10 Kuil Terkenal di Korea Selatan yang Bersejarah

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 30 Juli 2021

Tak hanya terkenal dengan KPop dan drama-dramanya, Korea Selatan juga terkenal karena wisata budaya dan religi. Salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi para wisatawan asing adalah kuil. Terdapat wisata kuil yang memungkinkan para wisatawan untuk menginap di sana untuk merasakan kehidupan para biksu.

Kuil-kuil tempat para biksu itu tinggal ada yang terletak di tengah kota hingga di kaki gunung yang rimbun. Bangun keagamaan tersebut terlihat indah dengan hiasannya. Ada kuil yang menghadap ke lautan juga lembah. Di Korea Selatan terdapat sekitar 900 kuil Buddha. Banyak dari kuil-kuil ini sudah berusia berabad-abad.

Yuk, kita jalan-jalan ke kuil-kuil terkenal di Korea Selatan! Info selengkapnya, simak ulasan berikut ini ya.

1. Kuil Cheoneunsa

Kuil CheoneunsaSumber: flickr.com
  • Alamat: 209 Nogodan-ro, Gwangui-myeon, Gurye-gun, Jeollanam-do, Korea Selatan
  • Jam Operasional: Tiap hari, 07:00 - 19:30
  • Telepon: +82 61-781-4801
  • Website: http://www.choneunsa.org/

Kuil Cheoneunsa merupakan salah satu dari tiga kuil terbesar yang ada di gunung Jiri. Pertama kali dibangun pada tahun 828, kuil ini terbakar selama Invasi Jepang ke Korea pada tahun 1592. Pada tahun 1610 dibangun kembali, tapi pada tahun 1676 terbakar lagi.

Kemudian pada tahun berikutnya dibangun kembali, tapi pada tahun 1773 terbakar lagi, dan akhirnya pada tahun 1775 dibangun kembali. Menurut legenda, sesudah tahun 1592 saat kuil ini dibangun, para pembuatnya membunuh seekor ular besar yang muncul terus-menerus di mata air terdekat.

Saat mata air mengering serta kuil terus terbakar, penduduk desa merasa yakin kalau ular itu merupakan penjaga roh air. Kala itu salah satu dari empat ahli kaligrafi paling terkenal dari Dinasti Joseon, Wongyo Lee Gwang-sa, mendengar cerita itu. Dia pun menulis "Cheoneunsa" dengan gaya mengalir kemudian menggantungnya di kuil. Sejak itu tak ada pembakaran kuil lagi.

2. Kuil Bulguksa

  • Alamat: 15-1 Jinhyeon-dong, Gyeongju-si, Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan
  • Jam Operasional: Februari 07:30-17:30 Maret – September 09:00-18:00 (Sabtu dan Minggu: 08:00-18:00), Oktober 07:00-17:30, November – Januari 07:30-17:00
  • HTM: Perorangan: Dewasa (19-64 tahun) 6.000 won, Pelajar (13-18 tahun) 4.000 won, Anak (8-12 tahun) 3.000 won.
  • Rombongan/20 orang lebih: Pelajar (13-18 tahun) 3.500 won, Anak (8-12 tahun) 2.500 won, Anak (7 & kurang dari 7 tahun) 2.000 won.
  • Telepon: +82 54-746-9913
  • Website: http://www.bulguksa.or.kr/

Kompleks kuil yang ada di gunung ini berasal dari era Silla. Kuil ini dinobatkan sebagai Historic and Scenic Site No. 1. Karena sejarah dan budayanya, Bulguksa juga diklasifikasikan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Kuil ini sangat penting untuk Buddhisme Korea pada masa Silla.

Didirikan di Gunung Tohamsan, Bulguksa memperlihatkan semua elemen utama dari kuil umumnya. Di sini terdapat taman, jembatan batu kuno, kolam berisi teratai serta pemandangan gunung.

Kuil terkenal di Korea Selatan ini dibangun pada tahun 535 dan dihancurkan selama invasi Jepang pada tahun 1592. Setelah ratusan tahun kemudian baru dibangun kembali. Mulai tahun 1960-an, kompleks ini mengalami pemugaran penuh, tapi pondasi batu dan pagoda kuil masih tetap asli. 

3. Kuil Haedong Yonggung

Kuil Haedong YonggungSumber: flickr.com
  • Alamat: 86 Yonggung-gil, Gijang-eup, Gijang Busan, 619-902, Korea Selatan
  • Jam Operasional: Tiap hari, Pukul 05:00 – 19:00
  • Telepon: +82 51-722-7744
  • Website: http://www.yongkungsa.or.kr/

Lokasi kuil Haedong Yonggung tidak umum namun sangat mengesankan. Kuil ini menempel di garis pantai berbatu dan berada di kota tepi laut Busan. Haedong Yonggung menghadap ke arah ombak biru dan putih yang bergulir ke arah pantai.

Kuil ini dibangun tahun 1376, tapi sempat hancur saat pendudukan Jepang. Pada tahun 1970 dibangun kembali. Selama berabad-abad Haedong Yonggung berhasil menarik pengunjung dengan pemandangan matahari terbit yang indah dan bangunan yang dicat dengan cukup rumit.

Karena kuil ini sangat popular, maka bersiaplah untuk berada di keramaian dan di pagoda tiga lantai terdapat empat patung singa, yang melambangkan kegembiraan, kemarahan, kesedihan serta kebahagiaan.

4. Kuil Bongeunsa

  • Alamat: 531 Bongeunsa-ro, Samseong-dong, Gangnam-gu, Seoul 135-870, Korea Selatan
  • Telepon: +82 2-3218-4800
  • Website: http://www.bongeunsa.org/

Bongeunsa merupakan kuil tertua dan paling terkenal yang berada di Kota Seoul. Walaupun bangunan itu asalnya dari tahun 794, baru beberapa waktu kemudian bangunan ini dibawa ke Seoul. Awalnya bangunan kuil ini dibangun 2 jam di daerah tenggara Seoul yang berdekatan dengan kota Yeoju, dekat Makam Kerajaan Raja Sejong.

Pada abad ke-16, kuil ini dipindahkan ke lokasi yang sekarang. Letaknya di seberang jalan dari COEX Mall di Gangnam dan menjadi salah satu representasi paling ikonik dari sejarah Korea di Seoul. Salah satu situs kota yang menjadi objek foto populer serta simbol Bongeunsa adalah patung Buddha setinggi 75 kaki. Patung tersebut seperti mengawasi penduduk ibu kota yang sibuk.

Wisatawan bisa menginap semalam di kuil ini dan ada juga kegiatan lain seperti yoga, meditasi, dan penerjemahan kitab suci.

5. Kuil Suguksa

Kuil SuguksaSumber: m.blog.naver.com
  • Alamat: 8-5 Seooreung-ro 23-gil, Galhyeon 2(i)-dong, Eunpyeong-gu, Seoul, Korea Selatan
  • Telepon: +82 2-356-2001
  • Website: http://www.suguksa.org/

Kuil emas yang tersembunyi di distrik barat laut Eunpyeong-gu di Seoul ini berkilau dan bersinar di bawah sinar matahari. Suguksa dengan pemandangan yang luar biasa ini merupakan satu dari hanya dua kuil emas di seluruh Korea Selatan dan satu-satunya yang berada di Seoul.

Dikarenakan beberapa alasan, kuil emas tidak begitu terkenal di kalangan banyak orang. Ini berbeda dengan Kinkaku-ji yang terkenal di Kyoto. Awalnya kuil Suguksa didirikan oleh Raja Sejo pada masa Dinasti Joseon untuk menghormati putranya yang sudah meninggal.

Kuil yang dibangun pada tahun 1459 ini dimaksudkan untuk memberikan perawatan kepada anggota keluarga kerajaan yang mengalami penyakit mental. Suguksa berada di wilayah terpencil yang tenang namun menakjubkan khususnya jika berkunjung ke sini di musim semi sebelum ulang tahun Buddha. Pengunjung bisa melihat semua lentera teratai berkeliaran di sekitar kuil.

6. Kuil Beomeosa

Kuil BeomeosaSumber: flickr.com
  • Alamat: 250 Beomeosa-ro, Cheongnyongnopo-dong, Geumjeong-gu, Busan, Korea Selatan
  • Telepon: +82 51-508-3122
  • Website: http://www.beomeo.kr/

Didirikan pada tahun 678 oleh Uisang Daisa, kuil ini merupakan salah satu dari tiga kuil terbesar yang berada di Provinsi Gyeongsang. Beomeosa yang didirikan pada Dinasti Silla ini merupakan salah satu kuil terbesar yang pernah ada. Sayangnya pada tahun 1592 kuil ini terbakar saat invasi Jepang ke Korea, walaupun pada tahun 1613 akhirnya dibangun kembali.

Tak hanya harta karun serta aset budaya yang berada di kuil ini. Ada juga berbagai atraksi seperti ladang tanaman rotan yang digolongkan sebagai monumen nasional serta 11 pertapaan berbeda yang berada di gunung.

7. Kuil Jogyesa

Kuil JogyesaSumber: flickr.com
  • Alamat: 55 Ujeongguk-ro, Gyeonji-dong, Jongno-gu, Seoul, Korea Selatan
  • Telepon: +82 2-768-8600
  • Website: http://www.jogyesa.kr/

Berbeda dari kebanyakan kuil di Korea Selatan yang terletak di lanskap pegunungan, Jogyesa merupakan salah satu pengecualian. Kuil ini dikelilingi oleh gedung pencakar langit di Kota Seoul. Wisatawan akan menemukan kuil ini dengan berjalan kaki dari dua istana paling terkenal, yaitu Gyeongbokgung dan Changdeokgung. 

Kuil ini ini dicat dengan beberapa warna cemerlang yang sama, seperti batu giok, merah serta emas. Ada juga hiasan lukisan dinding yang rumit. Tempat ini terasa layaknya tempat yang tenang dan abadi dengan sepasang pohon pinus berusia 500 tahun yang mengapit kuil tersebut. Kuil ini, meskipun berada di pusat keramaian, tapi tak tersentuh oleh lingkungan modern yang mewah.

Selama pendudukan Jepang pada tahun 1910 kuil ini akhirnya dibangun kembali. Akan tetapi pada tahun 1954 diruntuhkan sebagai bagian dari program untuk menghilangkan pengaruh Jepang yang tersisa. di pada tahun yang sama Kuil Jogyesa dibangun lagi. Sekarang kuil ini berfungsi sebagai markas besar sekte terbesar dari Buddhisme Korea, yaitu ordo Jogye dari Buddhisme Korea.

8. Kuil Hwagyesa

Kuil HwagyesaSumber: theseoulguide.com
  • Alamat: Korea Selatan, Seoul, Gangbuk-gu, Insu-dong, 117
  • Telepon: +82 2-902-2663
  • Website: http://www.hwagyesa.org/

Kuil Hwagyesa yang terselip di antara pepohonan serta aliran sungai di Taman Nasional Bukhansan di kaki Gunung Samgaksan ini hanya berjarak sekitar 40 menit dari hiruk pikuk pusat kota Seoul dengan menggunakan kereta bawah tanah.

Hwagyesa yang asli dibangun tahun 1522 dihancurkan tapi hancur oleh api. Koleksi bangunan berasal yang berasal dari abad ke-17 dengan ornamen yang dicat cerah dan atap yang landai ini sudah menjadi pusat Buddhisme Zen di Korea. Di kalangan warga asing, kuil ini terkenal dengan program menginapnya yang popular. Wisatawan bisa belajar bagaimana hidup seperti biksu Buddha.

9. Kuil Guinsa

Kuil GuinsaSumber: pixabay.com
  • Alamat: 73 Guinsa-gil, Yeongchun-myeon Danyang-gun, Chungcheongbuk-do, 395-831, Korea Selatan
  • Jam Operasional: 24 jam
  • Telepon: +82434237100
  • Website: http://www.cheontae.org/

Dibangun baru-baru ini pada tahun 1945, kuil ini merupakan salah satu kuil baru di Korea Selatan. Meski tergolong baru, kuil ini layak untuk dikunjungi karena lokasinya dan skala bangunannya. Guinsa terselubung di hijaunya Pegunungan Sobaek, kuil ini merupakan pusat administrasi lebih dari 140 kuil lainnya.

Selain itu, akomodasi di tempat ini bisa menampung sekitar 10.000 biksu untuk tinggal di sini pada waktu tertentu. Kuil ini memiliki lahan pertanian dengan skala besar sehingga pengunjung disajikan makanan vegetarian gratis, yang terdiri dari sarapan, makan siang dan makan malam, bergantung waktu tiba pengunjung.

10. Kuil Gakwonsa

Kuil Gakwonsa
  • Alamat: 245 Gagwonsa-gil, Anseo-dong, Dongnam-gu, Cheonan-si, Chungcheongnam-do, Korea Selatan
  • Telepon: +82 41-561-3545
  • Website: http://www.gakwonsa.or.kr/

Kuil yang berada di kaki Gunung Taejosan ini membutuhkan pendakian sekitar 203 anak tangga yang curam agar dapat melihat patung Amita-bul atau Buddha Surga Barat yang sama besarnya. Tinggi patung tersebut sekitar 15 meter.

Amita-bul pertama kali dibuat pada tahun 1976. Awalnya Amita-bul merupakan patung terbesar di Korea hingga dibangunnya The Future Buddha di Kuil Beopjusa pada tahun 1988. Patung perunggu di kuil ini jauh lebih menakjubkan serta memiliki berat yang mencapai 60 ton. Halaman kuil sangat luas serta bangunannya memiliki dekorasi yang rumit.

Saat jalan-jalan ke Korea Selatan, pengunjung tak hanya disajikan gemerlapnya kota dan bangunan pencakar langit tapi juga peninggalan budaya, seperti istana dan kuil. Kuil-kuil terkenal di Korea Selatan ini tak hanya jadi pusat peribadatan tapi juga destinasi wisata religi.

Apakah kamu pernah mengunjungi salah satu dari kuil-kuil terkenal di Korea Selatan tersebut? Kuil mana yang sudah kamu datangi?

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram