Wisata Religi ke Tuban, Coba 10 Makanan Khas Tuban Ini!

Ditulis oleh - Diperbaharui 19 Februari 2020

Tuban. Sebuah kabupaten di pesisir utara Pulau Jawa tepatnya berada di Provinsi Jawa Timur ini menjadi saksi penyebaran agama Islam di Pulau Jawa dan merupakan tempat dimana salah satu Wali Songo, yaitu Sunan Bonang, dimakamkan. Karenanya, Tuban seringkali dijadikan sebagai destinasi wisata religi yang banyak diminati dari berbagai kalangan dan agama.

Aktivitas wisata, erat kaitannya dengan kuliner. Nah, sudah tahu belum, kalau di Tuban juga terdapat makanan khas yang jarang ditemukan di tempat lain? Bahkan, salah satu makanannya sangat unik karena terbuat dari tanah liat lho. Penasaran? Simak artikel berikut ini ya!

1. Becek Menthok

Becek Menthok

* sumber: pegimakan.id

Menthok adalah salah satu unggas yang termasuk ke dalam keluarga bebek. Dalam bahasa Indonesia, menthok adalah itik serati. Sama seperti bebek, menthok juga dipelihara, kemudian daging dan telurnya dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai olahan makanan. Makanan dengan bahan dasar menthok banyak dijumpai di Jawa Timur, salah satunya Tuban.

Di Tuban, menthok diolah menjadi becek. Yaitu kuah kental dengan bumbu khas yang terbuat dari jintan, bawang merah, bawang putih, merica, mesoyi, dan rempah-rempah lainnya. Jika dilihat sekilas, kuah becek terlihat seperti kuah kari. Becek Menthok dengan mudah kamu temukan di Tuban. Rasanya yang lezat membuatmu rindu dan ingin kembali ke Tuban.

2. Ampo

Ampo

* sumber: pidjar.com

Ini dia makanan paling unik dari Tuban yang takkan kamu temukan di tempat lain. Ampo merupakan makanan ringan tradisional khas Tuban yang terbuat dari tanah liat. Makanan ini diolah dijadikan seperti keripik yang menyehatkan bagi masyarakat Tuban. Camilan yang sudah turun temurun dijadikan sebagai pendamping teh manis ataupun kopi.

Ampo akan dengan mudah kamu temukan di toko oleh-oleh yang tersebar di Kabupaten Tuban. Harganya relatif murah. Hanya dengan Rp5.000 saja kamu sudah bisa mendapatkan Ampo satu kilogram. Bagaimana, ingin mencoba makanan yang terbuat dari tanah liat ini?

3. Garang Asem

Garang Asem

Garang Asem adalah makanan khas Tuban berbahan dasar ayam dengan kuah bening bumbunya terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, jahe, kunyit, kencur, serta lengkuas. Kemudian dibungkus dengan daun pisang saat dimasak. Perpaduan rasa pedas, gurih, dan segar sangat memanjakan lidah.

Tak hanya ayam, biasanya Garang Asem dibuat dari bahan dasar ikan. Diantara keduanya bisa dijadikan pilihan. Jika kamu tidak suka ikan, maka kamu tetap bisa mencoba Garang Asem ayam. Garang Asem bisa kamu temukan di beberapa rumah makan yang ada di Tuban. Makanan yang satu ini jangan sampai terlewat ya!

4. Kare Rajungan

Kare Rajungan

Terletak di pantai utara, rajungan mudah ditemukan di Tuban. Tak heran salah satu hewan laut ini dijadikan sebagai makanan khas Tuban. Rajungan adalah jenis seafood dengan protein tinggi. Di Tuban, rajungan diolah bersama kuah kare dengan cita rasa pedas dimana kamu bisa memilih level kepedasan dari 1 hingga 10.

Kare Rajungan wajib dicoba bagi pecinta rasa pedas. Dimana rasa pedas dan gurih akan memanjakan lidahmu. Kare Rajungan bisa kamu temukan di beberapa rumah makan di Tuban. Makanan ini mudah didapatkan terutama di daerah tempat wisata religi Tuban.

5. Dumbek

Dumbek

Dumbek adalah jajanan tradisional khas Tuban yang terbuat dari tepung beras, daun pandan, gula aren atau gula merah, parutan kelapa, santan, serta garam. Dumbek dibungkus dengan cara dililit menggunakan daun siwalan atau daun janur. Bau khas dari daun siwalan memberikan aroma yang berbeda dari kue pada umumnya.

Dumbek rasanya manis dan terdapat bau khas daun siwalan. Kue ini tanpa pengawet sehingga cukup mudah basi. Dumbek bisa kamu dapatkan tidak hanya di Tuban saja, namun sudah tersebar ke Rembang, Lamongan, hingga Gresik. Kue berbentuk kerucut nan unik ini jangan sampai terlewatkan ketika kamu wisata ke Kabupaten Tuban.

6. Cumi-Cumi Hitam

Cumi-Cumi Hitam

* sumber: womantalk.com

Kamu suka seafood? Suka cumi-cumi? Biasanya cumi-cumi dimasak dengan bumbu asam manis ataupun digoreng krispi. Namun bagaimana dengan Cumi-Cumi Hitam? Sudah pernah coba? Nah, di Tuban, ada cumi-cumi yang dimasak dengan bumbu hitam. Sebenarnya, warna hitam berasal dari tinta alami yang ada di dalam tubuh cumi-cumi.

Cumi-Cumi Hitam ini jika dilihat dari bentuknya mungkin cukup aneh dengan warna hitam yang menjadi bumbu. Namun jangan ragukan kelezatannya. Bumbu yang pekat, kental, tidak encer, juga kaya rempah ini sangat lezat dipadukan dengan tekstur cumi yang empuk. Cumi-Cumi Hitam bisa kamu dapatkan di area pantai utara Kabupaten Tuban.

7. Gemblong Compreng

Gemblong Compreng

Gemblong adalah makanan ringan yang terbuat dari tepung beras ketan putih yang dibentuk bulat, kemudian digoreng dan dilumuri larutan gula aren. Gemblong cukup mudah dijumpai di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Tuban. Gemblong menjadi salah satu makanan khas Tuban yang bisa dibawa sebagai oleh-oleh.

Compreng adalah salah satu desa di Kabupaten Tuban yang hingga kini masih aktif memproduksi gemblong kemudian dijual di sejumlah warung. Maka dari itu, gemblong khas Tuban ini disebut Gemblong Compreng, karena dibuatnya di Desa Compreng, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.

8. Serabi Selong

Serabi Selong

Jika di Bandung ada surabi, maka di Tuban ada Serabi Selong. Serabi adalah makanan yang terbuat dari tepung beras, kemudian disajikan dengan kuah santan yang nikmat. Serabi Selong dengan mudah kamu jumpai dikala matahari sebelum terbit, hingga terbitnya matahari. Karena biasanya, Serabi Selong dihidangkan untuk sarapan pagi.

Serabi Selong dimasak menggunakan tembikar asli dari tanah liat padat dan bara dari kayu. Sehingga rasanya setelah dibakar sangat khas dengan sedikit gosong. Jika kamu ingin menikmati Serabi Selong, jangan sampai kesiangan. Karena biasanya, pada pukul 06.00 pagi serabi sudah habis terjual. Tertarik sarapan dengan serabi?

9. Belut Pedas

Belut Pedas

Belut Pedas, atau dikenal juga dengan Rica-Rica Belut adalah salah satu makanan khas Tuban dengan citarasa pedas yang menggoyang lidah. Belut Pedas bisa kamu temukan di berbagai desa di Tuban.

Uniknya, setiap desa memiliki resep dan rasa khasnya masing-masing. Sehingga ketika kamu mencoba Belut Pedas di satu desa, rasanya takkan sama dengan desa lainnya.

Belut Pedas dijual di warung-warung makan dengan resep rahasia yang sudah turun temurun digunakan. Daging belut digoreng, kemudian di lumuri dengan bumbu pedas yang khas, sangat lezat dan membuatmu ketagihan, terutama bagi kamu pencinta rasa pedas.

10. Es Bubur Sumsum

Es Bubur Sumsum

Siapa suka Bubur Sumsum? Biasanya, Bubur Sumsum disajikan hangat dan cocok dinikmati ketika sore hari. Lain halnya dengan Tuban, di sini bubur sumsum disajikan dengan es batu yang memberi rasa manis serta segar berpadu menjadi satu.

Bubur Sumsum terbuat dari tepung beras, kemudian disiram kuah gula merah. Tak lupa dengan tambahan lain seperti pacar cina dan candil. Es Bubur Sumsum bisa jadi pilihan untuk menyegarkan tenggorokan di tengah panasnya Kabupaten Tuban.

Itulah 10 makanan khas Tuban yang bisa kamu coba ketika berwisata religi ke Kabupaten Tuban. Jadi, kamu tak hanya bisa wisata religi saja, tetapi juga bisa wisata kuliner. Bagaimana, sudah siap untuk wisata kuliner di Tuban?

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *