Inilah 6 Keunikan Rumah Adat Lamin yang Mengagumkan

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 18 Februari 2021

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari banyak suku dan budaya. Suku-suku yang mendiami wilayah Nusantara ini memunculkan ragam keunikan tersendiri yang memperkaya Indonesia. Satu dari sekian banyak kekayaan budaya Indonesia yang menarik perhatian adalah rumah adat Lamin di Kalimantan Timur

Tempat tinggal suku Dayak ini tak henti-hentinya menyuguhkan pengetahuan menarik bagi siapapun yang bersedia menggali ‘harta karun’ pengetahuan dari suku yang mendiami sebagai besar wilayah Kalimantan ini. Inilah keunikan dari rumah adat Lamin yang berhasil dihimpun Keluyuran dari berbagai sumber. Simak ulasannya berikut ini ya! 

1. Ukuran Rumah 

Ukuran Rumah 

* sumber: www.brilio.net

Rumah bagi suku Dayak yang berbentuk panggung ini memiliki ukuran di atas ukuran rata-rata rumah pada umumnya. Rumah adat Lamin ini berbentuk persegi dengan lebar kurang lebih 15-25 meter, tinggi 3 meter dan panjang mencapai 200-300 meter. 

Ukuran 3 meter tersebut adalah tinggi tiang penyangga dari tanah ke lantai rumah adat. Untuk menaiki rumah Lamin kamu harus menaiki anak tangga yang jumlahnya tak sedikit. Anak tangga kayu tersebut ditempatkan di depan pintu masuk. 

Sampai di sini kamu sudah dapat membayangkan betapa besar dan panjangnya rumah kepunyaan suku Dayak ini. Plus, betapa mengagumkannya pembangunan rumah yang seluruhnya terbuat dari bahan-bahan alam tapi dapat bertahan sangat lama.

Ada makna khusus mengenai anak tangga pada rumah Lamin. Leluhur suku Dayak di Kalimantan Timur percaya bahwa anak tangga berjumlah ganjil melambangkan keselamatan.

Rumah adat Lamin terdiri dari kamar tidur, ruang tamu dan dapur. Rumah dibagi menjadi sisi depan dan sisi belakang. Bagian depan adalah ruang tamu yang berukuran luas tempat menerima tamu dan berkumpul dengan sesama warga atau untuk pertemuan adat.

Bagian belakang terdiri dari kamar-kamar yang berderet memanjang dan dihuni oleh masing-masing keluarga dan dapur. Satu keluarga bisa terdiri dari lima orang anggota. Kamar tidur masing-masing dibagi menjadi dua ruangan terpisah untuk laki-laki dan perempuan. 

Bagi penghuni kamari yang sudah menikah kamar tersebut tidak disekat. Dalam satu rumah terdapat sekitar 12 hingga 30 kepala keluarga yang tinggal satu atap.

Bagian belakang rumah adalah dapur. Area ini merupakan area kekuasannya kaum wanita suku Dayak. Di ruangan ini para wanita beraktivitas, seperti memasak. Meskipun rumah Lamin dihuni oleh banyak keluarga, namun mereka hanya punya satu dapur.

2. Material Rumah 

Material Rumah 

* sumber: www.rumah.com

Rumah Lamin yang terkenal dengan ukurannya yang panjang dan besar menggunakan material bangunan yang terbuat dari kayu ulin. Kayu yang sangat kokoh dan kuat ini berasal dari hutan Kalimantan ini digunakan sebagai tiang utama penyangga rumah. 

Tiang-tiang kayu ulin yang berbentuk silider terpancang di badan rumah. Tangga sebagai pintu masuk ke rumah ini pun terbuat dari material kayu yang sama. Kayu ulin dipilih sebab struktur kayunya yang sangat kuat dan kokoh. 

Malah semakin sering terkena air kayu akan semakin kuat. Selain itu pula kayu ulin tahan terhadap segala jenis kondisi cuaca, tidak mudah lapuk dimakan rayap. Itulah sebabnya kayu ulin disebut juga sebagai kayu besi. 

Kayu ulin memang pilihan terbaik sebagai material dalam membangun rumah. Kayu berwarna hitam ini dapat dibuat sebagai rangka bangunan seperti pada rumah adat Lamin, bisa juga digunakan sebagai kusen jendela, pintu atau dinding. 

3. Dekorasi Rumah yang Sarat Akan Nilai Filosofis

Dekorasi Rumah yang Sarat Akan Nilai Filosofis

* sumber: jejakpengembara.com

Rumah tanpa dekorasi agaknya kurang lengkap. Dengan adanya dekorasi rumah semakin terlihat manis dan indah. Namun, untuk rumah adat hiasan dan dekorasi yang ada di rumah tidak hanya sebagai pemanis, melainkan sebagai identitas dan simbol penuh makna.

Rumah Lamin tak luput dari hiasan yang di sekelilingnya. Hiasan berupa ukiran kayu yang seluruh sudut-sudut rumah mengandung makna khusus. Motif ukiran dan gambar di rumah Lamin biasanya berupa mahluk hidup seperti binatang, tetumbuhan,wajah dan lain-lain. 

Ukiran-ukiran tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiasan. Ukiran di rumah Lamin mengandung makna sebagai jimat perlindungan dari segala kekuatan jahat yang menyerang penghuni rumah. 

Warna-warna yang digunakan untuk mengecat rumah Lamin pun tidak sembarang. Suku Dayak memilih warna tertentu sebagai simbol yang dianut oleh kaum mereka. Misalnya saja warna merah. Suku Dayak percaya bahwa warna merah adalah perlambang keberanian. 

Sedangkan warna biru bagi mereka adalah simbol kesetiaan dan kuning mewakili kewibawaan. Warna putih adalah simbol kebersihan jiwa. Terakhir, ada warna hitam sebagai lambang keteduhan. 

Rumah adat Lamin juga dihiasi dengan totem atau patung kayu. Patung-patung tersebut adalah perwujudan dewa-dewa yang dipercaya oleh masyarakat Dayak kuno. Patung-patung tersebut adalah penjaga rumah Lamin. 

Patung kayu perlambang dewa-dewa kepercayaan suku Dayak itu adalah salah satu. Di rumah Lamin banyak terdapat hiasan lain yang biasanya digunakan. Misalnya saja aksesoris kerajinan logam berbentuk senjata tajam, guci emas, parang dan lain-lain.

Ada pula hiasan yang terbuat dari bahan lain yang biasa digunakan oleh masuarakat suku Dayak seperti panah, topeng, tombak, dan busur. Semuanya disimpan di dalam rumah Lamin dengan baik.

4. Simbol Gotong Royong dan Kerukunan

Simbol Gotong Royong dan Kerukunan

* sumber: travel.okezone.com

Seperti yang kita ketahui bahwa rumah Lamin dihuni oleh banyak orang. Bahkan bisa sampe seratus orang lebih. Namun, penghuni rumah Lamin semuanya berkerabat. Masih satu leluhur. 

Rumah Lamin merupakan rumah yan diwariskan secara turun temurun. Jadi kerabat yang berasal dari satu keluarga di generasi selanjutnya berpotensi untuk tinggal dan mewarisi rumah Lamin dari generasi di atasnya. 

Jumlah penghuni yang banyak menunjukan bahwa suku Dayak menjunjung tinggi kerukunan dan gotong royon serta kekeluargaan yang erat. Hal ini lah yang membuat suku Dayak merupakan cerminan nyata masyarakat Indonesia yang terkenal rukun dan bersahabat.

5. Simbol Naga di Atap Rumah

Simbol Naga di Atap Rumah

* sumber: www.gambarrumah.pro

Hal menarik dari rumah panjang Lamin adalah bagian atapnya. Jika dilihat atap rumah Lamin memiliki hiasan berbentuk kepala naga. Ada pula rumah yang dihiasi dengan badan naga pada bagian tengah atapnya. 

Patung kepala naga tersebut ditempatkan di ujung atas sebagai perlambang keagungan, budi luhur dan kepahlawan. Patung ini dibuat dari kayu dan diukir dengan tangan. 

6. Rumah Sekaligus Objek Wisata

Rumah Sekaligus Objek Wisata

* sumber: kisahasalusul.blogspot.com

Rumah Lamin dapat ditemukan di kawasan pedalaman Kalimantar timur. Sebabnya hunian di kawasan perkotaan sudah modern. Warga tidak tinggal di rumah Lamin lagi. Hal itu disebabkan semakin berkurangnya lahan untuk hunia baru.

Dengan semakin sedikitnya jumlah rumah Lamin yang masih berdiri hingga kini, rumah-rumah tersebut dijadikan objek wisata. Selain itu rumah-rumah tersebut dipakai hanya pada saat upacara adat saja, misalnya upacara perkawinan, ritus tradisi, dan lain-lain.   

Demikian beberapa keunikan rumah adat Lamin yang mempesona karena ciri khasnya. Rumah Lamin bukanlah satu-satunya rumah adat yang mempunyai keindahan terselubung yang menarik untuk digali. Ada ratusan rumah adat lain yang masih menyimpan misteri yang perlu disingkap sebagai ilmu pengetahuan. Siap untuk mempelajarinya lebih lanjut? 

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram