Mengenal Budaya di Banten, Coba 5 Makanan Khas Baduy Ini!

Ditulis oleh Riastri Herliana - Diperbaharui 26 Desember 2020

Baduy merupakan suatu suku di Provinsi Banten yang dikenal karena masih sangat memegang teguh ajaran adat dari leluhur yang sudah diturunkan secara turun temurun. Baduy terdiri dari Baduy dalam dan Baduy Luar. Meski sama-sama berasal dari Baduy, kedua suku ini memiliki perbedaan yang signifikan mulai dari cara berpakaian, hingga adat istiadatnya.

Masyarakat Baduy Dalam memiliki adat dimana tidak boleh menggunakan bahan kimia apapun, mulai dari pakaian, alat pembersih, sandal, hingga kendaraan. Keseharian masyarakat Baduy Dalam dilakukan dengan berjalan kaki. Tak sekadar antar desa saja, melainkan ke luar kota pun dilakukan dengan berjalan kaki. Uniknya lagi, di Baduy Dalam tidak diizinkan untuk melakukan dokumentasi dalam bentuk apapun.

Bagi masyarakat Baduy Dalam, dokumentasi berupa foto atau video masih terbilang tabu. Karenanya, setiap pengunjung diwajibkan mematuhi adat yang sudah dipegang sejak dulu. Namun, jika kamu suka menggambar, boleh juga mendokumentasikannya melalui gambar atau lukisan. Masyarakat Baduy Dalam pun tidak boleh menggunakan teknologi seperti smartphone atau TV Lalu, bagaimana dengan Baduy Luar?

Masyarakat Baduy Luar dapat dikatakan lebih modern karena sudah menggunakan teknologi dan transportasi umum. Aturan adat yang ada di Baduy Luar terbilang lebih longgar dan fleksibel. Sebagian masyarakat Baduy Luar pun sudah banyak terpengaruh dengan dunia luar, dan tak sedikit yang memeluk agama Islam.

Tempat tinggal masyarakat Baduy merupakan Desa Kanekes, dimana Kanekes Dalam merupakan tempat tinggal masyarakat Baduy Dalam yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 3 – 4 jam dari Desa Ciboleger. Kanekes Luar merupakan tempat tinggal bagi masyarakat Baduy Luar yang lokasinya tak jauh dari Desa Ciboleger.

Penasaran dengan budaya yang ada di Baduy? Jika kamu berencana untuk liburan yang berbeda sambil mengenal adat, budaya, hingga kuliner khas setempat, maka harus tahu apa saja makanan khas Baduy. Inilah 5 makanan khas Baduy yang bisa kamu coba ketika berkunjung ke Kanekes. Simak ulasannya berikut ini!

1. Apem Putih

Apem Putih

* sumber: www.matain.id

Apem Putih merupakan makanan khas Banten, khususnya suku Baduy yang mudah ditemukan ketika berkunjung ke Desa Kanekes. Apem merupakan kudapan yang terbuat dari beras putih, digiling sampai berbentuk bubuk seperti tepung, kemudian diberi campuran fermentasi tape dan dibentuk kotak-kotak sedang.

Apem Putih memiliki rasa yang khas, legit, dan sedikit asam. Biasanya, Apem Putih dinikmati dengan gula merah yang sudah dicairkan. Rasa manis yang dihasilkan dari cairan gula merah tersebut menambah cita rasa yang nikmat dari Apem Putih. Makanan ini bisa kamu coba dan dibawa sebagai oleh-oleh saat berkunjung ke Desa Kanekes, tempat Suku Baduy tinggal.

2. Kue Balok Menes

Kue Balok Menes

* sumber: www.senengpiknik.com

Jika di Bandung dikenal dengan kue balok yang khas, begitu juga dengan Baduy. Kue Balok Menes merupakan salah satu makanan khas Banten yang bisa kamu temukan di Desa Kanekes. Berbeda dengan Kue Balok yang biasa ditemukan di Bandung, Kue Balok Menes tidak memiliki rasa manis, melainkan gurih dan legit yang terasa unik ketika menyantapnya.

Kudapan ini terbuat dari bahan dasar singkong putih yang telah dikupas dan dicuci bersih, kemudian dibentuk menjadi segi empat. Singkong yang sudah dipotong tersebut dikukus hingga masak, kemudian dihaluskan dengan cara ditumbuk atau digiling. Kue Balok Menes biasa dinikmati dengan taburan serundeng dan bawang goreng. Makanan unik ini, jangan sampai terlewat ketika liburan ke Baduy.

3. Pasung Merah

Pasung Merah

Pasung Merah merupakan salah satu kue khas Baduy yang bisa kamu temukan di luar Baduy, seperti Pandeglang, Lebak, Serang, sampai ke Cilegon. Kue ini terbuat dari bahan dasar tepung beras yang dicampurkan dengan sedikit terigu, gula pasir, santan kelapa, dan dilengkapi dengan soda kue, dan sedikit garam.

Pasung Merah memiliki cita rasa manis, legit, dan teksturnya kenyal. Kue ini dibungkus oleh daun nangka atau daun pisang yang menambah aroma khas pada Pasung Merah. Makanan ini tak hanya bisa dinikmati ketika liburan ke Baduy, tetapi kamu bisa membawanya sebagai buah tangan untuk keluarga atau kerabat di rumah.

4. Jojorong

Jojorong

Olahan tepung beras lainnya dari Baduy adalah Jojorong. Tepung beras diolah dengan tepung kanji dan gula merah. Memiliki rasa yang manis, lembut, dan aroma wanginya khas yang berasal dari daun pisang sebagai pembungkusnya. Jojorong cukup mudah ditemukan di luar Baduy, khususnya di daerah Provinsi Banten.

Jojorong nikmat disantap dengan sendok, dan pada saat yang bersamaan akan keluar lelehan gula aren yang menambah cita rasa. Jojorong biasa disajikan ketika ada acara seperti hajatan di wilayah Banten, tak terkecuali Baduy. Makanan yang satu ini tak lepas dari masyarakat Banten. Namun sayangnya kamu tidak bisa membawanya sebagai oleh-oleh karena makanan ini tidak tahan lama.

5. Otak-Otak Labuan

Otak-Otak Labuan

* sumber: www.idntimes.com

Kalau makanan yang satu ini, pasti sudah banyak yang mengetahuinya. Biasanya, Otak-Otak mudah ditemukan di restoran atau penjual kudapan di kota lain. Namun apakah kamu tahu kalau di Baduy juga ada Otak-Otak khas? Otak-Otak Labuan merupakan salah satu makanan khas Banten yang bisa kamu temukan di Baduy.

Makanan ini terbuat dari bahan dasar daging ikan tenggiri yang dicampur dengan santan, tepung tapioca, gula pasir, bawang putih, merica, dan garam ini memiliki cita rasa yang lezat dan disukai banyak orang. Karena rasanya yang gurih, legit, dan aromanya nikmat.

Otak-Otak yang sudah diolah, dibungkus menggunakan daun pisang, dan ditusuk lidi pada bagian ujungnya. Otak-Otak tersebut kemudian dibakar di atas arang sampai matang, dan menghasilkan aroma yang khas. Otak-Otak biasanya disajikan dengan sambal kacang dan tidak perlu ditambahkan nasi. Jadi, makanan ini cocok untuk santai sore ditemani teh hangat.

Ketika melakukan perjalanan ke suatu tempat, kuliner menjadi hal yang penting bagi sebagian orang. Wisata kuliner bukan hanya bisa dilakukan di tempat-tempat wisata mainstream seperti Yogyakarta, Semarang, atau Malang saja. Namun kamu juga bisa mencoba wisata kuliner dengan mencoba 5 jenis makanan khas Baduy yang sudah disebutkan di atas.

Makanan khas Baduy lebih banyak berupa kudapan atau bukan makanan utama. Meski begitu, makanan yang disebutkan di atas, wajib dicoba ketika sedang berada di Baduy, atau sekadar berada di sekitar Banten. Apalagi jika kamu belum pernah mencoba makanan tersebut sebelumnya dan selalu mencoba makanan khas dari suatu tempat.

Ternyata, Baduy bukan hanya memiliki kearifan budaya dan adat istiadat yang masih sangat dijaga, melainkan punya makanan khas yang recommended untuk dicoba. Sebagai salah satu desa wisata di Indonesia, Baduy semakin banyak dikenal wisatawan karena unik dan menarik untuk dieksplor. Jika sedang berada di Banten, jangan lupa mampir ke Baduy, dan coba makanan khasnya ya!

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram