12 Jenis Yakitori Khas Jepang yang Paling Enak dan Populer

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 8 September 2021

Kamu penyuka makanan Jepang, pasti pernah coba yakitori setidaknya satu kali. Secara harfiah yakitori artinya 'ayam panggang'. Ini adalah sejenis hidangan yang disajikan di tusuk sate dan kerap dihidangkan di festival serta acara lainnya.

Makanan ini populer di Jepang dan jika kamu mengunjungi negara ini, kamu akan mendapati banyak restoran yakitori. Walaupun diterjemahkan sebagai 'ayam panggang', bahan yakitori terdiri dari daging dan sayuran.

Bergantung pada menu toko, mungkin bagian ayam yang dipakai dalam yakitori mempunyai nama yang tak sama. Tiap bagian mempunyai harga, tekstur, dan bumbu sendiri. Selain itu nama bagian daging itu berbeda di tiap toko. Jadi supaya tidak salah, baca terus ulasan mengenai jenis yakitori ini.

1. Negima

Jenis yakitori yang satu ini bernama negima. Ini adalah varian yakitori yang bahannya berupa irisan paha ayam maupun dada ayam. Daging tersebut ditusuk dengan potongan daun negi atau daun bawang atau bisa juga bawang hijau.

Negima, layaknya jenis yakitori lainnya, biasanya juga diberi bumbu dengan garam atau shio. Bisa juga menggunakan tare atau bumbu kecap yang kental juga manis.

Bahan-bahannya yang sudah ditusuk menggunakan tusuk sate tadi kemudian dipanggang di atas arang menggunakan panggangan yakitori tradisional. Di Jepang, negima merupakan satu dari banyak jenis yakitori yang sangat umum dikonsumsi. Sajian ini biasa dihidangkan di restoran serta bar izakaya.

2. Tebasaki

Tebasaki

Tebasaki merupakan sate ujung sayap ayam. Biasanya ketika disajikan sebagai yakitori, tebasaki dibuat dari ujung sayap yang telah dipisahkan dari bagian bahu sayap. Beberapa sayap ditusuk menjadi satu menggunakan satu tusuk sate.

Sate ujung sayap terkenal karena memiliki daging yang lembut tapi kenyal serta kulitnya renyah. Di Jepang terdapat cara khusus untuk makan ujung sayap. Caranya yaitu yang dengan memegang ujung sayap secara tegak dan tulang rawan dipatahkan sedikit di bagian atas.

Dengan demikian Ini seluruh ujung sayap dapat masuk ke dalam mulut dan menarik daging ayam menggunakan gigi. Ini adalah cara yang bagus untuk melucuti tiap potongan daging ayam dari tulang yang rapuh.

3. Tsukune

Ini merupakan versi yakitori yang terbuat dari ayam giling. Dagingnya diberi bumbu dan umumnya dibentuk menjadi patty berbentuk lonjong lonjong atau bakso kecil yang ditusuk menggunakan batang bambu.

Tak berbeda dari jenis yakitori lainnya, biasanya sate diberi bumbu dengan shio atau tare. Sementara daging gilingnya juga dapat diperkaya dengan bawang putih, irisan daun bawang, bawang merah, jahe, atau daun shiso.

Biasanya tsukune dihidangkan dengan kuning telur mentah dengan beragam topping. Jenis yakitori ini merupakan menu pokok di restoran khusus yakitori.

4. Rebaa

Rebaa

Rebaa merupakan pengucapan fonetik dalam bahasa Jepang untuk hati. Yang dimaksud adalah hati ayam. Daging yang mempunyai tekstur khas yang lembut tapi tebal dan mengkilap ini rasanya masih cukup nikmat.

Walaupun tidak terlalu banyak orang yang suka makan hati, jika sedang berada di restoran yakitori, hidangan ini merupakan menu yang rekomendasikan untuk dicicipi setidaknya sekali saja. Hati yang segar serta berkualitas tinggi tak tercium bau maupun rasa yang seperti kebanyakan.

Sifat dagingnya yang kaya rasa ini akan menyebar ke seluruh langit-langit mulut. Jenis yakitori ini merupakan paling banyak dimakan dengan bumbu tare.

5. Bonjiri

Bonjiri

Bonjiri merupakan jenis yakitori yang dagingnya diambil dari bagian ekor ayam. Biasanya dagingnya dipotong serta ditusuk dengan beberapa tulang rawan dari bagian ekor sehingga Ketika dikunyah sedikit berderak.

Karena ayam sering menggerak-gerakkan ekornya, jadi daging bagian ini sangat empuk serta berotot. Selain itu, bagian ekor juga adalah tempat beradanya kelenjar minyak ayam yang digunakan untuk waterproofing bulunya.

Biasanya saat ayam disembelih kelenjar minyak dikeluarkan. Namun bagian ini cenderung memberi rasa unik pada daging ekor yang disukai oleh pecinta bonjiri. Kemudian ekornya ditusuk menggunakan batang bambu yang dinamakan tepogushi.

Bonjiri, layaknya jenis yakitori lainnya, dipanggang di atas kompor khusus non-grid agar daging tidak lengket dan mudah untuk dibalik serta diolesi. Biasanya, proses memasak bojiri dilakukan di atas binchōtan, yaitu sejenis arang yang terbakar pada suhu yang sangat tinggi.

Yang menarik dari bojiri adalah restoran Jepang memilih jenis ayam tertentu untuk sate bonjiri agar mendapatkan tekstur yang diinginkan.

6. Kanmuri

Jengger atau mahkota ayam disebut kanmuri. Sama halnya dengan bonjiri, kanmuri merupakan contoh untuk pemanfaatan daging ayam yang sangat baik. Walaupun jengger ayam sepertinya tidak bisa dimakan, sebenarnya dagingnya tebal serta empuk dan merupakan sumber kolagen.

Biasanya kanmuri hanya diberi bumbum garam sebelum dipanggang. Ketika dihidangkan sebagai yakitori, jengger ayam ditusuk dan dibakar sampai renyah. Potongan ayam ini sangat langka yang jarang ditemukan di menu sehingga saat menemukan kanmuri, jangan lewatkan untuk mencobanya.

Jenis yakitori ini dilabeli sebagai tosaka atau eboshi. Di restoran maupun warung pinggir jalan potongan ayam langka ini jarang ditemukan. Orang Jepang umumnya mengkonsumsi kanmuri dengan bir dingin.

7. Hatsu

Hatsu merupakan sajian yakitori yang diolah dari jantung ayam yang menjadi bahan utamanya. Biasanya hatsu dicelupkan pada saus tare, kemudian ditusuk lalu dipanggang. Jenis yakitori ini populer sekali karena tidak mudah ditemukan. Ini karena per ayam hanya punya satu jantung.

Jantung ayam rendah lemak dan memiliki rasa yang hampir sama dengan daging serta memiliki tekstur yang empuk dan berair. Bagian ayam yang satu ini dipanggang hingga sedikit kecokelatan dan biasanya sate ini dihidangkan bersama garam dan irisan lemon. Selain itu, jenis yakitori ini juga bisa ditemukan di bar izakaya, yang sering dihidangkan dengan segelas bir dingin.

8. Seseri

Seseri

Kirin atau nekku adalah sebutan lain untuk seseri. Jenis yakitori ini dibuat dengan potongan daging ayam yang berasal dari area sekitar leher ayam. Bagian tubuhnya ini sering digunakan oleh ayam sehingga dagingnya dan empuk dan beraroma. Bagian ini juga lemaknya tinggi sehingga jadi kaya rasa.

Kemudian potongan leher ayam ini ditusuk menggunakan tusukan sate, lalu dibakar sampai matang. Biasanya sebelum proses pemanggangan, seseri diberi bumbu dengan garam.

Karena jumlah yakitori dari daging di leher ayam ini terbatas. Jenis daging ini tidak banyak ditemukan jadi bila jenis yakitori ini ada di menu, jangan lewatkan untuk mencobanya.

9. Sasami

Sasami

Sasami merupakan menu yakitori yang berasal dari dada ayam bagian dalam. Jenis daging ini memiliki protein yang tinggi dan lemaknya rendah. Terkadang potongan daging direndam menggunakan sake, ditusuk dengan tusukan sate, lalu dipanggang hingga matang, tapi tak terlalu matang.

Ketika dihidangkan, sering kali sasami ditemani dengan wasabi, garam, atau saus tare di sampingnya. kadang-kadang sasami diberi daun shiso, pasta miso, pasta umeboshi maupun mentaiko (telur ikan) karena rasa yang agak hambar. Sebagian besar hidangan ini bisa ditemukan bar izakaya dan biasanya dihidangkan dengan bir dingin di sampingnya.

10. Sunagimo

Jenis yakitori yang satu ini disebut sunagimo yang bahan utamanya adalah ampela ayam. Potongan ampela ayam ditusuk memakai tusukan sate, lalu dipanggang sampai matang. Sering kali tekstur sunagimo digambarkan renyah tapi empuk. Sementara soal rasa, umumnya ringan.

Biasanya sebelum dipanggang, ampela cukup diberi bumbu dengan garam saja. Hidangan ini kerap dijumpai di bar izakaya, yang biasanya disajikan dengan segelas bir dingin.

11. Mune

Mune dibuat dari daging dada ayam. Potongan dada ayam ditusuk dengan tusukan sate, lalu dibakar sampai matang. Biasanya potongan daging sebelum proses pemanggangan dibumbui hanya dengan garam, dan kadang-kadang dengan saus tare.

Tekstur dada ayam empuk, sedangkan rasanya lembut serta agak hambar sehingga mune terkadang diberi wasabi parut di sampingnya. Di banyak bar izakaya hidangan dapat dengan mudah dijumpai dan cocok dimakan dengan segelas bir dingin.

12. Kawa

Kawa

Kawa dibuat dengan kulit ayam. Yakitori jenis ini diyakini berasal dari leher ayam, tapi biasanya bagian kulit lainnya juga digunakan. Kulit ayam kemudian dipotong-potong lalu dibumbui memakai garam, dan ditusuk menggunakan tusukan sate. Akhirnya dipanggang hingga berwarna keemasan.

Kulit ayam dikenal tinggi lemak. Kawa kaya akan rasa, sementara tekstur bagian luarnya renyah serta bagian dalamnya lembut. Sering kali hidangan ini dijumpai di bar izakaya, dan disajikan dengan bir dingin di sampingnya.

Untuk kamu penyuka makanan Jepang, jenis-jenis yakitori ini tentunya sangat menggugah selera. Ternyata yakitori bisa dibuat dari beragam bagian ayam tak melulu dagingnya saja. Bahkan jenggernya pun bisa dibuat jadi yakitori.

Apakah kamu pernah mencicipi yakitori yang terbuat dari jengger ayam? Kalau belum pernah, tak ada salahnya untuk mencoba memasaknya di rumah. Apakah kamu cukup tertantang?

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram