Ini Dia 5 Makanan Khas Bali yang Paling Enak dan Populer

Ditulis oleh - Diperbaharui 13 April 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kalau mendengar frasa “makanan khas Bali”, maka Ayam Betutu dan Sate Lilit adalah dua nama yang sering disebut. Ya, kedua makanan tersebut amatlah terkenal. Saking terkenalnya, sejumlah tempat makan non-Bali bahkan sampai menyediakan dua makanan tersebut.

Selain dua makanan tersebut, Bali sebetulnya masih memiliki banyak makanan khas lainnya. Beberapa di antaranya bakal Keluyuran rekomendasikan di sini. Siapa tahu, kamu mau mencoba makanan khas Bali selain Ayam Betutu atau Sate Lilit.

1. Nasi Jinggo/Jenggo

Nasi Jinggo

* sumber: laskarkuliner.blogspot.com

Rekomendasi makanan khas Bali yang pertama adalah Nasi Jinggo atau Nasi Jenggo. Bisa dibilang, kalau ini adalah Nasi Kucing khas Pulau Dewata. Makanan ini lazimnya disajikan dengan daun pisang, lalu diisi dengan nasi putih sebesar kepalan tangan; ayam suwir; serundeng; mi; dan sambal goreng tempe.

Isian pada Nasi Jinggo tidaklah mutlak. Kadangkala, sebuah Nasi Jinggo bisa berisi nasi kuning dengan lauk berupa daging; mi goreng; hingga telur. Di Bali, makanan ini bisa kamu temukan di sejumlah warung kaki lima atau rumah makan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Warung Nasi Jinggo di Jalan Thamrin No. 67, Pemecutan, Denpasar Baru, Kota Denpasar, Bali.
  • Warung Nasi Jinggo Agung Vivo di Jalan Gatot Subroto I/XX No. 2, Tonja, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali.
  • Nasi Bakar & Jinggo Sambal Roa di Jalan Taman Pancing No. 252, Pemogan, Depnasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.

2. Sate Plecing

Sate Plecing

* sumber: www.kintamani.id

Selain Sate Lilit, Bali punya sajian sate lain yang tak kalah lezat. Sate Plecing adalah salah satunya. Sate Plecing merupakan sajian sate khas Bali yang tidak disirami bumbu sate, melainkan dengan bumbu Plecing, Adapun bumbu Plecing sendiri merupakan bumbu yang terbuat dari cabai rawit, tomat, terasi, garam, dan air jeruk limau.

Adanya terasi pada bumbu tersebut membuat Plecing begitu pedas sekaligus beraroma wangi. Dari segi daging, sate ini biasanya memakai daging babi. Walau begitu, sate ini pun juga seringkali memakai daging non=babi, seperti: ayam, sapi, dan kambing.

Kalau mau makan Sate Plecing yang enak di Bali, maka kamu bisa datang ke warung Sate Plecing Arjuna. Ini adalah sebuah tempat makan Sate Plecing legendaris. Tempat ini sudah hadir sejak 1990 silam. Di sini, kamu tak hanya bisa menyantap Sate Plecing begitu saja. Kamu pun bisa menyantap Sate Plecing sekaligus dengan Sate Sumsum yang kenyal.

Apakah kamu tertarik? Kalau ya, sila datang ke alamat lengkapnya di Jalan Arjuna No. 47, Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali.

3. Nasi Tepeng

Nasi Tepeng

* sumber: ksmtour.com

Kalau masih ingin menyantap hidangan nasi di Bali, maka Nasi Tepeng bisa kamu cicipi. Tak seperti Nasi Jinggo, Nasi Tepeng punya tekstur yang cukup lembek. Adapun lauk pada nasi satu ini lazimnya adalah terong; kelor; kelapa parut; kacang merah; nangka muda; kacang panjang; dan daging ayam.

Nasi beserta semua lauk itu pun lantas disajikan di atas daun pisang yang mungil. Agar makin lezat, bumbu rempah khas Bali disiramkan ke atas nasi beserta lauk-lauk tersebut. Walaupun lembek, kehadiran lauk pauk beserta rempah khas Bali membuat nasi ini begitu gurih dan pedas di lidah.

Di Bali—khususnya Gianyar, Nasi Tepeng biasanya lazim dipakai menu sarapan. Walau begitu, nasi ini pun masih laik disantap baik di waktu siang ataupun malam. Seporsi Nasi Tepeng di Bali dipatok harga yang amat murah: 10 ribu rupiah saja. Untuk membelinya, kamu bisa datang ke Pasar Senggol Gianyar yang ada di Jalan Ngurah Rai, Gianyar, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali.

4. Tum Ayam

Tum Ayam

* sumber: foodcomas.com

Bisa dibilang, kalau rekomendasi makanan satu ini adalah versi Bali-nya pepes ayam. Analogi ini tak lepas dari bahan dan proses pembuatannya yang hampir sama dengan pepes ayam di Pulau Jawa. Proses pembuatan Tum Ayam sendiri diawali dengan mencincang daging ayam terlebih dahulu. Daging ayam yang dicincang tersebut lalu dicampur dengan rempah-rempah khas Bali hingga merata.

Sebelum nantinya dibungkus daun pisang, campuran ayam cincang dan rempah tersebut terlebih dahulu disirami oleh santan kelapa. Penambahan santan kelapa pada makanan inilah yang membuat Tum Ayam berbeda dibanding pepes ayam pada umumnya.

Sesudah disirami santan kelapa, campuran bahan tersebut dibungkus dengan daun pisang, lalu dikukus hingga matang. Setelah matang, Tum Ayam bisa kamu santap langsung selagi hangat bersama dengan sepiring nasi yang hangat pula. Agar lebih pedas, kamu juga bisa menambahkan beberapa potong cabai di atasnya.

5. Sate Kakul

Sate Kakul

* sumber: kooliner.com

Ada satu sate lainnya di Bali, selain Sate Plecing dan Sate Lilit. Sate Kakul adalah sate lainnya itu. Ini adalah sate khas Ubud yang bahan dasarnya berbeda dibanding sate-sate umumnya. Bila sate lazimnya berbahan daging ayam; sapi; atau kambing, maka sate ini bahan dasarnya adalah daging siput.

Cara membuat sate ini tak terlalu rumit. Pertama, bersihkan siput dengan air bersih. Setelah itu, ditusukkan ke tusukan sate. Untuk bumbunya, sate ini tak memakai bumbu kacang atau bumbu Plecing khas Sate Plecing. Tetapi, menggunakan bumbu khas ikan bakar yang berbahan dasar kecap; gula merah; dan bawang merah.

Sebelum nantinya dilumuri bumbu khas ikan bakar, daging siput yang telah ditusukkan bakal dibaluri dulu dengan campuran kecap manis; kemiri; serai; tomat; dan saos tiram. Barulah setelah itu dibakar, dan dibaluri bumbu a la ikan bakar yang telah dibuat sebelumnya.

Sate khas Ubud ini punya cita rasa manis dan pedas. Kalau kamu kurang suka pedas, kamu bisa meminta pembuat sate ini untuk tidak menambahkan bumbu pedas ke dalamnya. Oh ya, mengenai sate unik ini, ada satu fakta menarik yang patut kamu ketahui. Jadi, sate ini dulunya adalah makanan khas orang kampung di Ubud. Adapun siput yang dipakai saat itu adalah siput dari sawah yang telah mereka tanami dengan padi.

Seiring waktu, penikmat Sate Kakul pun mulai meluas. Tak hanya warga kampung di Ubud, warga di luar Ubud (baik wisatawan lokal maupun asing) pun juga mulai menjadi penikmat sate ini. Sate Kakul kini telah hadir di sejumlah tempat makan. Salah satunya adalah Warung Sate Kakul di Jalan Kengetan, Singkerta, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Selain Ayam Betutu dan Sate Lilit, Bali rupanya menyimpan banyak makanan khas lainnya. Lima di antaranya sudah kami rekomendasikan di atas. So, buatmu yang ingin mencicipi makanan khas Bali selain Ayam Betutu dan Sate Lilit, kelima makanan di atas amatlah layak dicoba.

Kunjungi artikel tempat makan murah di Denpasar ini untuk mencari kuliner yang bersahabat dengan dompet.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *