Cobain Lotek Kalipah Apo 42 Bandung yang Paling Enak ini!

Ditulis oleh Syuri

Siapa yang suka makan lotek? Kalau orang Sunda pasti pernah makan kudapan ini, bahkan bisa jadi tergila-gila dengan rasanya. Lotek itu adalah makanan khas Jawa Barat yang berisi rebusan aneka sayuran (ada juga yang pakai sayur mentah), lalu disiram dengan saus kacang.

Sayuran yang biasanya ada pada lotek adalah kol, kangkung, kacang panjang, tauge, tapi ada juga yang pakai bayam, daun singkong, kapri, daun kacang kedelai, dan lain-lain.

Yang membuat lotek spesial adalah, bumbunya fresh! Mereka dibuat sebelum lotek disajikan. Penjajak lotek menggerus kacang goreng utuh atau kacang goreng yang sudah ditumbuk kasar sebelumnya di atas coet (bahasa Sunda-nya cobek), lalu diulek pakai mutu sampai lembut. Ada yang menggunakan kacang saja tapi ada juga yang suka menambahkan kentang atau ubi rebus ke dalam bumbu kacang.

Sepintas terdengar mudah untuk membuat lotek, ya? Eits, tapi tunggu dulu. Tidak semua lotek itu enak, loh! Ada satu, nih, lotek yang enaknya pakai banget. Dia juga merupakan lotek legendaris di Kota Bandung.

Namanya adalah Lotek Kalipah Apo 42. Namanya diambil dari alamat tempat lotek ini dijual, tapi entah bangunannya pindah atau bagaimana, karena alamat yang sekarang adalah Jalan Kalipah Apo no. 44.

Menu

Pertama-tama, mari kita bahas loteknya, karena itu adalah primadonanya. Di sini ada dua jenis lotek, yaitu Lotek Matang dan Lotek Mentah. Bedanya penggunaan sayurannya saja yang sudah direbus dulu atau yang segar tanpa dimasak terlebih dahulu.

Terus, kamu bisa menikmati loteknya saja, pakai nasi, atau lontong. Kalau kamu pilih nasi, disajikan terpisah. Kalau lotong, jangan dicari di piring lainnya karena sudah diaduk agar tercampur rata dengan lotek yang kamu pesan.

Bisa dilihat dari foto sebelumnya, kalau lotek yang kamu pesan diselimuti dengan kerupuk udang. Ini adalah penampilan loteknya saat selimut itu disibak. Cantik banget, ya? Ada cengek (cabai rawit hijau) yang nyempil di tengah-tengah untuk menandakan lotek mana yang pedas. Kalau kamu pesan lotek yang tidak pedas, ya tidak ada cengeknya. Yang ini lotek matang dengan lontong, ya.

Nah, kalau foto ini merupakan penampakan lotek atah alias lotek mentah. Jujur, author sendiri kurang suka dengan lotek mentah karena dari dulu sudah terbiasa makan lotek matang. Tapi, lotek mentah di sini tuh enak! Sayurannya segar-segar, bersih, dan tidak pahit.

Isi sayurannya juga cukup berbeda dengan versi lotek matang. Kalau ini lebih mirip gado-gado karena pakai selada air dan mentimun. Baik lotek mentah ataupun matang harganya sama, yaitu Rp 22.000.


Kalau sudah makan lotek itu rasa bumbu kacangnya suka 'nyangkut' di tenggorokan. Nah, kamu bisa menyegarkan kembali mulut kamu dengan Es Campur Shanghai (Rp 18.000). Isiannya ada manisan pepaya, kolang kaling, cincau hitam, cendol, daging kelapa muda, agar-agar, dan manisan bengkuang. Rasanya segar dan tidak giung (tidak terlalu manis).

Di depan restoran ada penjajak cincau hijau, nih! Kamu bisa beli untuk menyantapnya nanti di rumah. Cincaunya asli, santannya kental, dan gulanya dari gula betulan bukan dari sakarin (gula buatan). Supaya lebih segar, minum cincaunya dalam keadaan dingin, ya! Tambahkan es batu, kalau ada es serut lebih enak lagi.

Selain lotek, di sana juga ada banyak menu lainnya, seperti Gado-gado, Laksa Ayam, Nasi Timbel Gepuk, Pindang Bandeng Kuah, aneka Kolak, aneka Rujak, aneka minuman segar, dan berbagai macam kerupuk untuk menemani makan. Karena cara memesannya semi-prasmanan, kamu perlu melewati beberapa makanan sebelum sampai ke kasir.

Nah, author tidak tahan melihat aneka kolak yang tersedia, padahal waktu itu bukan bulan Ramadhan. Ya, kolak di sini all season alias ada terus walaupun bukan bulan puasa. Kalau kamu kangen makan kolak di hari-hari biasa, langsung saja melipir ke sini.

Terus, di sini tuh bukan cuma ada kolak biasa yang isinya candil atau pisang saja, tapi ada berbagai macam bubur yang bisa kamu campur jadi kolak. Ada Bubur Sagurangi, Jali, Lemu, Pacar, Caca, Ketan Hitam, dan Kunyit. Semua harga buburnya berkisar 19 ribuan. Jadi, kamu bisa DIY kolakmu sendiri!

Untuk pilihan author waktu itu tidak macam-macam, yaitu Bubur Jali dan Bubur Lemu saja. Karena dicampur, harganya jadi termasuk Kolak Campur, yaitu Rp 19.000 saja, bukan 19 ribu dikali dua. Rasanya legit dan gurih, enak banget pokoknya. Karena buburnya sudah asin gurih, jadi santannya yang agak manis terasa cocok banget.

Suasana

Nah, seperti ini bentuk restorannya. Lebih mirip kafetaria kantor, sih, kalau menurut author. Tapi, tetap nyaman dan bersih banget tempatnya. Tempat ini dipenuhi keluarga, anak-anak, orang kantoran, driver ojek online, dan warga sekitar situ yang sudah menjadi langganan.

Jadi, cara pemesanannya kamu masuk ke antrian. Dipagari juga, loh, antriannya, jadi rapi dan tertib. Mirip seperti ketika kamu pesan makan di Hoka-hoka Bento. Nanti kamu dikasih tray makanan sama mbak-mbak yang bertugas, lalu ditanya mau pesan apa. Untuk menu jadi seperti Lontong Kari bisa kamu dapatkan segera, nanti kamu sendiri yang bawa ke meja.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram