kamar. Sebagai contoh, tarif feri dari Hakata (Jepang) ke Busan (Korea Selatan) pulang pergi sekitar 12.000 yen.

Sementara itu jika ingin menikmati pemandangan Nagoya dari atas kapal, kamu bisa membayar biaya 1.500 yen saja. Rute kapal feri ini dimulai dari dermaga Nakagawa Un-ga (kanal) Horidome Jousenba dengan pemberhentian akhir di dermaga Kinjo-futo.

5. Sepeda

Sepeda

* sumber: www.tokyobybike.com

Perlu kamu ketahui bahwa penyewaan mobil dan sepeda motor di Jepang cukup ribet bagi wisatawan asing. Pasalnya, persewaan kendaraan bermotor di Jepang tidak menghendaki SIM Internasional. Alhasil, kalau ingin menyewa mobil atau sepeda motor kamu harus didampingi oleh teman atau tour guide yang punya SIM Jepang.

Namun, kamu tak perlu berkecil hati karena kamu bisa menyewa sepeda. Alat transportasi ini cocok untuk bepergian ke rute-rute dekat, seperti tempat makan, minimarket, dll. Akan tetapi, jangan parkir sepeda sembarangan jika tidak ingin ditilang oleh kepolisian setempat. Tak sulit kok menemukan tempat parkir garasi untuk sepedamu.

Tak perlu malu bepergian dengan sepeda saat di Jepang. Pasalnya, sebagian besar masyarakat di sana juga gemar bersepeda, terutama di kawasan pedesaannya. Tarif sewa sepeda berkisar antara 100 – 300 yen per jam dan 1.000 – 1.200 yen untuk seharian penuh.

6. Pesawat

Pesawat

* sumber: asia.nikkei.com

Kalau kamu ingin menghemat waktu saat berpergian, pesawat adalah moda transportasi yang tepat. Di Jepang terdapat 90 bandar udara yang melayani rute domestik maupun internasional. Jadi, mobilitasmu saat bepergian dengan pesawat sudah pasti terjamin.

Siapkan dana ekstra untuk membeli tiket pesawat antara kota di Jepang. Pasalnya, harga tiket pesawat penerbangan domestik di sana sudah tentu tidak semurah tiket pesawat domestik di Indonesia.

Manakah Transportasi Paling Cocok untuk Wisatawan?

Manakah Transportasi Paling Cocok untuk Wisatawan

Dari keenam alat transportasi di atas, manakah jenis transportasi yang paling cocok untuk wisatawan Indonesia? Jawabannya adalah bus dan kereta. Bus dan kereta lokal bisa kamu pakai untuk bepergian dengan jarak dekat. Sementara kereta shinkansen juga wajib dicoba untuk mempercepat perjalananmu menuju luar kota.

Akan tetapi, kalau kamu penasaran dengan alat transportasi di Jepang lainnya, kamu bisa memilih transportasi yang sesuai keinginanmu tersebut. Ingat, biaya transportasi di Jepang tidaklah murah. Jadi, pilih alat transportasi secara bijaksana ya!

Kalau kamu memiliki pengalaman naik transportasi di Jepang, kamu bisa share dengan Keluyuran dan pembaca lainnya di kolom komentar. Apabila kamu masih mengkalkulasi biaya liburan ke Jepang, artikel perkiraan biaya liburan ke Jepang ini mungkin bisa membantumu.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *