10 Kuliner Khas Jawa Tengah yang Dijamin Menggugah Selera

Ditulis oleh - Diperbaharui 19 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi besar di Indonesia yang mayoritas ditinggali oleh suku Jawa. Berbagai daerah di Jawa Tengah dikenal dengan keindahan alam dan keramahan penduduknya. Selain itu, Jawa Tengah juga memiliki banyak kekayaan kuliner khas daerahnya masing-masing yang memiliki cita rasa lezat dan menggugah selera.

Bagi kamu yang sedang berencana untuk berkunjung ke wilayah Jawa Tengah, kamu harus mencicipi berbagai makanan khas daerah ini. Berikut beberapa kuliner khas Jawa Tengah yang akan menggugah selera kamu.

1. Garang Asem

Garang Asem

* sumber: www.romadecade.org

Garang asem merupakan makanan khas Jawa Tengah yang banyak ditemui di kota-kota seperti Semarang, Kudus, Pekalongan, Demak, dan Pati. Makanan ini berupa olahan daging ayam yang dimasak menggunakan santan dan dibungkus menggunakan daun pisang. Garang asem memiliki cita rasa yang asam dan juga pedas.

Garang asem biasa disajikan bersama dengan nasi dan dilengkapi dengan lauk pauk lainnya, seperti tempe goreng, perkedel, atau ayam asam manis. Jika kamu ingin membuatnya, kamu bisa merebus ayam dengan campuran bumbu seperti bawang putih, cabai, dan tomat kemudian dituang santan sambil terus dimasak hingga daging ayam menjadi matang.

2. Mie Ongklok

Mie Ongklok

Ketika kamu berkunjung ke daerah Wonosobo, maka kamu wajib mencoba kuliner khas daerah tersebut yang sangat terkenal, yaitu mie ongklok. Kuliner mie ongklok adalah kuliner mie yang direbus bersama kol serta potongan daun kucai. Mie Ongklok disajikan dengan kuah yang terbuat dari tepung kanji sehingga membuat kuahnya terasa lebih kental dibanding mie biasa.

Nama mie ongklok sendiri diambil dari nama keranjang kecil yang terbuat dari anyaman bambu bernama ongklok. Ongklok inilah yang digunakan untuk merebus mie ke dalam kuah kanji tersebut. Mie ongklok juga biasa disajikan dengan pelengkap lainnya seperti tempe kemul, sate sapi, atau kerupuk tahu.

3. Nasi Grombyang

Nasi Grombyang

* sumber: www.sumber.com

Nasi grombyang adalah kuliner khas Jawa tengah yang berasal dari daerah Pemalang. Nasi grombyang terbuat dari nasi dan daging kerbau. Nasi menjadi menu utamanya, sementara daging kerbau diracik dan disiram kuah dengan bahan-bahan seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan serai.

Penamaan nasi grombyang ini diambil dari cara penyajiannya dimana kuahnya akan disajikan dengan porsi lebih banyak dari isinya, sehingga orang Jawa menyebutnya dengan istilah “grombyang-grombyang” Penjual nasi grombyang ini biasanya memiliki ciri khas menggunakan kuali besar dengan tempat nasi yang ditutup menggunakan kain warna merah.

4. Brekecek

Brekecek

* sumber: indonesia.go.id

Makanan khas Jawa Tengah dengan nama yang unik ini tepatnya berasal dari daerah Semarang. Penamaan brekecek diambil dari dua suku kata. Brek artinya dijatuhkan atau diletakkan, sementara kecek atau cekek artinya dicampurkan dengan menggunakan bumbu.

Brekecek terbuat dari bahan dasar ikan pathak atau ikan jahan. Namun ada juga yang membuat brekecek dengan bahan dasar dari kepala ikan laut seperti menthok atau basur. Sementara bumbu untuk brekecek terbuat dari cabai, bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, lada, dan tomat.

5. Getuk Goreng

Getuk Goreng

Jika kamu berkunjung ke Jawa Tengah dan melintasi daerah Sokaraja Banyumas, kamu akan banyak menemui penjual getuk goreng berjejer di sepanjang jalan daerah tersebut. Getuk ini cukup unik karena proses pengolahannya yang digoreng, tidak dikukus seperti getuk biasanya. Getuk goreng memiliki paduan cita rasa manis dan gurih dan terbuat dari bahan dasar singkong.

Getuk goreng mulanya dibuat pada tahun 1918 oleh seorang penjual nasi dan getuk keliling bernama Sanpirngad. Sanpirngad mencoba menggoreng getuk jualannya yang tidak laku, namun orang-orang justru menyukai getuk yang digoreng tersebut. Selain cocok dijadikan cemilan, getuk goreng ini juga cocok dijadikan buah tangan dari daerah Sokaraja.

6. Lumpia Semarang

Lumpia Semarang

Ketika mendengar nama kota Semarang, maka makanan khas yang paling diingat oleh orang-orang adalah lumpia-nya. Lumpia Semarang sudah dikenal luas sebagai makanan khas daerah Semarang dan disukai oleh banyak orang, apalagi jika sajian lumpia ini dinikmati ketika masih hangat.

Lumpia Semarang memiliki varian isi yang beragam, mulai dari ayam, telur, udang, atau sayuran. Kamu juga bisa menikmati cemilan khas Semarang ini dengan dilengkapi siraman saus atau juga dimakan bersama cabai rawit.

7. Mangut Beong

Mangut Beong

* sumber: traveltodayindonesia.com

Kuliner mangut beong merupakan kuliner khas Jawa Tengah yang hanya bisa kamu temui di kota Magelang. Seperti namanya, kuliner ini terbuat dari bahan dasar ikan beong yang dimasak dengan mangut atau kuah gulai pedas. Kamu mungkin masih asing dengan nama ikan beong. Ikan ini merupakan sejenis ikan yang bentuknya hampir menyerupai ikan lele.

Ikan beong merupakan salah satu ikan khas yang bisa ditemukan di sekitar sungai Progo. Ikan ini memiliki tekstur daging yang padat dan lembut. Teksturnya yang lembut ini membuat daging ikan beong memberikan cita rasa lezat dan gurih dengan tekstur daging yang lembut dan mudah untuk dikunyah.

8. Nasi Gandul

Nasi Gandul

* sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Jika kamu berkunjung ke daerah Pati Jawa Tengah, maka kamu harus mencoba kuliner yang sangat khas dari daerah tersebut, yaitu nasi gandul. Nasi gandul ini disajikan dengan alas daun pisang sehingga memberi aroma khas dan biasa dijadikan menu sarapan oleh masyarakat setempat. Nasi gandul memiliki cita rasa yang lebih gurih dibanding nasi-nasi lainnya.

Dalam pembuatannya, nasi gandul juga menggunakan daun pandan yang menambah aroma sedap dan wangi. Nasi gandul dengan kuahnya yang segar ini akan sangat lezat jika kamu mencicipinya langsung di kota Pati. Untuk menikmati nasi gandul ini, kamu juga bisa menambahkan pelengkap lainnya seperti daging sapi yang juga sudah diolah sedemikian rupa.

9. Tempe Mendoan

Tempe Mendoan

Kamu tentu sudah tidak asing dengan gorengan tempe mendoan. Tempe ini merupakan salah satu kuliner khas Jawa Tengah yang cukup populer dan berasal dari daerah-daerah di Banyumas, seperti Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara. Nama mendoan sendiri diambil dari bahasa Banyumasan mendo, yang berarti lembek atau setengah matang.

Tempe mendoan pada dasarnya sama seperti tempe goreng lain yang digoreng dengan dibalut tepung. Hanya saja proses menggoreng tempe mendoan yaitu dengan minyak panas yang cukup banyak dan digoreng dalam waktu singkat sehingga tempe tersebut tidak dimasak terlalu matang. Tempe mendoan biasanya juga dibentuk tipis dan melebar.

10. Dawet Ireng

Dawet Ireng

Bagi kamu yang ingin mencoba kuliner khas Jawa Tengah yang dingin dan menyegarkan, kamu bisa berkunjung ke daerah Purworejo. Di sana kamu akan menemukan kuliner khas yang banyak dijajakan di sepanjang jalan, yaitu dawet ireng. Dalam bahasa Jawa, ireng memiliki arti hitam. Hal ini merujuk pada warna dawet yang berwarna hitam, tidak hijau seperti dawet kebanyakan.

Warna hitam pada dawet ireng ini berasal dari  proses pembuatan dawet yang menggunakan abu bakar jerami yang dicampur dengan air sehingga menghasilkan air berwarna hitam. Air inilah yang dijadikan bahan pewarna dawet. Dawet ireng disajikan dengan kuah santan yang dicampur gula merah dan es batu yang membuatnya menjadi minuman menyegarkan.

Itulah 10 kuliner khas Jawa Tengah yang harus kamu coba jika kamu berkunjung ke sana. Adakah diantara 10 kuliner lezat tadi yang sudah kamu coba? Atau kamu punya rekomendasi kuliner khas Jawa Tengah lainnya? Bagikan tanggapanmu di kolom komentar ya!

Yuk, kunjungi artikel tempat wisata di Jawa Tengah ini agar kamu bisa jalan-jalan sembari kuliner.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *