10 Makanan Khas Payakumbuh untuk Penyuka Rendang dan Gulai

Ditulis oleh Siti Hasanah

Salah satu kota kuliner yang terkenal di Sumatera Barat adalah Payakumbuh. Daerah yang terletak di bagian timur laut Kota Padang ini memiliki julukan yang berhubungan dengan makanan, misalnya saja Payakumbuh disebut juga sebagai Kota Batiah juga Kota Galamai, dan sekarang ini Payakumbuh juga dipromosikan sebagai Kota Rendang.

Seperti kebanyakan daerah di Minang, Payakumbuh juga memiliki olahan daging yang terkenal. Tak hanya makanan berat, Payakumbuh juga memiliki makanan ringan yang bisa disantap setiap hari atau pada acara adat. Mau tahu makanan khas Payakumbuh? Yuk, simak ulasannya di sini.

1. Galamai

Kalau orang Sunda menyebut makanan khas Payakumbuh ini sebagai dodol, tapi di sini sajian manis ini disebut dengan galamai. Galamai dibuat dari tepung beras ketan, campuran santan, dan gula aren. Semua bahan tersebut kemudian dimasak di dalam kuali besar serta diaduk sekitar 3-4 jam, sampai adonan mengental.

Karena perlu tenaga yang banyak untuk dapat mengaduk adonan galamai, maka umumnya makanan khas Payakumbuh ini dibuat secara gotong-royong. Seperti halnya dodol, galamai juga memiliki tekstur lengket, kental, serta berwarna kecokelatan.

Yang membedakan galamai dengan dodol adalah variannya. Galamai memiliki lebih banyak variasi, seperti durian atau kacang tanah yang telah digoreng. Biasanya masyarakat Payakumbuh membuat galamai di hari-hari spesial, misalnya pernikahan, acara-acara adat, hari raya, dan lain-lain.

Untuk wisatawan yang ingin menikmati galamai, mereka bisa mendatangi beberapa pusat oleh-oleh. Di sana galamai biasa dijual dengan harga sekitar Rp 100.000/kg.

2. Batiah

Kota Payakumbuh juga dikenal dengan julukan sebagai Kota Batiah. Julukan itu disandang Payakumbuh karena batiah asalnya dari kota tersebut.

Batiah mirip degan kerupuk rengginang. Yang membedakan batiah dengan rengginang adalah pada bahan pembuatannya. Jika rengginang dibuat dari beras biasa, Batiah harus dibuat menggunakan beras ketan putih.

Cara membuat batiah adalah dimulai dengan menanak beras ketan sampai matang, kemudian nasi tersebut diambil dalam porsi yang kecil lalu dibentuk bulat pipih.

Sesudah dibentuk, batiah dijemur di bawah sinar matahari. Apabila sudah kering, barulah batiah bisa digoreng. Batiah harus digoreng dalam minyak yang banyak sehingga matangnya akan lebih merata.

Sekarang rasa batiah bermacam-macam, tak hanya gurih, ada juga yang manis. Kalau ingin menikmati batiah dengan rasa yang lebih nikmat, cukup tambahkan lelehan karamel di atas batiah.

Makanan khas Payakumbuh ini cocok sekali bila dijadikan sebagai camilan ketika kumpul keluarga ataupun jamuan tamu. Batiah bisa dibeli di lapak-lapak suvenir dengan harga sekitar Rp 10.000/kemasan dengan isi 18-20 biji.

3. Rendang Talua

Payakumbuh juga dikenal sebagai kota rendang. Kelezatan rendang dari daerah ini sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Tak hanya daging, di kota ini terdapat beragam jenis olahan rendang yang terkenal.

Salah satu jenis rendang yang paling terkenal yaitu rendang talua atau dalam bahasa Indonesia disebut rendang telur. Selain jadi makanan khas dari Payakumbuh randang talua juga jadi ikon kuliner kota ini.

Rendang ini dibuat dari bahan dasar berupa telur yang memberikan rasa gurih renyah dan akan membuat kamu ketagihan. Jika ingin mencicipi randang talua, kamu bisa berkunjung ke toko oleh-oleh khas Payakumbuh.

Untuk randang taluah ukuran 200gr, harganya sekitar Rp 15.000 dan untuk ukuran satu kilogram, dijual sekitar Rp 75.000.

4. Pangek Cubadak

Makanan khas Payakumbuh ini merupakan sejenis gulai dengan diberi kuah santan kering. Adapun arti pangek adalah gulai yang dimasak kering. Nama kuliner pangek cubadak adalah makanan yang berupa olahan nangka. Makan ini tak hanya terkenal di Payakumbuh tapi juga di daerah lain di Sumatera Barat.

Di kota Payakumbuh, pangek cubadak yang sangat terkenal asalnya dari Situjuah. Pangek cubadaknya mempunyai tekstur nangka yang lembut serta tambahan bumbu yang meresap ke dalamnya dan diberi tambahan kuah yang sangat gurih.

Pangek cubadak mempunyai cara pengolahan yang berbeda dibandingkan dengan kebanyakan gulai. Ketika proses mematangkan makanan, nangka, bumbu, serta santan tidak diaduk.

Pangek dibiarkan agar bumbunya meresap dan kuahnya menjadi kering. Tulang daun pisang di simpan di bagian bawah panci untuk jadi alas supaya pangek tidak gosong.

Ketika proses mamasak pangek cubadak, panci tidak bolah dibuka-buka sampai waktu pangek cubadak diperkirakan matang. Pangek cubadak bisa dibeli di warung di Situjuah seharga kurang lebih Rp 15.000,00.

5. Gulai Paluik

Gulai PaluikSumber: liputan6.com

Gulai paluik adalah Makanan Khas Payakumbuh yang rasanya lezat dan lebih enak jika dibanding dengan gulai lainnya. Bahan utama gulai paluik adalah sayuran maka gulai ini disebut juga gulai sayur. Bahan-bahan lain yang menjadi tambahan adalah telur, kelapa, tepung, serta jengkol.

Rasa gulai ini sangat unik dan terkenal sebagai gulai yang enak. Bahannya yaitu jengkol digiling kemudian dililit dengan menggunakan sayuran daun kacang dan ditambahkan kuah gulai yang penuh dengan rempah-rempah.

Saat bulan puasa, gulai paluik selalu jadi buruan masyarakat untuk disantap sebagai menu utama berbuka puasa. Gulai ini harganya cukup murah, sekitar Rp 10.000/porsi.

Baca juga: Inilah 8 Minuman Khas Padang yang Menarik untuk Dicoba

6. Rendang Runtiah

Rendang RuntiahSumber: umma.id

Jika dilihat secara sekilas, rendang runtiah ini terlihat tak mirip dengan rendang-rendang yang lainnya. Namun, hal yang membuat rendang ini terlihat berbeda dari rendang lainnya yaitu bentuknya.

Rendang ini bentuknya suwiran daging yang agak sedikit panjang. Cara penyajiannya, rendang runtiah, akan dihidangkan utuh dan sudah dipotong-potong kecil.

Suwiran daging pada rendang runtiah yang kecil itu dibuat dengan menambahkan sedikit air sehingga rendang akan terasa lebih gurih dan renyah saat dimakan.

Tak hanya itu, karena bentuknya berupa suwiran, jadi mudah untuk dibawa dan bisa membawanya dalam jumlah banyak. Bumbu untuk membuat rendang runtiah Payakumbuh juga menggunakan bahan-bahan alami khas daerah ini.

7. Bareh Randang

Dalam bahasa Minangkabau bareh berarti beras. Sementara itu, randang artinya rendang. Akan tetapi, bareh randang bukan jenis rendang dengan warna cokelat gelap. Jadi, bareh randang merupakan makanan yang berbahan beras ketan yang proses pembuatannya ‘direndang’ atau diaduk terus-menerus.

Selain itu, rendang ini dicampur dengan beberapa bahan yang lain sebelum beras ditumbuk memakai lesung sampai menghasilkan butiran halus seperti pasir. Biasanya bareh randang merupakan makanan harus selalu ada saat ada hajatan.

Bareh randang yang sudah jadi akan disimpan di atas piring kemudian dibentuk mirip kue dengan memakai sendok. Jika bareh randang dijadikan camilan sehari-hari, kue ini umumnya akan dipotong dalam bentuk wajik.

8. Katupek Gulai Paku

Katupek Gulai PakuSumber: liputan6.com

Menyantap katupek gulai paku, makanan khas Payakumbuh, setelah olahraga pagi akan terasa sangat nikmat. Makanan khas dari daerah Payakumbuh ini banyak dijual di pasar atau di pinggir jalan. Makanan ini cocok sekali untuk dijadikan sebagai menu sarapan pagimu.

Cara memasak makanan ini hampir mirip dengan gulai lain, yaitu sesudah sayuran pakis diiris kecil-kecil, kemudian dimasak dengan santan yang dicampur bumbu halus, seperti lengkuas, cabai rawit, kunyit, asam kandis, daun jeruk, dan serai.

Bukan tanaman paku saja yang menjadi bahan utamanya, makanan khas Payakumbuh ini akan diberi pelengkap, seperti udang, ikan asin jambal, atau ikan teri. Katupek gulai paku akan diberi kuah hasil proses memasak dengan rasa kuah yang pedas asam dan disantap dengan telur rebus maupun potongan ketupat.

9. Rendang Paru

Rendang yang satu ini dibuat tidak menggunakan daging sapi. Daerah Payakumbuh terkenal tak hanya mengolah sapi atau telur jadi rendang, tapi juga variasi rendang lainnya seperti menggunakan paru-paru sapi. Olahan rendang yang satu ini dibuat memakai paru-paru sapi yang teksturnya lebih lunak dan basah jika dibandingkan dengan daging sapi.

Tak hanya bahan dasarnya saja yang berbeda, tapi bumbu-bumbu yang dipakai juga berbeda. Umumnya bumbu rempah yang dipakai adalah jahe, bawang putih, cabai merah, lengkuas, dan dedaunan yang sudah dirajang. Semua bumbu itu kemudian akan dihaluskan sebelum nantinya dimasak dengan paru sapi.

Penggunaan santan untuk rendang ini juga perlu takaran yang lebih banyak, yaitu kira-kira 1,5 kali lebih banyak dibandingkan rendang lainnya. Kalau tertarik untuk mencicipi rendang ini, kamu bisa datang ke Payakumbuh.

Baca juga: 10 Tempat Wisata di Padang yang Wajib Dikunjungi

10. Sate Danguang-Danguang

Bila daerah Pariaman memiliki sate yang kuahnya berwarna cokelat dan daging berukuran kecil, maka Payakumbuh punya sate yang mirip itu. Nama sate itu adalah sate danguang-danguang.

Nama sate ini berasal dari nama daerah tempat asal hidangan ini, yaitu Danguang Danguang, di Kabupaten Lima Puluh Kota. Letak kabupaten ini di utara Padang.

Perbedaan antara sate khas Payakumbuh dengan sate Pariaman tampak pada warna kuah serta ukuran daging satenya. Meski kedua kuah sama-sama kental, sate Payakumbuh warnanya kuning dengan sedikit semburat merah.

Sate danguang-danguang irisan dagingnya berukuran lebih besar serta lebih tebal. Daging satenya juga tak terlalu cokelat warnanya, tapi cokelat agak kekuningan.

Itulah 10 makanan khas Payakumbuh yang bisa kamu cicipi saat berkunjung ke Sumatera Barat. Pilihan makanannya banyak didominasi rendang dan gulai karena daerah ini juga dikenal sebagai kota rendang.

Kalau kamu suka sekali dengan makanan yang berkuah dan berbumbu rempah-rempah, makanan khas Payakumbuh ini cocok untukmu. Kamu mau coba yang mana?

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram