10 Makanan Lezat dari Kota Pekanbaru yang Harus Dicoba

Ditulis oleh - Diperbaharui 30 Juli 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kota Pekanbaru dikenal sebagai sebagai kota yang menjadi jalur perdagangan dan jasa. Namun selain menjadi lalu lintas utama perdagangan, ibu kota provinsi Riau ini ternyata memiliki beragam warisan kuliner yang lezat dan menggugah selera.

Jika kamu berkesempatan mengunjungi kota Pekanbaru, pastikan kamu tidak melewatkan 10 kuliner lezat dari kota Pekanbaru berikut ini ya!

1. Nasi Lemak

Nasi Lemak

Nasi lemak mulanya memang berasal dari Melayu, namun akulturasi serta banyaknya warga Melayu yang bermukim di Pekanbaru menjadikan makanan ini menjadi populer di sana. Nasi lemak Pekanbaru merupakan sajian nasi yang dimasak menggunakan santan kelapa yang membuatnya menjadi gurih dan juga ditambah daun pandan yang membuat aromanya wangi.

Kuliner ini sekilas mirip seperti nasi uduk di Betawi atau nasi liwet di Jawa Tengah. Penamaan nasi lemak merupakan istilah untuk menyebut rasa dan tekstur yang gurih berminyak ketika nasi ini sudah matang. Di Pekanbaru, nasi lemak biasa disajikan saat sarapan beserta pelengkap lainnya, seperti telur, mentimun, ikan teri goreng, dan sambal terasi.

2. Miso

Miso

Miso merupakan kuliner khas Pekanbaru berupa sajian mie kuning dan mie putih yang dilengkapi aneka bahan lainnya, seperti suwiran ayam, tahu kering, kulit ayam krispi, potongan tulang ayam, tauge, serta taburan kerupuk merah di atasnya. Selain bahan pembuatnya yang beragam, ciri khas miso Pekanbaru ialah kuah kaldunya yang gurih dan kaya bumbu.

Kuah miso dibuat menggunakan bumbu rempah-rempah asli Indonesia, seperti kapulaga, kayu manis, dan cengkeh yang menciptakan paduan rasa dan aroma miso yang khas. Miso biasa dijadikan menu sarapan atau makan siang dan disantap bersama lauk lainnya seperti ati ampela, ceker, bakso, sate kerang, telur, atau perkedel kentang.

3. Bolu Kemojo

Bolu Kemojo

Bolu kemojo adalah kue khas Pekanbaru yang memiliki cita rasa manis. Nama kemojo diambil dari kata kojo, yang berarti bunga kamboja. Nama ini merupakan penggambaran bentuk bolu yang dicetak menggunakan loyang berbentuk bunga kamboja. Bolu kemojo memiliki tekstur yang lembut, padat, dan cenderung mirip seperti kue basah.

Kuliner ini dibuat dengan bahan-bahan utama seperti tepung, gula, dan telur yang diolah dengan cara dikukus. Bolu kemojo memiliki ciri khas warnanya yang hijau karena berasal dari campuran air daun suji dan daun pandan. Namun saat ini banyak juga bolu kemojo berwara kuning yang dibuat dari bahan durian. Kuliner ini sering menjadi pilihan oleh-oleh Pekanbaru.

4. Roti Jala

Roti Jala

Beberapa orang berpendapat roti jala mulanya berasal dari Melayu, namun ada pula yang mengatakan asal mulanya dari India. Di Pekanbaru, roti jala menjadi kuliner khas terutama saat bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Seperti namanya, roti jala merupakan roti yang berbentuk seperti jaring dan terbuat dari tepung terigu, telur, air, dan susu.

Di Pekanbaru, roti jala bisa disantap dengan dua jenis kuah. Kamu yang lebih suka rasa asin bisa menyantap roti jala dengan aneka kuah kari, seperti kari daging ayam, kari daging sapi, atau kari daging kambing. Namun jika kamu lebih suka sajian manis, kamu bisa menyantap roti jala dengan kuah manis yang terbuat dari kuah durian atau kuah sarikaya.

5. Gulai Siput

Gulai Siput

Salah satu kuliner unik yang ada di Pekanbaru adalah gulai siput. Seperti namanya, bahan utama untuk membuat kuliner ini adalah siput. Siput yang digunakan adalah siput sawah yang memiliki tekstur kenyal dan banyak dijual di pasar tradisional. Siput tersebut kemudian diolah dengan racikan gulai ala masyarakat Melayu.

Berbeda dengan gulai umumnya, gulai siput yang menggunakan bumbu rempah khas Melayu ini membuat tampilan kuah santan gulai cenderung berwarna oranye. Gulai siput Pekanbaru ini memiliki paduan cita rasa asin, manis, asam, dan pedas. Gulai siput juga biasa disajikan bersama bahan pelengkap lain seperti potongan nanas dan cabai.

6. Gulai Belacan

Gulai Belacan

Sajian gulai lainnya dari kota Pekanbaru adalah gulai belacan. Kuliner ini cocok bagi kamu yang merupakan pencinta hidangan seafood karena terbuat dari bahan utama udang. Udang yang dipakai dalam gulai ini bisa menggunakan udang laut ataupun udang sungai yang merupakan salah satu komoditas utama di Pekanbaru.

Belacan sendiri sebenarnya merupakan nama sambal khas Pekanbaru dan Riau. Gulai belacan memiliki cita rasa yang pedas. Proses pembuatan gulai ini menggunakan aneka rempah-rempah seperti lada, kemiri, asam jawa, dan santan. Untuk menambah aroma dan cita rasa, gulai belacan juga sering ditambahkan petai dan disantap bersama nasi hangat.

7. Mie Sagu

Mie Sagu

Sagu merupakan tepung yang terbuat dari olahan batang pohon rumbia. Di Pekanbaru, sagu diolah menjadi kuliner berbentuk mie dengan kandungan karbohidrat yang bisa menjadi pengganti nasi. Ada dua macam varian mie sagu yang bisa kamu cicipi di Pekanbaru, yaitu mie sagu kuah atau mie sagu goreng.

Mie sagu juga memiliki kandungan gula rendah sehingga baik untuk dikonsumsi penderita diabetes. Selain itu, tekstur mie sagu juga lebih kenyal dibanding mie pada umumnya. Untuk mengolahnya, mie cukup direbus dan ditambahkan cabai rawit sesuai selera. Mie sagu memiliki rasa yang gurih dan lebih cocok disantap saat masih hangat.

8. Mie Lendir

Mie Lendir

Sajian mie lainnya yang bisa kamu nikmati di Pekanbaru adalah mie lendir. Meskipun namanya cukup aneh, namun kuliner ini memiliki rasa yang lezat. Nama mie lendir sendiri berasal dari tekstur kuahnya yang kental. Selain mie lendir, terkadang mie ini juga sering disebut dengan nama mie pekat. Bahan mie yang digunakan dalam mie lendir adalah mie kuning.

Sajian mie lendir juga dilengkapi dengan tambahan telur rebus, cabai rawit, dan tauge. Sementara kuah kental mie ini dibuat dari kacang tanah, ubi jalar, dan berbagai rempah-rempah. Kuah mie lendir juga memiliki ciri khas warna merah yang berasal dari campuran gula merah dan gula pasir sehingga memberi paduan rasa manis dan gurih.

9. Sop Tunjang

Sop Tunjang

Sop tunjang merupakan kuliner khas Pekanbaru yang terbuat dari tunjang atau kaki sapi yang masih berbalut dengan daging. Sop tunjang dikenal dengan rasanya yang gurih, sambalnya yang pedas, serta tekstur dari tunjang yang tidak keras namun juga tidak mudah hancur. Tunjang sapi tersebut kemudian direndam kuah yang berwarna bening kekuningan.

Sama seperti sop pada umumnya, kuah sop tunjang menggunakan bumbu rempah seperti bawang merah, bawang putih, cengkeh, dan seledri. Sop tunjang juga diberi bahan pelengkap lain seperti irisan wortel, kentang, dan tomat. Sop tunjang memiliki cita rasa gurih dan proses memasaknya yaitu menggunakan kayu bakar selama empat jam.

10. Es Laksamana Mengamuk

Es Laksamana Mengamuk

Kuliner dengan nama unik ini merupakan sajian berupa minuman dingin yang terbuat dari buah kweni, santan, dan gula merah. Konon minuman ini tercipta ketika zaman dahulu ada seorang laksamana yang mengamuk di kebun buah kweni dan membuat kweni di kebun tersebut berserakan. Kemudian warga mengakali dengan mengolah kweni tersebut menjadi minuman.

Kweni sendiri merupakan buah sejenis manga yang memiliki daging buah lembut dan aroma yang harum. Saat ini es laksamana mengamuk sering menjadi sajian saat saat acara perjamuan, hari-hari besar, atau menjadi menu berbuka puasa. Es laksamana mengamuk juga sangat cocok diminum di siang hari kala cuaca terik.

Itulah 10 kuliner yang menggugah selera dari kota Pekanbaru. Manakah yang pernah atau ingin kamu coba ketika berkunjung ke Pekanbaru? Bagikan tanggapanmu di kolom komentar ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *