Yuk, Kenali dan Pelajari 5 Keunikan dari Rumah Adat Joglo!

Ditulis oleh - Diperbaharui 2 Agustus 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Indonesia sangat kaya dengan tradisi dan budayanya. Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khasnya masing-masing, dimulai dari pakaian adat, tarian, nyanyian, hingga rumah adat yang membuat Indonesia sangat unik dengan budaya yang dimiliki.

Ciri khas budaya yang berasal dari daerah tertentu biasanya memiliki maknanya tersendiri, seperti halnya pada Rumah Joglo, yang merupakan rumah adat dari suku Jawa.

Rumah Joglo berasal dari gabungan dua kata yaitu “Tajug” dan “Loro”, yang berarti “Dua Tajug”. Tajug merupakan bentuk atap Rumah Joglo yang seperti piramida. Seiring berjalannya waktu, kini Rumah Joglo juga memiliki beberapa bentuk dan nama yang berbeda, diantaranya adalah Joglo Lambangsari, Joglo Hageng, Joglo Ceblokan, Joglo Jompongan, dan masih banyak lagi.

Jika kamu sangat menyukai dengan sejarah dan budaya di Indonesia, maka kamu perlu tahu apa saja yang membedakan rumah adat satu dengan yang lainnya. Kali ini, Keluyuran akan memperkenalkan 5 keunikan dari Rumah Adat Joglo. Apa saja? Simak ulasannya berikut ini ya!

1. Sejarah Singkat Rumah Adat Joglo

Sejarah Singkat Rumah Adat Joglo

Pada zaman dahulu, Rumah Joglo kebanyakan dimiliki oleh kalangan yang mampu karena bahan untuk membuat Rumah Joglo lebih banyak dan lebih mahal jika dibandingkan dengan membangun rumah dalam bentuk lain. Masyarakat Jawa kuno menganggap bahwa Rumah Joglo tidak dimiliki oleh sembarang orang.

Rumah Joglo biasanya dimiliki oleh kaum Raja, Bangsawan, Pangeran, serta orang terpandang. Sedangkan masyarakat dengan penghasilan rendah biasanya hanya akan membuat rumah Limasan, Panggangpe, atau Kampung, karena lebih hemat dalam segi biaya dan waktu pembangunan.

2. Arsitektur Bangunan yang Unik

Arsitektur Bangunan yang Unik

Rumah Joglo berbentuk bujur sangkar dengan empat tiang sebagai pondasi. Keempat tiang ini juga memiliki fiolosofi, yaitu sebagai gambaran kekuatan dari empat penjuru mata angin sehingga memberi keyakinan bahwa rumah menjadi tempat pelindung yang baik, dan dapat menghindari dari bencana.

Rumah Joglo dibangun menggunakan kayu jati dengan susunan yang sangat proporsional. Itulah yang membuat Rumah Joglo selalu sebanding antara satu dengan yang lainnya. Hal unik lain dari Rumah Joglo adalah semua bagian yang dibuat merupakan sebuah gambaran dari aktivitas masyarakat suku Jawa sehari-hari.

Ciri khas Rumah Joglo jika dilihat dari luat adalah adanya Pagar Mangkuk. Jika rumah pada umumnya memiliki pagar yang terbuat dari susunan bilik bamboo atau kayu dan dibuat mengelilingi rumah, lain halnya dengan Rumah Joglo. Pagar Rumah Joglo menggunakan tanaman pergu yang masih hidup dengan ketinggian kurang dari satu meter.

Pagar Mangkuk yang menghiasi bagian depan Rumah Joglo dibangun sebagai simbol bahwa rumah sebaiknya tidak diberi pagar, agar memudahkan masyarakat untuk berinteraksi dan berbaur dengan tetangga.

3. Atap Berbentuk Piramida

Atap Berbentuk Piramida

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa Rumah Joglo memiliki arti “Dua Tajug”. Tajug sendiri merupakan nama model atap rumah yang ada pada Rumah Joglo. Bentuk atap yang seperti piramida atau gunung juga memiliki makna bagi masyarakat Jawa kuno.

Masyarakat Jawa percaya bahwa Gunung merupakan tempat tinggal para Dewa. Sehingga tak heran, jika banyak ditemukan berbagai jamuan di sekitar gunung. Atap Rumah Joglo disusun dengan empat tiang yang dikenal sebagai “Soko Guru”. Jenis atap ini dibuat sebagai tanda terima kasih serta pujian pada sang Guru.

Atap Rumah Joglo terbuat dari tanah liat, ijuk, jerami, serta alang-alang. Atap Rumah Joglo dibuat menggunakan bahan-bahan dari alam dengan atap yang tinggi, sehingga memberikan suasana sejuk dan nyaman di dalam rumah. Atap Rumah Joglo

4. Jendela yang Besar

Jendela yang Besar

Rumah Joglo umumnya memiliki sirkulasi udara yang sangat baik karena selain memiliki atap yang tinggi dan terbuat dari bahan alami. Rumah Joglo juga dilengkapi dengan jendela yang besar mengeliling area rumah sehingga udara dan cahaya dari luar akan lebih mudah masuk ke dalam rumah.

Jumlah jendela yang terdapat pada Rumah Joglo mencapai puluhan apabila dihitung dari bagian depan, belakang, kiri, dan kanan rumah. Desain jendela Rumah Joglo merupakan warisan zaman Belanda yang kemudian dikembangkan oleh perancang dari suku Jawa.

5. Bagian-Bagian Rumah Joglo

Bagian-Bagian Rumah Joglo

Hal terakhir yang perlu kamu ketahui dari Rumah Joglo adalah bagian-bagian pada sudut rumah. Karena rumah adat ini memiliki nilai filosofi yang sangat tinggi dan memiliki kandungan nilai luhur yang dibuat dengan sarat makna. Berikut ini adalah bagian-bagian yang terdapat pada Rumah Joglo :

  • Pendapa

Pendapa merupakan bagian rumah yang terletak di depan. Biasa digunakan untuk menjamu ataupun menyambut tamu yang datang. Hal ini juga disesuaikan dengan adat istiadat masyarakat jawa yang bersifat ramah dan terbuka. Biasanya, pendapa dilengkapi tikar, agar tamu dapat duduk. Penggunaan tikar dalam menyambut tamu supaya tidak ada perbedaan antara tamu serta pemilik rumah.

  • Pringgitan

Pringgitan merupakan tempat pada bagian tengah yang biasa digunakan untuk pagelaran atau pertunjukkan wayang ditampilkan ketika upacara Ruwatan. Dalam hal ini, pemilik rumah dianggap sebagai Dewi Sri. Dalam budaya Jawa, Dewi Sri dianggap sebagai sumber dari segala kehidupan, kesuburan, serta kebahagiaan.

  • Omah Ndalem

Sesuai dengan namanya, Omah Ndalem adalah bagian dalam rumah yang biasa digunakan untuk berkumpul dengan anggota keluarga. Jika pada rumah modern, Omah Ndalem bisa diartikan sebagai ruang keluarga.

  • Senthong

Senthong merupakan bagian dalam rumah yang menjadi tempat beristirahat. Senthong dibagi menjadi beberapa bagian. Ada Senthong Kiwa, yang berada di sebelah kanan dan terdiri dari beberapa ruangan, biasanya berfungsi sebagai kamar tidur, gudang, serta tempat penyimpanan persediaan makanan.

Senthong Tengah yang terletak di bagian dalam dan biasanya digunakan sebagai tempat untuk menyimpan benda-benda berharga seperti keris, pusaka, dan sebagainya. Senthong Tengen memiliki fungsi yang sama seperti Senthong Kiwa, yaitu terdapat kamar tidur.

  • Emperan

Emperan merupakan bagian rumah yang menghubungkan antara pringgitan dan omah ndalem. Emperan biasa disebut juga dengan teras depan yang digunakan untuk menerima tamu, tempat bersantai, serta kegiatan yang bersangkutan dengan rutinitas lainnya. Emperan dilengkapi dengan kursi kayu dan meja.

  • Gandhok

Gandhok merupakan bangunan yang menjadi tambahan di sekitar rumah. Biasanya dibuat di bagian belakang dan samping Rumah Joglo. Bisa dibuat sebagai tempat olahraga, tempat menyimpan sepeda, ataupun tempat untuk berternak.

Itulah penjelasan tentang keunikan Rumah Adat Joglo yang perlu kamu ketahui. Meski pada zaman dahulu Rumah Joglo disimbolkan sebagai kekayaan yang mana hanya orang terpandang yang bisa memiliki Rumah Joglo.

Di era modern ini semakin dibebaskan bagi siapapun yang ingin memiliki Rumah Joglo. Bahkan anak muda sekalipun yang baru saja menikah, boleh memiliki rumah adat Jawa ini. Apakah kamu tertarik untuk tinggal di Rumah Joglo? Atau ingin mengenal budaya lainnya? Kalau begitu, silakan baca juga artikel Budaya Papua yang Unik ini, ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *