10 Kebiasaan Masyarakat Maroko yang Harus Diketahui Wisatawan

Ditulis oleh Syarip Ahmad D

Moulay Idris Festival sendiri ditandai dengan parade yang dimulai diluar Bab Boujloud menuju rute utama, Tala'a Saghira dan berakhir di makam sang pemimpin.

Masyarakat Maroko biasanya berdiri di beranda rumah atau di atap seraya bersorak dan bertepuk tangan diiringi dengan ketukan genderang. Seekor banteng muda juga biasanya dipersiapkan sebagai korban utama setelah arak-arakan.

Festival ini semakin menarik dengan kostum yang digunakan saat parade. Moulay Idris Festival menjadi salah satu festival yang bisa wisatawan nikmati saat berkunjung ke Maroko setiap tahunnya.

8. Seni Tawar Menawar yang Baik

Seni Tawar Menawar yang Baik

Selama berabad-abad, Maroko telah menjadi tempat perdagangan berbagai jenis barang. Mengingat letak geografisnya berada di persilangan jalan perdagangan antara Benua Afrika dan Benua Eropa.

Suasana pasar yang kuno membuat para wisatawan cukup terhibur. Berbagai barang tampak dijual, mulai dari peralatan yang terbuat dari kuningan, karpet permadani, hingga ramuan khas Maroko.

Tawar menawar sendiri menjadi sebuah seni menarik yang ada di sana. Para wisatawan harus bersikap jeli karena pedagang Maroko dikenal sangat lihai dalam hal permainan harga.

Mereka sendiri kerap merayu calon pembeli dengan perlakuan yang baik, bahkan beberapa diantaranya kerap menjamu para konsumen dengan secangkir teh agar konsumen mau membeli barang dagangannya.

9. Meninggalkan Makanan di Piring Hal Biasa

Jika di beberapa negara lain menyisakan makanan di piring dianggap sebagai sesuatu yang kurang sopan, atau bahkan dianggap kurang menghargai juru masak. Namun, di Maroko sendiri kebiasaan meninggalkan makanan di piring merupakan hal yang biasa terjadi. 

Kebiasaan tersebut bahkan masih bisa diterima dibandingkan dengan makan menggunakan tangan kiri, yang bagi masyarakat Maroko hal itu sangat buruk. Mengingat tangan kiri hanya digunakan untuk membersihkan bagian pribadi yang kotor.

10. Menjual Minuman Beralkohol

Menjual Minuman Beralkohol

Meski dikenal sebagai negara dengan mayoritas penduduknya beragam muslim. Akan tetapi di sana tidak terdapat larangan untuk menjual atau mengonsumsi minuman beralkohol. Maroko sendiri bahkan memproduksi bir lokal dan anggur, yang tidak secara khusus dimaksudkan untuk penjualan ekspor.


Namun, di sana juga terdapat peraturan jelas dari pemerintah yang melarang penjualan alkohol kepada warganya yang beragama Muslim. So, jangan heran bila kamu sedang berada di sebuah toko atau restoran di Maroko terdapat berbagai merek minuman alkohol yang dijual bebas bagi para tamunya.

Demikian 10 Kebiasaan masyarakat Maroko yang berhasil Keluyuran rangkum untuk kamu. Setiap negara memang memiliki beragam kebudayaan dan kebiasaan yang menarik untuk diketahui.

Sama seperti negara lain, Maroko juga memiliki daya tarik yang bisa membuat wisatawan nyaman di sana. Kira-kira kebiasaan apalagi yang kamu ketahui tentang negara tersebut? Tulis komentar di bawah, ya!

«1 2
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram