10 Masjid di Cina yang Memiliki Arsitektur Sangat Indah

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 23 Maret 2021

Meskipun Islam merupakan minoritas di negara Cina, tetapi negara ini memiliki banyak masjid. Beberapa masjid ini bahkan berumur sangat tua dan berkaitan dengan beberapa dinasti yang dulu berkuasa di negara ini. Gaya masjidnya pun mendapat banyak pengaruh Cina juga Arab karena adanya para pedagang dari Timur Tengah yang singgah di sini.

Beberapa masjid ini terkenal karena memiliki arsitektur yang indah sehingga tak heran banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Jika kamu penasaran dengan masjid-masjid di Cina, simak terus artikel berikut ini.

1. Masjid Agung Xi'an

Masjid Agung Xi'an

* sumber: www.theislamicmonthly.com

  • Alamat: Gang Huajue, Zhong Lou Shang Quan, Distrik Lianhu, Xi'an, Shaanxi 710001
  • Jam buka: 08.00 – 19.00
  • Biaya masuk: Maret-November: CNY 25, Desember-Februari depan: CNY15. Muslim bebas masuk.

Masjid Agung di Xi'an dibangun pertama kali pada 742 M dan merupakan salah satu masjid tertua, terbesar dan terawat baik yang ada di Cina. Menurut catatan sejarah yang terukir di atas lempengan batu di dalamnya, Masjid Agung dibangun selama Dinasti Tang (618-907). 

Masjid ini merupakan peradaban Islam yang diperkenalkan oleh pedagang serta pelancong Arab dari Persia juga Afghanistan ke China Barat Laut selama pertengahan abad ke-7 saat beberapa dari mereka tinggal di China dan menikahi perempuan berkebangsaan Han.

Saat berada di Xi'an, melakukan perjalanan melihat Masjid Agung sangatlah berharga, tidak hanya karena sejarah lamanya yang berabad-abad tapi juga karena desain arsitektur campurannya, yaitu gaya tradisional Muslim dan Cina.

Masjid ini menempati area seluas lebih dari 12.000 meter persegi yang dibagi menjadi empat halaman, memiliki panjang 250 meter dan lebar 47 meter dengan tata letak yang tertata rapi. Dikelilingi dengan taman, masjid ini membuat orang semakin tenang saat menyaksikan interiornya.

2. Masjid Niujie

Masjid Niujie

  • Alamat: Distrik Xicheng, Cina
  • Jam buka 08.00 – 16.00 
  • Biaya masuk: CNY 5 untuk orang Cina, CNY 10 untuk orang asing; gratis untuk Muslim
  • Telepon: +86 10 6353 2564

Secara harfiah Masjid Niujie berarti Masjid Jalan lembu. Niujie paling bersejarah dan megah di Beijing. Masjid ini beralamat di Jalan Niujie di Distrik Xicheng. Pertama kali dibangun pada tahun 996, Masjid Niujie mempunyai sejarah yang lebih dari seribu tahun.

Selama itu masjid tersebut sudah mengalami banyak perbaikan dan perluasan, dan sudah menyambut umat Islam dari seluruh dunia untuk beribadah. Masjid ini meliputi area seluas lebih dari 6.000 meter persegi dan strukturnya mengikuti istana kayu tradisional cina, tapi dekorasinya bergaya Arab.

Tak dijumpai figur manusia ataupun hewan di antara dekorasi masjid karena bertentangan dengan ajaran. Berjalan di sepanjang jalan setapak yang membentang di samping menara, pengunjung akan menemukan tempat shalat yang merupakan bangunan terpenting di Masjid Niujie. 

Aula tempat beribadah ini memiliki luas 700 meter persegi dan bisa menampung ribuan jamaah. Gerbang aula yang melengkung dihiasi dengan naskah Alquran dan puisi pemujaan. 

Beberapa teks ditulis dengan aksara Arab kuno Al-Kufi, yang jarang terlihat di Cina. Ruangan itu juga dihiasi dengan berbagai lukisan bunga, untaian manik-manik kaca dan kaca berwarna, yang berkontribusi pada suasana aula yang sangat penting dan suci.

3. Masjid Agung Tianjin

Masjid Agung Tianjin

* sumber: www.trip.com

  • Alamat: Cina, Tianjin, Distrik Hongqiao, Dafeng Rd
  • Jam buka: 08.00 – 17.00
  • Biaya masuk: CNY 8

Sebagai salah satu masjid di Cina yang terkenal, Masjid Agung Tianjin sudah menjadi tempat suci bagi umat Islam yang penting sejak awal Dinasti Qing, yaitu sekitar 1644-1911. Membentang di atas area seluas 5.000 meter persegi, masjid ini terdiri dari empat bangunan utama.

Keempat bangungan itu yaitu dinding sekat, gapura, aula tempat salat, dan tempat ceramah. Dari jumlah tersebut, aula tempat salat adalah tempat paling aktif dan dihormati di kompleks. Aula tersebut mengadopsi gaya arsitektur istana Cina tradisional.

Dengan area seluas 890 meter persegi, aula ini bisa menampung lebih dari seribu orang. Di aula salat, tergantung lebih dari 60 bait dan loh yang ditulis dalam huruf Arab dan Cina. Banyak dari hiasan tersebut memiliki sejarah hampir 300 tahun dan ditulis oleh para ahli kaligrafi terkenal. 

Selain itu, pengunjung bisa menemukan karya seni ukiran bata yang sangat indah yang dibuat oleh Ma Shaoqing, seniman terkenal dari suku minoritas Hui. Terletak di gerbang utara kedua, karya seni pahat bata yang berharga ini khususnya menggambarkan tempat-tempat indah yang terkenal di Tianjin.

4. Masjid Qingjing

Masjid Qingjing

* sumber: eyesofacitymouse.blogspot.com

  • Alamat: 108 Tumen St, Licheng District, Quanzhou, Quanzhou, Fujian
  • Jam buka: 08.00 – 17.30
  • Biaya masuk: CNY 3

Dikenal sebagai Masjid Ashab, Masjid Qingjing berada di tengah Jalan Tumen di Quanzhou. Selama Dinasti Song (960-1279), Kota Quanzhou merupakan salah satu pelabuhan utama perdagangan luar negeri dan menarik banyak orang Arab. 

Masjid ini dibangun serta diperbaiki oleh Muslim Arab. Ini mencerminkan persahabatan serta pertukaran budaya antara Cina dan negara-negara Arab. Awalnya dibangun pada 1009, masjid ini meniru masjid di Damaskus, Suriah, dan sekarang menjadi masjid bergaya Arab tertua di Cina.

Masjid megah ini luasnya 2.500 meter persegi dan mempunyai gerbang, Aula Fengtian, dan Aula Mingshan. Pintu gerbang terbuat dari diabas dan granit putih dan terdiri dari empat gapura yang menyatu. 

Banyak kubah gerbang diukir dengan teratai gantung, melambangkan penghormatan terhadap kesucian. Di sebelah timur gerbang ada dua tablet batu yang merekam rekonstruksi masjid di dinasti Yuan (1271-1368) dan Ming (1368-1644). 

Lempengan batu lainnya berlokasi di dekat gerbang dan diukir dengan dekrit kekaisaran Zhu Di yaitu kaisar ketiga Dinasti Ming. Dia menyebarkan fatwa ini untuk melindungi Masjid dan Islam di China.

5. Masjid Xiaotaoyuan

Masjid Xiaotaoyuan

  • Alamat: 52 Xiaotaoyuan St, Lao Xi Men, Huangpu, Shanghai
  • Jam buka: 09.00 – 17.00
  • Telepon: +86 21 6377 5442

Sebutan lain untuk masjid ini adalah Gereja Etnis Shanghai Xicheng Hui, Masjid Xiaotaoyuan beralamat di Jalan Xiaotaoyuan, demikian masjid ini mendapatkan namanya. Masjid Xiaotaoyuan merupakan salah satu pusat aktivitas Muslim terkenal di Shanghai. 

Dibangun pertama kali pada tahun 1907 kemudian dibangun kembali pada tahun 1925, masjid ini merupakan masjid ini memiliki gaya arsitektur tradisional Asia Barat. Ciri khas masjid  ini adalah desain arsitektur Islam di Asia Barat. 

Di dalam pintu masuk pengunjung akan menemukan halaman berbentuk persegi panjang. Di sekitar sisi barat aula shalat seluas 500 meter persegi, yang bisa menampung 200 jemaah. 

Berdiri di sisi timur halaman sebuah gedung aula bertingkat tiga, dan ada perpustakaan dan ruang baca di lantai 2 dan 3, dan ruang khotbah di lantai 1.

6. Masjid Idgar / Masjid Id Kah

Masjid Idgar / Masjid Id Kah

  • Alamat: Kashgar, Prefektur Kashgar, Cina
  • Jam buka: 10.00 – 20.00
  • Biaya masuk: CNY 20 ​​dan wanita tidak diperbolehkan mengunjungi masjid kecuali diterima oleh kepala masjid

Masjid ini pertama kali dibangun pada tahun 1442 dan mempunyai sejarah lebih dari 500 tahun. Kompleks bangunannya bergaya Islam yang megah yang terdiri dari menara gerbang, halaman, aula pengajaran, dan aula untuk shalat yang besar.

Setiap hari, sekitar 2000 sampai 3000 orang datang ke sini untuk beribadah dan jumlah ini meningkat menjadi sekitar 6000 hingga 7000 setiap hari Jumat. Selama festival keagamaan, jumlah umat Islam yang salat di sekitar masjid mencapai 40.000 atau bahkan lebih. 

7. Masjid Kunming Nancheng

Masjid Kunming Nancheng

  • Alamat: No. 18, Jalan Zhengyi Kunming
  • Jam buka: 08.00 – 17.30
  • Biaya masuk: Gratis
  • Telepon: 0871-3628533

Masjid Kunming Nancheng dikenal juga sebagai kuil untuk berdoa oleh Orang Hui. Tempat beribadah ini merupakan  bangunan dan simbol di jantung Islam. Masjid ini merupakan tempat sentral bagi umat Islam untuk mengadakan doa, pelajaran agama, pendidikan agama, kegiatan keagamaan dan lain-lain.

Dibangun oleh Sedanchi, Masjid Kunming Nancheng memiliki penampilan masjid yang dipengaruhi oleh budaya Buddha, yang menampilkan gaya arsitektur kuil Cina. Sebagai masjid terbesar di Kunming, Masjid Nancheng pertama kali dibangun pada masa Dinasti Tang (618-907).

Masjid ini kemudian direnovasi dan direkonstruksi berkali-kali selama Dinasti Qing. Desain masjid mencerminkan gaya arsitektur kelenteng Cina karena pengaruh budaya Buddha. Luas masjid diperkirakan 2.557 meter persegi setelah rekonstruksi pada tahun 1996.

8. Masjid Kuqa

Masjid Kuqa

  • Alamat: Paha Tabaza Road, Kuqa County 842000, Cina

Awalnya Masjid Kuqa dibangun pada abad ke-16 dan kembali dibangun pada tahun 1932. Masjid di Cina ini merupakan masjid terbesar kedua di Xinjiang. Bahan pembuat masjid ini adalah batu bata dan merupakan satu-satunya masjid di China yang menegakkan sistem pengadilan Syariah.

Masjid mempunyai aula besar, pengadilan agama, aula pembelajaran kitab suci, makam orang yang tidak dikenal, dan menara Xuanli. Kapasitas masjid ini bisa menampung 3000 orang pada satu waktu. Ada juga museum kecil dan toko souvenir di sini.

9. Masjid Dongguan

Masjid Dongguan

  • Alamat: 31 Dongguan St, Distrik Chengdong, Xining, Qinghai, Cina
  • Jam buka 8.30 – 12.00; 13.00 – 18.00; pada hari Jumat: 15.00 – 18.00 
  • Biaya masuk: Gratis
  • Telepon: + 86971 817 7126

Masjid Dongguan yang terletak di Jalan Dongguan, Kota Xining, adalah masjid terbesar di Provinsi Qinghai. Dibangun pada tahun 1380, masjid ini mempunyai sejarah lebih dari 600 tahun. Tak hanya terkenal dengan arsitekturnya yang megah, masjid ini juga merupakan pusat pendidikan agama.

Memiliki luas sekitar 3 hektar, Masjid ini dibangun dalam skala besar. Gaya arsitektur masjid menggabungkan seni arsitektur tradisional Cina dan fitur arsitektur Islam. Hal pertamanya yang nampak saat berkunjung ke sini adalah pintu melengkung yang bertuliskan 'Masjid Dongguan'. 

Di kedua sisi pintu depan berdiri Xuanli Lou (Paviliun Xuanli). Ini merupakan tempat istimewa sebagai karena para imam mengundang orang untuk berdoa di sini. Tingginya 8 meter dan terdiri dari tiga lantai yang berbentuk heksagonal.

10. Masjid Huaisheng

Masjid Huaisheng

  • Alamat: 55 Guangta Rd., Distrik Yuexiu, Guangzhou, Prov. Guangdong
  • Jam buka: 08.30 – 17.00
  • Biaya masuk: gratis, tetapi hanya terbuka untuk Muslim dan grup wisata

Disebut juga Masjid Shizi atau Masjid Guangta, Masjid Huaisheng merupakan salah satu dari empat masjid kuno terbesar di Cina. Tiga lainnya yaitu Masjid Qingjing di Quanzhou, Masjid Xianhe di Yangzhou, dan Masjid Phoenix di Hangzhou. 

Masjid ini juga merupakan masjid dengan arsitektur masjid tertua di Cina. Lokasinya di Distrik Yuexiu di Kota Guangzhou, Guangdong. Masjid ini dibangun pada awal Dinasti Tang dan merupakan salah satu masjid paling awal yang dibangun setelah kemunculan Islam di Cina. 

Untuk memperingati penyebar Islam, Muhammad, masjid ini dinamai Masjid Huaisheng. Dan karena masjid memiliki menara berbentuk silinder dengan badan yang ringan maka disebut juga Masjid Guangta. Sempat hancur oleh api pada 1343 M, dan dibangun kembali pada dinasti Ming dan Qing.

Masjid-masjid di Cina memilikis sejarah yang cukup lama dan terhubung dengan beberapa dinasti yang sempat berkuasa di negeri ini. Arsitektur mesjid pun memiliki beberapa pengaruh, ada pengaruh Cina juga Timur Tengah. Tak hanya menjadi tempat ibadah, masjid-masjid ini juga menerima kunjungan wisatawan.

Jikalau kamu berencana untuk berjalan-jalan ke negeri tirai bambu ini, sebaiknya jangan lewatkan kunjungan ke beberapa masjid bersejarah ini, khususnya untuk umat Muslim. Tak hanya berwisata, kamu juga bisa belajar tentang sejarah.

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram