10 Makanan Khas Venezuela yang Memiliki Beragam Rasa

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 8 September 2021

Menyebut negara Venezuela, sebagian orang zaman dulu akan teringat dengan telenovela-nya, alias opera sabunnya yang banyak ditonton di Indonesia kala itu. Namun negara yang terletak di Amerika Selatan dan sedang mengalami krisis politik yang parah ini memiliki hal yang menarik. Selain dikenal memiliki pedesaan yang indah, negara ini juga mempunyai makanan yang unik.

Makanan khas Venezuela mempunyai gairah Amerika Latin serta banyak menerima pengaruh dari Eropa dan Afrika Barat. Kebanyakan makanan ini dibuat dari bahan yang sederhana, seperti pisang, jagung, kacang hitam serta daging. Semuanya membuat hidangan Venezuela punya rasa yang unik dan lezat. Berikut ini 10 makanan khas Venezuela yang mungkin belum pernah kamu coba.

1. Pabellón Criollo

Pabellón Criollo

Pabellón criollo merupakan salah satu hidangan tradisional yang sangat mewakili masakan Venezuela. Secara resmi makanan khas Venezuela ini dianggap sebagai hidangan nasional negara tersebut. Selain itu, makanan ini mewakili persatuan beragam kelompok etnis.

Namun, asal-usul makanan ini tidak pasti. Berdasarkan versi sejarawan, pabellón sudah sangat popular semenjak akhir abad ke-19. Pabellón memiliki banyak warna dan rasa yang beragam. Walaupun hanya mempunyai sedikit variasi di sepanjang wilayah dan daerah Venezuela, orang-orang tetap mempertahankan esensi makanan tersebut.

Pabellón terdiri dari nasi putih, kacang hitam, suwiran daging sapi serta pisang raja matang goreng. Mungkin beberapa orang ada yang menyertakan telur goreng. Ini merupakan hidangan khas di rumah-rumah penduduk Venezuela juga restoran tradisional.

2. Hallaca

Hallaca

Hallaca sering disebut juga sebagai tamale Venezuela. Biasanya hidangan yang rumit ini dihidangkan sebagai bagian dari menu makan malam Natal. Ini terdiri dari isian seperti stew yang biasanya dibuat dari daging. Isian tersebut ditutup dengan adonan tepung jagung dan kemudian dibungkus menggunakan daun pisang raja dengan rapat dan direbus.

Bahan tambahan biasanya seperti buah zaitun, kismis, paprika atau bahkan telur rebus yang sering disebut sebagai hiasan dan diletakkan di atas hallaca. Dipercaya bahwa makanan ini ditemukan oleh budak Venezuela. Mereka menggunakan bahan sisa yang diberikan oleh pemilik tanah untuk menghasilkan makanan khas Venezuela yang unik ini.

Di tiap daerah di Venezuela, varian modern dari makanan ini beragam. Orang-orang menggunakan bahan-bahan yang bermacam-macam dan biasanya tiap keluarga mempunyai resep khas mereka sendiri.

3. Arepa

Arepa

Pepatah terkenal mengatakan bahwa "tak ada yang lebih Venezuela dari arepa" dan itu benar adanya. "Roti" yang dibuat dari jagung ini merupakan makanan khas Venezuela yang dapat disantap sebagai makanan utama juga sebagai makanan pelengkap.

Arepa merupakan patty bulat, datar, yang tidak menggunakan ragi dan dibuat dari tepung jagung. Memasaknya bisa dengan cara digoreng, dipanggang atau dibakar. Isian arepa bisa bermacam-macam bergantung pada daerah serta gaya juru masak. Makanan ini sangat serbaguna karena orang bisa menambahkan sentuhan pribadi mereka ke dalam arepa.

Beberapa orang ada yang suka memberi lebih banyak rasa dengan menambahkan bit atau wortel parut. Untuk membuatnya lebih sehat, bisa juga ditambahkan dengan gandum, biji chia, atau biji rami.

Isian yang banyak digemari di antaranya kacang hitam dengan keju, telur orak-arik, daging giling yang dibumbui, bahkan alpukat. Salah satu varian arepa yang paling popular adalah reina pepiada dengan isian berupa alpukat dan mayo.

4. Cachapa

Hidangan tradisional Venezuela ini disebut dengan cachapa. Asal makanan ini dari wilayah utara-tengah county. Di sana penduduk aslinya menanam jagung dan menganggap tanaman ini sebagai pemberian Ilahi. Cachapa merupakan pancake tipis yang dibuat dari jagung segar giling, queso blanco serta panela atau gula, kemudian dimasak di dalam budare (pemanggangan dari besi atau tanah liat).

Biasanya makanan yang disantap sebagai hidangan pembuka atau sarapan lengkap ini dilipat dua dan diisi dengan queso de mano (jenis keju lembut) dan disajikan dengan chicharron, yaitu hidangan yang biasanya berupa perut babi goreng atau kulit babi goreng dan bisa juga dibuat dari ayam, daging kambing atau lebah.

Karena bentuknya seperti pancake, hidangan ini mirip dengan arepa. Namun, cachapa lebih tebal dan teksturnya lebih tidak teratur karena diberi tambahan jagung. Makanan ini juga gurih yang renyah di luar serta empuk di dalam.

5. Dulce de Leche

Dulce de Leche merupakan salah satu makanan penutup Venezuela yang terbaik. Karena cukup jarang ditemui di luar Amerika Latin, makanan khas Venezuela ini sedikit sulit untuk dijelaskan kepada orang asing.

Dessert ini juga disebut sebagai “arequipe” yang merupakan karamel susu yang bisa ditempatkan di atas roti, roti bakar, atau bahkan disantap seperti apa adanya. Dulce de Leche agak seperti "Nutella-nya Amerika Latin".

Bahan untuk membuat dessert ini adalah susu kental manis yang dimasak sampai berwarna coklat, kental serta lengket. Untuk memberi lebih banyak rasa, biasanya orang Venezuela menambahkan sedikit jus lemon ke dalamnya dan bahkan memakannya dengan wafel tipis.

6. Sopa de Mondongo

Nama ini banyak digunakan di seluruh daerah Amerika Selatan dan Tengah. Sopa de mondongo merujuk pada sup babat dengan sayuran yang rasanya lezat. Yang menjadi bintang makanan khas Venezuela ini adalah babat sapi atau babi, yaitu bagian perut hewan yang agak keras yang bisa dimakan dengan cara dipotong kecil-kecil dan dimasak bersama bahan lain di dalam kaldu.

Di seluruh Amerika Latin terdapat banyak versi dari sup ini yang sudah disesuaikan dengan bahan dan rempah-rempah yang ada di tempat tersebut. Sopa de mondongo biasanya memakai kentang polos dan manis, jagung, singkong, pisang raja, kubis, bawang bombay, irisan alpukat serta daun ketumbar cincang, yang fungsinya sebagai hiasan.

Sup ini sering diberi bumbu dengan jinten serta achiote, rempah-rempah asli Amerika Latin. Biasanya varian lokal memasukkan bahan tambahan seperti kaki babi, daging babi tanpa lemak, sosis chorizo ​​​​Kolombia serta sumsum tulang hewan.

7. Bollo Pelón

Bollo pelón sangat umum dijumpai sepanjang tahun karena makanan ini merupakan makanan yang lengkap untuk menu makan siang. Dengan makan dua atau tiga dari makanan ini akan bisa memuaskan perut.

Selain itu, makanan khas Venezuela ini juga memiliki resep sederhana yang dapat dibuat dalam waktu kurang dari satu jam. Namun yang terpenting adalah anak-anak juga orang dewasa sama-sama menggemari makanan ini dan makanan ini membuat mereka bahagia.

Bollo pelón merupakan bola dari adonan jagung seukuran apel yang umumnya diisi dengan stew daging sapi, tapi kadang-kadang bisa juga diisi stew ayam. Sesudahnya adonan direbus dan dihidangkan dengan saus tomat dan keju parut.

8. Empanada

Empanada merupakan roti isi yang dibuat dari tepung jagung. Ini sama dengan arepa dan bisa digoreng ataupun dipanggang. Empanada bisa diisi oleh beragam isian, tapi yang paling umum yaitu keju putih. Ini merupakan kombinasi yang sempurna, rasa asin keju ditambah dengan sentuhan manis adonan.

Tiap wilayah memiliki isian yang berbeda-beda. Ada yang menggunakan isian arepa tapi yang popular adalah daging giling, cazón (hiu kecil), kacang hitam, abon sapi atau ayam, dan bahkan pisang raja. Empanada bisa dihidangkan sebagai makanan pembuka maupun sebagai hidangan utama. Makanan ini merupakan menu sarapan khas anak-anak di kantin sekolah di Venezuela.

9. Pan de Jamon

Pan de jamon merupakan sajian Natal yang terkenal di Venezuela. Makanan khas Venezuela ini berupa roti gulung yang sedikit manis dan diisi dengan zaitun, ham, dan kismis. Asal makanan ini diperkirakan dari sebuah toko roti Caracas pada tahun 1905. Saat itu pemiliknya sedang mencari cara agar bisa memanfaatkan sisa ham dengan baik.

Sesudah menggulungnya menjadi adonan yang lembut dan halus kemudian memanggangnya, hasilnya yaitu roti gulung gurih. Semenjak saat itu roti ini selalu menghiasi meja makan selama liburan. Roti ini juga mempunyai banyak versi.

10. Fosforera

Fosforera merupakan hidangan khas di daerah pesisir Venezuela. Karena makanan ini terdiri dari berbagai macam makanan laut, maka orang mengaitkan sifat afrodisiak pada fosforera. Makanan khas Venezuela berupa sup ini sangat bergizi sehingga biasanya orang menyebutnya sebagai levanta muertos, yang artinya membangkitkan orang dari kematian.

Untuk memasak sup ini banyak hal yang harus dikerjakan, tapi hasilnya sederhana dengan rasa yang luar biasa. Dipercaya kalau nama sup ini berasal dari fosfor karena kaya sekali dengan nutrisi. Yang bisa ditemukan dalam sup ini antara lain, kepala ikan, kerang, udang, kepiting, cumi-cumi, dan lain-lain. Ada juga sayuran, seperti bawang bombay, cabai manis, tomat, dan ketumbar.

Nah, itulah makanan khas Venezuela yang kebanyakan seperti daerah Amerika Selatan dan Tengah banyak menggunakan jagung dan pisang raja sebagai bahan dasarnya. Di negara-negara tersebut juga terdapat kemiripan makanan hanya saja namanya berbeda.

Bahkan beberapa makanan ini mirip dengan makanan yang ada di Indonesia, seperti hallaca dan fosforera. Apakah kamu tertarik untuk mencoba makanan khas Venezuela?

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram