keluyuran web banner

10 Makanan Khas Bantul dengan Cita Rasa Tradisional

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 2 Oktober 2020

Jika berkesempatan berlibur ke Yogyakarta jangan lupa untuk blusukan ke daerah Bantul. Bantul memiliki kuliner tradisional yang memiliki citra rasa yang lezat dan unik. Kamu bisa mencicipi makanan berat hingga camilan ringan. Makanan ini layak kamu cicipi saat kamu mampir ke Bantul.

Penasaran dengan makanan khas Bantul? Berikut ini adalah kuliner yang dapat kamu coba saat sedang berkunjung ke Bantul.

1. Mie Pentil

Mie Pentil

* sumber: nyero.id

Mie Pentil merupakan satu makan khas dari Bantul yang tepatnya dari Kecamatan Pudong. Bakmi ini dapat kamu temukan dengan mudah di pasar-pasar tradisional yang ada di Bantul. Nama pentil disematkan karena tekstur mie yang kenyal dan panjang dan ukurannya yang besar.

Mie pentil sendiri merupakan makanan yang berasal dari tepung tapioka atau sari pati ketela. Mie ini dibuat tanpa bahan pengawet dengan ketahanannya sekitar 12 Jam. Mie ini juga di sajikan dengan cara yang unik yaitu menggunakan daun pisang kemudian diberi sambal dan bawang goreng.

Mie pentil yang memiliki warna kuning dan putih ini dijual dengan harga yang cukup murah yaitu sekitar 2 ribu rupiah. Kamu bisa mendapatkannya di Pasar Pudong dari pagi hingga pukul 09.00 WIB. Porsinya tidak terlalu besar, cocok untuk kamu yang sedang tidak ingin makan besar.

2. Mie Des

Mie Des

* sumber: www.relunglangit.com%20

Mie yang masih berkerabat dekat dengan mie pentil ini juga berasal dari tempat yang sama yaitu Kecamatan Pudong. Mie des sendiri merupakan singkatan dari kata bakmie pedes. Bahannya sama dengan mie pentil yaitu tepung tapioka yang dibuat dengan tanpa menggunakan pengawet.

Mie  des ini merupakan kuliner rintisan seorang warga Pudong yang bernama Mbah Pawiro. Saat ini usahanya diteruskan oleh cucunya yang bernama Mbak Anik dengan suaminya. Letak warung mie ini berada di jalan Parangtritis Dusun Ngupit, Desa Patalan, Kecamatan Jetis, Kabupaten

Sekilas kamu seperti melihat tampilan mie jawa, tetapi mie des tidak menggunakan ayam sebagai bahan pelengkap tetapi menggunakan udang kering atau ebi. Penambahan ebi membuat rasa mie des semakin gurih. Satu porsi mie yang gurih ini dapat kamu beli dengan harga sekitar 7 ribu rupiah.

3. Mie Lethek

Mie Lethek

Satu lagi mie yang jadi makanan khas dari Bantul yaitu mie lethek. Mie lethek merupakan penganan yang berasal dari Srandakan, Batul. Bahan dari mie ini juga sama dengan kedua mie sebelumnya yaitu menggunakan tepung tapioka atau tepung yang berasal dari singkong.

Nama lethek ini diberikan karena penampakan dari mie ini yang tampak keruh dan berwarna kecoklatan. Mie ini dibuat tanpa bahan pengawet, tetapi dalam bentuk kering mie ini dapat disimpan hingga tiga bulan. Mie ini sekilas penampakannya mirip dengan bihun tetapi berwarna coklat.

Jika kamu ingin menikmati kuliner khas dari Bantul ini, kamu dapat menikmatinya dengan harga sekitar 15-20 ribu rupiah. Tetapi kamu juga bisa membeli mie lethek dalam bentuk mentah dengan harga sekitar 4-5 ribu rupiah dalam bentuk eceran untuk sekitar 5-6 porsi.

4. Kue Adrem

Kue Adrem

Kue Adrem merupakan penganan yang berasal dari Kecamatan Sanden di Bantul. Bahan utama dari kue adrem adalah tepung beras dan juga gula jawa. Kue ini memiliki cita rasa manis dengan sedikit gurih. Kue ini bisa kamu jadikan cemilan pendamping minum kopi atau teh di sore hari.

Camilan ini merupakan penganan tradisional yang sudah cukup lawas, sehingga mungkin tak semua orang pernah mencobanya. Kue ini dari luar terasa kering tetapi lumer di dalamnya. Jika kamu ingin mencobanya kenikmatan kue ini kamu bisa membelinya dengan harga 5 ribu dalam satu kemasan. 

5. Kue Geplak

Kue Geplak

* sumber: www.inibaru.id

Kue geplak merupakan makanan ikon dari kota Bantul. Kue yang berwarna warni ini merupakan penganan yang terbuat dari tepung beras, kelapa parut, dan juga gula. Dahulu kue ini merupakan makanan pengganjal rasa lapar yang dijadikan pengganti nasi, pada saat musim kemarau tiba.

Kue geplak kini berkembang menjadi camilan dengan tampilan yang menarik. Kue ini dibentuk bulat-bulat dan diberi warna-warna yang menarik. Jika kamu ingin mencicipi kue ini, kini kue ini juga di jual dalam bentuk kemasan dengan harga yang cukup terjangkau sekitar 25-30 ribu per setengah kilonya.

6. Gathot

Gathot

* sumber: pidjar.com

Gathot merupakan makanan ringan yang dibuat dari singkong yang telah dikeringkan atau biasa disebut dengan gaplek. Gathot dibuat dengan cara mengkukus gaplek yang telah dikeringkan. Gathot ini biasanya disajikan dengan tambahan parutan kelapa agar rasanya semakin gurih.

Kenikmatan ghatot ditentukan dari kualitas singkong yang dibuat menjadi gaplek. Kini penganan ghatot juga telah dijual dalam bentuk kemasan untuk lebih praktis dengan nama Gatot Timul Yu Tum. Harga Gathot Tiwul Yu Tum yang ditawarkan dengan harga yang bervariasi dari 6–45 ribu.

7. Sate Klathak

Sate Klathak

* sumber: www.sahabatufs.com

Daging kambing muda yang memiliki tekstur yang empuk, merupakan bahan dari Sate klathak khas Bantul. Sate ini akan banyak kamu jumpai di kawasan daerah Pleret Bantul, ada banyak pilihan warung yang menjual sate ini. Ada warung sate Pak Pong, Pak Bari, Pak Jono, dan yang lainnya.

Daging kambing muda ini dibakar dengan menggunakan tusukan yang berasal dari jeruji sepeda. Penggunaan jeruji sepeda dimaksudkan agar daging matang hingga ke dalam. Sajian sate klathak dapat  dinikmati dengan kuah gulai  dan sepiring nasi putih. Seporsi sate klatahak dihargai sekitar 20 ribu. 

8. Peyek Tumpuk

Peyek Tumpuk

Peyek tumbuk merupakan penganan yang dapat kamu jadikan oleh-oleh saat kamu berkunjung ke kota Bantul. Penganan peyek ini tidak sama dengan peyak pada umumnya yang biasanya pipih. Bentuk  peyek ini lebih tebal karena bentuk yang lebih seperti bongkahan yang tidak beraturan.

Peyek yang terkenal dari kota Bantul adalah Peyek Tumpuk Mbok Tumpuk, yang berlokasi di jalan Wahid Hasyim No. 104 B. Peyek ini menjadi cemilan yang legendaris yang telah berdiri sejak tahun 1960. Setengah kilo peyek tumpuk dalam satu bungkusnya dijual dengan harga 20 ribu rupiah.

9. Gudeg Manggar

Gudeg Manggar

* sumber: www.iqbalkautsar.com

Jika kamu mendengar kata gudeg maka yang terlintas adalah kota Yogyakarta. Gudeg Manggar memiliki perbedaan dengan gudeg nangka yang biasanya. Gudeng manggar menggunakan bunga kelapa sebagai pengganti buah nangka, sehingga memiliki tekstur yang lebih padat.

Gudeg manggar merupakan kuliner yang cukup sulit untuk kamu temukan. Hal itu dikarenakan bahan dari gudeng yang cukup sulit. Bunga kelapa yang dapat digunakan sebagai gudeg hanya bunga yang masih muda. Pohon kelapanya pun harus sudah tidak produktif untuk bisa diambil bunganya.

Dahulu gudeg ini hanya bisa kamu nikmati saat sedang ada festival gudeg manggar atau ada upacara adat. Sekarang kamu bisa menyantap gudeg manggar tanpa harus menunggu festival dahulu. Saat ini kamu juga menikmatinya di sekitaran daerah Bantul dengan kisaran harga 8 ribu – 250 ribu rupiah.

10. Karangan

Karangan

* sumber: laras-bening.blogspot.com

Karangan merupakan makanan khas dari batul tepatnya dari Kecamatan Kretek. Cemilan ini terbuat dari rumput laut yang dicetak dalam sebuah batok. Jika agar-agar biasanya berasa manis, karangan memiliki rasa asin dan rasa gurih. Makanan ini dipercaya memiliki kandungan serat yang tinggi.

Penganan ini dapat kamu temukan di pasar -pasdar tradisional, seperti Pasar Turi atau ke Pasar Ngangkruksari. Karangan dijual dengan harga yang cukup murah, yaitu sekitar 500 rupiah perpotongnya. Selain itu cemilan ini dikemas dengan cara tradisional yaitu dengan daun pisang.

Sebagian kuliner dari Bantul ini masih mempertahan cara pengolahannya dengan cara yang masih tradisional. Serta penganan yang tidak menggunakan bahan pengawet, membuatnya jauh lebih sehat. Kamu tidak akan rugi merasakan kenikmatan dari kuliner khas Bantul dari harga yang terjangkau, bercitarasa unik dan menyehatkan akan kamu dapatkan.

Tag: 
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram