Inilah 10 Masjid Tua dan Bersejarah yang Ada di Yaman

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 8 September 2021

Yaman menyimpan banyak tempat-tempat bersejarah di dalam kotanya yang sering terlibat konflik bersenjata. Bangunan itu berupa masjid-masjid yang menjadi saksi sejarah dari kebudayaan Yaman pada masa lalu yang begitu besar. Sampai pada akhirnya konflik bersenjata mengancam keindahan dari masjid-masjid ini.

Masjid-masjid di Yaman ini menyimpan keindahan dari budaya Yaman yang tergambar dari dekorasi atau juga arsitektur bangunan masjidnya. Berikut ini adalah beberapa masjid di Yaman yang keindahan dan sejarahnya tertutupi oleh konflik yang terus melanda.

1. Masjid Al-Ashair (Zabid)

Masjid Al-Ashair (Zabid)

Masjid Al-Ashair terletak di Kota Zabid, oleh karena itu masjid ini biasa dipanggil dengan nama Masjid Agung Zabid. Masjid ini dikatakan sebagai masjid tertua di dunia yang diperkirakan berasal dari dinasti Ziyadi pada masa pemerintahan Abbasiyah. Masjid ini juga berfungi sebagai madrasah sehingga menjadi tempat berkumpulnya komunitas religius dan intelektual di Kota Zabid ini.

Masjid ini menggunakan batu bata sebagai bahan bangunannya dan memiliki bentuk bangunan persegi panjang. Terdapat sebuah halaman dengan luas sekitar 11 x 5 meter persegi. Mimbar yang terdapat di masjid ini tidak terdapat di tengah-tengah tembok kiblat masjid. Hal itu dikarenakan bangunan masjid kerap bertambah setiap saatnya.

Menara masjidnya berbentuk  persegi delapan dengan hiasan berupa garis-garis yang saling berpotongan. Masjid ini mengalami banyak renovasi, tetapi renovasi yang paling penting dilakukan pada masa pemerintahan Sulatan Al-Mansour Abdul Wahab, yang desain arsitekturnya bertahan hingga kini. Saat ini masjid masih berfungsi hingga sekarang.

2. Masjid Al-Janad (Taiz)

Masjid Al-Janad (Taiz)

Masjid Al-Janad diperkirakan berasal dari abad ke-7 yang mengalami banyak pembangunan selama bertahun-tahun. Lokasi masjidnya dekat dengan Kota Taiz sekitar 20 km. Masjid  ini diperkirakan dibangun pada masa Islam mulai berkembang di Yaman oleh Muadh Ibnu Jabal atas perintah Nabi Muhammad SAW.

Masjid Al-Janad memiliki bentuk persegi panjang  dengan bagian tembok atasnya berbentuk 144 gerigi. Sementara itu pada bagian tengahnya terdapat halaman terbuka. Menara masjid berada di sisi barat daya dan pada bagian sampingnya terdapat lempengan batu yang mencatat periode setiap renovasi yang dilakukan.

3. Masjid Agung Sana’a (Sana’a)

Masjid Agung Sana’a (Sana’a)

Masjid Agung Sana’a dapat dikatakan sebagai masjid tertua di dunia. Diperkirakan dibangun pada jaman Nabi Muhammad yaitu di tahun keenam setelah hijrah atau sekitar tahun 633 masehi, lalu pada masa Kekhalifahan Umayyad. Pada saat restorasi yang dilakukan pada tahun  1972, banyak manuskrip yang ditemukan, termasuk sebuah Al-Qur’an yang diperkirakan ditulis oleh Imam Ali.

Bangunan masjidnya di buat dengan batu bata dan terdapat halaman yang luasnya sekitar 80 x 60 meter persegi. Masjid Agung Sana’a memiliki dua menara di barat dan timur, satu menaranya yang berada di sebelah barat dibangun pada masa pemerintahan Ratu Arwan binti Ahmad.

Masjid ini juga sempat mengalami kerusakan dikarenakan banjir di tahun 876 masehi. Lalu pada tahun 1130 masehi, Ratu Arwa mulai melakukan restorasi masjid Sana’a ini. Selain dari membangun sebuah menara, Ratu Arwa menambahkan pahatan pada langit-langit masjid di sebelah sayap timur dan utara.

4. Masjid Al-Hadi (Sa’dah)

Masjid Al-Hadi merupakan sebuah masjid yang dibangun di kota kuno Sa’dah sekitar tahun 897. Nama masjidnya sendiri berasal dari seorang Imam di Yaman yaitu Imam Yahya Bin Al-Hussein. Sang iman pun dimakamkan beserta 11 penerusnya bersebelahan dengan Masjid ini.

Masjid Al-Hadi memiliki bentuk bujur sangkar dengan bagian tengahnya digunakan sebagai halaman yang terbuka. Menara dengan tinggi 52 meter diletakan di bagian halaman, sedangkan menara yang lebih kecil diletakan di halaman sebelah selatan. Tembok pada masjid juga dihiasi dengan bentuk tumbuhan bunga, geometri serta tulisan.

Masjid Al-Hadi ini memiliki peranan penting sebagai pusat studi agama Islam, terutama ajaran Zaidi. Perpustakaan masjidnya menyimpan manuskrip-manuskrip penting. Sayangnya pada tahun 2015 saat perang berkecamuk, masjid ini mengalami kerusakan.

5. Masjid Ratu Arwa (Jiblah)

Masjid Ratu Arwa sering dianggap sebagai satu masjid tertua dan juga terindah dari Yaman. Selain dipanggil dengan nama Masjid Ratu Arwa, masjid ini juga dikenal dengan nama Hurrat-ul-Malikah yang berarti Ratu yang Mulia, sebuah nama yang juga merujuk pada sang ratu.

Masjid ini diperkirakan dibangun pada tahun 1056. Walaupun pada awalnya bangunan ini ditujukan untuk menjadi sebuah Istana, akhirnya sang ratu mengubahnya menjadi sebuah masjid. Bangunan masjidnya memiliki berbentuk persegi empat dan terdapat halaman terbuka. Terdapat dua buah menara yang terletak di tenggara dan barat daya.

Tak jauh dari masjid terdapat makam sang ratu yang dibangun atas perintahnya seperti yang tercantum dalam surat wasiatnya. Saat ini masjid ini masih dapat dipergunakan dan menjadi tempat ziarah bagi warga Yaman.

6. Masjid Ashrafiya (Taiz)

Masjid Ashrafiya (Taiz)

Masjid Ashrafiya merupakan sebuah masjid dan juga sebuah madrasah yang dibangun pada sekitar tahun 800 hijirah atau 1275 Masehi. Masjid ini dibangun atas prakarsa dari Sulatan Al-Ashraf Umar II yang lantas dilanjutkan oleh Sultan Al-Ashraf Ismail I. Masjid ini diperkirakan dapat menampung sekitar 120 hingga 800 jamaah.

Masjid dibangun dengan material berbahan plester kapur yang campur dengan minyak dan air. Masjid Ashrafiya  memiliki keunikan dari dekorasi masjidnya yang rumit dan di anggap sebagai yang terbaik dari masjid lainnya. Satu keunikan lainnya adalah jumlah pintu masjid yang cukup banyak sekitar 45 pintu.

7. Masjid Al-Mudhaffar (Taiz)

 Masjid Al-Mudhaffar (Taiz)

Masjid Al-Mudhaffar terletak di kota tua Taiz, diperkirakan dibangun pada abad ke-13, termasuk sebagai masjid yang paling indah dan juga paling besar di kota tua ini. Masjid ini berfungsi juga sebagai sebuah madrasah tempat belajar dari banyak cendikiawan Islam. Selain sebagai masjid dan madrasah, tempat ini merupakan bagian dari hammam atau kompleks pemandian umum tertua di Yaman.

Nama masjid ini sendiri berasal dari Yusuf Al-Mudhaffar yang menjadi pelindung kota ini. Bangunan masjidnya menggunakan material berupa batu bata dan pada kubahnya terdapat sistem anti air tradisional yang disebut dengan qadad. Masjid dan juga pemandian umum ini memperlihatkan sejarah dari arsitektur Islam pada masa itu yang menjadi warisan tak benda dan benda dari Yaman.

8. Masjid Al Bakiriya (Sana’a)

Masjid Al Bakiriya (Sana’a)

Masjid Al Barikiya dibangun oleh seorang gubernur Ottoman yaitu Hasan Pasha pada sekitar akhir abad ke-16. Bangunan masjid ini merupakan sebuah monumen yang dapat dikatakan sebagai bangunan dengan gaya Ottoman terbaik di Yaman. Bangunan ini merupakan sebuah persembahan Hasan Pasha untuk kawannya yang dimakamkan di dekat masjid.

Selain bangunan masjid, Hasan Pasha juga memerintahkan untuk membangun sebuah hammam yaitu tempat pemandian umum, yang penghasilannya digunakan untuk membiayai keperluan masjid. Masjidnya memiliki sebuah tempat salat yang cukup besar, begitu pula dengan halamannya.

Pada ruang salat utama, atapnya memiliki kubah yang besar, yang pada masa sebelum kekuasaan Ottoman hal tersebut tidak pernah dilakukan sebelumnya. Selain itu ruang utama terdapat dekorasi yang menjadi ciri khas dari dekorasi Otomman berupa bentuk geometri, tulisan Al-Quran yang dipahat di gipsum yang berukir.

9. Masjid Talha (Sana’a)

 Masjid Talha (Sana’a)

Masjid Talha dibangun atas perintah dari seorang wali dari Kekaisaran Ottoman yaitu Hadji Mehmed Pasha. Masjid dibangun setelah Masjid Al-Bakiriya di bangun pada 23 tahun yang lalu. Masjid Talha menggabungkan dua gaya arsitektur antara arsitektur kekaisaran Ottoman dan arsitektur Yaman.

Masjidnya memiliki tempat salat yang lebih kecil dan juga menara yang tidak terlalu tinggi. hal itu karena berada di sebuah tempat yang cukup sempit. Kubah setengah lingkaran di dalam masjidnya di hiasi dengan plesteran, sedangkan pada menaranya dihias dengan motif khas Yaman berupa berlian atau belah ketupat dan juga motif bunga  yang seperti sorghum.

10. Masjid Al-Muhdhar (Tarim)

Masjid Al-Muhdhar (Tarim)

Masjid Al-Muhdhar merupakan satu masjid yang berlokasi di Provinsi Hadramaut, tepatnya di kota kuno Tarim. Satu hal yang paling menonjol dari masjid ini adalah menaranya yang sangat tinggi sekitar 40 meter berbentuk persegi empat. Pada bagian dalam menara terdapat tangga untuk menuju puncaknya.

Bentuk masjidnya sendiri memiliki ciri desain geometri Islami. Masjidnya memiliki sebuah halaman yang terbuka dan dikelilingi oleh empat buah koridor. Selain keindahan dari menaranya, pada bagian kiblat masjid dihias dengan lukisan dinding dengan motif geometri, bunga, dan juga tulisan dalam bahasa arab.

Itulah beberapa masjid bersejarah dan juga berusia tua di Yaman. Yaman yang sering didera konflik bersenjata menyimpan sekelumit keindahan yang terancam oleh konflik yang terus berlangsung. Sayangnya masjid pun terkadang harus mengalami kehancuran akibat saling serang dari kedua belah pihak yang berperang.

Satu hal yang masih harus disyukuri adalah sebagian besar masjid ini masih berfungsi dan dapat digunakan hingga kini. Saat kamu berkunjung ke Yaman kamu dapat singgah untuk melihat dan merasakan sendiri keindahan dari masjid yang berada di tempat penuh konflik ini.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram