Keluyuran / Palembang / Inilah 10 Kue Khas Palembang yang Wajib untuk Dicoba

Inilah 10 Kue Khas Palembang yang Wajib untuk Dicoba

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 November 2019

Kuliner yang paling terkenal dari ibu kota Sumatra Selatan adalah pempek. Selain pempek, biasanya orang juga teringat dengan Pindang Patin atau Sambal Tempoyak. Makanan tersebut memang menggoyang lidah.

Namun, tahukah kamu kalau Palembang juga punya kue yang tak kalah sedap? Beberapa kue sulit ditemukan di Jakarta, kecuali kamu punya kenalan asli Palembang. Nah, bila kamu berkunjung ke Bumi Sriwijaya, coba cari 10 kue khas Palembang yang wajib kamu cicipi.

1. Maksuba

Maksuba (Copy)

Rasa manis dan legit di mulut akan kamu rasakan saat mencicipi kue Maksuba. Kue ini memiliki warna kuning dengan garis-garis. Mirip seperti lapis legit yang ditemui di Jakarta. Namun, garis-garis yang ada pada kue ini dibuat berantakan. Ini pula yang menjadi ciri khasnya.

Maksuba dibuat dari mentega, telur bebek sebanyak 25 butir, susu kental manis, gula pasir, serta vanilla essence. Cara membuatnya pun tak sulit. Hanya saja perlu kesabaran karena menuangkan adonannya satu per satu. Ini dilakukan agar ada bentuk garis-garis pada hasil akhirnya.

Di Palembang, kamu bisa menemukan Kue Maksuba di Kue Khas Palembang Hj. Cekrum. Lokasinya di Lorong Roda, Jalan Merdeka, 26 Ilir, Palembang. Untuk satu loyang besar dihargai mulai dari Rp300.000 per loyang.

2. Kue Delapan Jam

Kue Delapan Jam (Copy)

Belum sah rasanya bila membahas kue khas Palembang tanpa menyebutkan kue delapan jam. Kue yang biasanya muncul pada perayaan hari besar di kota asalnya ini bisa kamu coba nikmati di hari biasa, lho. Caranya, tinggal kunjungi Kue Khas Palembang Hj. Cekrum di Lorong Roda, Jalan Merdeka, 26 Ilir, Palembang.

Setiap loyang besar, dihargai Rp300.000. Kamu bisa membelinya sekaligus untuk oleh-oleh atau snack saat berlibur di Palembang. Kue delapan jam ini memiliki rasa gurih dan legit. Sangat nikmat dan bertekstur lembut.

Bahan untuk membuat kue ini terdiri dari 15 butir telur, susu kental manis, gula pasir, margarin, serta agar bening. Nama delapan jam bukan hanya sekedar nama. Delapan jam di sini bermaksud pengolahan kue ini membutuhkan waktu lebih dari delapan jam agar kematangan dan warna kue ini sempurna. Menarik, ya?

3. Kue Bolu Suri

Kue Bolu Suri (Copy)

Sekilas kue Bolu Suri mirip dengan Bika Ambon dari tekstur sarang, warna, dan bentuk. Tapi sesungguhnya dua kue ini berbeda. Bahan yang digunakan Kue Bolu Suri lebih sederhana dibanding Bika Ambon, yaitu tepung terigu, fermipan, air, telur, gula, margarin, susu kental manis, serta vanili.

Jika sedang mengunjungi Palembang, siapkan diri untuk membelinya di Kue Khas Palembang. Lokasi tepatnya di Jalan Merdeka 26 Ilir Lorong Roda, Palembang. Kamu bisa membeli Kue suri seharga Rp 120.000 untuk ukuran loyang bundar. Penasaran akan rasanya?

4. Lumpang

Lumpang (Copy)

Kue lumpang adalah kue yang perlu kamu coba juga khas Palembang. Tekstur kenyal dengan rasa gurih memikat lidah siapa pun yang memakannya. Tak sulit untuk menemukan kue lumpang. Kamu cukup mengunjungi toko roti serta warung makan di Kota Pempek ini.

Paling pas jika kue lumpang dinikmati dengan kopi. Hmm, sedap! Biasanya kue lumpang dibuat dalam tiga warna, berdasarkan bahan pembuatannya. Ada yang berwarna hijau yang berasal dari daun pandan, berwarna putih berarti menggunakan gula pasir, dan cokelat berarti menggunakan gula merah.

5. Kue Srikaya

Kue Srikaya (Copy)

Lembut, legit, manis, beraroma pandan adalah rasa yang didapat bila kamu memakan kue srikaya. Kue satu ini cukup banyak disajikan di beberapa rumah makan khas Palembang seperti Pagi Sore atau pasar tradisional Cinde, Pasar Perumnas, Pasar Lemabang, maupun Pasar Plaju.

Bahan untuk membuatnya tak pakai tepung terigu, tetapi menggunakan telur, baik telur ayam maupun telur bebek, santan, gula pasir, daun suji, daun pandan, serta air. Kemudian bagian berwara putih, ada yang menggunakan ketan, ada pula yang menggunakan roti sebagai pengganti ketan. Ini semua tergantung selera.

6. Kue Engkak Ketan

Kue Engkak Ketan (Copy)

Kue Engkak Ketan sekilas mirip Maksuba dan juga Lapis Legit. Padahal keduanya memiliki perbedaan. Pada Maksuba, garis-garis kue terlihat tak beraturan, sedangkan kue Engkak Ketan cukup rapi.

Bahan pembuatannya pun menggunakan tepung ketan, gula pasir, santan, susu kental manis, mentega, telur , dan vanili. Sehingga tekstur yang dihasilkan lebih set dibandingkan Maksuba.

Penasaran? Kamu bisa mencoba kue engkak ketan dalam ukuran mini di Kue Khas Palembang “Hj.Cekrum”. Hanya membayar Rp 3.000 per buah, kamu bisa menikmati kue khas Palembang satu ini. Mau bawa pulang? Silakan beli ukuran loyang besar di sini dengan membayar Rp 275.000 per loyang.

7. Kojo

Kojo (Copy)

Bagi kamu penyuka makanan olahan pandan, Kue Kojo harus dicoba. Nama kojo diambil karena bentuknya seperti bunga kamboja, berwarna hijau dan paling pas disantap dengan teh manis hangat.

Untuk membuatnya, kamu perlu daun pandan, daun suji, santan kelapa, mentega cair, tepung terigu, gula halus, dan telur. Teksturnya lembut ini memang mampu memikat hati. Nah, kamu bisa membeli Bolu Kojo di Kue Khas Palembang “Hj.Cekrum” dan dihargai mulai dari Rp120.000 per loyang baking.  Ada juga ukuran mini yang dijual seharga Rp3.000 per buah.

8. Gandus

Gandus (Copy)

Jika kue pada umumnya adalah makanan penutup, berbeda dengan Gandus. Kue ini merupakan makanan pembuka sebelum menyantap makanan utama. Rasanya gurih dan bukan termasuk kue manis. Bahan untuk membuatnya terdiri dari tepung beras, garam dapur, santan kelapa, ebi, bawang merah, serta daun seledri.

Tak hanya di Palembang, Gandus bisa ditemukan di Jambi serta Lampung. Untuk versi manisnya bisa kamu temukan di Jakarta dengan sebutan Kue Talam. Nah, untuk mencicipinya, kunjungi pasar tradisional atau warung-warung yang menyediakan sarapan.

9. Dadar Jiwo

Dadar Jiwo (Copy)

Dadar Jiwo adalah kue khas Palembang yang memiliki bagian kulit dan bagian isi. Bagian kulit dibuat dari tepung terigu, telur, air, garam, serta air kunyit. Sedangkan bahan isi terbuat dari pepaya muda dan udang kering yang dibumbui dengan bawah merah, bawang putih, garam, serta lada.

Bentuknya mirip dadar gulung yang berisi kelapa parut. Tapi di atasnya diberikan taburan dari santan, cabai, serta bawang goreng. Itulah yang membedakan dalam bentuk. Rasanya pun termasuk ke dalam kue gurih. Untuk mencicipinya, coba datang ke pasar tradisional di Pasar Perumnas atau Pasar Cinde yang menjual aneka jajanan pasar.

10. Bluder

Bluder (Copy)

Jangan lewatkan untuk mencoba kue kuno berbentuk bundar ini di Palembang. Kue Bluder namanya. Menurut cerita, kue ini merupakan makanan tradisional Belanda. Bluder memiliki tekstur lebut, empuk, serta manis. Biasanya Bluder disajikan di acara pernikahan, lamaran, maupun acara besar lainnya.

Seiring waktu, untuk menikmati kue ini memang termasuk sudah sulit ditemui. Namun, tetap bisa dirasakan bila kamu pergi ke Tenda Kue Bu Nuraini di Taman Kota Baturaja atau di Bluder Febby yang terletak di Lorong Asik, Jalan Faqih Usman 3-4 Ulu, Palembang.

Dari sepuluh kue khas Palembang di atas, mana yang sekiranya akan dimasukan list kuliner? Jangan lupa untuk berikan jenis kue khas Palembang lain yang kamu temukan setiba di sana, ya. Kemudian bagikan di kolom komentar.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *