10 Makanan Khas Tunisia yang Kaya dengan Rempah-Rempah

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 4 November 2021

Ketika menyebut Tunisia, wisatawan akan mengaitkan dengan pantai, pesisir, sejarah dan pariwisata. Memang nama Tunisia dikaitkan citra pantai yang masih asli serta perairan yang jernih dan pastinya orang-orangnya yang ramah. Selain itu, Tunisia juga punya kuliner yang lezat. Meskipun mempunyai kesamaannya dengan masakan Arab, makanan khas Tunisia mempunyai keunikannya tersendiri.

Makanan khas Tunisia kaya dengan hidangan yang menghangatkan hati serta menggugah selera. Selain itu, kuliner negara ini terkenal dengan rempah-rempahnya. Masakan negara ini dipengaruhi oleh Berber, Andalusia, Yahudi, Arab, Turki, Italia dan Prancis yang terdiri dari sayuran, sereal, daging (domba, sapi, ayam) dan ditambah rempah-rempah.

Yuk, simak 10 makanan dari negara Tunisia yang sudah Keluyuran rangkum untuk kamu berikut ini!

Baca juga: 10 Makanan Khas Scotlandia, Negeri Para Highlander

1. Hlalem

Hlalem

Hlalem merupakan salah satu makanan khas Tunisia yang paling menonjol. Hidangan ini populer sekali saat bulan Ramadan. Sup yang kaya rasa dan lezat ini terdiri dari potongan adonan seperti pangsit, yang bahannya dari semolina yang dicampur dengan air dan garam.

Sesudah semua bahan digabungkan, aduk rata dan uleni hingga adonan cukup lunak untuk dipotong. Adonan yang sudah dipotong kemudian dibuat jadi gulungan kecil. Setelahnya cubit gulungan kecil itu sedikit-sedikit dan gunakan jempol dan jari telunjuk untuk memelintir adonan jadi seperti bulir-bulir beras tapi ukurannya lebih besar dan panjang. Letakkan adonan itu di atas saringan dan keringkan.

Untuk supnya dibuat dari chickpea (kacang arab) yang dicampurkan dengan kacang Mesir dan ditambah dengan peterseli, bawang bombay, lada merah, pure tomat, garam, dan bayam. Bahan-bahan tadi kemudian dimasak dalam air selama kira-kira dua puluh menit. Tambahkan potongan adonan kering tadi dan masak selama lima atau enam menit.

Hlalem merupakan makanan khas Tunisia yang kaya akan sejarah. Makanan ini sehat, beraroma, dan disantap oleh jutaan orang di seluruh negara ini.

2. Omek Houria

Omek Houria

Lauk dan makanan pembuka khas Tunisia ini dinamakan omek houria. Hidangan ini merupakan salad yang terbuat dari wortel rebus kemudian tumbuk dan dibumbui dengan beragam bumbu dan harissa. Omek houria menurut orang Tunisia namanya diambil dari nama putri duyung yang mewarnai rambutnya dengan pacar sehingga warnanya seperti wortel.

Omek houria merupakan salah satu makanan khas Tunisia sangat populer dan paling sering dibuat. Nama hidangan ini berasal dari bahasa Arab yang jika diterjemahkan jadi "Salad Panggang”. Namun sebenarnya omek houria lebih mirip salsa panggang dibandingkan salad. Makanan ini banyak ditemukan di meja makan saat bulan Ramadan. 

Bawang bombay yang dibakar, tomat, paprika, dan bawang putih dicincang kasar digarami dan dibumbui kemudian diberikan lumuran minyak zaitun. Dengan sendirinya masakan ini jadi hidangan vegan yang sempurna. Akan tetapi, biasanya omek houria diberikan hiasan dengan telur rebus, zaitun atau sepotong ikan (tuna) dan bisa juga kombinasi dari ketiganya secukupnya seperti ala Mediterania.

3. Chorba

Chorba

Makanan pokok bulan Ramadan khas Tunisia, Chorba, adalah hidangan berupa sup yang juga tersedia sepanjang tahun. Biasanya sup ini dibuat menggunakan daging domba atau sapi, tapi ada juga varian ikan yang populer, khususnya di daerah pantai. Terbuat dari gandum bulgar dan dibumbui dengan harissa, bahan dasar dari sup ini adalah tomat rebus.

Walaupun makanan ini penting untuk budaya Tunisia, hidangan ini terkenal di seluruh wilayah yang dahulu dikendalikan oleh Kekaisaran Ottoman, mulai dari Maroko sampai Bulgaria dan Kroasia.

4. Brik

Brik

Mungkin ini merupakan makanan khas Tunisia paling populer dan tradisional. Kebanyakan restoran dan hotel mempunyai hidangan ini di menu mereka. Selain itu, makanan ini bisa juga ditemukan di beberapa kedai pinggir jalan.

Makanan ini dibuat dari adonan pastry halus yang disebut malsouka. Adonan ini kemudian digoreng dan diisi dengan telur, tuna, dan peterseli. Brik dihidangakan dengan lemon dan ada cara khusus untuk menyantapnya. Mulailah dengan mengigit bagian luarnya sampai mencapai telur. Saat sudah dekat dengan telur, telanlah langsung sisanya itu agar tidak menumpahkan cairan telurnya.

Lemon bisa terus ditambahkan kapan saja. Bentuk makanan ini bisa beragam, umumnya segitiga layaknya pizza yang dilipat, samosa, atau calzone. Untuk isiannya bisa telur, kentang, keju atau udang. Brik kualitas terbaik terlihat berlapis-lapis dan lebih kering. Biasanya dihidangkan sebagai makanan kedua saat Ramadan, yang menjadi alasan mengapa makanan ini populer.

5. Tajine

Tajine atau frittata Tunisia merupakan salah satu makanan Tunisia paling terkenal. Makanan khas Tunisia ini bisa dihidangkan sebagai lauk atau sebagai makanan utama. Tajine ini hampir sama seperti frittata Italia.

Bahan dasarnya adalah telur dan dimasak bersama dengan campuran peterseli, bawang bombay, keju, harissa, kunyit, zaitun, dan daging seperti dada ayam yang dipotong dadu, daging cincang, maupun hati cincang.

Perbedaan utama antara tajine Tunisia dengan frittata Italia adalah pada penggunaan rempah-rempah, yang meningkatkan dasar gurih serta kepadatan dan rasa gurihnya. Jangan bingung antara tajine dengan tajine Maroko atau Aljazair. Keduanya merupakan masakan yang sangat berbeda. Dalam masakan Maroko, tajine merujuk pada pot gerabah yang dipakai untuk memasak beragam hidangan.

Tajine dikenal memiliki kandungan protein dan serat yang tinggi. Makanan ini bisa didinginkan sampai kira-kira lima hingga enam hari, dan bisa dipanaskan kembali atau bahkan dihidangkan dingin.

6. Shakshuka

Shakshuka

Makanan khas Tunisia yang mirip dengan stew ini hangat dan lezat. Hidangannya dibuat dari bawang bombay, bawang putih, paprika hijau, dan tomat. Bahan tambahan pilihan di antaranya cukini, kentang, atau kacang polong khususnya di musim semi.

Penduduk Tunisia menambahkan telur ketika memasak hidangan ini agar telur matang perlahan di dalam sup. Orang Tunisia gemar menikmati shakshuka atau disebut juga dengan chakchouka untuk makan siang maupun makan malam.

Kalau berkunjung ke Tunisia, wisatawan akan menyaksikan penduduk lokal mengkonsumsi roti dengan semua makanan. Ketika memesan shakshuka, makanan ini akan dihidangkan dengan banyak roti, yang bisa dicelupkan ke dalam saus. Tak hanya populer di Tunisia, hidangan ini juga banyak ditemui di negara-negara Timur Tengah, seperti Israel.

Hidangan berupa telur dan sayuran yang mudah dibuat dan berwarna-warni ini di negara-negara Afrika Utara umumnya disantap untuk makan malam. Asal namanya dari kata dalam bahasa Barber yang artinya ragout, sayuran maupun campuran.

7. Assidat Zgougou

Assidat Zgougou

Assidat zgougou merupakan dessert tradisional Tunisia yang terbuat dari kombinasi biji pinus Aleppo, tepung, gula, pati, air mawar dan air. Biji zgougou ditumbuk kemudian dicampur dengan tepung, gula, dan pati, lalu diaduk secara terus-menerus sambil dimasak menggunakan api kecil sampai mengental.

Bahan lainnya yaitu custard, yang dibuat dari susu, gula, vanila, pati, kuning telur serta air mawar. Krim disusun di bagian bawah gelas, kemudian diikuti dengan lapisan custard. Biasanya makanan penutup ini di atasnya ditaburi kacang misalnya almond panggang atau pistachio.

Umumnya assidat zgougou dipertukarkan antara keluarga dan teman. Untuk menghias bagian atasnya, banyak orang akan menggunakan buah kering dan menambahkan warna pada dessert yang terlihat agak pucat ini.

8. Mloukhia

Mloukhia

Mloukhia, mlokhia, melukhia, molokeya, atau mlukhiya merupakan hidangan berbahan dasar domba khas Tunisia yang juga terkenal di negara-negara Timur Tengah. Mloukhia merupakan stew daging domba maupun sapi yang dimasak dalam saus kaya bumbu mulai dari nalta jute/molokhia yang berupa rempah-rempah hijau kering serta minyak zaitun atau bunga matahari.

Versi penduduk lokal, dagingnya dimasak bersama dengan potongan babat di atas arang dengan api kecil. Untuk memasaknya butuh waktu sekitar 8 jam. Biasanya mloukhia dihidangkan dengan sosis paling terkenal di Afrika Utara yang dinamakan Merguez.

Stew daging domba ini di Tunisia disebut “kelezatan raja” karena nama masakan ini asalnya dari kata Arab malik atau malek yang artinya raja. Makanan ini kebanyakan disantap saat liburan seperti tahun baru Hijriah maupun pada hari Ras-el-am.

9. Couscous

Couscous

Awalnya couscous dikenal sebagai hidangan khas Berber yang muncul pertama kali di negara-negara Maghreb atau daerah Afrika. Kemudian dengan cepat couscous jadi salah satu makanan paling serbaguna dan disantap di Afrika Utara.

Couscous Tunisia merupakah salah satu resep asli Tunisia paling penting yang akan disantap oleh penduduk asli tiap beberapa kali seminggu. Makanan ini terbuat dari biji-bijian yang ukuran berbeda yang bisa halus, sedang ataupun besar.

Biasanya makanan khas Tunisia ini dibuat dengan daging domba, saus tomat, buncis, dan rempah-rempah. Terkadang domba diganti dengan sapi atau ayam. Hampir tiap keluarga di Tunisia memasak couscous setidaknya tiap akhir pekan.

10. Osban

Osban

Hanya ditemukan di Tunisia, osban merupakan hidangan dengan rasa gurih. Makanan ini sangat penting secara historis dalam budaya Tunisia. Pada dasarnya, osban merupakan sosis isi. Sosis tersebut diberi isian dengan jantung dan hati cincang halus, daging giling, bawang merah, peterseli, bawang putih, rempah-rempah, dan nasi.

Sesudah diisi, sosis kemudian dijahit jadi satu dengan jarum dan benang dan dikukus atau dimasak dalam jus dan saus.  Sosis khas Tunisia ini hampir selalu dihidangkan di atas couscous. Hidangan ini kaya rasa, daging juga teksturnya padat dan berlapis. Orang Tunisia membuat hidangan ini khususnya untuk Idul Adha sejak berabad-abad yang lalu.

Itulah 10 makanan khas Tunisia yang unik dan penuh dengan rempah-rempah. Meskipun hampir sama dengan kebanyakan negara-negara di Timur Tengah lainnya, tapi kuliner asal Tunisia tetap menampilkan ciri khasnya.

Kalau kamu menyenangi makanan-makanan yang penuh dengan rempah-rempah, tak ada salahnya mencoba makanan khas Tunisia. Selamat mencoba!

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram