Inilah 10 Kue Khas Gorontalo yang Harus Kamu Coba!

Ditulis oleh Anggie Warsito - Diperbaharui 14 April 2020

Gorontalo memiliki sejumlah makanan berat yang kaya bumbu dan rempah. Ini membuat makanan di sana begitu khas saat dicecap lidah. Gorontalo pun juga memiliki sajian kue yang tak sedikit. Sajian kue di sini sangat cocok untuk disantap, terutama bagi yang ingin menyantap makanan Gorontalo yang tak terlalu banyak bumbu. Pada artikel kali ini, kami akan rekomendasikan beberapa kue di sana. Beberapa rekomendasi itu bisa kamu simak di bawah ini.

1. Tili Aya

Tili Aya

Rekomendasi kue pertama di Gorontalo adalah Tili Aya. Kue tradisional Gorontalo ini dibuat dari gula merah yang dicampur dengan telur dan santan kelapa. Di Gorontalo, kue ini lazim dikonsumsi saat sahur dan dipercaya mampu membuat perut lebih kuat saat berpuasa.

Selain itu, Tili Aya juga lazim disantap pada acara-acara adat Gorontalo. Pada acara-acara adat itu, Tili Aya bakal disantap bersama dengan lauk, pelengkap nasi, atau makanan berat lainnya. Kamu bisa mendatangi sejumlah acara adat Gorontalo untuk mengonsumsi kue satu ini.

2. Apang Colo (Apangi)

Apang Colo

Rekomendasi kue ini merupakan serabi a la Gorontalo. Hal itu bisa dilihat dari bentuknya yang mirip serabi, namun dengan warna yang lebih keputihan. Apang Colo sendiri terbuat dari tepung terigu yang dicampur garam, gula, ragi, dan santan. Diamkan sejenak, lalu tuangkan campuran adonan tersebut ke cetakan yang sudah dipanaskan sebelumnya.

Kue ini biasanya disantap dengan cara dicocolkan ke saus berbahan gula aren kental. Kue satu ini ternyata memiliki filosofi tersendiri di dalamnya. Menurut para tetua di Gorontalo, warna putih pada kue Apang Colo merupakan perlambang dari kesucian. Sementara itu, warna merah pada saus gula adalah simbol dari keberanian dan/atau pengorbanan. Jadi kesimpulannya, kue Apang Colo merupakan kue yang melambangkan kesucian sekaligus pengorbanan dan keberanian.

Kalau mau mencicipi kue ini secara gratis, datanglah ke Desa Dembe I, terutama saat Muharam tiba. Di bulan tersebut, Desa Dembe I sering mengadakan Festival Apangi yang lazim menyajikan Apang Colo secara gratis.

3. Popolulu

Popolulu

Lain dengan kue sebelumnya, kue ini merupakan kue bola ubinya Gorontalo. Bahan dasar kue ini adalah ubi merah yang diolah bersama dengan tepung beras, serta dibentuk bulat sempurna. Kue ini amat digemari semua kalangan di Gorontalo, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Popolulu bisa ditemukan di sejumlah toko kue dan pasar di Gorontalo.

4. Karawo

Karawo

Di Gorontalo, kue ini juga lazim disebut Kue Kerawang. Nama kue ini terinspirasi dari nama sulaman kain khas Sulawesi utara yang terkenal akan keindahannya. Tampilan kue ini sendiri memang tergolong cantik. Bagaimana tidak, bagian permukaan kue ini memiliki tampilan berupa gambar bunga dan daun. Menariknya, gambar bunga dan daun tersebut dilukis langsung dengan tangan.

5. Kue Tobu’u

Kue Tobu’u

Kue ini merupakan salah satu kue basah di Gorontalo. Kue Tobu’u terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan beras ulo, gula pasir, santan, susu cair, vanili, dan pasta pandan. Campuran bahan tersebut dikukus lalu diberi irisan buah nangka di atasnya. Sesudahnya, dikukus lagi dan kemudian disajikan. Tobu’u bisa kamu jumpai di beberapa toko kue dan pasar di Gorontalo.

6. Pia Saronde

Pia Saronde

Tak hanya Bali, Gorontalo ternyata juga punya sajian kue pia. Di Gorontalo, sajian pia tersebut memiliki nama Pia Saronde. Secara bahan, Pia Saronde mempunyai komposisi bahan yang sama dengan pia di Bali. Letak perbedaannya hanya pada varian rasa yang lebih banyak, serta bentuknya yang variatif.

Secara varian rasa, Pia Saronde memiliki sekitar 16 rasa. Susu, kacang hijau, dan keju adalah tiga di antaranya. Adapun untuk bentuk, Pia Saronde memiliki dua macam bentuk: bundar dan lilit panjang.

7. Lalampa

Lalampa

Sebetulnya, kue ini adalah kue khas Manado. Namun, kue ini pun juga terkenal di Gorontalo dan menjadi salah satu makanan khas di Gorontalo. Lalampa sendiri merupakan kue berbentuk lemper, namun memiliki isian yang tak biasa. Tak seperti lemper, Lalampa memiliki isian berupa ikan cakalang.

Cara memasaknya pun juga tergolong berbeda, bila dibandingkan dengan lemper. Tak seperti lemper, Lalampa dimasak dengan cara diolesi minyak sayur, lalu kemudian dibakar. Cara memasak tersebut membuat Lalampa memiliki aroma yang lebih harum dibandingkan lemper.

8. Kue Cara Isi

Kue Cara Isi

Kue cara isi merupakan kue asin dengan bahan dasar tepung terigu. Pada kue ini, tepung terigu nantinya bakal dicampur dengan gula pasir, santan, dan telur ayam. Di dalamnya, kue ini bakal diberi isian berupa ikan tongkol yang sudah dikukus, disuwir, dan dicampur dengan sejumlah bahan.

9. Popaco

Popaco

Berbanding terbalik dengan kue sebelumnya, kue ini adalah salah satu kue manis Gorontalo. Popaco dibuat dari parutan gula merah yang ditimpa adonan tepung terigu, telur, vanili, dan gula pasir. Setelah itu, ditimpa lagi dengan adonan berbahan pandan. Popaco lazim ditemukan di acara-acara pernikahan atau khitanan di Gorontalo. Walau begitu, sejumlah pasar tradisional pun juga menyediakan kue satu ini.

10. Sabongi

Kue Sabongi

Rekomendasi terakhir di artikel ini adalah Sabongi. Kue ini konon merupakan salah satu yang tertua di Gorontalo. Bahkan, dianggap sebagai kue favorit raja-raja Gorontalo di masa lampau. Adapun bahan dasar Sabongi adalah singkong parut, potongan pisang raja, bawang putih, gula pasir dan garam. Kue ini memiliki cita rasa yang gurih bercampur manis.

Sabongi bisa kamu temui di sejumlah pasar tradisional Gorontalo. Kue ini pun juga bisa dijumpai di Jakarta, terutama di RM Olamita yang sudah kami sebutkan sebelumnya.

Itulah sepuluh rekomendasi kue khas Gorontalo dari kami. Nah, dari kesepuluh kue khas Gorontalo di atas, kira-kira mana yang akan kamu cicipi terlebih dahulu? Atau kamu punya rekomendasi kue lainnya? Bisa beri tahu kami dan pembaca lain di kolom komentar, ya!

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram