Purworejo, Kota Kecil dengan Beragam Warisan Kuliner Lezat

Ditulis oleh - Diperbaharui 23 Juni 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Purworejo memang hanyalah sebuah kota kecil yang berada di provinsi Jawa Tengah. Namun meskipun wilayahnya tidak terlalu luas, kota ini memiliki banyak kekayaan budaya yang masih dipertahankan hingga saat ini, salah satunya dalam hal kuliner. Siapa sangka kota kecil seperti Purworejo memiliki banyak kuliner khas dengan cita rasanya yang menggoda.

Jika kamu melintasi atau mengunjungi kota ini, maka kamu harus mencoba berbagai sajian kuliner khas Purworejo yang banyak dijual di tepi jalan atau di pasar-pasar tradisional kota tersebut. Ingin mencicipi kuliner lezat khas Purworejo? Simak ulasan 10 kuliner khas kota Purworejo berikut ini yuk!

1. Cenil

Cenil

Makanan yang memiliki warna unik ini bisa kamu temui di pasar-pasar tradisional di Purworejo dengan warna-warninya yang khas. Cenil terbuat dari bahan dasar sari pati singkong yang dibentuk dengan bentuk-bentuk kecil, diberi aneka warna, kemudian direbus. Saat disajikan, cenil akan disajikan menggunakan daun pisang.

Bentuk cenil biasanya dibuat menyerupai bulat kelereng atau kotak dadu. Warnanya yang cantik membuat makanan ini terlihat sangat menggoda. Cenil memiliki rasa yang manis dan disajikan dengan ditambahkan parutan kelapa. Selain parutan kelapa, cenil juga disajikan dengan tambahan gula pasir atau gula merah cair yang semakin menambah rasa manisnya.

2. Geblek

Geblek

Masih dari bahan dasar singkong, kuliner khas kota Purworejo selanjutnya adalah geblek. Bahan utama pembuatan geblek yaitu menggunakan tepung singkong. Geblek memiliki rasa yang gurih karena tepung singkong yang menjadi bahan pembuatannya telah ditambahkan bumbu-bumbu seperti bawang dan garam.

Geblek juga seringkali disebut gelangan karena bentuknya yang dibuat bulat-bulat seperti gelang. Menikmati geblek lebih nikmat ketika masih dalam keadaan hangat karena setelah dingin geblek atau gelangan tersebut akan mengeras. Untuk menikmatinya, kamu bisa menambahkan saus tomat atau saus kacang.

3. Kue Lompong

Kue lompong

Kue lompong memiliki ciri khas warnanya yang hitam pekat. Meskipun berwarna hitam, namun kue lompong memiliki rasa yang sangat manis. Kue ini adalah sejenis kue basah yang terbuat dari bahan utama lompong. Lompong merupakan istilah dari masyarakat sekitar untuk menyebut batang daun talas yang sudah dihancurkan.

Batang daun talas inilah yang menghasilkan warna hitam pada kue. Setelah batang daun talas dihancurkan, kemudian ditambahkan gula, tepung ketan, dan tepung merah. Kue ini biasanya juga diberi isian berupa kacang tanah kering yang sudah ditumbuk dan memiliki rasa yang manis. Untuk penyajiannya, kue lompong disajikan dalam daun pisang kering.

4. Kue Clorot

Kue clorot

Kue clorot memiliki tampilan yang cukup unik dengan bentuk seperti terompet dan dibungkus menggunakan daun kelapa muda atau janur yang digulung. Kue clorot terbuat dari bahan-bahan seperti tepung beras, gula jawa, dan santan. Gula jawa dan santan ini akan memberikan paduan rasa yang manis dan gurih dengan tekstur yang kenyal dari tepung beras.

Kuliner ini dibuat dengan menuangkan gula dan santan ke tepung beras. Sementara untuk membuat bentuknya yang unik yaitu dengan cara menggulung daun kelapa muda hingga berbentuk seperti terompet dan dijadikan cetakan untuk adonan. Kue clorot bisa kamu temui di pasar-pasar tradisional ataupun toko oleh-oleh.

5. Lanthing

Lanthing

Kuliner lanthing yang berupa cemilan ini terkadang juga disebut dengan nama klanthing. Lanthing merupakan makanan ringan sejenis kerupuk yang terbuat dari bahan dasar singkong. Lanthing memiliki cita rasa yang gurih dan renyah. Bahkan saat ini sudah banyak varian rasa lanthing mulai dari lanthing keju, lanthing ayam bawang, hingga lanthing balado.

Lanthing biasa dibentuk dengan ciri khas bentuknya menyerupai huruf O atau menyerupai angka delapan. Makanan ini cukup awet untuk disimpan dalam waktu yang cukup lama, sehingga cocok untuk kamu jadikan sebagai oleh-oleh dari kota Purworejo.

6. Sego Penek Ngandul

Sego Penek Ngandul

* sumber: kulinertrav.blogspot.com

Sego penek ngandul adalah sajian nasi ala kota Purworejo yang disajikan dengan sayur nangka muda. Konon makanan ini sudah dikenal sejak zaman kolonial Belanda. Pada zaman itu, sego penek ngandul menjadi makanan pokok para tentara Indonesia yang bertempur di wilayah bagian selatan Purworejo.


Sayur nangka muda yang menjadi pelengkap nasi di sego penek ngandul ini dimasak dengan resep khusus menggunakan berbagai varian rempah, mulai dari rempah lodeh, rempah manis, dan kuah merah pedas. Sego penek ngandul juga biasa dinikmati dengan tambahan daging ayam, jeroan, tahu, tempe, atau telur bacem.

7. Sate Winong

Sate winong

* sumber: www.brama-sole.com

Sate khas dari daerah Purworejo ini disebut sate winong karena awal mula kemunculannya di daerah Winong. Sate ini menggunakan bahan dasar kambing muda seperti sate-sate lainnya. Namun sate winong memiliki bumbu khusus dengan menggunakan kecap hasil olahan sendiri. Bumbu sate ini juga terbuat dari rebusan gula jawa yang ditambah rempah dan cabai rawit.

Sate winong dihidangkan dengan taburan daun jeruk yang diiris tipis-tipis menyerupai helai rumput diatas daging sate serta potongan bawang merah yang diiris besar-besar. Olahan kecap dan bumbu ini menciptakan paduan rasa sate yang legit dan lebih manis dibanding kecap pada umumnya serta sensasi segar dari jeruk nipis.

8. Kupat Tahu Purworejo

Kupat tahu Purworejo

Kuliner kupat tahu tampaknya sudah menjadi sajian kuliner yang tidak asing dan dapat ditemui di berbagai kota. Namun kupat tahu yang ada di kota Purworejo ini memiliki sajian yang unik dan berbeda dibanding kupat tahu lainnya. Kupat tahu Purworejo tidak menggunakan bumbu kacang, melainkan menggunakan bumbu kecap.

Bumbu kecap yang digunakan pada kupat tahu Purworejo ini terbuat dari rebusan gula Jawa dan aneka rempah-rempah yang membuatnya tampak seperti kuah. Selain ketupat dan tahu goreng, kupat tahu Purworejo juga ditambahkan tauge, kol, seledri, dan kerupuk saat dihidangkan.

9. Jenang Krasikan

Jenang krasikan

Selain dikenal sebagai kuliner khas Purworejo, jenang krasikan juga terkenal sebagai oleh-oleh dari kota ini. Jenang krasikan merupakan makanan yang mirip dodol dan terbuat dari bahan utama beras ketan dan gula merah. Dalam bahasa Jawa sendiri, jenang memiliki arti bubur. Jenang krasikan memiliki tekstur yang lebih kasar dibanding jenang-jenang lainnya.

Jenang krasikan biasa dibentuk dan dibungkus dalam ukuran-ukuran kecil. Teksturnya yang kasar membuat kamu akan merasakan sensasi lain saat mengunyah jenang krasikan ini. Saat berada di mulut, makanan ini juga akan terasa lumer di lidah dengan cita rasa manis gula jawanya yang khas.

10. Dawet Ireng

Dawet ireng

Membicarakan kuliner khas Purworejo tentunya tak lengkap tanpa membahas dawet ireng. Berbeda dengan dawet di kota-kota lainnya, dawet yang banyak dijajakan di sepanjang jalan kota Purworejo dan pasar-pasar tradisional ini memiliki warna yang hitam karena berasal dari abu bakar jerami yang dicampur dengan air.

Dalam bahasa Jawa sendiri, ireng memiliki arti hitam. Saat disajikan, dawet ireng ini akan dicampurkan dengan kuah santan, cairan gula merah, serta es batu yang membuat paduan rasa yang manis, gurih, serta menyegarkan.

Itulah 10 kuliner khas dari sebuah kota kecil bernama Purworejo. Adakah diantaranya yang pernah kamu cicipi? Atau kamu memiliki rekomendasi kuliner khas Purworejo lainnya? Bagikan tanggapanmu di kolom komentar ya !

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *