10 Museum Bersejarah di Bali yang Bagus untuk Wisata Edukasi

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 November 2019

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Pulau Dewata menyimpan banyak keindahan yang tidak ada habisnya untuk dikunjungi. Selalu menjadi tujuan utama turis domestik maupun mancanegara, Bali tidak pernah sepi pengunjung. Ternyata, di balik keindahan pantai dan megahnya Gunung Agung, Bali memiliki museum yang unik dan bersejarah. Di sini, kamu tidak hanya menikmati keindahan alam di Pulau Dewata, tetapi juga wisata sejarah.

Destinasi yang dapat mengedukasi lebih jauh tentang Bali, sangat menarik untuk dikunjungi. Kali ini, Keluyuran akan merekomendasikan 10 museum di Bali, cocok untuk kamu yang senang berwisata ke museum!

1. Museum Bali Denpasar

Museum Bali Denpasar

* sumber: www.flickr.com

Disebut sebagai museum negeri di Bali, Museum Bali Denpasar dikelola langsung oleh Pemerintah Provinsi Bali. Di sini banyak menyimpan pengetahuan yang menyangkut peradaban manusia dari zaman ke zaman pada masyarakat Bali. Koleksi seni dengan nilai sejarah kebudayaan Bali juga ditampilkan di museum ini.

Museum Bali Denpasar menyimpan koleksi etnografika seperti peralatan yang digunakan saat zaman pra sejarah, peralatan upacara keagamaan dan adat, perkembangan seni dan budaya masyarakat Bali, dan tentunya kamu di sini bisa melihat perbedaan masyarakat Bali pada zaman prasejarah dan zaman modern.

Berlokasi di pusat Kota Denpasar, dengan alamat di Jalan Mayor Wisnu, Denpasar, Bali. Museum ini bisa kamu kunjungi setiap Minggu – Kamis jam 08.00 – 15.00 WITA, Jumat jam 08.00 – 12.30 WITA, Sabtu dan tanggal merah tutup. Jadi, kamu bisa kunjungi pada hari Minggu, atau hari kerja yang sudah ditentukan.

2. Bali Shell Museum (Museum Kerang)

Bali Shell Museum (Museum Kerang)

* sumber: www.tripadvisor.com.au

Kamu ingin melihat kerang-kerang di lautan namun tidak berani berenang di laut? Museum ini, cocok untuk kamu. Sesuai dengan namanya, Bali Shell Museum atau Museum Kerang menampilkan aneka ragam kerang laut dengan bentuk yang unik. Terdapat ribuan jenis kerang, museum ini menjadi satu-satunya Museum Kerang yang ada di Indonesia.

Bali Shell Museum terdiri dari tiga lantai, menyimpan koleksi kurang lebih Rp10 ribu kerang dan fosil yang berasal dari berbagai negara di dunia dengan usia mencapai ratusan tahun. Di sini terdapat galeri berisi aksesoris kerang, pajangan dinding, pernak-pernik, sampai fosil aneka jenis biota laut. Selain itu, kamu juga bisa menonton video proses pencarian kerang di home theater.

Berlokasi di Jalan Sunset Boulevard, Kuta, Bali Shell Museum cocok dikunjungi bagi kamu yang ingin mempelajari edukasi tentang kerang laut. Di sini terdapat fosil Orthoceras yang berbentuk Panjang dan pipih, usianya diprediksi mencapai 395 tahun. Salah satu kerang paling terkenal, yang bisa kamu temukan di Bali Shell Museum.

3. Museum Puri Lukisan

Museum Puri Lukisan

Bagi kamu yang suka dengan karya seni lukis, dan penasaran dengan keindahan Bali melalui lukisan maka kamu bisa datang ke Museum Puri Lukisan yang berada di Kawasan Ubud, Bali. Di sini kamu bisa melihat lukisan menawan, dan landscape Bali dalam satu lukisan. Kamu juga bisa melihat semua hasil karya seni lukis Batuan, Sanur, Ubud, dan patahan.

Ketika kamu memasuki museum ini, kamu akan merasa seperti memasuki ‘Dunia Bali’. Di dalamnya terdapat ornamen khas Bali yang menghiasi setiap sudut ruangan sangat kental. Mulai dari lukisan para penari Bali, hingga pahatan dewa bisa kamu temukan di sana. Alunan musik Bali akan menemanimu selama berada di sana.

Berlokasi di Jalan Raya Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Suasana yang sejuk dan dingin akan kamu rasakan ketika berkunjung ke sini. Ditambah lagi, adanya taman hijau nan asri di sini. Tempat yang cocok bagi kamu yang suka melihat keindahan lukisan dan udara yang sejuk.

4. Museum Subak

Museum Subak

* sumber: www.fabulousubud.com

Subak merupakan sebuah sistem irigasi yang didasari musyawarah di Bali. Dengan adanya Subak, petani akan mendapatkan jatah air dengan adil. Museum Subak, merupakan museum yang menampilkan koleksi alat-alat pertanian tradisional yang dipakai dalam bertani. Dibagi menjadi dua, Museum Induk dan Museum Terbuka.

Di Musum Induk, kamu bisa mengenal dan belajar segala hal yang berkaitan dengan pertanian di Bali. Di sini kamu bisa melihat miniatur Subak lengkap dengan proses pembuatannya. Di Museum Terbuka, kamu bisa melihat sawah yang terbentang luas, hasil dari sebuah tradisi turun temurun. Selain itu, di sini terdapat perpustakaan, kamu bisa membaca informasi lebih banyak.

Beralamat di Jalan Gatot Subroto No.5B, Banjar Anyar, Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali. Kamu bisa mengunjungi setiap hari jam 08.00 – 16.30, namun pada hari Jumat hanya bisa kamu kunjungi sampai jam 12.30. Harga tiket masuknya tergolong murah, hanya Rp10.000 untuk dewasa, dan Rp5000 untuk anak-anak.

5. Museum Gunung Batur

Museum Gunung Batur

* sumber: www.travelklik.com

Bali memiliki gunung berapi dengan tinggi 1.717 meter di atas permukaan laut (mdpl), terletak di Kawasan Kintamani. Yaitu, Gunung Batur. Tidak hanya Yogyakarta dengan Gunung Merapi, Gunung Batur juga memiliki museum yang dinamakan Museum Gunung Batur. Berisi sisi lain keindahan Pulau Bali, dan pemandangan Danau Batur.

Di sini, kamu bisa belajar banyak segala hal tentang gunung api. Terdapat aneka jenis batuan yang berasal dari gunung berapi, peralatan yang digunakan peneliti gunung berapi, serta foto-foto gunung berapi yang ada di Indonesia. Semuanya, bisa kamu pelajari dengan detail karena penjelasannya terpampang jelas.

Museum Gunung Batur beralamat di Jalan Raya Penelokan, Batur Selatan, Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Selain mempelajari gunung api, kamu bisa juga makan siang sambil menikmati pemandangan gagahnya Gunung Batur, dan indahnya Danau Batur. Tempat yang seru bagi kamu yang wisata edukasi dan alam dalam satu waktu.

6. Museum Neka Ubud

Museum Neka Ubud

* sumber: www.tripshire.com

Museum yang memiliki arsitektur khas Bali dengan standar museum internasional ini berisi seni lukis Tari Barong & Rangda, Lukisan Perahu Nelayan, dan masih banyak lagi. Terdapat kurang lebih 300 karya pelukis dari dalam dan luar negeri, Museum Neka merupakan salah satu museum terbaik di Indonesia. Hingga akhirnya, Ubud dijuluki sebagai desanya para seniman.

Bangunan Museum Neka sangat terawat dan cara menampilkan hasil seni yang sangat terorganisir. Sehingga, memudahkan pengunjung untuk memahami dan menikmati seni lukis yang ditampilkan. Merupakan salah satu tempat untuk melihat karya seni Affandi, dan Bagong Kussudiharjo, Museum Neka cocok dikunjungi bagi kamu penikmat seni.

Beralamat di Jalan Raya Sangginan Campuhan, Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Kamu bisa mengunjungi museum ini setiap hari mulai jam 09.00 – 17.00 WITA. Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp50.000, kamu sudah bisa menikmati keindahan karya seni di sini.

7. Museum Antonio Blanco

Museum Antonio Blanco

* sumber: www.pegipegi.com

Salah satu museum yang terkenal di Kawasan wisata Ubud, Bali. Sesuai dengan namanya, Museum Antonio Blanco merupakan museum milik maestro pelukis yang telah populer di dunia asal Spanyol, yaitu Antonio Blanco. Museum yang berisikan karya lukis yang memiliki nilai tinggi terhadap kehidupan orang Bali.

Berbagai fasilitas disediakan oleh pengelola museum, seperti Restoran, Art Shop, Toilet, dan Ruang Santai. Hanya dengan membayar biaya Rp30.000 saja, kamu sudah bisa berkeliling menikmati karya seni yang ditampilkan di sini.

Beralamat di Jalan Campuhan, Sayan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Museum Antonio Blanco terletak di aral perbukitan sungai Campuhan, Ubud. Tempat ini selalu ramai setiap harinya, baik tulis domestic maupun internasional, tertarik untuk melihat karya seni milik Antonio Blanco.

8. Agung Rai Museum of Art (ARMA)

Agung Rai Museum of Art (ARMA)

* sumber: www.tripadvisor.com

Sempat dinobatkan sebagai pemenang Travelers Choice melalui laman TripAdvisor pada tahun 2014, Agung Rai Museum of Art (ARMA) pasti sudah tidak asing di kalangan penikmat seni. Museum yang menampilkan arsitektur tradisional Bali yang dikelilingi taman-taman tropis. Tak heran, museum ini banyak mendapat review positif sebagai museum terfavorit.

Didirikan di atas tanah seluas empat hektar, ARMA banyak menampilkan lukisan dan seni instalasi karya seniman dari Indonesia maupun luar negeri. Koleksi yang bervariasi, mulai dari karya tradisional sampai kontemporer bisa kamu lihat di sini. Selain itu, desain taman yang memukau, bisa kamu singgahi sambil menikmati keindahan di sini.

Beralamat di Jalan Raya Pengosekan Ubud, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Museum ini bisa kamu kunjungi setiap hari, mulai jam 09.00 – 18.00 WITA. Tempat yang tepat bagi kamu yang suka berkunjung ke museum, sambil bersantai menikmati udara yang sejuk.

9. Dream Museum Zone

Dream Museum Zone

* sumber: www.korinatour.co.id

Kamu suka melihat karya desain 3D? Dream Museum Zone atau 3D Trick Art Museum, menampilkan karya yang spektakuler. Bagi kamu yang senang berswafoto, museum ini wajib kamu kunjungi, karena ini merupakan lukisan tiga dimensi pertama di Bali yang menampilkan ilusi gambar yang luar biasa.

Terdapat hampir 80 gambar 3D dengan berbagai macam trik lukisan, Dream Museum Zon menampilkan berbagai gambar bintang, tempat, ataupun tokoh ternama, fantasi, jatuh dari pesawat, dan masih banyak lagi karya yang bisa kamu temukan di sini.

Beralamat di Jalan Nakula No. 33X, Legian, Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Lokasinya yang strategis dan dekat dari pusat wisata, kamu bisa kunjungi museum ini mulai jam 09.00 – 22.00 WITA. Tiket masuk dibanderol dengan harga Rp100.000/orang untuk WNI, dan Rp150.000/orang untuk WNA.

10. Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma

Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma

* sumber: www.tripadvisor.com

Jika kamu suka melihat topeng dan wayang, terutama yang berasal dari Pulau Dewata, tempat ini cocok untuk kamu. Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma memiliki koleksi 1.200 topeng, dan 5.700 boneka dari seluruh belahan dunia.

Museum ini akan memperkenalkan kamu dengan kebudayaan topeng dan boneka. Selain dari Indonesia, ribuan koleksi yang tersedia berasal dari Afrika, Jepang, China, Malaysia, Myanmar, Thailand, Kamboja, dan masih banyak lagi. Tidak hanya memajang topeng dan boneka, museum ini juga aktif digunakan untuk acara bertemakan budaya.

Beralamat di Jalan Tegal Bingin, Mas, Ubud, Kemenuh, Kabupaten Gianyar, Bali. Kamu bisa mengunjungi Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma setiap hari jam 08.00 – 16.00 WITA. Di sini juga menyediakan coffee shop, cocok bagi kamu penikmat kopi dan seni.

Jadi, Bali tidak hanya terkenal dengan pantai dan laut kan? Museum di Bali ini, bisa kamu jadikan referensi sebagai destinasi wajib di Bali. Liburanmu akan lebih bermanfaat, tentunya lebih seru!

Tapi, kalau kamu ingin kulineran di Bali, kami punya sejumlah rekomendasi tempat makan ayam betutu paling enak di Bali. Yuk, langsung kepoin informasi selengkapnya di artikel 10 Tempat Makan Ayam Betutu di Bali ini.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *