10 Jenis Makanan Khas Mongolia yang Sederhana tapi Menggoda

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 8 September 2021

Secara penampilan makanan khas Mongolia tampak sangat sederhana. Makanan dari negeri ini memanfaatkan berbagai macam daging seperti daging sapi, kambing, domba, kuda, unta, bahkan marmut yang biasanya kemudian dipasangkan dengan nasi, mie, sayuran atau pasta. Salah satu tradisi orang Mongol saat musim dingin yaitu makan makanan panas dan segar dari kompor tanpa penyajian.

Kebanyakan bahan dan teknik memasak orang Mongolia asalnya dari gaya hidup nomaden yang masih mereka anut. Namun tentunya berbeda dengan kota-kota besar dan ibu kota Ulaanbaatar yang masyarakatnya tidak seperti itu. Mau kenalan dengan makanan dari Mongolia? Simak ulasan berikut ini.

1. Buuz

Buuz

Sepertinya pangsit adalah makanan yang bisa dijumpai di mana-mana, termasuk di Mongolia. Buuz merupakan pangsit kukus khas Mongolia yang berisi daging seperti daging kambing atau sapi. Biasanya daging dibumbui dengan garam, rempah segar, bawang putih dan bawang merah.

Pangsit tersebut dibuat dalam jumlah besar dan disantap sepanjang tahun. Namun sebenarnya buuz merupakan hidangan yang paling popular saat Tsagaan Sar, yaitu perayaan Tahun Baru Mongolia yang umumnya berlangsung pada bulan Februari.

Buuz memiliki ciri berupa lubang kecil di atasnya dan kerap kali dimakan menggunakan tangan. Umumnya, pangsit dihidangkan bersama dengan saus celup, roti goreng, dan salad. Untuk minuman pendampingnya disarankan vodka atau teh.

2. Khorkhog

Khorkhog

Kalau berkunjung ke Mongolia, harus mencoba khorkhog. Makanan khas Mongolia ini berupa kambing atau daging kambing yang dimasak dengan tekanan dengan batu panas di atas api. Khorkhog biasanya terbuat dari kambing utuh, jadi disimpan untuk acara-acara khusus atau pertemuan yang lebih besar.

Cara memasaknya yaitu dengan memanaskan batu di dalam perapian. Kemudian hewan, domba atau kambing, dimatikan dengan cara membuat sayatan di dada. Lalu orang akan memasukkan tangannya ke dalam sayatan dan mencubit aorta hingga hewan itu mati. Ini membuat proses hewan mati menjadi cepat.

Salah satu manfaat dari metode penyembelihan seperti ini yaitu darah hewan tidak dibuang atau jatuh ke tanah. Kemudian hewan tersebut baru disembelih jadi potongan daging. Sesudahnya potongan daging ditambah dengan sayuran, seperti kentang, wortel, dan bawang bombay dimasukkan ke dalam tong susu besar untuk dimasak bersama menggunakan batu panas.

Wadah logam ditutup rapat dan ditempatkan di api untuk memasak yang memerlukan waktu sekitar 45 menit untuk matang. Hasilnya yaitu daging yang sangat empuk serta dengan rasa smokey dari batu panas tadi. Sesudah itu sayuran dan daging dihidangkan di atas nampan. Ini merupakan salah satu makanan kesukaan Jengis Khan dan juga favorit penduduk Mongol serta wisatawan.

3. Tsuivan

Tsuivan

Mie memang tidak bisa dipisahkan dari bangsa Asia. Mongolia juga mempunya hidangan berupa mie yang disebut tsuivan. Ini adalah hidangan mie goreng yang dihidangkan dengan daging, yang umumnya berupa daging kambing, dan sayuran seperti wortel, kubis, dan kentang. Makanan khas Mongolia ini dipercaya datang dari Tiongkok.

Rasa mie ini unik berkat proses menggoreng dan mengukus daging yang dilakukan di dalam panci yang sama. Biasanya mie dibuat dari awal, sementara dagingnya bisa dari daging kambing, kuda, sampai lemak ekor. Dalam memasak gaya nomaden, apa pun bahan yang ada akan menghasilkan makanan yang enak.

Wisatawan tak akan kesulitan mencari makanan ini karena ini merupakan salah satu hidangan yang paling banyak dikonsumsi di Mongolia. Mungkin makanan mie terlihat sederhana tapi ternyata ini memerlukan seluruh anggota keluarga dalam proses memasaknya sampai menghasilkan tsuivan yang sempurna.

4. Khuushuur

Khuushuur

Kalau di Indonesia ada yang namanya pastel goreng, nah di Mongolia ada pangsit goreng yang disebut dengan khuushur. Ini adalah jenis pangsit lain yang terkenal dan popular dalam makanan khas Mongolia sesudah buuz yang telah dijelaskan sebelumnya. Khuushur berisi daging, bawang putih, bawang merah, merica, dan kadang-kadang diisi juga dengan kentang tumbuk.

Pangsit ini bisa diisi dengan daging sapi atau bahkan daging unta, tapi 99% kebanyakan diisi dengan daging kambing tua yang enak. Saat menggorengnya menggunakan lemak kambing.

Di tiap festival atau acara besar yang dilakukan di Mongolia, khuusuur sangat umum ditemui. Misalnya saja ketika Festival Naadam besar pada bulan Juli, terlihat pada pedagang kaki lima di Stadion Ulaanbaatar berjejer menjajakan khuushuur.

5. Bantan

BantanSumber: fravel.co

Bantan merupakan sup tradisional Mongolia yang kerap kali disantap sebagai obat mabuk, tapi bukan mabuk perjalanan ya. Ini mabuk yang sesudah minum-minuman keras. Makanan khas Mongolia ini dibuat dari air, potongan daging (biasanya domba), daun bawang cincang serta tepung terigu, yang dibuat jadi remah adonan.

Walaupun biasanya sup dihiasi dengan daun bawang cincang, beragam bumbu serta rempah juga biasa ditemukan di dalamnya. Sering kali bantan dibandingkan dengan bubur sapi Korea karena memiliki tekstur yang kental, lembut dan creamy.

6. Boodog

Barbekyu ala Mongolia sudah menyebar hingga ke Amerika Serikat. Namun boodog, yaitu gaya barbekyu yang menggunakan tubuh hewan yang mati sebagai tempat memasak, menjadi sesuatu yang unik di Mongolia. Kambing dan marmut merupakan hewan yang paling popular untuk barbekyu.

Kedua hewan ini dimasak dengan memasukkan batu panas ke bagian dalam hewan yang mati tersebut setelah sebelumnya daging dipisahkan dari kulitnya. Barbekyu ini sering dijumpai di padang rumput atau di mana pun kegiatan luar ruangan terjadi. Ini karena biasanya boodog dihidangkan kepada sekelompok orang pada acara-acara khusus.

Sesudah hidangan selesai dimasak, orang Mongolia atau turis jika berkenan akan menggosok batu bekas masak di antara tangan mereka. Dipercaya cara ini dapat meningkatkan kesehatan mereka.

7. Aaruul

Aaruul

Produk susu buatan orang Mongolia yang nomaden akan bergantung pada hewan apa yang mereka pelihara. Kambing, domba, sapi, kuda, unta, atau yak merupakan hewan yang paling umum dipelihara dan semuanya menghasilkan susu. Hasil susu tersebut digunakan dalam pembuatan berbagai makanan atau minuman lain.

Hasil dari produk susu tersebut sering kali dimakan pada saat musim dingin. Aaruul merupakan salah satu makanan khas Mongolia yang umumnya dibuat pada musim panas saat bahan-bahannya melimpah, kemudian disantap sepanjang tahun.

Aaruul merupakan keju kering yang dibuat dari dadih keju yang dicampur dengan gula, buah beri serta tanaman liar lainnya. Biasanya aaruul dibuat dari susu kambing, domba, sapi, atau yak karena susu kuda dan unta dibuat jadi minuman fermentasi seperti airag. Dalam pembuatan aaruul, dadih ditekan melalui saringan lalu diiris dan dikeringkan di luar di bawah sinar matahari.

Aaruul memiliki rasa yang unik dan kuat. Rasanya bergantung pada bumbu yang digunakan, tapi biasanya gabungan antara manis dan asam. Ketika disimpan di gudang, aaruul cenderung menjadi keras karenanya orang Mongolia lebih sering menghisapnya dibandingkan mengunyahnya. Kadang-kadang aaruul juga dilarutkan dalam air untuk menghasilkan minuman yang bergizi seperti susu.

8. Bansh

BanshSumber: youtube.com

Bansh merupakan pangsit Mongolia yang lainnya. Bedanya pangsit ini ditutup rapat, lalu direbus di dalam air dan diberi sedikit garam. Biasanya adonan dibuat dari tepung terigu, air, dan garam. Sementara untuk isiannya dibuat dari daging giling atau kambing, bawang bombay, bawang putih, bumbu serta rempah-rempah.

Ketika pangsit mengapung ke atas, itu berarti pangsit sudah matang. Pangsit ini lebih sering dihidangkan sebagai hidangan terpisah bersama dengan bumbu, tapi bisa juga dihidangkan dalam teh susu atau sup.

9. Chanasan Makh

Chanasan Makh

Chanasan makh merupakan salah satu makanan tradisional Mongolia yang paling banyak ditemukan dalam keluarga nomaden. Makanan khas Mongolia ini sederhana, tapi lezat. Makanan ini dibuat dengan merebus daging, tulang serta jeroan bersama-sama dalam air asin lalu membiarkannya mendidih dan dimasak dengan api kecil selama beberapa jam.

Daging yang dimasak umumnya daging kambing. Selain daging, ditambahkan juga beberapa sayuran dan mie ke dalam panci. Cara penyajiannya biasanya diletakkan di piring agar semua orang bisa mengambil apa yang mereka inginkan. Untuk kaldu dihidangkan terpisah dalam mangkuk dan dibagikan. Penyajiannya mirip dengan khorkhog.

Saat ini, keluarga Mongolia mungkin juga menambahkan beberapa sayuran dan mie ke dalam panci. Biasanya disajikan dengan meletakkan daging (dan sayuran jika disertakan) di piring agar semua orang dapat mengambil apa yang mereka inginkan, sementara kaldu disajikan dalam mangkuk terpisah dan dibagikan, mirip dengan kaldu khorkhog.

10. Guriltai Shul

Guriltai Shul

Ini merupakan hidangan mie lainnya khas Mongolia. Sup mie ini berbahan dasar daging. Biasanya hidangan ini menggunakan kaldu daging kambing yang bening dan ditambah sayuran. Mienya tentu saja buatan tangan.

Guriltai shul mempunyai dua profil rasa utama, yaitu keasaman dari dadih susu yak serta umami dari daging. Daging kambing yang digunakan adalah kambing yang berumur lebih dari satu tahun. Sup ini dianggap sangat bergizi, khususnya karena penggunaan sayurannya, yang di Mongolia jarang ditemukan.

Seperti kebanyakan makanan khas Mongolia, guriltal shul tak kaya akan rempah-rempah, tapi sup ringan ini tetap memiliki rasa yang penuh.

Mongolia yang terkenal dengan Jengis Khan dan ibu kotanya yang bernama Ulaanbaatar ini sangat terkenal di kalangan para traveler karena keunikannya. Ini juga tercermin dari makanan dan cara memasak makanannya.

Untuk kamu yang suka traveling dan berencana untuk mengunjungi Mongolia. Jangan lupa untuk mencicipi makanan khas Mongolia saat tiba di sana.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram