12 Jenis Yakitori Khas Jepang yang Paling Enak dan Populer

Ditulis oleh Siti Hasanah

Kamu penyuka makanan Jepang, pasti pernah coba yakitori setidaknya satu kali. Secara harfiah yakitori artinya 'ayam panggang'. Ini adalah sejenis hidangan yang disajikan di tusuk sate dan kerap dihidangkan di festival serta acara lainnya.

Makanan ini populer di Jepang dan jika kamu mengunjungi negara ini, kamu akan mendapati banyak restoran yakitori. Walaupun diterjemahkan sebagai 'ayam panggang', bahan yakitori terdiri dari daging dan sayuran.

Bergantung pada menu toko, mungkin bagian ayam yang dipakai dalam yakitori mempunyai nama yang tak sama. Tiap bagian mempunyai harga, tekstur, dan bumbu sendiri. Selain itu nama bagian daging itu berbeda di tiap toko. Jadi supaya tidak salah, baca terus ulasan mengenai jenis yakitori ini.

1. Negima

Jenis yakitori yang satu ini bernama negima. Ini adalah varian yakitori yang bahannya berupa irisan paha ayam maupun dada ayam. Daging tersebut ditusuk dengan potongan daun negi atau daun bawang atau bisa juga bawang hijau.

Negima, layaknya jenis yakitori lainnya, biasanya juga diberi bumbu dengan garam atau shio. Bisa juga menggunakan tare atau bumbu kecap yang kental juga manis.

Bahan-bahannya yang sudah ditusuk menggunakan tusuk sate tadi kemudian dipanggang di atas arang menggunakan panggangan yakitori tradisional. Di Jepang, negima merupakan satu dari banyak jenis yakitori yang sangat umum dikonsumsi. Sajian ini biasa dihidangkan di restoran serta bar izakaya.

2. Tebasaki

Tebasaki

Tebasaki merupakan sate ujung sayap ayam. Biasanya ketika disajikan sebagai yakitori, tebasaki dibuat dari ujung sayap yang telah dipisahkan dari bagian bahu sayap. Beberapa sayap ditusuk menjadi satu menggunakan satu tusuk sate.

Sate ujung sayap terkenal karena memiliki daging yang lembut tapi kenyal serta kulitnya renyah. Di Jepang terdapat cara khusus untuk makan ujung sayap. Caranya yaitu yang dengan memegang ujung sayap secara tegak dan tulang rawan dipatahkan sedikit di bagian atas.

Dengan demikian Ini seluruh ujung sayap dapat masuk ke dalam mulut dan menarik daging ayam menggunakan gigi. Ini adalah cara yang bagus untuk melucuti tiap potongan daging ayam dari tulang yang rapuh.

3. Tsukune

Ini merupakan versi yakitori yang terbuat dari ayam giling. Dagingnya diberi bumbu dan umumnya dibentuk menjadi patty berbentuk lonjong lonjong atau bakso kecil yang ditusuk menggunakan batang bambu.


Tak berbeda dari jenis yakitori lainnya, biasanya sate diberi bumbu dengan shio atau tare. Sementara daging gilingnya juga dapat diperkaya dengan bawang putih, irisan daun bawang, bawang merah, jahe, atau daun shiso.

Biasanya tsukune dihidangkan dengan kuning telur mentah dengan beragam topping. Jenis yakitori ini merupakan menu pokok di restoran khusus yakitori.

4. Rebaa

Rebaa

Rebaa merupakan pengucapan fonetik dalam bahasa Jepang untuk hati. Yang dimaksud adalah hati ayam. Daging yang mempunyai tekstur khas yang lembut tapi tebal dan mengkilap ini rasanya masih cukup nikmat.

Walaupun tidak terlalu banyak orang yang suka makan hati, jika sedang berada di restoran yakitori, hidangan ini merupakan menu yang rekomendasikan untuk dicicipi setidaknya sekali saja. Hati yang segar serta berkualitas tinggi tak tercium bau maupun rasa yang seperti kebanyakan.

Sifat dagingnya yang kaya rasa ini akan menyebar ke seluruh langit-langit mulut. Jenis yakitori ini merupakan paling banyak dimakan dengan bumbu tare.

5. Bonjiri

Bonjiri

Bonjiri merupakan jenis yakitori yang dagingnya diambil dari bagian ekor ayam. Biasanya dagingnya dipotong serta ditusuk dengan beberapa tulang rawan dari bagian ekor sehingga Ketika dikunyah sedikit berderak.

Karena ayam sering menggerak-gerakkan ekornya, jadi daging bagian ini sangat empuk serta berotot. Selain itu, bagian ekor juga adalah tempat beradanya kelenjar minyak ayam yang digunakan untuk waterproofing bulunya.

Biasanya saat ayam disembelih kelenjar minyak dikeluarkan. Namun bagian ini cenderung memberi rasa unik pada daging ekor yang disukai oleh pecinta bonjiri. Kemudian ekornya ditusuk menggunakan batang bambu yang dinamakan tepogushi.

Bonjiri, layaknya jenis yakitori lainnya, dipanggang di atas kompor khusus non-grid agar daging tidak lengket dan mudah untuk dibalik serta diolesi. Biasanya, proses memasak bojiri dilakukan di atas binchōtan, yaitu sejenis arang yang terbakar pada suhu yang sangat tinggi.

Yang menarik dari bojiri adalah restoran Jepang memilih jenis ayam tertentu untuk sate bonjiri agar mendapatkan tekstur yang diinginkan.

6. Kanmuri

Jengger atau mahkota ayam disebut kanmuri. Sama halnya dengan bonjiri, kanmuri merupakan contoh untuk pemanfaatan daging ayam yang sangat baik. Walaupun jengger ayam sepertinya tidak bisa dimakan, sebenarnya dagingnya tebal serta empuk dan merupakan sumber kolagen.

Biasanya kanmuri hanya diberi bumbum garam sebelum dipanggang. Ketika dihidangkan sebagai yakitori, jengger ayam ditusuk dan dibakar sampai renyah. Potongan ayam ini sangat langka yang jarang ditemukan di menu sehingga saat menemukan kanmuri, jangan lewatkan untuk mencobanya.

Jenis yakitori ini dilabeli sebagai tosaka atau eboshi. Di restoran maupun warung pinggir jalan potongan ayam langka ini jarang ditemukan. Orang Jepang umumnya mengkonsumsi kanmuri dengan bir dingin.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram