Cicipi Aneka Kuliner Lezat dari Nusa Tenggara Timur Ini Yuk!

Ditulis oleh - Diperbaharui 21 Juli 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Wilayah Indonesia bagian timur telah dikenal dengan eksotisme alam dan kekayaan budayanya. Salah satunya adalah provinsi Nusa Tenggara Timur atau yang sering disingkat NTT. Di provinsi dengan ibu kota Kupang ini, kamu juga bisa mencicipi berbagai sajian kuliner lezat yang bisa membuat liburanmu di daerah  Nusa Tenggara Timur semakin sempurna.

Nah, bagi kamu yang sedang merencanakan liburan ke Nusa Tenggara Timur, jangan lupa untuk mencicipi 10 sajian kuliner khas NTT berikut ini ya!

1. Kolo

Kolo

Kolo sering juga disebut orang-orang dengan nasi bakar khas NTT. Makanan ini memang terbuat dari bahan utama beras. Cara memasak kolo ini juga cukup unik karena beras akan dibakar di atas api dengan menggunakan bambu. Kolo merupakan makanan khas NTT yang sering ditemui dalam berbagai pesta adat seperti syukuran panen dan disantap bersama daging ayam santan.

Beras untuk membuat kolo akan dimasukkan pada bambu muda yang berukuran panjang seitar 30 sentimeter. Di dalam bambu tersebut, beras akan dicampur berbagai bumbu serta air. Setelah itu, bambu dibakar di atas bara api dengan posisi berdiri selama 30 menit. Kolo yang sudah matang kemudian dikeluarkan dari bambu dan dibungkus dengan daun.

2. Jagung Bose

Jagung Bose

NTT merupakan daerah yang menjadi salah satu penghasil jagung terbesar di Indonesia. Masyarakat NTT sering mengkonsumsi jagung sebagai makanan pokok pengganti nasi, salah satu varian kuliner dari jagung adalah jagung bose. Dalam bahasa setempat, bose memiliki arti dilunakkan. Makanan ini memang terbuat dari jagung putih yang dihaluskan.

Selain terbuat dari jagung, kuliner ini juga menggunakan kacang-kacangan seperti kacang merah atau kacang tanah serta labu atau sayur-sayuran. Jagung dan kacang akan direbus bersama santan hingga teksturnya menjadi lunak seperti bubur. Makanan ini sering disantap bersama sajian lain seperti tuna goreng, tahu bumbu, atau tumis paria.

3. Jagung Catemak

Jagung Catemak

Kuliner NTT yang terbuat dari bahan jagung lainnya adalah catemak jagung, namun makanan ini merupakan sajian untuk makanan penutup. Makanan penutup ini memiliki rasa yang asin dan gurih dengan kuahnya yang berwarna coklat. Selain jagung, kuliner ini juga ditambahkan bahan-bahan lain seperti kacang tanah, kacang hijau, atau labu.

Lain halnya dengan jagung bose, proses pembuatan jagung catemak adalah direbus namun tanpa ditumbuk terlebih dahulu. Ciri khas dari jagung catemak ini adalah adanya tambahan daun papaya yang memberikan cita rasa tersendiri. Jagung catemak sering menjadi pilihan hidangan penutup setelah sarapan atau makan siang.

4. Jagung Titi

Jagung Titi

Di Nusa Tenggara Timur, jagung juga diolah menjadi sajian cemilan yang dikenal dengan nama jagung titi. Sekilas, jagung titi memiliki tampilan mirip dengan emping dengan bahan utamanya jagung. Makanan ini sering dikonsumsi sebagai cemilan di waktu santai atau juga menjadi pilihan oleh-oleh bagi para wisatawan yang berkunjung ke NTT.

Proses pembuatan jagung titi juga cukup unik karena digoreng tanpa menggunakan minyak. Setelah itu, jagung kemudian ditumbuk hingga berbentuk pipih sembari ditambahkan berbagai bumbu seperti garam, lada, dan merica. Jagung titi juga bisa diolah menjadi cemilan manis dengan merendam jagung dalam air gula sebelum digoreng.

5. Se’i

Se’i

Kamu yang menyukai sajian kuliner western tentu tidak asing lagi dengan kuliner daging asap. Di NTT, sajian daging asap atau smoked beef dikenal dengan nama se’i. Perbedaannya adalah proses pengasapannya yang menggunakan arang dan kayu tanaman kosambi. Dalam bahasa Pulau Rote, se’i memiliki arti daging tipis yang memanjang.

Daging yang digunakan untuk membuat se’i awalnya adalah daging-daging buruan seperti rusa. Namun saat ini daging yang digunakan adalah daging sapi. Kayu kosambi yang menjadi bahan pengasapan se’i akan memberikan aroma khas. Daging yang sudah dibumbui garam, lada, dan madu timor ini kemudian digantung dan dikeringkan lalu dipanggang di atas bara api.

6. Rumpu Rampe

Rumpu Rampe

Rumpu rampe merupakan kuliner khas yang berasal dari daerah Maumere dan Larantuka. Sajian ini berupa tumisan yang menggunakan campuran daun pepaya serta bunga pepaya. Meskipun menggunakan bahan utama bahan pepaya, namun kuliner ini tidak memiliki rasa pahit karena sudah dinetralkan dengan garam.

Bunga dan daun papaya akan ditumis dengan bumbu-bumbu rempah seperti  bawang merah, bawang putihm cabai merah, cabai rawit, garam, serta gula. Rumpu rame sering menjadi sajian makanan sehari-hari masyarakat NTT. Kuliner ini lebih nikmat jika disajikan bersama ikan goreng dan sambal.

7. Sambal Lu’at

Sambal Lu’at

Para pencinta pedas harus mencoba sajian sambal khas masyarakat Kupang yang bernama sambal lu’at. Di NTT, sambal ini sering disajikan sebagai pelengkap saat memakan se’i. Sambal lu’at memiliki aroma yang khas yang berasal dari daun kemangi, daun siba, serta perasan jeruk. Sambal lu’at memiliki paduan rasa yang pedas, asam, dan menyegarkan.

Bahan baku sambal lu’at menggunakan lombok padi, yaitu cabai khas NTT yang memiliki ukuran lebih kecil dari cabai rawit tapi memiliki cita rasa yang lebih pedas. Cabai ini kemudian diulek bersama daun kemangi dan daun siba yang diiris tipis dan ditambah perasan jeruk nipis. Setelah itu sambal didiamkan dua hari sebelum dikonsumsi agar rasa pahit dari jeruk nipisnya hilang.

8. Muku Loto

Muku Loto

Muku loto merupakan kuliner khas NTT yang terbuat dari bahan utama pisang. Kuliner ini sudah dikenal sejak zaman leluhur dan sering menjadi sajian dalam berbagai upacara adat masyarakat NTT atau dalam acara pesta. Muku memiliki arti pisang sementara loto memiliki arti hancur. Makanan ini biasanya hanya bisa ditemui ketika ada acara adat yang diselenggarakan.

Muku loto terbuat dari pisang muda yang hanya dikupas kulit luarnya saja sehingga masih menyisakan sisa-sisa kulit. Pisang kemudian dipotong pendek-pendek dan direbus. Pisang kemudian dicampur dengan daging sesuai selera dan dimasak hingga teksturnya lembut serta airnya mengental menjadi warna keabu-abuan.

9. Jawada

Jawada

Jawada merupakan sajian cemilan yang berasal dari daerah Pulu Flores dan Pulau Alor. Makanan ini juga sering disebut dengan istilan kue rambut. Istilah ini merujuk pada tekstur jawada yang seperti rambut keriting. Jawada sering disajikan dalam pagelaran upacara adat atau juga menjadi oleh-oleh bagi para wisatawan yang berkunjung ke NTT.

Jawada terbuat dari adonan tepung yang dicampur dengan gula merah atau gula jawa, santan, dan air nira. Camilan ini diolah dengan cara digoreng hingga memiliki tekstur kering. Jawada memiliki paduan cita rasa asin dari santan dan manis dari gula merah.

10. Manggulu

Manggulu

Manggulu merupakan kuliner khas yang berasal dari daerah Sumba Timur. Sekilas makanan ini memiliki tampilan yang mirip seperti dodol. Manggulu dulunya merupakan makanan favorit para prajurit Belanda yang sering dibawa kemana-mana untuk menahan lapar. Manggulu memiliki cita rasa yang manis dan dibuat dengan bahan-bahan utama seperti pisang dan kacang tanah.

Pisang kepok yang sudah dikupas kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari. Pisang yang sudah kering kemudian ditumbuk dengan kacang tanah yang sudah disangrai. Adonan tersebut kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dikeringkan selama dua minggu.

Itulah berbagai sajian lezat dari Nusa Tenggara Timur. Manakah diantaranya yang pernah kamu cicipi? Atau kamu memiliki rekomendasi kuliner khas NTT lainnya? Berikan tanggapanmu di kolom komentar ya!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *